• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Cara Membedakan Nyeri Punggung Bawah Akibat Menstruasi dan Kehamilan

Sakit punggung bisa dirasakan oleh pria maupun wanita. Namun, wanita cenderung lebih rentan mengalaminya, terutama saat menstruasi dan kehamilan. Sehingga sayangnya, cukup banyak wanita yang tidak mengetahui perbedaan antara sakit punggung yang disebabkan oleh menstruasi dan yang merupakan gejala kehamilan.

Padahal, kemampuan membedakan keduanya itu penting agar Anda bisa cepat mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat. Agar tidak tertipu, kenali perbedaan sakit punggung akibat haid dan kehamilan dengan membaca artikel di bawah ini.

Perbedaan penyebab sakit pinggang saat menstruasi dan kehamilan

Penyebab paling umum dari nyeri punggung bawah adalah otot tegang (keseleo), biasanya akibat melakukan aktivitas fisik yang berat seperti mengangkat barang atau olahraga. Namun khusus bagi wanita, sakit punggung cenderung lebih rentan terjadi saat haid dan saat hamil.

Maka pertama-tama perlu Anda pahami dulu apa saja perbedaan antara penyebab sakit pinggang akibat haid dan apa yang tampak sebagai gejala kehamilan.

Penyebab sakit punggung saat haid

Sakit punggung saat haid Hal ini menunjukkan bahwa otot rahim berkontraksi cukup kuat untuk melepaskan jaringan, yang Anda kenal sebagai darah haid. Sakit punggung merupakan tanda PMS alias nyeri haid yang terjadi akibat perubahan hormon tubuh selama ini siklus menstruasi.

Nyeri punggung bawah biasanya dimulai dalam 1-2 hari sebelum menstruasi ketika kadar prostaglandin meningkat di lapisan rahim. Kadar akan tertinggi pada hari pertama menstruasi. Peningkatan prostaglandin ini memicu rahim berkontraksi untuk melepaskan dindingnya.

Sakit punggung yang terjadi saat haid biasanya ringan. Namun semakin banyak prostaglandin yang diproduksi maka efek sakit punggung akan semakin kuat bahkan bisa menyebar ke punggung dan seluruh tungkai. Dalam beberapa kasus, intensitas nyeri dapat menjadi parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid parah yang biasa disebut dengan dismenore.

Penyebab sakit punggung saat hamil

Sakit punggung juga merupakan tanda awal kehamilan. Perbedaan penyebab utama munculnya nyeri punggung saat hamil sebenarnya tidak terlalu kontras dengan yang terjadi akibat siklus menstruasi.

Nyeri punggung bawah yang terjadi pada awal trimester pertama umumnya disebabkan oleh perubahan hormonal dalam persiapan kehamilan. Ketika tubuh mulai memproduksi lebih banyak progesteron, otot-otot di saluran tuba menjadi lemah, memungkinkan sel telur yang telah dibuahi memasuki rahim.

Keluhan sakit punggung selama kehamilan juga secara bersamaan menunjukkan bahwa hal itu sedang terjadi proses implantasi, saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Implantasi terjadi sekitar seminggu setelah ovulasi atau sekitar 6-12 hari setelah pembuahan.

Saat rahim membesar, beberapa ibu hamil masih bisa merasakan sakit punggung. Biasanya hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon relaxin yang lebih banyak sehingga ligamen dan struktur yang mengikat tulang pada persendian di panggul meregang.

Peregangan ini membuat jaringan otot tidak mampu menopang berat badan dan postur tubuh seperti halnya sebelum hamil. Akibatnya, ibu hamil bisa lebih sering merasakan sakit punggung.

Selain itu, nyeri pinggang saat hamil juga bisa disebabkan oleh:

  • Gejala gangguan pencernaan seperti perut kembung dan sembelit pada awal kehamilan.
  • Menambah berat badan selama kehamilan.
  • Pusat gravitasi tubuh berubah. Perut yang membesar menyebabkan postur tubuh condong ke depan atau ke belakang. Otot-otot pinggang yang menahan beban tubuh ditarik sehingga kemudian melemah dan cepat lelah.
  • Saraf terjepit selama kehamilan Karena beratnya kandungan yang meningkat semakin memberikan tekanan berlebihan pada sendi panggul.
  • Perubahan posisi bayi di dalam rahim juga dapat meningkatkan tekanan pada saraf panggul, menyebabkan nyeri punggung bawah selama kehamilan.

Perbedaan gejala sakit pinggang saat menstruasi dan kehamilan

Jadi jika Anda dengan cemas menunggu apakah kali ini tamu bulanan datang atau bahkan calon bayi, bagaimana Anda membedakannya?

Anda bisa mengetahui perbedaan antara sakit punggung akibat menstruasi dan hamil dengan memperhatikan gejala yang Anda alami.

Gejala sakit punggung akibat menstruasi

Sakit punggung yang terjadi saat haid biasanya juga akan disertai dengan gejala nyeri haid lainnya, berupa:

  • Kram tumpul di area perut bagian bawah, tetapi berlanjut tanpa penundaan
  • Nyeri berdenyut-denyut yang mengelilingi pinggang dan punggung, menjalar ke bagian belakang paha hingga kaki.
  • Mual muntah.
  • Merasa lelah dan lemah.
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Pingsan, jika rasa sakitnya begitu hebat.

Seiring berjalannya hari, kadar prostaglandin akan turun menjelang akhir siklus menstruasi Anda. Kram perut dan nyeri punggung biasanya akan mereda saat kadar prostaglandin turun dan haid selesai.

Gejala sakit punggung saat hamil

Dikutip dari Kesehatan Tulang Belakang, sakit punggung saat hamil bisa bertambah parah dan bisa mengganggu kemampuan bekerja atau melakukan aktivitas tertentu.

Gejala nyeri punggung bawah selama kehamilan umumnya meliputi:

  • Nyeri yang konstan atau mungkin datang dan pergi di satu sisi bokong atau kaki.
  • Nyeri tajam dan sensasi terbakar di pinggang.
  • Nyeri mulai dari bokong hingga bagian bawah bagian belakang paha dan menjalar ke kaki.
  • Kaku sampai Anda merasakan kram hingga ke kaki.
  • Nyeri atau nyeri di panggul atau tulang ekor.
  • Mati rasa tertusuk atau kesemutan, atau bahkan kelemahan di kaki yang terkena.

Nyeri punggung bisa terasa pegal dan tumpul pada awalnya lalu terasa menusuk dan tajam seperti kram. Nyeri juga bisa datang dan pergi. Secara bertahap, rasa sakit bisa membuat Anda sulit bergerak dan berdiri tegak.

Cara mengatasi sakit pinggang saat menstruasi dan kehamilan tetap sama meski ada banyak perbedaan

Sakit punggung yang dirasakan wanita baik saat menstruasi maupun saat hamil memiliki banyak perbedaan. Namun, cara mengatasinya tetap sama. Anda bisa melakukan cara-cara berikut untuk mengatasi sakit punggung dengan aman:

1. Minum obat pereda nyeri

Nyeri punggung bawah dapat diobati dengan pereda nyeri ringan. Namun, tentunya ada perbedaan jenis obat yang bisa Anda konsumsi untuk mengatasi sakit punggung akibat haid dan saat hamil.

Saat haid, Anda tetap diperbolehkan minum obat jenis ini obat antiinflamasi non steroid (NSAID) sebagai ibuprofen atau terserah naproxen. Sedangkan ibu hamil hanya disarankan minum parasetamol. Minum ibuprofen atau aspirin harus dihindari selama kehamilan.

2. Kompres dan pijat pinggang

Mengompres pinggang menggunakan waslap hangat atau bantal pemanas dapat membantu meredakan nyeri yang dirasakan baik saat haid maupun kehamilan.

Coba tempelkan kompres hangat atau dingin ke pinggang Anda selama 10-15 menit sampai nyeri mereda. Beri jeda sekitar 15 menit sebelum mengaplikasikannya lagi jika perlu.

Sebagai pengalih perhatian, cobalah memijat lembut bagian pinggang yang sakit untuk mengobati sakit punggung baik saat menstruasi maupun selama kehamilan. Namun, jika Anda sedang hamil, hindari memijat perut dengan kuat.

3. Istirahat

Tidak banyak perbedaan cara mengatasi sakit punggung saat hamil dan haid. Anda hanya perlu mengistirahatkan tubuh dengan menghindari terlalu banyak aktivitas fisik selama 2-3 hari.

Selama istirahat, penting juga untuk memperhatikan postur tubuh. Mencondongkan tubuh ke depan dapat meregangkan tulang belakang Anda. Usahakan untuk menjaga postur tubuh yang benar saat berdiri, berjalan, duduk, dan tidur.

4. Peregangan sederhana

Di antara waktu istirahat, cobalah untuk bangun dari waktu ke waktu dengan melakukan peregangan atau peregangan sederhana yoga untuk wanita hamil untuk meredakan sakit punggung. Sebagai alternatif, Anda bisa mencoba cara mengatasi sakit punggung dengan olahraga ringan, seperti berjalan atau berenang.

Peregangan teratur atau olahraga ringan dapat memperkuat dan melenturkan otot. Ini juga sekaligus mengurangi stres pada tulang belakang yang menyebabkan sakit punggung.

5. Akupunktur

Penelitian telah menunjukkan bahwa akupunktur efektif dalam meredakan nyeri punggung bawah selama menstruasi dan kehamilan. Sebelum melakukan ini jangan lupa konsultasikan ke dokter kandungan jika sedang hamil.

6. Minum air yang cukup

Minum air putih bisa membantu tubuh tidak merasa kembung saat haid atau hamil. Usahakan minum air hangat yang bisa meredakan kram serta sakit pinggang saat menstruasi dan kehamilan karena air hangat dapat meningkatkan aliran darah dan mengendurkan otot.

Pos Cara Membedakan Nyeri Punggung Bawah Akibat Menstruasi dan Kehamilan muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top