Latest News

Bunda jangan khawatir, inilah penyebab dan pengobatan bagi bayi yang sulit makan

Setelah memberi ASI Eksklusif, "Tantangan" berikutnya yang harus dilakukan orang tua, yaitu ajari bayi makan sendiri. Memperkenalkan dan mengajari bayi makan bukanlah perkara mudah. Bahkan tak jarang, ada bayi yang sangat susah atau tidak mau makan yang bikin bingung.

Padahal, kondisi ini dikhawatirkan tercipta kebutuhan nutrisi bayi tidak terpenuhi dengan baik. Mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana Anda menangani bayi yang mengalami kesulitan makan? Yuk simak ulasan lengkapnya di artikel berikut ini.

Apa penyebab bayi sulit makan?

Melihat bayi yang kesulitan bahkan menolak makan mungkin sering membuat Anda menggelengkan kepala. Alih-alih menghabiskan seluruh makanan yang Anda sajikan, dia mungkin bermain begitu makanan anak berantakan dimana mana.

Tak hanya itu, Anda juga bisa melihat makanan yang menempel di pakaian, wajah, bahkan rambut si kecil. Selain itu, kondisi bayi yang sulit makan juga bisa terjadi saat Anda memberinya makan secara langsung.

Daripada menyuap makanan yang Anda berikan, bayi lebih memilih menolaknya dan mendorong sendoknya menjauh.

Tak jarang, saat Anda memberinya makan dan bayi menerimanya, hal selanjutnya yang dilakukannya adalah melelehkan makanan yang ada di mulutnya.

Kondisi ini juga bisa menjadi pertanda bayi mengalami kesulitan makan. Padahal, membiarkan bayi makan sendiri bisa membantu melatih kemampuan motoriknya.

Si kecil juga bisa belajar lebih banyak tentang cara makan yang benar dan benar. Dalam beberapa kasus, jika makan sendiri membuat bayi Anda sulit melakukannya, Anda dapat mengambil cara lain dengan memberinya makan.

Namun, jika setelah disusui si kecil tetap menolak makan, perlu diketahui apa penyebabnya. Meski bikin cemas, selama buah hati tumbuh dan berkembang dengan normal, tak perlu khawatir.

Nah, berikut ini beberapa penyebab di balik bayi susah makan:

1. Bayi mengalami kesulitan makan karena kenyang

ciri bayi yang kekurangan zat besi

Salah satu penyebab bayi sulit bahkan tidak mau makan adalah karena merasa kenyang. Bayi seharusnya Jadwal MPASI dirinya untuk membantu mengatur kapan dia harus menyusui, makan makanan padat, naik makan camilan.

Menyesuaikan jadwal pemberian makan bayi sedemikian rupa dapat membantu membiasakan bayi untuk makan pada jamnya dan mengajarinya memahami rasa kenyang dan lapar.

Mungkin ada saatnya Anda memberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) saat bayi sudah atau masih merasa kenyang.

Jadi, alih-alih menghabiskan makanannya, si kecil malah akan meleleh, menyesap makanan, atau memainkannya sebagai tanda tidak ingin makan.

Sebenarnya tidak perlu khawatir, bayi yang kesulitan makan saat diberikan makan biasanya akan meminta makanan seperti pertanda bayi lapar.

Perhatikan saat si kecil memukul sendok, membuang muka, atau menutupi mulutnya, tanda-tanda dia mencoba memberi tahu Anda bahwa dia tidak mau makan sekarang.

2. Enggan mencoba jenis makanan baru

cacingan bayi makan malam

Hampir setiap bayi mengalami kesulitan untuk mencoba jenis makanan baru. Meskipun ada bayi yang dapat dengan mudah mencicipi makanan baru yang Anda sajikan, beberapa dari mereka mungkin menolak makanan yang tidak Anda kenal.

Memperkenalkan jenis makanan baru kepada si kecil memang membutuhkan waktu, terkadang beberapa hari, minggu, bahkan bulan.

Selama masa pengenalan makanan baru, wajar jika bayi terlihat gelisah, menolak makan, menolak, bahkan memuntahkan makanan yang sudah ada di mulutnya.

Intinya jangan menyerah kalau jenis makanan baru yang kamu perkenalkan anak kamu ditolak. Pasalnya, diperlukan pencobaan berulang-ulang sampai kita tahu anak itu benar-benar menolak atau tidak.

3. Bayi mengalami kesulitan makan karena sakit

makanan bayi ditambah garam

Sama seperti orang dewasa, bayi juga bisa kehilangan selera makan saat kondisi tubuhnya kurang sehat.

Saat si kecil terserang flu, sakit tenggorokan juga tumbuh gigi, Nafsu makannya akan sulit didapat saat Anda menyajikan makanan padat.

Contohnya, keluhan bayi karena rasa sakit yang dialaminya tampak lebih besar daripada keinginannya untuk makan.

Akibatnya, hal ini membuat bayi sulit makan, baik saat makan sendiri maupun diberi makan. Anda harus bersabar jika bayi tidak mau makan saat sakit bahkan berat badannya turun.

Teruslah berusaha dan kejar lagi berat badan si kecil saat dia sehat.

4. Tidak menyukai tekstur dan rasa makanan

Perkembangan bayi 31 minggu

Selain kesulitan makan karena enggan mencoba jenis makanan baru, bayi juga bisa menahan tekstur dan rasa makanan yang asing bagi mereka.

Ada kalanya bayi menolak makan karena merasa tekstur makanan yang diberikan terlalu cair, kental, lembek, dan sebagainya.

Hal ini berlaku untuk jenis makanan baru maupun makanan yang pernah disantap bayi sebelumnya, namun disajikan dengan tampilan yang berbeda.

Pada kondisi lain, Si Kecil bisa saja kesulitan bahkan kesulitan makan karena cenderung memiliki kesukaan sendiri terhadap rasa makanan tertentu.

Ini bisa terjadi, misalnya saat dia menyukai rasa makanan manis seperti saat Anda memberi buah untuk bayi untuk memenuhi kebutuhan vitamin bayi, serat, hingga mineral.

Hal ini akan membuat bayi sulit atau tidak mau makan saat diberi makanan yang rasanya hambar, asam, atau agak pahit, misalnya kangkung, kol, atau selada.

Bagaimana cara menangani bayi yang sulit makan?

Melihat bayi menolak makan seringkali membuat orang tua khawatir jika hal ini terus berlanjut. Namun, alih-alih merasa cemas, Anda justru bisa menghadapi masalah si kecil yang enggan makan dengan kepala dingin.

Setiap anak sebenarnya unik, sehingga pendekatan yang dilakukan untuk mendukung tumbuh kembangnya harus disesuaikan dengan karakteristiknya masing-masing.

Cara-cara berikut ini bisa Anda terapkan untuk membantu mengatasi keluhan bayi sulit atau bahkan tidak mau makan:

1. Perkenalkan bayi pada makanan baru dengan cara yang menarik

makanan yang menyebabkan sembelit pada bayi

Jika si kecil sepertinya kesulitan mencicipi makanan baru karena bentuk atau teksturnya yang tidak menarik, Anda bisa memutar otak untuk mengolah ramuan tersebut dengan berbagai cara.

Bantu bayi Anda untuk mencoba makanan baru dengan lebih mudah dengan membuatnya terlihat mirip dengan makanan favoritnya.

Ambil contoh, bayi suka makan kentang tumbuk, tapi sekarang Anda ingin mengenalkannya pada wortel.

Wortel memang memiliki rasa alami yang berbeda dengan kentang. Jadi, Anda bisa mengakalinya dengan mengolah wortel yang dicampur kentang dan dibuat lebih halus.

Cobalah memberi makan bayi Anda sedikit pada awalnya agar dia tidak terlalu "kaget" dengan pengalaman barunya. Coba berikan makanan yang sama pada bayi selama beberapa hari.

Jika si kecil menolak dan bereaksi berlebihan selama beberapa hari tersebut, Anda dapat melanjutkannya terlebih dahulu dengan menawarkan makanan lain.

Normal untuk bayi pilih-pilih makanan. Diharapkan anda lebih sabar saat mengenalkan bayi anda dengan makanan baru kurang lebih 8-15 kali sampai bayi benar-benar menerimanya.

2. Tunggu hingga nafsu makan bayi kembali

Makanan bayi 7 bulan susah makan

Saat bayi Anda sedang sakit dan membuatnya sulit makan, Anda bisa menunggu hingga nafsu makannya kembali normal.

Solusinya, sebaiknya Anda tetap memberikan makanan kepada bayi seperti biasa. Biarkan bayi memutuskan seberapa banyak dia ingin makan.

Intinya, meskipun bayi menolak makan saat sakit, Anda tetap harus menawarkan makanan untuk mengisi ulang energinya agar cepat sembuh.

3. Biarkan sampai bayi mau makan lagi

makanan hangat pada bayi

Hindari terlalu memaksa bayi mau makan, kutip dari Dokter keluarga. Alih-alih mendorong bayi Anda untuk mau makan, hal ini justru akan membuatnya semakin sulit atau tidak mau makan karena kehilangan nafsu makan.

Anda bisa terus bersabar dan mencoba membujuk si kecil untuk makan, namun tetap menunggu hingga nafsu makannya kembali normal.

4. Perhatikan jadwal makan dan pilihan makanan

jadwal pemberian makan untuk bayi di bawah 6 bulan

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian makan secara teratur sesuai jadwal sedikit banyak dapat membantu meningkatkan nafsu makan bayi yang tidak mau makan.

Cobalah untuk secara rutin memberikan waktu setidaknya 3 jam di antara waktu makan utama untuk membantu bayi Anda mengenali rasa lapar dan kenyang. Cara ini diharapkan bisa membuat si kecil makan dalam porsi yang cukup.

Yang tidak kalah penting, sebaiknya hindari pemberian makanan yang mengandung terlalu banyak susu. Ini karena susu dapat membuat anak cepat kenyang sehingga mengurangi nafsu makannya.

Untuk bayi usia 6-8 bulan, pemberian makan dapat dilakukan 2 kali dengan ASI sebanyak 6 kali sehari. Sedangkan untuk bayi usia 9-11 bulan dianjurkan pemberian makan dan menyusui 4 kali sehari.

Lain halnya untuk bayi 12 bulan ke atas, disarankan memberi makan 6 kali dengan ASI atau formula bayi 2 kali sehari.

Jika masalah bayi susah atau tidak mau makan berulang-ulang bahkan mempengaruhi berat badannya, tidak ada salahnya segera periksakan ke dokter.

Dokter bisa membantu mencari tahu penyebab dan pengobatan sesuai dengan kondisi si kecil. Selain bertujuan untuk membuat keinginan makan kembali seperti semula, penanganan yang tepat juga membantu mencegahnya masalah gizi pada bayi.

Pos Bunda jangan khawatir, inilah penyebab dan pengobatan bagi bayi yang susah makan muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top