Tips Kesehatan

Kenali Gejala Usus Buntu

Kenali Gejala Usus Buntu

Apendisitis atau yang umum dikenal dengan usus buntu merupakan salah satu penyakit yang memerlukan operasi atau pembedahan sebagai langkah penyembuhannya. Rasa sakit yang kadang hilang membuat orang sering meremehkan penyakit ini, tetapi rasa sakit yang menyerang akan membuat orang yang mengalaminya menderita kesakitan yang sangat merepotkan. Maka, lebih baik mengetahui gejalanya sebelum datang rasa sakit yang mengganggu. Apa penyebab dan gejala dari usus buntu ini?

Pasien dinyatakan usus buntu apabila terjadi penyumbatan total pada bagian lumen apendix. Hal umum yang sering ditemui penyumbatnya adalah biji-bijian seperti biji jambu, tomat atau cabai.

 

Gejala Usus Buntu

Apabila Anda sering mengalami sakit pada perut, cobalah periksa apakah sakit perut Anda sama dengan gejala usus buntu berikut ini:

  • Rasa sakit pada bagian pusar dan ulu hati yang kadang datang dan kadang hilang.
  • Selanjutnya akan merasakan sakit pada bagian abdomen sisi kanan beberapa jam setelah gejala pertama. Rasa sakit dengan intesitas yang kuat dan bahkan disertai dengan demam pada penderitanya. Suhu badan dapat mencapai 39 derajat Celcius dan menetap.
  • Rasa sakit pada bagian perut juga disertai rasa mual dan kembung. Rasa mual juga dapat menyebabkan penderita muntah apabila lambung terisi makanan.

 

Periksa Usus Buntu

Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan indikasi usus buntu, pihak medis biasanya meakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosanya. Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan adalah dengan USG pada bagian abdomen, pemeriksaan foto radiologic, dan pemeriksaan laboratorium dan urine.

Pada pemeriksaan urine, pengecekan dilakukan dengan melihat apakah jumlah leukosit atau eritrosit pada apendiks melebihi batasan normal atau tidak. Kelebihan jumlah eristrosit dan leukosit dapat mengindikasikan adanya peradangan pada apendiks.

 

Operasi Usus Buntu

Pada kasus usus buntu, penyembuhannya dilakukan dengan cara operasi. Ada dua cara operasi usus buntu yang dapat dilakukan. Pertama, disebut dengan Apendiktomi Konvensional dan yang kedua dengan cara Apendiktomi Laparoskopik.

Apendiktomi Kovensional dapat dilakukan pada pasien dengan berat badan normal. Sedangkan apabila pasien memiliki berat badan berlebih atau obesitas, maka pembedahan dilakukan dengan Apendiktomi Laparoskopik.

Pelaksanaan pembedahan tidak dapat dilakukan secara langsung, karena ada syarat kondisi tubuh pasien telah membaik. Syarat kondisi pasien sebelum dilakukan pembedahan adalah suhu badan pasien tidak boleh lebih dari 38 derajat Celcius, pembuangan urine normal yaitu 1-2 ml/kg setiap jam dan denyut nadi dibawah 120 kali/menit.

 

Usus Buntu pada Anak

Usus buntu dapat pula menimpa anak-anak bahkan bayi. Pada anak dan bayi diagnosa dini sulit dilakukan, selain itu jika menimpa pada anak-anak, resikonya menjadi lebih besar karena makin muda usia pasien, makin besar kemungkinan terjadinya komplikasi pada robekan pembedahan. Maka, akan sangat baik mencegah penyakit ini menimpa anak Anda.

Dengan mengetahui gejala usus buntu sejak awal, Anda akan lebih mudah melakukan tindakan segera agar penyakit usus buntu tersebut tidak berlarut-larut.

 

Source : kumpulan.info

Mengatasi Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Mengatasi Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi telah menjadi penyakit yang umum bagi banyak orang saat ini, apalagi bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung, dan juga gagal ginjal. Dan akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian. Karena itu, jika bisa, penyakit ini harus dicegah. Jika Anda memiliki tekanan darah yang tinggi, Anda dapat mengendalikan penyakit ini. Bagaimana cara mencegah dan mengendalikan darah tinggi atau hipertensi?

Tekanan Darah

Sebelum membahas mengenai tekanan darah tinggi atau hipertensi, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu tentang tekanan darah. Saat Anda melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis ke dokter, biasanya ada alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tekanan darah. Alat untuk memeriksa tekanan darah disebut sphigmomanometer atau dikenal juga dengan tensimeter. Ada tensimeter digital dan ada juga tensimeter air raksa yang masih umum digunakan untuk pemeriksaan klinis.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh Anda duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. Lalu dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut.

Apa yang dimaksud dengan tekanan darah ? Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.

Setelah mengetahui tekanan darah, pasti Anda ingin mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk rendah, normal atau tinggi. Berikut ini penggolongan tekanan darah berdasarkan angka hasil pengukuran dengan tensimeter untuk tekanan sistolik dan diastolik:

Mengapa Tekanan Darah Meningkat ?

Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat.

Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.

 

Penyebab Darah Tinggi

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Keturunan

    Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.

  • Usia

    Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.

  • Garam

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.

  • Kolesterol

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.

  • Obesitas / Kegemukan

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.

  • Stres

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.

  • Rokok

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.

  • Kafein

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.

  • Alkohol

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.

  • Kurang Olahraga

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

 

Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi

Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:

  • Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
  • Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
  • Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
  • Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
  • Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
  • Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Kendalikan kadar kolesterol Anda.
  • Kendalikan diabetes Anda.
  • Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.

 

Darah Tinggi dapat Dikendalikan

Tekanan darah tinggi atau hipertensi bukan suatu penyakit yang tidak dapat dihilangkan. Anda bisa mengendalikannya dan mencegah darah tinggi.

Source : kumpulan.info

Mengatasi Kejang Demam Pada Anak

Mengatasi Kejang Demam Pada Anak

Pada saat anak sakit, pikiran kuatir menjadi hal yang akan dialami oleh orang tua. Apalagi jika suhu anak meninggi dan demam, terlebih jika demam disertai dengan kejang-kejang. Demam kejang biasa terjadi pada sebagian anak. Sekitar 5% anak dari usia 6 bulan sampai 6 tahun mengalami hal ini, terutama jika orangtua memiliki riwayat kejang demam serupa sewaktu kecil. Anak yang mengalami kejang tentu akan membuat panik orang tua. Apa yang harus dilakukan apabila anak mengalami demam kejang ?

Kejang demam adalah kejang yang terjadi ketika seorang bayi atau anak mengalami demam yang bukan disebabkan dari infeksi sistem saraf pusat. Kejang pada anak perlu mendapat perhatian karena kejang dapat terjadi berulang kali dan membahayakan. Jika anak terlalu sering mengalami kejang demam, hal ini dapat merusak sel-sel otak pada anak.

 

Jenis Kejang Demam

Berdasarkan lama terjadinya kejang dan seberapa sering terjadinya, kejang dibedakan menjadi:

  • Kejang Demam Sederhana

    Yaitu kejang yang terjadi pada seluruh tubuh dengan lama waktu terjadinya kejang kurang dari 10 menit dan tidak terjadi lagi dalam kurun waktu 24 jam.

  • Kejang Demam Kompleks

    Yaitu kejang lokal (tidak terjadi pada seluruh tubuh) yang biasa terjadi pada area lengan dan tungkai kaki. Kejang kompleks berlangsung selama lebih dari 10 menit dan terjadi lebih dari 1 kali dalam kurun waktu 24 jam.

 

Apakah Anak Saya Kejang Demam ?

Apabila Anda menduga anak mengalami kejang, untuk memastikannya dapat dicoba dengan melakukan hal ini:

  • Jika anak dalam posisi lengan tertekuk pada siku, maka dengan perlahan coba luruskan lengan anak. Jika lengan dengan mudah dapat diluruskan berati anak tidak mengalami kejang.
  • Jika anak dalam posisi lengan lurus, maka coba secara perlahan tekuk lengan anak. Jika dengan mudah dapat ditekuk berarti anak tidak mengalami kejang.
  • Sebaliknya, jika lengan sulit diluruskan atau sulit untuk ditekuk, kemungkinan besar anak mengalami kejang.

Tips Hadapi Kejang Demam

Berikut ini beberapa tips yang sudah terbukti untuk menghadapi anak kejang:

  • Panik adalah hal yang akan dialami jika orangtua anak mereka mengalami kejang. Namun, kepanikan tidak membuat keadaan lebih baik. Untuk menghadapi anak yang mengalami kejang, lakukan hal berikut:
  • Tenangkan diri Anda.
  • Jika anak dalam posisi tidur telentang, miringkan tubuh anak ke salah satu sisi.
  • Jangan memberikan minuman apapun pada saat anak mengalami kejang karena minuman dapat menyebabkan cairan masuk ke dalam paru-paru.
  • Jika ada, berikan obat untuk meredakan kejang untuk pertolongan pertama. Obat ini biasa dimasukkan melalui dubur. Jika anak Anda pernah mengalami kejang, tanyakan pada dokter obat untuk meredakan kejang tersebut dan selalu siapkan persediaan obat di rumah.
  • Bawa segera ke tempat pelayanan kesehatan seperti klinik atau rumah sakit agar dapat segera ditangani.

Source : kumpulan.info

Ayo Kita Bersepeda!

Ayo Kita Bersepeda!

Jika Anda malas berolahraga, bersepeda bisa menjadi salah satu olahraga menarik untuk dicoba. Bersepeda akan terasa ringan karena tanpa terasa Anda telah menggerakkan tubuh sambil dapat menikmati pemandangan di sekitar. Apa saja yang Anda dapat dari bersepeda? Bagaimana memilih sepeda yang sesuai ?

 

Manfaat Bersepeda

Hasil yang didapat dari bersepeda terutama akan mengencangkan otot bagian bawah seperti betis, paha dan pinggul. Bersepeda mampu membakar kalori sebanyak 300 sampai 700 kalori setiap jam. Jadi, akan berguna untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan. Selain itu, bersepeda dapat meningkatkan volume paru-paru sampai 50% sehingga oksigen yang dapat ditampung lebih banyak.

Untuk penderita obesitas, bersepeda merupakan olahraga yang dianjurkan karena bersepeda relatif aman dibandingkan kebanyakan olahraga yang mengharuskan berlari atau melompat. Benturan akibat berlari atau melompat dapat menyebabkan cedera kaki, pinggang, punggung bagi mereka yang obesitas karena berat badan yang berlebih membuat benturan semakin keras. Bersepeda juga baik untuk mereka yang memiliki sakit jantung.

Salah satu alasan bersepeda menjadi olahraga yang menarik adalah karena bersepeda dapat menjadi salah satu cara relaksasi. Menikmati pemandangan secara santai dan merasakah hembusan angin dapat menjadi salah satu sarana rekreasi yang menyegarkan. Jadi Anda dapat sehat secara fisik plus menyegarkan pikiran.

 

Tips Membeli Sepeda

Tertarik untuk mencoba bersepeda? Bagi Anda yang belum memiliki sepeda, langkah utama adalah dengan membeli sepeda untuk digunakan. Ada berbagai model sepeda dalam ukuran yang berbeda. Agar mendapatkan sepeda yang nyaman, coba perhatikan hal-hal berikut saat memilih sepeda yang akan dibeli:

  • Sadel sepeda hendaknya nyaman untuk diduduki dan dalam ukuran yang pas.
  • Pilih sepeda dengan tinggi sadel yang disesuaikan dengan tinggi badan Anda. Sadel hendaknya tidak terlalu tinggi karena akan menyulitkan saat harus mengayuh juga dapat menyebabkan bagian paha menjadi luka. Sadel yang terlalu rendah juga sebaiknya dihindari karena membuat kaki harus menekuk terlalu banyak dan membuatnya terasa pegal. Walau sadel sepeda mungkin dapat ditinggikan dan direndahkan, tetapi pastikan bahwa tinggi maksimal dan minimal sesuai dengan kondisi Anda. Idealnya tinggi sadel dan tinggi stang sepeda sejajar.

 

Tips Bersepeda

Agar dapat mendapatkan manfaat yang maksimal dan terhindar dari cedera, beberapa hal harus diperhatikan, yaitu:

  • Pastikan bagian-bagian penting dari sepeda seperti rem dan ban dalam kondisi yang aman sehingga tidak akan mengganggu perjalanan atau menimbulkan kecelakaan.
  • Untuk menghindari resiko cedera, lakukan sedikit pemanasan khususnya untuk meregangkan otot-otot bagian bawah seperti pinggang, paha dan betis.
  • Sebagai penambah keamanan saat bersepeda, Anda dapat mengguunakan perlengkapan pelidung seperti helm, sepatu, kaos kaki, sarung tangan, kacamata atau perlengkapan lain yang diperlukan.
  • Saat memulai mengayuh sepeda, lakukan dulu dengan kecepatan perlahan selama 5-10 menit sebagai cara untuk pemanasan dan menyesuaikan dengan sepeda.
  • Saat mengayuh sepeda, usahakan agar Anda mengayuh pedal satu putaran penuh.
  • Kecepatan yang dianjurkan untuk kesehatan adalah 27 km/jam dan putaran roda 70 putaran per menit (rpm)
  • Selesai bersepeda, lakukan lakukan pendinginan dengan mengayuh sepeda secara perlahan selama kurang lebih 10 menit.

Selain untuk kesehatan, menggunakan sepeda juga dapat mengurangi polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor. Asap kendaraan dapat membuat lingkungan tercemar. Sebaiknya gunakan sepeda saat Anda harus berpergian ke tempat yang memungkinkan dijangkau dengan sepeda. Bahkan, ada pula komunitas yang bernama “Bike to Work” menggunakan sepeda untuk berangkat kerja setiap hari.

Melihat banyaknya hasil positif dari bersepeda, tidak ada salahnya untuk mengayuh sepeda Anda.

 

Source : Kumpulan.info

Cara Merawat Pasien Batu Ginjal

Cara Merawat Pasien Batu Ginjal

Batu ginjal sebenarnya tidak terbuat dari batu. Tetapi jika Sahabat Ono memilikinya, ketika buang air kecil, Anda akan merasa ada batu pada saluran pembuangan Anda. Batu ginjal berukuran kecil – biasanya antara ukuran inti jagung dan sebutir garam. Ketika tubuh Anda mengandung terlalu banyak mineral tertentu dan pada saat yang sama tidak memiliki cukup cairan, benda-benda seperti kerikil ini dapat terbentuk. Batu-batu itu bisa berwarna coklat atau kuning, bertekstur halus atau kasar. Baik pria maupun wanita bisa mendapatkan batu ginjal, tetapi peluang pria untuk mendapatkannya adalah dua kali lipat dari jumlah wanita.

Jika batu ginjal Anda kecil, Anda mungkin bisa membuangnya ketika Anda buang air kecil. Jika batu ginjal berukuran lebih besar dan tidak dapat dikeluarkan, Anda mungkin berada dalam kondisi yang cukup menyakitkan. Dalam hal ini, dokter dapat memecah batu dalam beberapa cara, sehingga tubuh dapat menyingkirkannya. Halini termasuk :

hock wave lithotripsy

Menggunakan gelombang kejut yang dapat memecah batu menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian, potongan-potongan yang lebih kecil bisa lebih mudah dilewatkan dalam urin. Perawatan ini memakan waktu sekitar satu jam dan biasanya dapat pulang sekitar satu jam kemudian. Perawatan ini tidak melibatkan pemotongan bedah, tetapi masih ada rasa sakit. Dokter akan membicarakan pilihan dengan Anda: sedasi, anestesi lokal (Anda diberikan sesuatu untuk mematikan rasa sakit tetapi tetap terjaga), anestesi umum (Anda tidak terjaga selama prosedur).

Ureteroskopi

Prosedur ini memperlakukan batu di ginjal dan ureter. Dokter menggunakan “scope” yang tipis dan fleksibel untuk menemukan dan menghilangkan batu. Tidak ada luka yang dibuat di kulit Anda. Anda akan tidur melalui prosedur ini. Dokter Anda akan memasukkan “scope” ini melalui kandung kemih dan ureter ke dalam ginjal Anda.

Pembedahan

Cara lain dokter menyingkirkan batu ginjal adalah dengan memotong lubang kecil di punggung dan melalui ginjal untuk mengeluarkan batu. Jika prosedur ini dilakukan, Anda bisa tinggal di rumah sakit selama beberapa hari.

 

Jika memiliki batu ginjal, ada kemungkinan untuk mendapatkannya lebih banyak di kemudian hari. Biasanya seseorang akan mendapati batu ginjal yang semakin banyak dalam 7 tahun pertama, jika mereka tidak berhati-hati untuk mencegahnya. Untuk menghentikan hal ini terjadi, cobalah hal berikut ini:

Minum banyak air

Anda harus minum setidaknya 64 ons air setiap hari. Beberapa cairan itu bisa berupa jus jeruk, limun, atau limeade.

Kurangi konsumsi natrium dan makanan asin

Banyak natrium dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urin Anda.hal ini bisa menyebabkan batu terbentuk. Selain itu, jika Anda mengurangi natrium yang didapatkan dari makanan dan minuman akan membantu jantung Anda untuk menurunkan tekanan darah.

Minum dan makan kalsium yang cukup

Langkah pencegahan ini mungkin terdengar sedikit membingungkan, karena dokter akan memberi tahu Anda bahwa kadar kalsium yang tinggi (karena terlalu banyak natrium) dalam air seni Anda dapat menyebabkan batu. Tetapi tidak mengkonsumsi cukup kalsium dapat meningkatkan tingkat oksalat dalam urin Anda. Hal ini ditemukan di makanan termasuk bayam, bit, serpihan dedak, keripik kentang, dan kentang goreng. Oksalat dapat menyebabkan batu ginjal. Sebaiknya Anda mendapatkan kalsium dari makanan dan minuman daripada suplemen.

Hindari makanan dan minuman ringan tertentu

Jika Anda sudah memiliki setidaknya satu batu ginjal, mennadakan bahwa sudah saatnya untuk membatasi protein hewani yang Anda makan setiap hari hingga seukuran sebesar setumpuk kartu. Beberapa makanan, seperti telur, bayam, bit, cokelat, dan kacang, serta cola, telah dikaitkan dengan batu ginjal.

 

Itulah cara merawat pasien batu ginjal yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Hemodialisa

Perawatan Pasien Hemodialisa

Saat orang tua atau pasangan memiliki gangguan ginjal yang sudah parah, prosedur cuci darah atau hemodialisis adalah salah satu tindakan medis yang harus dijalani. Fungsi prosedur tersebut bagi pasien cuci darah adalah untuk membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, karena ginjal sudah tak mampu lagi untuk melakukannya secara maksimal.

Namun, pasien penyakit ginjal yang butuh cuci darah tetap memerlukan perawatan agar kualitas hidup tetap terjaga. Nah, agar Sahabat Ono dapat membantu dengan maksimal dan turut memelihara kondisi pasien cuci darah, berikut adalah cara perawatan pasien hemodialisa yang bisa dilakukan:

 

Pastikan pasien melakukan kewajibannya

Saat seseorang sudah direkomendasikan untuk melakukan tindakan cuci darah, ada sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakan. Antara lain, mengonsumsi obat-obatan sesuai petunjuk dokter, mematuhi segala pantangan makanan atau minuman, serta datang cuci darah tepat waktu.

Sayangnya, tak semua pasien cuci darah punya kesadaran penuh terhadap kewajiban tersebut. Ada saja yang masih malas cuci darah atau bahkan tidak mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Di sinilah peran Anda sebagai keluarga diperlukan. Jika pasien malas cuci darah, mungkin saja karena selama ini tidak ada yang menemaninya. Jadi, sebagai keluarga yang peduli terhadapnya, temani ia saat melakukan tindakan tersebut agar tidak merasa sendirian.

Selain itu, ingatkan pula pasien untuk selalu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Pasang alarm pengingat, dan bila perlu letakkan di tempat yang sudah pasti terlihat olehnya.

 

Bantu pasien membersihkan bagian tubuh tertentu

Cuci darah dengan metode dialisis peritoneal dilakukan oleh sebagian pasien penyakit ginjal. Dalam metode tersebut, dinding perut pasien akan dihubungkan ke kantung berisi campuran mineral, gula dan air menggunakan tabung kateter.

Nah, area pemasangan kateter berisiko mengalami infeksi jika kebersihannya tidak terjaga. Jadi, jangan sampai pasien lupa untuk membersihkannya. Jika perlu, bantulah pasien membersihkan bagian tersebut.

Adapun cara untuk membersihkan area pemasangan kateter adalah:

  • Lepaskan perban secara perlahan tanpa memindahkan posisi kateter. Saat melakukannya, tangan Anda harus bersih, menggunakan sarung tangan dan masker.
  • Gunakan larutan steril untuk membersihkan luka, kateter dan kulit di sekitarnya.
  • Tutup kembali dengan perban yang baru.

 

Ingatkan pasien untuk tertib mematuhi aturan dari dokter

Karena organ dalam sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, tentu saja ada pantangan dan anjuran makanan yang mesti dipatuhi pasien. Misalnya, pasien mesti membatasi makanan yang banyak mengandung air, seperti sup, kaldu, semangka, stroberi, jeruk, pir, dan lainnya. Makanan tinggi kalium, fosfor dan natrium (asin) juga mesti dihindari.

Di sisi lain, pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi protein. Selain itu, pasien penyakit ginjal yang mesti cuci darah juga wajib memperhatikan pasokan kalori agar sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Nah, agar pasien cuci darah tidak lupa segala peraturan tersebut, buatkanlah catatan dan letakkan di tempat-tempat yang mudah dilihat olehnya. Selain itu, Anda juga bisa membantunya mengingatkan akan segala peraturan tersebut supaya pasien terus patuh.

Pasien cuci darah tetap bisa memiliki kualitas hidup yang baik asalkan selalu mematuhi petunjuk yang diberikan oleh dokter. Kiat merawat pasien hemodialisis yang disarankan di atas bisa Anda lakukan. Jika perlu konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran-saran terbaik lainnya.

 

Itulah cara perawatan pasien hemodialisa yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Hepatitis B

Perawatan Pasien Hepatitis B

Tidak ada seorang pun yang ingin mengalami penyakit hepatitis B. Namun, kabar baiknya, penyakit hepatitis B bisa sembuh. Bahkan, penyakit hepatitis B akut biasanya sembuh sendiri dan tidak memerlukan perawatan medis, hanya memerlukan perawatan hepatitis B di rumah.

Namun, meskipun perawatan hepatitis B bisa dilakukan di rumah, jika gejala hepatitis B akut yang terjadi sangat parah sampai ada gejala seperti muntah atau diare, orang yang terkena mungkin memerlukan pengobatan untuk mengembalikan cairan dan elektrolit.

Jadi Sahabat Ono, berikut ada beberapa cara perawatan hepatitis b yang bisa dilakukan dirumah, diantaranya :

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Kaldu, gelatin, dan jus buah lebih disukai karena minuman tersebut juga menyediakan kalori untuk penderita hepatitis B yang dirawat di rumah. Minum banyak cairan terutama sangat penting agar tubuh penderita hepatitis tidak lemah hingga menjadi tidak bertenaga. Anda juga perlu untuk menjaga asupan nutrisi sebagai bagian dari perawatan hepatitis B di rumah.

 

  • Menjaga asupan nutrisi atau menjaga pola makan juga sangat penting sebagai bagian dari perawatan hepatitis B di rumah. Anda perlu untuk menyediakan makanan-makanan yang mengandung sulfur seperti sayuran hijau dan buah-buahan untuk penderita hepatitis B yang sedang menjalani masa perawatan. Sulfur membantu untuk mendetoksifikasi hati sehingga pemulihan kesembuhan akibat penyakit hepatitis juga bisa menjadi lebih cepat.

 

  • Tanya dokter Anda terkait obat-obatan yang diberikan kepada penderita hepatitis selama masa perawatan. Obat-obat tertentu bisa mempengaruhi fungsi hati, bahkan obat bebas yang dapat dibeli di warung maupun jamu-jamuan sekalipun. Beberapa obat tergantung pada kerja hati, dan kerusakan hati dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memetabolisme obat ini. Jika Anda berada dalam kondisi meminum obat yang diresepkan, tanyakan pada dokter Anda apakah dosis harus disesuaikan atau jika obat tersebut harus dihentikan sementara.

 

  • Hindari minum alkohol. Individu dengan HBV kronis harus menghindari alkohol selama sisa hidup mereka. Alkohol juga dapat melemahkan fungsi organ lainnya dalam tubuh selain melemahkan fungsi hati, sehingga pasien yang sedang menjalani perawatan hepatitis B sangat dianjurkan untuk menghindari alkohol.

 

  • Cobalah untuk makan makanan yang menyediakan nutrisi yang cukup dan tidak berlebihan. Santai saja dalam menakar makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya. Mungkin diperlukan beberapa waktu untuk memulihkan tingkat energi Anda agar kembali normal.

 

  • Hindari olahraga berat berkepanjangan, sampai gejala mulai membaik. Untuk orang yang sedang menjalani perawatan hepatitis B, tentunya Anda harus bisa menjaga kondisi agar penyakit tidak semakin memburuk.

 

  • Hubungi dokter untuk menanyakan dan berdiskusi jika kondisi Anda memburuk atau gejala baru muncul. Perawatan hepatitis B memang bisa dilakukan di rumah. Namun, tetap saja tidak menutup kemungkinan bahwa seorang pasien dengan hepatitis B juga membutuhkan perawatan medis karena timbulnya gejala-gejala hepatitis B yang lebih parah. Maka dari itu, selalu pantau kondisi Anda atau kerabat Anda yang sedang berada dalam perawatan hepatitis B dan segera temukan bantuan medis jika terjadi gejala hepatitis B yang lebih parah.

 

  • Hindari aktivitas yang dapat menyebarkan infeksi ke orang lain (hubungan seksual, jarum suntik, dll).

Itulah cara perawatan pasien hepatitis b dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Merawat Pasien Hepatitis A

Merawat Pasien Hepatitis A

Penyakit hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus tersebut disebarkan disebarkan oleh kotoran tinja dan biasanya melalui makanan. Dibandingkan penyakit hepatitis jenis lain, hepatitis A merupakan yang paling ringan.

Sanitasi yang buruk atau kesadaran masyarat tentang kebersihan yang renah bisa menjadi pemicu penyakit hepatitis A. Sebab virus hepatitis A sangat mudah menular, khususnya melalui air dan makanan yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terifeksi virus ini. Bila seseorang terjangkit virus hepatitis A, perlu segera pergi ke dokter untuk mendapat perawatan dan penanganan yang tepat.

Untuk pengobatan hepatitis A tak ada yang terlalu spesifik. Infeksi penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 1-2 bulan. Dokter juga akan meresepkan obat yang bisa meredakan gejala-gejala yang dialami penderita. Obat yang diberikan umumnya meliputi obat pereda demam, mual, dan muntah. Untuk mengembalikan nafsu makan, penderita perlu diberi nutrisi yang cukup.

Ada beberapa cara merawat untuk pasien hepatitis dirumah, diantaranya :

 

Perbanyak Minum Air Putih dan Cukupi Kebutuhan Nutrisi Tubuh

Cairan tubuh harus dipenuhi. Perbanyak minum air putih dan penuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Meski nafsu makan menurun, penting untuk tetap makan agar tidak gampang merasa mual dan muntah. Hindari minuman beralkohol karena organ hati perlu beristirahat agar segera pulih.

 

Gunakan Pakaian Longgar dan Jaga Kebersihan Diri

Untuk mengurangi rasa gatal, gunakan pakaian longgar. Kebersihan diri juga perlu dijaga. Jangan berbagi handuk dan jangan mencampur pakaian dengan milik orang lain. Rutin mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun setiap harinya. Bila penderita dirawat di rumah selama proses pemulihan, penting bagi kerabat atau anggota keluarga yang lain untuk senantias menjaga kebersihan rumah.

Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri dan Obat Penurun Panas sesuai Resep Dokter

Obat yang dikonsumsi tak bolah sembarangan demi menjaga fungsi hati tetap optimal. Minumlah obat sesuai anjuran dan resep dokter. Biasanya penderita akan diberi obat pereda nyeri dan obat penurn panas. Obat mual juga bisa diberikan untuk mencegah muntah.

Seseorang yang pernah mengidap hepatitis A kecil kemungkinan akan mendapat penyakit ini di kemudian hari. Sebab penderita yang sudah sembuh dari hepatitis A akan mendapat kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. Selalu jaga kesehatan dan kebersihan setiap hari agar terhindar dari penyakit hepatitis A ini, ya Sahabat Ono.

Itulah cara perawatan pasien hepatitis a dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Geriatri

cara merawat pasien geriatri

Geriatri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari keadaan-keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan orang-orang lanjut usia. Pasien geriatri adalah pasien lansia yang memiliki satu atau lebih penyakit yang mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan, yang dapat disebut lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun atau lebih. Lansia membutuhkan perhatian khusus, karena kemampuan tubuhnya yang tidak lagi sama seperti dulu. Merawat lansia bisa jadi tidak sulit tetapi juga tidak mudah.

Beberapa hal berikut ini penting untuk Sahabat Ono perhatikan dalam merawat lansia, diantaranya :

Ketahui batasan normal

Setiap orang memiliki standar nilai tertentu jika berkaitan dengan kesehatan. Misalnya, jika tekanan darah Anda biasanya 120/80 dan jika tiba-tiba tekanan darah Anda naik ke 130/90, Anda tahu ada sesuatu yang salah dan harus diperhatikan. Hal yang sama juga terjadi pada lansia. Mengetahui angka yang biasa tertera di laporan kesehatan seorang lansia dapat membantu Anda mendeteksi lebih awal jika ada yang tidak beres dengan keadaan lansia.

Itulah cara merawat pasien geriatri dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Epilepsi

Perawatan Pasien Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan neurologis, kondisi di mana seseorang kerap mengalami kejang-kejang. Epilepsi atau ayan terbagi menjadi dua yaitu umum dan fokal. Kejang fokal atau parsial hanya memengaruhi satu otak saja dan berlangsung beberapa detik saja.

Semantara kejang umum terjadi lebih kuat dan membuat otot tidak terkendali. Kejang jenis ini dapat berlangsung sampai beberapa menit. Pasien yang mengalami kejang kuat itu akan menjadi bingung atau kehilangan kesadaran, dan kemungkinan tidak ingat apa yang terjadi.

Seseorang yang berada di dekat orang yang epilepsi kadang tidak tahu harus berbuat apa. Maka simak penjelasan berikut untuk mengetahuinya. Beberapa perawatan pasien epilepsi yang perlu dilakukan saat menghadapi orang yang sedang kejang, yaitu :

Tetap bersamanya

Saat melihat seseorang mengejang, jangan tinggalkan orang tersebut. Tetaplah bersamanya, menjaga ia mengejang di tempat yang aman. Tetap tenang, dan ajak ia berkomunikasi.

Menjaga mereka tetap aman

Seseorang yang mengalami kejang dapat terluka jika jatuh atau menabrak sesuatu, jadi pastikan mereka berada di lingkungan yang aman. Jika mereka berjalan atau berkeliaran, arahkan mereka ke tempat yang aman. Jika mereka cenderung akan terjatuh, turunkan dengan hati-hati.

Hindarkan dari benda-benda yang bisa melukai. Bersihkan area kejang dari benda tajam, atau apa pun yang dapat menimbulkan bahaya. Beberapa pasien epilepsi tidak ingin bangun dalam kondisi dikelilingi banyak orang, jadi panggilah satu atau dua orang saja jika membutuhkan bantuan.

Buat tubuh mereka menyamping

Longgarkan pakaian ketat dan letakkan sesuatu yang lembut di bawah kepala mereka. Lalu buatlah mereka menyamping atau dalam posisi miring. Buka mulut mereka agar lebih mudah bernapas dan hal ini juga mencegah tersedak air liur yang jelas akan menghalangi jalur pernapasan.

Jangan menahan kejangan

Menahan kejangan tidak akan menghentikan kejang, dan malah bisa membuat mereka lebih cenderung melukai diri sendiri atau orang lain. Jika mencoba menahan kejang atau getaran yang terjadi maka kemungkinan orang yang kejang-kejang itu akan merespons secara agresif.

Jangan menaruh apapun di mulut mereka

Jangan pernah memberi makan atau minum ke orang yang sedang kejang-kejang. Hal itu sangat berbahaya bagi mereka.

Itulah cara merawat pasien epilepsi dirumah saat mengalami kejang yang harus Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Scroll to top