Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Latest News

Cara Kerja Perawatan Imunoterapi pada Pasien Kanker Paru

Pengobatan kanker paru-paru telah dilakukan secara konvensional melalui pembedahan, radiologi, dan kemoterapi. Namun, terkadang ada faktor yang membuat ketiga metode ini tidak efektif. Dunia medis sedang menonton imunoterapi sebagai metode pengobatan yang menjanjikan untuk pasien kanker paru-paru.

Kapan pasien kanker paru-paru harus menjalani imunoterapi?

imunoterapi untuk kanker

Berdasarkan data GLOBOCAN 2018, selama 2018 ada 30.023 kasus baru kanker paru-paru di Indonesia dan 26.095 orang meninggal. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berbeda dengan kanker payudara yang bisa dideteksi pemeriksaan diriKanker paru-paru menyerang organ-organ tersembunyi di dalam tubuh. Jika ada tumor, pasien tidak dapat mengetahuinya kecuali menjalani pemeriksaan diagnostik lengkap.

"Awalnya hanya satu jenis sel tumor. Pengobatan biasanya sulit karena pasien datang begitu sel normal menjadi kanker," jelas Prof. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Ketua Yayasan Kanker Indonesia, pada konferensi pers tentang imunoterapi pada kanker paru-paru di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Menurutnya, pasien sering datang ke rumah sakit ketika mereka menderita kanker paru stadium III atau stadium akhir. Kanker pada stadium akhir tidak bisa diobati dengan operasi, tetapi dengan kemoterapi.

Kemoterapi adalah metode perawatan yang efektif, tetapi dengan serangkaian efek samping. Kemoterapi juga dapat meninggalkan sel kanker yang lebih resisten terhadap pengobatan. Inilah mengapa perawatan sebaiknya dilakukan sedini mungkin ketika masih dalam tahap awal.

Pada tahap awal, pasien kanker paru-paru memiliki pilihan perawatan yang lebih beragam, termasuk imunoterapi. Tidak seperti perawatan sebelumnya yang berfokus pada sel-sel tumor, terapi ini sebenarnya menargetkan sel-sel dendritik dan limfosit dalam sistem kekebalan tubuh.

Kriteria untuk pasien kanker paru-paru yang cocok untuk menjalani imunoterapi

perawatan tubuh penderita kanker

Jenis kanker paru-paru juga menentukan seberapa efektif imunoterapi dalam kondisi pasien. Ada dua jenis kanker paru-paru, yaitu kanker paru-paru sel kecil (kanker paru-paru sel kecil/ SCLC) dan kanker paru-paru non-sel kecil (kanker paru-paru bukan sel kecil/ NSCLC).

Inilah perbedaan antara keduanya:

1. Kanker paru-paru sel kecil (SCLC)

Sebanyak 15-20% dari semua kasus kanker paru-paru adalah SCLC. Kanker ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok, dan tumor yang dihasilkan tumbuh lebih cepat dari NSCLC. Jenis kanker ini paling efektif ketika dirawat dengan kemoterapi.

SCLC juga sering dikenal sebagai tumor neuroendokrin (NET). NET adalah tumor langka yang berasal dari sel-sel dalam sistem hormon dan persarafan. Dalam kasus SCLC, tumor dimulai pada sel neuroendokrin di paru-paru.

2. Kanker paru-paru sel kecil (NSCLC)

Sekitar 80-85% pasien kanker paru-paru didiagnosis dengan NSCLC, dan mereka adalah kandidat terbaik untuk perawatan imunoterapi. NSCLC dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Adenokarsinoma, kanker paru-paru paling umum yang dimulai dari sel kelenjar penghasil lendir di paru-paru.
  • Karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker paru-paru yang berasal dari lapisan sel datar di permukaan paru-paru.
  • Karsinoma sel besar, yang merupakan sel kanker paru-paru besar yang menyumbang 10% dari semua kasus NSCLC.

Bagaimana cara kerja imunoterapi pada pasien kanker paru-paru?

Sistem kekebalan bekerja dengan membunuh kuman dan sel abnormal yang membahayakan tubuh. Namun, sel kanker memiliki kemampuan untuk menghindari sistem kekebalan tubuh sehingga lebih sulit untuk dikenali dan dihancurkan.

Prof. dr. Siti Boedina Kresno, spesialis paru-paru di Rumah Sakit Kanker Dharmais, mengatakan bahwa hubungan antara kanker dan sistem kekebalan seperti pedang bermata dua. Jika fungsi sistem kekebalan tubuh bagus, kanker bisa diangkat. Jika tidak, kanker dapat berkembang dan bahkan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Imunoterapi adalah metode mengobati kanker dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien. Pada pasien kanker paru-paru dan jenis kanker lainnya, imunoterapi dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Merangsang atau meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh sehingga sel-sel dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker.
  • Membuat zat-zat tertentu yang berfungsi seperti sistem kekebalan tubuh, kemudian menggunakannya dalam sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker.

Imunoterapi dilakukan pada pasien kanker paru dalam bentuk penghambat pos pemeriksaan imun. Protein dalam sel kekebalan seperti sakelar lampu yang perlu dinyalakan dan dimatikan agar berfungsi. Protein ini disebut pos pemeriksaan dan sel kanker menggunakannya untuk menghindari sistem kekebalan tubuh.

Obat-obatan dalam imunoterapi akan ditargetkan pos pemeriksaan kemudian mencegah sel-sel kanker untuk dapat mempengaruhinya. Cara masing-masing obat bekerja adalah sebagai berikut:

1. Nivolumab dan pembrolizumab

Sel limfosit dalam sistem kekebalan memiliki protein yang disebut PD-1 yang berfungsi untuk mengatur kematian sel kanker. Kedua obat ini akan menargetkan PD-1 sehingga sel limfosit dapat mengenali sel kanker dan menghambat pertumbuhannya.

2. Atezolizumab

Atezolizumab menargetkan PD-L1 pada pasien kanker paru yang menjalani imunoterapi. PD-L1 adalah protein yang ditemukan dalam sel sistem kekebalan dan beberapa sel tumor. Dengan menghambat fungsi protein ini, kerja sistem kekebalan tubuh akan meningkat sehingga dapat menghancurkan sel-sel tumor.

3. Durvalumab

Durvalumab juga menargetkan PD-L1, tetapi ada sedikit perbedaan. Obat ini digunakan pada pasien kanker NSCLC stadium III yang tidak dapat menjalani operasi, tetapi kondisinya tidak memburuk setelah kemoterapi dan radiasi. Pemberian obat bertujuan untuk mencegah kanker memburuk selama mungkin.

Harap perhatikan bahwa perawatan terbaik untuk kanker adalah sesuai dengan kondisi pasien. Beberapa pasien mungkin dapat menjalani imunoterapi sendirian, tetapi ada juga pasien yang perlu menjalani imunoterapi dan kemoterapi secara bersamaan.

Sebelum menjalani imunoterapi, pastikan pasien sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Efek samping dari imunoterapi memang lebih ringan, tapi bukan berarti itu bisa diabaikan. Pasien juga perlu berkomitmen untuk menjalani gaya hidup sehat untuk mendukung perawatan.

Pos Cara Kerja Perawatan Imunoterapi pada Pasien Kanker Paru muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top