Latest News

Cara merawat kulit bayi dengan benar tanpa menyebabkan iritasi

Kondisi kulit bayi berbeda dengan orang dewasa, ia perlu perawatan ekstra karena kondisi kulit sensitif. Terutama di perawatan bayi baru lahir. Selain lebih sensitif, ada beberapa hal yang membuat kulit bayi perlu perawatan ekstra. Berikut penjelasan tentang kulit bayi dan cara merawat kulit bayi agar tetap lembut.

Kenapa kulit bayi butuh perawatan khusus?

Ada beberapa alasan mengapa kulit bayi perlu dirawat dengan baik. Berikut alasan kulit bayi membutuhkan perawatan khusus:

Kulit bayi mudah terbakar

Mengeringkan si kecil sangat baik untuk kesehatan tulang, karena bisa memberi vitamin D untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, hindari menjemur bayi di atas jam 10 pagi hingga 4 sore terutama di bawah sinar matahari langsung.

Kulit bayi masih sangat sensitif terhadap sinar matahari dan bisa cepat terbakar. Pasalnya, kulit bayi tidak memiliki banyak melanin untuk melindungi kulitnya sendiri.

Kulit bayi bisa menjadi kering dan berkerak

Kondisi ini paling sering dijumpai di area kulit kepala. Kulit kepala bayi bisa mengeras selama satu hingga dua bulan pertama kehidupan. Ini akan hilang dengan sendirinya seiring waktu.

Dalam istilah kedokteran, kondisi ini disebut dermatitis seboroik, atau cradle cap yang menyebabkan terlalu banyak minyak diproduksi di bawah kulit.

Kondisi ini diawali dengan ruam kemerahan pada kulit kepala, kemudian menjadi kering, dan bersisik kekuningan yang semakin menebal.

Bahkan tak hanya di area kulit kepala, kerak juga meluas hingga ke bagian belakang telinga, alis, hingga ke samping hidung. Terkadang hal ini membuat si kecil tidak nyaman sampai-sampai mengganggu jam tidur untuk bayi.

Biang keringat sering muncul di kulit bayi

Kondisi ini merupakan masalah umum yang dialami bayi, yaitu membuat benjolan kecil pada kulit kemerahan. Mulai dari bayi hingga orang dewasa bisa saja mengalami biang keringat, namun yang paling berisiko adalah bayi baru lahir.

Biang keringat pada bayi Disebabkan oleh keringat yang tersumbat di pori-pori kulit, kemudian timbul bintik-bintik kemerahan. Kadang biang keringat bisa terasa sangat gatal sehingga bayi akan secara spontan menggaruknya.

Biasanya biang keringat muncul di area lipatan yang sering berkeringat, seperti leher, lipatan siku, ketiak, di belakang lutut dan selangkangan akibat waktu yang lama. mengganti popok bayi.

Cara merawat kulit bayi

Mengutip dari Merawat Anak, kulit bayi masih sangat sensitif, tipis, dan rapuh. Inilah yang membuat kulit mudah terkena ruam, eksim, iritasi, dan kekeringan. Jadi, merawat kulit bayi sangat penting.

Beragam produk yang dijual di pasaran sebagai perawatan kulit bayi, seperti sabun, sampo, bedak, dll. losion pengusir nyamuk bayi. Berikut penjelasan cara merawat kulit bayi dengan produk tersebut.

Perawatan kulit bayi menggunakan bedak tabur

bedak bayi

Bedak bayi adalah sebuah produk perawatan kulit yang sering digunakan dan sudah menjadi kebiasaan turun-temurun. Aromanya yang harum membuat tubuh si kecil sangat nyaman untuk mencium dan sering digunakan untuk mengatasinya ruam popok.

Namun penggunaan bedak bayi memiliki banyak pro dan kontra. Ini karena isinya talek dalam bedak yang pada dasarnya mengandung asbes dianggap berbahaya bagi bayi.

Jadi sebenarnya asbes adalah sejenis mineral mikroskopis berbentuk serat yang bisa melukai paru-paru saat terhirup. Itu sebabnya eksposur talek dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan.

Dokter Spesialis Anak Atilla Dewanti menjelaskan, penggunaan bedak bayi dan produk perawatan kulit lainnya tidak wajib bagi si kecil.

Produk perawatan bayi bisa digunakan jika anak memiliki kondisi khusus, seperti kulit kering atau sensitif yang membutuhkan perawatan ekstra.

Bayi dengan kondisi kulit khusus, umumnya memang membutuhkan produk perawatan bayi kulit sensitif, seperti lotion untuk menjaga kelembapan kulit.

Karena itulah setiap ibu harus memahami kondisi anaknya terlebih dahulu sebelum memberikan produk apa pun. Kenali apakah anak Anda memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan tertentu, tambahnya.

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan bedak bayi

Beberapa bayi mungkin lebih cenderung menggunakan bedak, padahal ini salah satu cara utama orang tua merawat kulit si kecil.

Anda perlu berhati-hati jika si kecil lahir prematur, mengidap penyakit jantung bawaan, atau mewarisi masalah pernapasan seperti asma pada anak-anak atau pernah mengidap virus pernapasan syncytial (RSV).

Namun, jika si kecil tidak rentan terhadap bahaya bedak bayi, Anda bisa menggunakannya dengan bijak. Perhatikan hal-hal berikut ini untuk mengurangi risiko bedak bayi bagi bayi:

  • Pilih bedak yang terbuat dari tepung maizena
  • Ganti popok secara teratur
  • Bersihkan bedak yang tersisa di kulit bayi
  • Tuang di tangan dulu
  • Gunakan bedak cair

Saat ini ada pilihan untuk mengganti bedak tabur dengan bedak cair. Keduanya mengandung bedak, tetapi memiliki tekstur yang berbeda. Dibandingkan bedak tabur, bedak cair tidak mudah terhirup si kecil.

Penggunaannya sama seperti baby lotion atau pelembab pada umumnya. Bahkan penggunaan bedak cair bisa digunakan setelah atau sebelum lotion. Teksturnya yang mirip tidak membuatnya menggumpal di kulit bayi.

Perawatan kulit bayi menggunakan sampo dan sabun

sabun mandi perawatan bayi baru lahir

Bagaimana cara memandikan bayi yang baru lahir? Apakah Anda perlu menggunakan sabun dan sampo?

Mengutip dari Kehamilan Lahir Bayi Si kecil perlu menggunakan sampo, tapi tidak setiap hari, hanya sekali atau dua kali seminggu untuk menjaga kadar minyak di kulit kepala.

Bagaimana jika ada kerak di kepala bayi atau Cradle cap? Mengutip dari Klinik MayoJika bayi Anda memiliki cradle cap, gunakan sampo setiap hari saat mandi untuk menghilangkan kerak yang menempel di kulit kepala.

Jika kerak terlalu padat atau keras, berikan minyak bayi dua jam sebelum keramas. Saat kerak telah melunak, sikat perlahan dengan sisir bayi berbulu lembut untuk menghilangkan kerak.

Lalu, bagaimana cara merawat kulit bayi menggunakan sabun? Mengutip dari Klinik Mayo, bayi baru lahir tidak perlu sabun saat mandi. Tidak hanya itu, si kecil juga tidak membutuhkan pelembab atau lotion setelah mandi.

Jika kulit kering, Anda bisa mengaplikasikannya pelembab bayi ke area kering saja, tidak di tempat lain.

Mary Spraker, seorang dokter kulit anak dan anak di Universitas Emory dan juru bicara American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa sabun dirancang untuk menghilangkan bau badan. Sementara itu, bayi tidak bermasalah dengan bau badan.

Sabun bisa digunakan untuk bersihkan bagian bawah dan lipatan bayi, seperti lengan dan kaki. Ini dilakukan sampai bayi Anda berusia 1 tahun atau 12 bulan.

Bayi berusia satu tahun ke atas, sudah aktif dan berkeringat. Makanan yang dimakan juga sama dengan menu orang dewasa, jadi mulai ada bau badan dan membutuhkan sabun mandi bayi.

Bagaimana memilih sampo dan sabun bayi yang tepat

Untuk memilih sampo dan sabun sebagai cara merawat kulit bayi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua, yaitu:

  • Hindari yang mengandung SLS.
  • Pilih sampo bayi yang tidak menyengat mata.
  • Hindari sampo dan sabun yang mengandung asam salisilat.
  • Sampo dan sabun bayi bebas parfum.
  • Pilih sampo dan sabun bayi bebas alkohol.

SLS atau Sodium Lauryl Sulfate adalah deterjen dan surfaktan yang ditambahkan ke berbagai produk pembersih, termasuk sabun dan sampo. Efek dari kandungan SLS adalah shampo berbusa yang banyak.

Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit. Kandungan SLS dapat mengganggu minyak alami pada kulit yang menjaga kelembapan.

Pada bayi yang kulitnya masih sangat sensitif, efeknya bisa terlihat seperti ruam kemerahan pada kulit bayi atau sampai terkelupas. Efek SLS memicu reaksi seperti eksim pada bayi.

Cara merawat kulit bayi menggunakan lotion

pelembab bayi

Termasuk lotion perlengkapan bayi baru lahir yang penting untuk dimiliki. Kulit bayi masih sangat sensitifSehingga berbagai produk perawatan kulit termasuk pelembab penting untuk digunakan. Fungsi losion untuk kulit bayi yaitu:

  • Melembutkan dan menjaga tekstur kulit bayi
  • Menjaga kulit tetap terhidrasi
  • Menenangkan kulit

Anda bisa mengoleskan pelembab pada bayi setiap habis mandi dan sebelum tidur losion menyerap dengan sempurna. Apalagi di area yang lebih mudah kering, seperti siku, lutut, dan lengan.

Gosokkan pada kulit si kecil sementara pijat bayi lembut.

Cara merawat kulit kepala bayi

cara membersihkan kulit kepala bayi

Meski rambut bayi tidak banyak, tidak ada salahnya mencoba menggunakan minyak rambut. Berikut manfaatnya jika si kecil menggunakan minyak rambut:

  • Melembabkan kulit kepala kering.
  • Memperkuat akar rambut.
  • Minyak kemiri dapat menyembuhkan luka dan menghitamkan rambut.

Jika kulit kepala si kecil terlihat dan terasa kering, Anda bisa memberikan minyak rambut pada bayi Anda. Kulit pecah-pecah bisa terasa nyeri dan perih sehingga membuat bayi tidak nyaman.

Mengoleskan minyak rambut pada bayi dapat mencegah kerusakan kulit kepala dan mendorong pertumbuhan sel-sel baru. Hal ini dapat memperbaiki tekstur kulit dan sebagai salah satu cara untuk merawat kondisi kulit kepala bayi.

Selain itu, mengandung asam lemak linoleat dan linolenat yang dapat memberikan nutrisi pada rambut.

Mengutip dari Profil Spesies untuk Agroforestri Pulau PasifikNutrisi yang diberikan minyak rambut mengandung kemiri, seperti mencegah kerusakan, melembabkan, dan memperbaiki tekstur rambut yang lebih lembut.

Khusus untuk minyak kemiri yang sering digunakan untuk rambut bayi, produk ini mampu menyembuhkan luka di kulit. Misalnya goresan, lebam, atau luka kecil.

Saat bayi Anda mengalami luka yang menjadi menyebabkan bayi menangis, dapat mengoleskan minyak kemiri pada area luka untuk mempercepat penyembuhan.

Minyak ini juga dapat meredakan nyeri, bengkak, dan melindungi luka dari risiko infeksi serius.

Cara merawat tali pusat bayi agar tidak terjadi infeksi

simpan tali pusar bayi

Normalnya, tali pusat akan mengering dan terlepas dari tubuh bayi. Umumnya tali pusat bayi akan lepas setelah 1 minggu sejak bayi lahir, namun ada pula yang baru lepas (puput) setelah 10-14 hari.

Tali pusat yang terinfeksi biasanya tampak merah, bengkak, terasa panas, dan mengeluarkan nanah yang berbau tidak sedap. Infeksi juga biasanya menyebabkan nyeri.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat meluas ke area kulit di sekitar tali pusat. Hal ini bisa membuat kulit tampak keras, kemerahan, dan menyebabkan pembengkakan di perut.

Infeksi tali pusat bayi bisa dicegah dengan langkah perawatan yang tepat. Bagaimana:

  • Jaga tali pusar tetap kering, kondisi basah mendorong pertumbuhan kuman.
  • Biarkan tali pusat terbuka tanpa ditutup kain kasa dan tidak perlu dibersihkan dengan sabun dan cairan lainnya.
  • Hindari menutup tali pusat saat mengenakan popok agar tidak terkontaminasi air seni atau kotoran bayi menempel di popok.
  • Saat memandikan bayi, usahakan juga agar tali pusarnya tidak basah.
  • Tidak perlu menggunakan minyak atau bedak pada tali pusat bayi.

Menggunakan minyak atau bedak pada tali pusar bayi dapat melembabkannya sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Cara merawat kulit bayi yang terluka karena tindik

tips merawat tindikan bayi

Biasanya telinga bayi sering terluka setelah ditindik. Selain tindikan, kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • Kuman
  • Anting terlalu ketat
  • Alergi terhadap logam di anting
  • Ada bagian dari anting yang masuk ke dalam daun telinga

Sebaiknya tindik bayi tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat menyebabkan infeksi. Berikut berbagai cara untuk merawat tindikan bayi:

Cuci tangan Anda sebelum membersihkan dan merawat tindikan bayi

Bagaimana cara mengetahui telinga anak Anda terluka karena tindik? Kesehatan Anak Riley Disebutkan, gejalanya kemerahan dan bengkak 24 jam setelah telinga anak ditindik.

Saat Anda ingin membersihkan atau merawat tindik bayi, Tentang Kesehatan Anak menganjurkan agar Anda mencuci tangan sebelum menyentuh area yang terluka.

Ini untuk mengurangi risiko bakteri menempel di tangan dan berpindah ke telinga anak yang cedera. Pasalnya, bagian kulit yang mengalami luka terbuka lebih mudah terserang bakteri.

Hindari penggunaan alkohol

Setelah mencuci tangan hingga bersih, langkah perawatan tindik bayi selanjutnya adalah membersihkannya menggunakan air hangat dan sabun setiap 2 kali sehari saat mandi.

Saat sedang dibersihkan, hindari menggunakan alkohol atau hidrogen peroksida dan menggosok kulit bayi. Ini bisa mengiritasi dan mengeringkan kulit halus bayi.

Lepaskan anting-antingnya

Jika telinga bayi Anda terluka atau terinfeksi, lepas anting-anting tersebut saat sedang dibersihkan telinga agar luka anak lebih terlihat. Saat masih iritasi, sebaiknya hindari pemakaian anting pada anak Anda sampai lukanya sembuh.

Jika anak Anda tampaknya memiliki risiko alergi atau kepekaan terhadap logam dan bahan lain di anting-antingnya, hentikan pemakaiannya untuk waktu yang lama. Ini salah satu cara merawat kulit bayi di sekitar telinga agar tidak terinfeksi.

Biasanya luka akan hilang dalam waktu 2 minggu asalkan cara perawatannya bersih dan higienis.

Jika pengobatan rumahan tidak memperbaiki tindikan Anda, yang terbaik adalah segera berkonsultasi dengan dokter.

Pos Cara merawat kulit bayi dengan benar tanpa menyebabkan iritasi muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top