• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Cara kerja dan keefektifan tes TUBEX untuk deteksi tifus

Tes TUBEX merupakan salah satu metode pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit tifus. Tes ini dikatakan lebih cepat dan akurat dibandingkan tes Widal yang ditemukan sebelumnya. Jadi, bagaimana proses penerapan tes TUBEX? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu tes TUBEX?

Saat Anda mengalaminya gejala tifus (tifus) atau demam tifoid, seperti pusing, sakit perut, dan lemas, dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes.

Langkah pertama, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan perjalanan.

Itu penting karena tifus menular melalui lingkungan dan kebiasaan yang tidak higienis.

Selanjutnya dokter akan memeriksa kondisi fisik Anda, mulai dari suhu tubuh untuk melihat bagian perut mana yang sakit.

Untuk memastikan demam tifoid, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes darah. Salah satu metode pemeriksaan sampel darah Anda disebut tes TUBEX.

Tes TUBEX adalah seperangkat alat tes untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM anti-O9 dalam darah.

Antibodi ini secara otomatis dihasilkan oleh sistem kekebalan ketika tubuh terinfeksi oleh bakteri penyebab tifus, Salmonella typhi.

Jadi, jika tes TUBEX mendeteksi adanya antibodi anti-O9 IgM dalam sampel darah Anda, berarti Anda didiagnosis menderita tifus.

Proses eksekusi uji

Tes TUBEX hanya bisa dilakukan di klinik, rumah sakit, atau laboratorium.

Durasi tes cukup cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengetahui hasil akhirnya.

Sebelum tes dilakukan Anda tidak perlu melakukan persiapan apapun. Tahap pertama tes TUBEX, yaitu pengambilan sampel darah mungkin tidak nyaman bagi Anda,

Berikut prosedur uji TUBEX di laboratorium:

  1. Seorang teknisi laboratorium akan mengambil sampel darah Anda.
  2. Teknisi akan memasukkan 45μl antigen partikel magnetik (Regeant coklat) ke masing-masing dari 6 tabung reaksi.
  3. Setelah itu, masukkan 45μl sampel darah pasien ke dalam semua tabung reaksi.
  4. Diamkan selama 2 menit.
  5. Setelah 2 menit, teknisi akan menjatuhkan 90 µl partikel indikator berlapis antibodi (Reagen biru).
  6. Tutupi setiap tabung reaksi menggunakan pita medis khusus yang disediakan dengan perangkat TUBEX
  7. Teknisi kemudian akan memiringkan tabung dan mengocoknya selama 2 menit. Ini bertujuan untuk memperluas hasil reaksi.
  8. Setelah 2 menit, tabung dinaikkan kembali dan diletakkan di atas magnet.
  9. Diamkan selama 5 menit. Langkah ini dilakukan untuk memulai proses deposisi.

Diagnosis positif atau negatif demam tifoid dari tes TUBEX dapat dilihat dari warna yang tertera pada tabung.

Hasil tes yang positif umumnya ditunjukkan dengan warna biru, artinya tidak ada perubahan warna pada cairan sampel. Warna biru menunjukkan sampel darah yang Anda miliki antibodi IgM anti-O9.

Setelah memastikan diagnosis tipes melalui tes tersebut, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat untuk kondisi Anda.

Sebagian besar kasus tifus bisa diobati antibiotik, sebagai azythromycin dan ceftriaxone.dll.

Seberapa efektif tes TUBEX?

Tes TUBEX merupakan terobosan baru sehingga studi khusus yang mempelajari efektivitasnya untuk mendiagnosis tifus masih sangat terbatas.

Namun, penelitian dipublikasikan oleh Mikrobiologi Diagnostik dan Penyakit Menular disebutkan, menyebutkan bahwa tes ini memiliki sensitivitas hingga 91% dengan spesifisitas 82%.

Sedangkan uji Widal memiliki sensitivitas 82% dan spesifisitas 58%.

Sensitivitas dan spesifisitas adalah ukuran kemampuan tes skrining untuk membedakan individu yang sakit dan tidak sakit.

Sensitivitas mengacu pada seberapa akurat tes skrining mengenali penyakit pada orang yang mengidap penyakit tersebut, yang dikategorikan sebagai "positif".

Sedangkan spesifisitas adalah ukuran ketepatan tes untuk mengecualikan orang yang tidak memiliki penyakit dalam kategori “negatif”.

Tes skrining dikatakan ideal jika sangat sensitif dan sangat spesifik.

Tes yang sangat spesifik dan sangat sensitif berarti sangat kecil kemungkinannya untuk mendapatkan hasil negatif / positif palsu.

Maka akan ada lebih sedikit kasus penyakit yang salah didiagnosis.

Riset yang dipublikasikan Jurnal Mikrobiologi Medis Bahkan ditemukan bahwa tes TUBEX dapat digunakan dalam beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit tifus, yaitu:

  • Deteksi antibodi dan antigen dari serum darah
  • Deteksi antigen dari urin hingga deteksi lengkap melalui serum
  • Deteksi atau identifikasi semua organisme dari darah atau kultur tinja

Meski terlihat menjanjikan, namun hasil penelitian ini membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Pasalnya, hingga saat ini pemeriksaan TUBEX masih dilakukan dengan menggunakan serum darah.

Hasil tes TUBEX terbukti lebih akurat daripada tes Widal. Namun, uji Widal lebih banyak digunakan di Indonesia karena harganya yang lebih murah.

Mendapatkan diagnosis tifus yang akurat dapat membantu Anda memilih pengobatan tifus Baik.

Dengan mendapatkan perawatan yang tepat, Anda bisa menghindarinya komplikasi demam tifoid yang bisa mengancam nyawa.

Pos Cara kerja dan keefektifan tes TUBEX untuk deteksi tifus muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top