Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Tips Kesehatan

Waspadai 4 Penyebab Bayi Tidak Menangis Saat Lahir

Tangisan bayi merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu selama proses pengiriman. Ya, pada umumnya bayi akan menangis segera setelah lahir yang menandakan bahwa si kecil sudah lahir dengan selamat. Dalam dunia medis, ini pertanda paru-paru bayi berfungsi dengan baik. Namun, ada sebagian bayi yang tidak terlalu terlambat menangis atau menangis saat lahir, sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Lantas, apa saja penyebab bayi tidak menangis saat lahir? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengapa bayi harus menangis saat dilahirkan?

Bayi normal umumnya akan menangis dalam waktu 30 detik hingga 1 menit setelah lahir.

Begitu bayi lahir, ia akan langsung beradaptasi dengan dunia luar dan menghirup udara untuk pertama kalinya. Nah, proses inilah yang memicu respons bayi dengan mengeluarkan suara tangis.

Saat masih di dalam rahim, bayi mendapat oksigen melalui plasenta. Ini karena paru-paru dan organ lainnya masih berkembang hingga bayi lahir.

Selain itu, paru-paru bayi terisi cairan ketuban (cairan ketuban) yang melindungi bayi selama di dalam kandungan.

Menjelang lahir, cairan ketuban secara alami akan menyusut dan mengering secara perlahan. Artinya cairan ketuban di paru-paru bayi otomatis berkurang sebagai bentuk persiapan bayi untuk bernapas dengan udara luar.

Terkadang, cairan ketuban mungkin tertinggal di paru-paru bayi saat lahir, sehingga berisiko menyumbat sistem pernapasan.

Nah, disinilah letak fungsi tangisan bayi saat lahir. Tangisan bayi dapat membantu membersihkan lendir yang tertinggal di paru-paru agar oksigen lebih mudah keluar.

Berbagai penyebab bayi tidak menangis saat lahir perlu diwaspadai

1. Asfiksia

Penyebab paling umum bayi tidak menangis saat lahir adalah karena ada penyumbatan pada jalan nafas bayi.

Penyumbatan dapat berupa lendir, cairan ketuban, darah, kotoran bayi, atau lidah yang didorong ke belakang tenggorokan.

Hal inilah yang menyebabkan bayi sulit bernafas sehingga tidak bisa merespon dengan menangis.

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut asfiksia, yaitu bayi kekurangan oksigen selama persalinan.

Menurut Dr. Yvonne Bohn, seorang dokter kandungan di Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

Asfiksia pada bayi perlu ditangani secepatnya. Karena jika oksigen tidak sampai ke otak bayi, maka hal ini akan meningkatkan risiko kecacatan, seperti cerebral palsy (cerebral palsy), autisme, ADHD, kejang, sampai mati.

Cara yang biasa dilakukan tim medis adalah dengan membersihkan seluruh tubuh bayi, mulai dari wajah, kepala, dan bagian tubuh lainnya.

Selain itu, tim medis menepuk atau mengusap perut, punggung, dan dada bayi, atau menekan telapak kaki bayi untuk merangsang pernapasan bayi.

Jika bayi masih tidak menangis, dokter akan menyedot cairan dari mulut dan hidung bayi menggunakan selang kecil untuk membersihkan sumbatan dan memastikan kedua lubang hidung terbuka sepenuhnya.

2. Lahir prematur

kafein untuk bayi prematur

Bayi lahir prematur merupakan salah satu penyebab bayi tidak menangis saat lahir. Pasalnya, organ paru-paru pada bayi prematur belum berkembang sempurna seperti bayi yang lahir cukup bulan.

Ini karena surfaktan (zat yang melindungi paru-paru) belum berkembang sepenuhnya. Akibatnya, bayi prematur cenderung mengalami gangguan pernapasan saat lahir.

3. Cairan ketuban berwarna hijau

Biasanya, cairan ketuban bening. Janin dalam kandungan terkadang meminum cairan ketuban tanpa disadari. Ini sebenarnya tidak berbahaya jika cairan ketuban dalam kondisi normal.

Lain halnya jika cairan ketuban berubah warna menjadi hijau. Cairan ketuban bisa berubah menjadi hijau karena adanya campuran zat lain di dalamnya, salah satunya bercampur dengan mekonium atau feses pertama bayi di dalam kandungan.

Usus bayi yang belum lahir secara refleks dapat melepaskan mekonium ke dalam cairan ketuban. Jika air hijau diminum oleh bayi maka akan menginfeksi paru-paru bayi dan memicu peradangan.

Akibatnya, bayi mengalami kesulitan bernapas dan kemudian sulit menangis saat lahir.

4. Ibu menderita diabetes

Ibu yang mengidap diabetes akan melahirkan bayi dengan hipoglikemia atau gula darah rendah. Salah satu gejalanya adalah pernapasan tidak teratur.

Artinya bayi yang baru lahir tidak akan bernapas dengan lancar sehingga sulit untuk menunjukkan respon menangis saat dilahirkan.

Menurut Elizabeth Davis, seorang bidan dan penulis Hati dan Tangan, wanita penderita diabetes akan melahirkan bayi besar karena pengaruh kadar gula darah dari tubuh ibu.

Kadar gula darah yang tinggi pada ibu penderita diabetes akan membuat bayi memproduksi lebih banyak insulin dan menumpuk lemak di tubuhnya.

Hal inilah yang membuat bayi lebih mungkin mengalami kesulitan bernafas dan pada akhirnya menjadi penyebab bayi tidak menangis atau terlambat menangis saat lahir.

Pos Waspadai 4 Penyebab Bayi Tidak Menangis Saat Lahir muncul pertama kali Halo Sehat.

Untuk Para Suami, Inilah 7 Tips Pijat Payudara untuk Bercinta Lebih Panas

Apakah Anda bosan dengan ritual seksual yang sama? Hati-hati, seks yang hambar bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga, lho. Karenanya Anda harus mencoba berbagai trik baru untuk memanjakan pasangan Anda. Salah satunya adalah pijat payudara.

Pijat payudara bisa membuat wanita lebih rileks dan bersemangat. Bahkan beberapa wanita mengaku bisa berprestasi orgasme hanya dengan pijat payudara! Tertarik mencoba teknik pemanasan (pemanasan) yang ini? Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Tips aman untuk pijat payudara

Perlu diperhatikan, untuk teknik pijat payudara merangsang wanita ini harus dilakukan dalam suasana santai dan hangat.

Pasalnya, para suami disarankan memberikan pijatan payudara dalam waktu yang cukup lama, sekitar lima belas menit.

Apa yang harus dilakukan? Berikut tujuh tips bagi para suami yang ingin memijat payudara pasangannya.

1. Gunakan minyak pijat aromaterapi

Untuk membuat sentuhan Anda terasa lebih lembut dan sensual, gunakan minyak pijat aromaterapi dengan wangi yang disukai istri Anda.

Anda juga bisa memijat dengan minyak zaitun yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di payudara.

Dengan peredaran darah yang lancar, pasangan Anda akan lebih cepat klimaks.

2. Mulailah dengan perlahan

Ingat, selalu mulai selambat dan selembut mungkin. Pasalnya, payudara itu satu titik gairah wanita dengan jaringan yang sangat sensitif.

Untuk menghindari mati rasa atau nyeri, sentuh bagian luar kedua sisi payudara pasangan Anda dengan ujung jari atau kuku Anda.

Sensasinya akan membuatnya bergidik dan mengharapkan sentuhan yang lebih dalam.

Jika pasangan Anda sudah menunjukkan tanda-tanda sedang menikmatinya, pijatlah dengan bantalan jari Anda. Begitu seterusnya hingga telapak tangan Anda menutupi payudara sepenuhnya.

Baru kemudian remas kedua sisi payudara dengan lembut.

3. Pijat dari luar ke dalam

Untuk membuat pijatan Anda lebih menarik, arahkan tangan dan jari Anda dari luar payudara lalu gerakkan ke arah areola dan kemudian puting.

Lakukan gerakan melingkar di bagian luar payudara dengan jari-jari Anda. Perlahan, gerakan memutar semakin menyempit dan mendekati puting susu.

Saat mencapai puncak, Anda bisa memutar perlahan puting pasangan Anda dengan ibu jari dan telunjuk Anda.

Anda harus melakukan pijatan ini secara bergantian, misalnya payudara di kiri dulu baru ke kanan.

Setelah itu, tekan dengan kedua tangan ke bawah payudara kanan dan kiri pasangkan ke tengah dada. Ulangi teknik ini dari awal beberapa kali.

4. Bergantian dengan ciuman

Sambil memijat dengan tangan, Anda juga bisa mencium atau menyesap payudara pasangan dengan ringan.

Jika pasangan Anda lebih menyukai sentuhan tersebut, Anda juga bisa menggodanya dengan sedikit menggigit puting.

5. Tingkatkan kecepatan dan tekanan pijatan

Kejutkan pasangan Anda dengan meningkatkan kecepatan dan tekanan pijatan Anda. Ini akan membuatnya lebih bersemangat dan bersemangat.

Anda bisa menyesuaikan sendiri seberapa cepat dan seberapa besar tekanan yang dinikmati istri Anda.

Yang pasti, sebaiknya tanyakan langsung pada pasangan Anda jika pijatan Anda terlalu keras.

Perhatikan juga reaksi dan bahasa tubuh pasangan Anda, apakah dia sedang menikmatinya atau mati rasa.

6. Pijat dengan lidah

Mainkan lidah Anda untuk memijat puting pasangan. Dengan menggunakan lidah Anda, buat gerakan melingkar lembut di sekitar puting.

Anda kemudian dapat meningkatkan kecepatan dan tekanan. Setelah itu, usapkan ujung lidah Anda pada puting susu dengan arah naik turun atau kiri dan kanan.

7. Bisikan kata-kata mesra

Jangan lupa untuk membisikkan kata-kata mesra untuk memuji payudara pasangan.

Selain membangkitkan hasrat, pujian Anda yang penuh kasih akan membuat pasangan semakin percaya diri dengan bentuk tubuh dan payudaranya.

Pos Untuk Para Suami, Inilah 7 Tips Pijat Payudara untuk Bercinta Lebih Panas muncul pertama kali Halo Sehat.

Waspadai 3 Ciri Tifus Parah Sehingga Tidak Mengalami Akibat Fatal

Tifus tidak selalu harus dirawat di rumah sakit. Namun, tak sedikit kasus tifus yang berkembang parah, apalagi jika penanganannya tidak maksimal. Tifus yang parah bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Kenali ciri-ciri tipes yang parah di bawah ini, agar Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Berbagai ciri tifus yang parah dan harus segera diobati

Jika tidak segera ditangani, diperkirakan 1 dari 5 orang akan meninggal karena tifus.

Sedangkan mereka yang bisa bertahan hidup berisiko menderita berbagai komplikasi fatal akibat tifus.

1. Perdarahan internal

Ketika gejala tifus semakin parah dan lebih serius, infeksi tersebut dapat menyebabkan usus mengeluarkan darah sehingga menimbulkan lubang.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan perforasi usus. Biasanya kondisi ini ditandai dengan gejala seperti:

  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Sulit bernafas
  • Warna kulit pucat
  • Jantung berdetak tidak teratur
  • Muntah darah
  • BAB sangat gelap dan bahkan hitam

Perforasi usus dapat menyebabkan isi usus bocor ke rongga perut dan menyebabkan infeksi.

Rongga perut yang terinfeksi akan menyebabkan peritonitis, yang dapat menyebabkan berbagai organ berhenti berfungsi. Kondisi ini tergolong darurat medis dan bisa mengancam nyawa.

Langkah pertama dalam menangani kondisi ini biasanya dengan transfusi darah darurat, untuk menggantikan darah yang bocor sebelumnya.

2. Gangguan pernapasan

Komplikasi lain yang bisa timbul dari tifus parah adalah masalah paru-paru.

Infeksi bakteri yang menyebabkan tifus dapat menyebabkan luka dan infeksi pada saluran pernapasan radang paru-paru.

Biasanya kondisi ini ditandai dengan gejala batuk yang parah.

Beberapa gejala pneumonia lainnya meliputi:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Merasa lelah
  • Berkeringat terus menerus

menyebabkan dada sesak

3. Gangguan fungsi jantung

Jantung juga akan bermasalah bila tipes tidak ditangani dengan baik.

Tifus yang tidak segera diobati juga bisa menjadi penyebabnya miokarditis (radang otot jantung), endokarditis (radang dinding jantung), hingga gagal jantung akut.

Ciri khas tipes yang parah ini biasanya akan membuat penderitanya mengalami kondisi seperti:

  • Kesulitan bernapas saat berolahraga dan istirahat
  • Sakit di dada
  • Kelelahan
  • Kepala terasa ringan
  • Demam
  • Sakit otot
  • Nyeri sendi dan bengkak
  • Lebih jarang buang air kecil

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda tidak menunda-nunda ke dokter. Pengobatan tifus cenderung mudah dan tidak rumit, namun hal ini terjadi jika tifus ditemukan sejak dini.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala apa pun, Anda tidak boleh mengabaikan gejala tersebut, meskipun gejala tersebut ringan.

Segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi kesehatan Anda.

Pos Waspadai 3 Ciri Tifus Parah Sehingga Tidak Mengalami Akibat Fatal muncul pertama kali Halo Sehat.

Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Sasarannya?

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) sini.

Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 fase 2 untuk lansia dan pekerja layanan publik pada Rabu (17/2/2021). Imunisasi dimulai dengan menyasar 33 juta jiwa, yakni 16,9 juta untuk petugas layanan publik dan 21,5 juta lansia (berusia 60 tahun ke atas).

Kelompok prioritas vaksinasi COVID-19 fase 2

penerapan vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap pertama dilakukan pada kelompok tenaga kesehatan termasuk tenaga kesehatan lanjut usia. Setelah kurang lebih satu bulan menjalankan program vaksinasi, 1.120.963 petugas kesehatan menerima suntikan pertama dan 537.147 menerima suntikan vaksin kedua pada 16 Februari 2021.

Tidak ada catatan efek samping atau kejadian setelah imunisasi (KIPI) artinya dalam proses vaksinasi tahap pertama, pemerintah pasti akan segera melanjutkan proses vaksinasi tahap kedua. Pada tahap kedua ini, pemerintah memprioritaskan pekerja layanan publik dan kelompok lanjut usia berusia 60 tahun ke atas.

“Kelompok prioritas pada fase 2 adalah kelompok yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi sehingga sangat rentan terhadap COVID-19,” ujarnya. Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu, dalam jumpa pers, Senin (15/2/2021).

Sedangkan kelompok lanjut usia termasuk kelompok rentan COVID-19 dengan gejala parah. Oleh karena itu mereka termasuk dalam kelompok prioritas guna menekan angka kematian dan kesakitan akibat COVID-19. Dengan begitu diharapkan dapat mengurangi beban rumah sakit.

Berikut ini adalah kelompok prioritas vaksinasi COVID-19 tahap 2:

  • Kelompok Lansia (Lansia)
  • Pedagang pasar
  • Guru
  • Pemimpin agama
  • Penyuluhan agama
  • Perwakilan masyarakat (termasuk PNS dan pejabat pemerintah)
  • Petugas keamanan (termasuk TNI / Polri)
  • Pekerja pariwisata
  • BUMN, BUMD, BPBD, pegawai BPJS, kepala perangkat desa.
  • Pekerja transportasi (termasuk staf stasiun, petugas bandara, petugas pelabuhan, dan juga transportasi online)
  • Atlet
  • Jurnalis dan pekerja media

Pada fase 2 vaksinasi COVID-19 ini, 70% dari total target vaksinasi akan difokuskan untuk diberikan di 7 provinsi di Jawa dan Bali. Sedangkan 30% sisanya akan disalurkan ke daerah lain. Pasalnya, selain jumlah kasus yang tinggi, tujuh provinsi di Jawa dan Bali ini juga merupakan daerah padat penduduk sehingga angka penularannya tinggi.

Misalnya, vaksinasi tahap pertama dilakukan terhadap 55 ribu pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2/2021), dan akan berlangsung selama 6 hari.

Bagaimana cara mendaftar

Vaksin covid-19

Pendaftaran peserta vaksinasi akan dilakukan secara kolektif oleh masing-masing institusi melalui aplikasi Primary Care (Pcare) atau buka bit.ly/vaksincovidri untuk info selengkapnya.

Sedangkan lansia yang termasuk dalam vaksinasi COVID-19 tahap 2 akan dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pendataan juga akan didukung oleh pencatatan yang ada di BPJS Kesehatan.

Tempat vaksinasi akan dilakukan di fasilitas kesehatan (lebih dari 13.600 fasilitas kesehatan), instansi terkait, dan lokasi vaksinasi massal, misalnya di pasar pedagang pasar.

“Meski imunisasi dilakukan di banyak tempat, namun pemerintah memastikan vaksinasi dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, ”kata Maxi.

(function () {
window.mc4wp = window.mc4wp || {
pendengar: [],
formulir: {
on: function (evt, cb) {
window.mc4wp.listeners.push (
{
acara: evt,
panggilan balik: cb
}
);
}
}
}
}) ();

#mc_embed_signup> div {
lebar maksimal: 350 piksel; latar belakang: # c9e5ff; radius batas: 6 piksel; bantalan: 13px;
}
#mc_embed_signup> div> p {
tinggi garis: 1,17; ukuran font: 24px; warna: # 284a75; font-weight: bold; margin: 0 0 10px 0; spasi huruf: -1.3px;
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (1n) {
lebar maksimal: 280 piksel; warna: # 284a75; ukuran font: 12px; tinggi garis: 1.67;
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (2n) {
margin: 10px 0px; tampilan: fleksibel; margin-bottom: 5px
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (3n) {
ukuran font: 8px; tinggi garis: 1,65; margin-top: 10px;
}
#mc_embed_signup> masukan div[type=”email”] {
ukuran font: 13px; lebar maksimal: 240 piksel; melenturkan: 1; bantalan: 0 12px; min-height: 36px; batas: tidak ada; box-shadow: tidak ada; batas: tidak ada; garis besar: tidak ada; radius batas: 0; min-height: 36px; batas: 1px solid #fff; border-right: tidak ada; radius batas kanan atas: 0; radius batas kanan bawah: 0; radius batas kiri atas: 8px; radius batas kiri bawah: 8px;
}
#mc_embed_signup> masukan div[type=”submit”] {
ukuran font: 11px; spasi huruf: normal; padding: 12px 20px; font-weight: 600; penampilan: tidak ada; garis besar: tidak ada; warna-latar belakang: # 284a75; warna putih; box-shadow: tidak ada; batas: tidak ada; garis besar: tidak ada; radius batas: 0; min-height: 36px; radius batas kanan atas: 8px; radius batas kanan bawah: 8px;
}
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_title,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_description,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_tnc {
tampilan: tidak ada;
}
.category-template-category – covid-19-php .mc4wp-response {
ukuran font: 15px;
tinggi baris: 26px;
spasi-huruf: -.07px;
warna: # 284a75;
}
.category-template-category – covid-19-php .myth-busted .mc4wp-response,
.category-template-category – covid-19-php .myth-busted #mc_embed_signup> div {
margin: 0 30px;
}
.category-template-category – covid-19-php .mc4wp-form {
margin-bottom: 20px;
}
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> div> .field-submit,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> div {
max-width: tidak disetel;
padding: 0px;
}

.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> masukan div[type=”email”] {
-ms-flex-positif: 1;
flex-grow: 1;
radius batas kiri atas: 8px;
radius batas kiri bawah: 8px;
radius batas kanan atas: 0;
radius batas kanan bawah: 0;
padding: 6px 23px 8px;
batas: tidak ada;
lebar maksimal: 500 piksel;
}

.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> masukan div[type=”submit”] {
batas: tidak ada;
radius batas: 0;
radius batas kanan atas: 0px;
radius batas kanan bawah: 0px;
latar belakang: # 284a75;
box-shadow: tidak ada;
warna: #fff;
radius batas kanan atas: 8px;
radius batas kanan bawah: 8px;
ukuran font: 15px;
font-weight: 700;
text-shadow: tidak ada;
padding: 5px 30px;
}

form.mc4wp-form label {
tampilan: tidak ada;
}

Pos Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Sasarannya? muncul pertama kali Halo Sehat.

Untuk Para Suami, Inilah 10 Trik Manjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Semua orang pasti ingin memuaskan pasangannya di ranjang. Namun, membuat wanita merasa heboh dan puas saat berhubungan seks bukanlah hal yang mudah. Pasangan Anda mungkin tidak percaya diri ketika mereka dekat dengan Anda. Namun, jangan memaksakan kehendak Anda pada pasangan Anda. Maka, Anda harus mempelajari berbagai cara merangsang istri yang efektif namun bebas dari unsur paksaan. Simak triknya berikut ini!

Penyebab istri kurang bergairah?

Sebelum menggunakan berbagai bentuk untuk membangkitkan gairah seks dengan istri anda, anda perlu mencari tahu dulu kenapa pasangan anda kurang bergairah. Apalagi jika dia cukup bergairah, tapi kemudian keinginannya tiba-tiba menghilang.

Bisa jadi dia sedang stres, masuk mati haid, mengonsumsi obat resep, atau memiliki masalah kesehatan tertentu. Sebaiknya Anda segera memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter untuk mengatasi akar masalahnya.

Bisa juga istri kurang semangat karena merasa tidak aman dan percaya diri saat melakukan aktivitas seksual. Alasannya termasuk kurangnya pendidikan seks, kecemasan yang berlebihan, dan pengalaman buruk dengan seks.

Cara terbaik untuk mengetahui penyebab rendahnya gairah seksual istri Anda adalah dengan berdiskusi dan bertanya secara langsung. Temukan momen yang tepat dan gunakan nada lembut. Hindari kata-kata yang menyinggung, menyakiti, melecehkan, atau menuduh istri Anda. Itu hanya akan membuat dia kehilangan kepercayaan padamu.

pertanyaan tentang seks

Bagaimana merangsang istri untuk lebih menyayangi

Jangan pernah memaksa istri Anda untuk berhubungan seks. Memaksakannya justru membuat kehidupan seks Anda dan istri Anda tidak memuaskan. Lebih baik pertimbangkan sepuluh cara merangsang istri Anda yang bisa membuatnya lebih nyaman di bawah ini.

1. Bangun hubungan yang intim

Agar seorang wanita bisa bergairah, dia harus benar-benar percaya dan mau terbuka kepada Anda. Karena itu, utamakan kebahagiaan dan keintiman emosional di rumah Anda. Selesaikan dulu masalah atau pertengkaran yang sedang dihadapi, barulah istri Anda bisa merasakan nikmatnya seks.

2. Jangan terburu-buru

Istrimu membutuhkan pemanasan (pemanasan) cukup untuk terangsang. Habiskan lebih banyak waktu untuk menjelajahi setiap inci tubuhnya. Anda juga bisa mulai dengan seks oral, hastakarya (Menggosok alat kelamin), atau stimulasi vagina dengan tangan. Jangan langsung penetrasi ya.

3. Berikan pujian

Bangun kepercayaan diri pasangan Anda dengan memberikan pujian khusus. Saat Anda mencium leher pasangan, bisikkan kata-kata mesra seperti, “Aku suka aromamu.” Sebisa mungkin puji pasangan soal hal-hal yang paling dia khawatirkanMisalnya, bentuk tubuh.

4. Temukan hot spot

Setiap wanita berbeda, jadi Anda harus mencari tahu di mana saja untuk diri Anda sendiri hot spot pasangan. Mulai dari area yang cukup umum seperti payudara, klitoris, dan vagina hingga bagian tubuh lain seperti leher, perut, bokong, kaki, telinga, dan paha bagian dalam.

5. Tanyakan selera istri Anda

Selain mencari hot spot, Anda juga harus tahu selera istri Anda di ranjang. Siapa tahu selama ini dia belum cukup terangsang karena sebenarnya dia tidak suka seks yang terlalu agresif. Tanyakan secara langsung jenis kelamin apa yang diinginkan istri Anda dan apakah dia memiliki fantasi seksual tertentu yang ingin dia wujudkan.

6. Berikan ciuman cinta

Saat berhubungan seks, Anda mungkin begitu terjebak dalam suasana sehingga Anda lupa untuk melakukan ciuman romantis. Padahal, wanita sangat menikmati ciuman pasangannya di tengah hubungan seks. Ini akan membuatnya merasa dicintai dan dihargai. Jadi jangan lupa cium bibir, hidung, atau dahi pasangan saat berhubungan intim.

7. Jangan lupa flirt

Salah satu cara untuk merangsang istri yang sering dilupakan adalah dengan menggodanya. Misalnya, saat Anda hampir melakukan penetrasi, tarik penis keluar lagi dan ulangi gerakan ini. Istri yang menantikan momen ini semakin panas dan semakin tergoda.

8. Jangan hanya menggunakan tangan Anda

Menurut sebuah penelitian di Journal of Sex Research, wanita lebih cepat terangsang mencapai orgasme ketika Anda merangsangnya dengan berbagai cara. Jadi, jangan hanya menggunakan tangan Anda. Gunakan juga mulut atau penis untuk memanjakan berbagai area sensitif di tubuh istri.

9. Pijat dengan lembut sebelum berhubungan seks

Jika istri selalu merasa gugup sebelum berhubungan seks, Bantu dia rileks dengan memberinya pijatan lembut. Oleskan minyak pijat aromaterapi dan pijat lembut bagian tubuh pasangan Anda seperti bahu dan punggung. Hanya dengan begitu tangan Anda dapat perlahan-lahan bergerak ke bagian tubuh yang sensual seperti paha, perut, dan dada.

10. Pilih posisi seks dengan bijak

Posisi seks tertentu lebih menguntungkan bagi salah satu pihak. Jadi cara merangsang istri yang bijak adalah dengan memilih posisi seks yang paling bisa membuat dia klimaks. Posisinya seperti wanita di atas dan gaya doggy patut dicoba karena bisa memberikan kepuasan seksual yang lebih besar bagi wanita.

Pos Untuk Para Suami, Inilah 10 Trik Manjakan Istri Anda Agar Lebih Bergairah muncul pertama kali Halo Sehat.

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) sini.

Berita tentang Rencana vaksinasi COVID-19 di awal tahun 2021 sudah ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa keberadaan vaksin COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan memungkinkan masyarakat untuk kembali ke kehidupan normal seperti sebelum pandemi. Masyarakat tetap harus menerapkan 3M secara ketat meski sudah mendapat vaksinasi COVID-19.

Mengapa demikian? Simak ulasannya berikut ini.

Masyarakat tetap harus menerapkan 3M meski vaksinasi COVID-19 sudah berjalan

Program vaksinasi Covid-19 Indonesia, masih harus menerapkan 3M

Pemerintah telah mengumumkan akan memvaksinasi COVID-19 67% dari 160 juta penduduk berusia 18-59 tahun atau sekitar 107.206.544 orang.

Setelah pengumuman ini beredar, banyak yang menunggu kemunculan vaksin COVID-19 dengan harapan bisa segera menjalani hidup normal seperti sebelum pandemi. Berpikir bahwa vaksinasi akan membuatnya kebal terhadap COVID-19.

Namun kenyataannya tak seperti yang dibayangkan, vaksin belum tentu menyelesaikan penularan wabah COVID-19.

“Masyarakat Indonesia tetap harus melakukan 3M, bahkan setelah vaksinasi COVID-19 dimulai,” kata ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo, Senin (15/12).

Setelah program vaksinasi COVID-19 berjalan, masyarakat tetap harus memakai topeng, jaga jarak, dan cuci tangan (3M) di masa depan. Pemerintah juga harus lebih agresif dalam menerapkan 3T, yaitu pengujian, penelusuran, dan pengobatan.

Ahmad menjelaskan dasar penanggulangan penyakit pandemi adalah 3 M dan 3 T.

“Ibarat ban bocor tentunya kita harus mengontrol kebocoran besar dulu. Begitu juga pada transmisi COVID-19, 3M dan 3T berperan menutup lubang besar. Lubang kecil yang tersisa baru saja ditutup dengan vaksin,” kata Ahmad. .

Persyaratan vaksin untuk mengendalikan pandemi

Setelah vaksinasi Covid-19 berjalan masyarakat masih harus menerapkan 3M

Ahli Epidemiologi Universitas Padjadjaran, dr. Panji Hadisoemarto mengatakan, vaksin bisa mengendalikan masalah pandemi jika setidaknya dua hal terpenuhi.

Pertama, vaksin tersebut efektif dalam membuat seseorang yang telah divaksinasi kebal terhadap infeksi. Kedua, vaksinasi harus diberikan kepada anggota populasi dalam jumlah yang cukup.

“Cakupan vaksinasi (dalam rencana pemerintah) tidak mungkin mencapai apa yang perlu ditetapkan kekebalan kawananSetidaknya dalam 1 tahun ke depan, ”kata Panji dalam diskusi online dengan Fakultas Kedokteran Unpad, Sabtu (12/120).

Selain itu, tidak ada satupun kandidat vaksin COVID-19 yang telah memasuki fase akhir uji klinis fase 3 ini yang dirancang untuk membuktikan keefektifannya dalam mencegah penularan. Vaksin ini ditujukan untuk mengurangi beban gejala berat dan kematian akibat COVID-19.

Jadi masih besar kemungkinan vaksin COVID-19 tidak akan mencegah seseorang tertular COVID-19.

Jadi setelah vaksinasi, apakah Anda masih bisa tertular COVID-19?

Program vaksinasi COVID-19 pemerintah Indonesia tidak mencegah penularan COVID-19 sehingga masyarakat tetap harus menerapkan 3M

Dalam uji klinis fase 3, Kandidat vaksin COVID-19 itu tidak dirancang untuk mencegah penularan tetapi untuk mencegah seseorang menyebabkan gejala.

Jadi setelah menyuntikkan vaksin ke ribuan relawan, peneliti akan menunggu dan mengamati hingga relawan mengalami gejala COVID-19. Relawan yang bergejala ini diuji untuk melihat apakah mereka terinfeksi COVID-19 atau tidak.

Setelah sebanyak 150 relawan vaksinasi dinyatakan positif COVID-19 dengan gejala, peneliti akan melihat beberapa dari mereka yang menerima vaksin asli dan berapa banyak yang menerima plasebo. Perbedaan dari angka tersebut akan dilaporkan sebagai keefektifan vaksin dalam mencegah seseorang terkena COVID-19.

Jadi vaksin COVID-19 belum bisa dikatakan mampu mencegah penularan COVID-19. Karena tidak dihitung berapa terinfeksi COVID-19 tanpa gejala (OTG).

Mengapa tidak dilakukan uji klinis agar vaksin COVID-19 terbukti dapat mencegah penularan?

Uji klinis yang dirancang untuk membuktikan bahwa vaksin mampu mencegah penularan harus dilakukan pada relawan yang lebih besar untuk waktu yang relatif lebih lama.

Selain itu, setelah disuntik vaksin, semua relawan uji coba harus melakukan usapan PCR setiap dua minggu selama satu tahun. Kemudian peneliti akan menghitung semua kasus positif, baik yang bergejala maupun yang tidak bergejala.

“Pembuktian ini membutuhkan banyak waktu dan biaya,” kata Ahmad.

“Karena keterbatasan ini, akhirnya kami tidak punya bukti apakah vaksin COVID-19 yang ada mampu mencegah penularan,” jelasnya.

Dampak vaksinasi COVID-19 terhadap penduduk di Indonesia adalah menurunkan angka kematian dan pasien dengan gejala COVID-19 yang parah. Padahal target utama yang divaksinasi bukanlah kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang parah. Yang termasuk dalam kategori kelompok prioritas dalam program vaksinasi antara lain petugas kesehatan, pejabat hukum, tokoh agama, dan pejabat pemerintah pusat hingga daerah.

Kesimpulannya, efek perlindungan langsungnya masih terlalu kecil, sehingga program vaksinasi COVID-19 di Indonesia belum bisa mengembalikan kita ke kehidupan normal seperti sebelum pandemi, ”kata Panji.

(function () {
window.mc4wp = window.mc4wp || {
pendengar: [],
formulir: {
on: function (evt, cb) {
window.mc4wp.listeners.push (
{
acara: evt,
panggilan balik: cb
}
);
}
}
}
}) ();

#mc_embed_signup> div {
lebar maksimal: 350 piksel; latar belakang: # c9e5ff; radius batas: 6 piksel; bantalan: 13px;
}
#mc_embed_signup> div> p {
tinggi garis: 1,17; ukuran font: 24px; warna: # 284a75; font-weight: bold; margin: 0 0 10px 0; spasi huruf: -1.3px;
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (1n) {
lebar maksimal: 280 piksel; warna: # 284a75; ukuran font: 12px; tinggi garis: 1.67;
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (2n) {
margin: 10px 0px; tampilan: fleksibel; margin-bottom: 5px
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (3n) {
ukuran font: 8px; tinggi garis: 1,65; margin-top: 10px;
}
#mc_embed_signup> masukan div[type=”email”] {
ukuran font: 13px; lebar maksimal: 240 piksel; melenturkan: 1; bantalan: 0 12px; min-height: 36px; batas: tidak ada; box-shadow: tidak ada; batas: tidak ada; garis besar: tidak ada; radius batas: 0; min-height: 36px; batas: 1px solid #fff; border-right: tidak ada; radius batas kanan atas: 0; radius batas kanan bawah: 0; radius batas kiri atas: 8px; radius batas kiri bawah: 8px;
}
#mc_embed_signup> masukan div[type=”submit”] {
ukuran font: 11px; spasi huruf: normal; padding: 12px 20px; font-weight: 600; penampilan: tidak ada; garis besar: tidak ada; warna-latar belakang: # 284a75; warna putih; box-shadow: tidak ada; batas: tidak ada; garis besar: tidak ada; radius batas: 0; min-height: 36px; radius batas kanan atas: 8px; radius batas kanan bawah: 8px;
}
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_title,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_description,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_tnc {
tampilan: tidak ada;
}
.category-template-category – covid-19-php .mc4wp-response {
ukuran font: 15px;
tinggi baris: 26px;
spasi-huruf: -.07px;
warna: # 284a75;
}
.category-template-category – covid-19-php .myth-busted .mc4wp-response,
.category-template-category – covid-19-php .myth-busted #mc_embed_signup> div {
margin: 0 30px;
}
.category-template-category – covid-19-php .mc4wp-form {
margin-bottom: 20px;
}
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> div> .field-submit,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> div {
max-width: tidak disetel;
padding: 0px;
}

.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> masukan div[type=”email”] {
-ms-flex-positif: 1;
flex-grow: 1;
radius batas kiri atas: 8px;
radius batas kiri bawah: 8px;
radius batas kanan atas: 0;
radius batas kanan bawah: 0;
padding: 6px 23px 8px;
batas: tidak ada;
lebar maksimal: 500 piksel;
}

.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> masukan div[type=”submit”] {
batas: tidak ada;
radius batas: 0;
radius batas kanan atas: 0px;
radius batas kanan bawah: 0px;
latar belakang: # 284a75;
box-shadow: tidak ada;
warna: #fff;
radius batas kanan atas: 8px;
radius batas kanan bawah: 8px;
ukuran font: 15px;
font-weight: 700;
text-shadow: tidak ada;
padding: 5px 30px;
}

form.mc4wp-form label {
tampilan: tidak ada;
}

Pos Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M muncul pertama kali Halo Sehat.

Untuk Para Suami, Inilah 10 Trik Manjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Semua orang pasti ingin memuaskan pasangannya di ranjang. Namun, membuat wanita merasa senang dan puas saat berhubungan seks bukanlah hal yang mudah. Pasangan Anda mungkin tidak percaya diri ketika mereka dekat dengan Anda. Namun, jangan memaksakan kehendak Anda pada pasangan Anda. Maka, Anda harus mempelajari berbagai cara merangsang istri yang efektif namun bebas dari unsur paksaan. Simak triknya berikut ini!

Penyebab istri kurang bergairah?

Sebelum menggunakan berbagai bentuk untuk membangkitkan gairah seks dengan istri anda, anda perlu mencari tahu dulu kenapa pasangan anda kurang bergairah. Apalagi jika dia cukup bergairah, tapi kemudian keinginannya tiba-tiba menghilang.

Bisa jadi dia sedang stres, masuk mati haid, mengonsumsi obat resep, atau memiliki masalah kesehatan tertentu. Sebaiknya Anda segera memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter untuk mengatasi akar masalahnya.

Bisa juga istri kurang semangat karena merasa tidak aman dan percaya diri saat melakukan aktivitas seksual. Alasannya termasuk kurangnya pendidikan seks, kecemasan yang berlebihan, dan pengalaman buruk dengan seks.

Cara terbaik untuk mengetahui penyebab rendahnya gairah seksual istri Anda adalah dengan berdiskusi dan bertanya secara langsung. Temukan momen yang tepat dan gunakan nada lembut. Hindari kata-kata yang menyinggung, menyakiti, melecehkan, atau menuduh istri Anda. Itu hanya akan membuat dia kehilangan kepercayaan padamu.

pertanyaan tentang seks

Bagaimana merangsang istri agar lebih mesra

Jangan pernah memaksa istri Anda untuk berhubungan seks. Memaksakannya justru membuat kehidupan seks Anda dan istri Anda tidak memuaskan. Lebih baik pertimbangkan sepuluh cara merangsang istri Anda yang bisa membuatnya lebih nyaman di bawah ini.

1. Bangun hubungan yang intim

Agar seorang wanita bisa bergairah, dia harus benar-benar percaya dan mau terbuka kepada Anda. Karena itu, utamakan kebahagiaan dan keintiman emosional di rumah Anda. Selesaikan dulu masalah atau pertengkaran yang sedang dihadapi, barulah istri Anda bisa merasakan nikmatnya seks.

2. Jangan terburu-buru

Istrimu membutuhkan pemanasan (pemanasan) cukup untuk terangsang. Habiskan lebih banyak waktu untuk menjelajahi setiap inci tubuhnya. Anda juga bisa mulai dengan seks oral, hastakarya (Menggosok alat kelamin), atau stimulasi vagina dengan tangan. Jangan langsung penetrasi ya.

3. Berikan pujian

Bangun kepercayaan diri pasangan Anda dengan memberikan pujian khusus. Saat Anda mencium leher pasangan, bisikkan kata-kata mesra seperti, “Aku suka aromamu.” Sebisa mungkin puji pasangan soal hal-hal yang paling dia khawatirkanMisalnya, bentuk tubuh.

4. Temukan hot spot

Setiap wanita berbeda, jadi Anda harus mencari tahu di mana saja untuk diri sendiri hot spot pasangan. Mulai dari area yang cukup umum seperti payudara, klitoris, dan vagina hingga bagian tubuh lain seperti leher, perut, bokong, kaki, telinga, dan paha bagian dalam.

5. Tanyakan selera istri Anda

Selain mencari hot spot, Anda juga harus tahu selera istri Anda di ranjang. Siapa tahu selama ini dia belum cukup terangsang karena sebenarnya dia tidak suka seks yang terlalu agresif. Tanyakan secara langsung jenis kelamin apa yang diinginkan istri Anda dan apakah dia memiliki fantasi seksual tertentu yang ingin dia wujudkan.

6. Berikan ciuman cinta

Saat berhubungan seks, Anda mungkin begitu terjebak dalam suasana sehingga Anda lupa untuk melakukan ciuman romantis. Padahal, wanita sangat menikmati ciuman pasangannya di tengah hubungan seks. Ini akan membuatnya merasa dicintai dan dihargai. Jadi jangan lupa cium bibir, hidung, atau dahi pasangan saat berhubungan intim.

7. Jangan lupa flirt

Salah satu cara untuk merangsang istri yang sering dilupakan adalah dengan menggodanya. Misalnya, saat Anda hampir melakukan penetrasi, tarik penis keluar lagi dan ulangi gerakan ini. Istri yang menantikan momen ini semakin panas dan semakin tergoda.

8. Jangan hanya menggunakan tangan Anda

Menurut sebuah penelitian di Journal of Sex Research, wanita lebih cepat terangsang mencapai orgasme ketika Anda merangsangnya dengan berbagai cara. Jadi, jangan hanya menggunakan tangan Anda. Gunakan juga mulut atau penis untuk memanjakan berbagai area sensitif di tubuh istri.

9. Pijat dengan lembut sebelum berhubungan seks

Jika istri selalu merasa gugup sebelum berhubungan seks, Bantu dia rileks dengan memberinya pijatan lembut. Oleskan minyak pijat aromaterapi dan pijat lembut bagian tubuh pasangan Anda seperti bahu dan punggung. Hanya dengan begitu tangan Anda dapat perlahan bergerak ke bagian tubuh yang sensual seperti paha, perut, dan dada.

10. Pilih posisi seks dengan bijak

Posisi seks tertentu lebih menguntungkan bagi salah satu pihak. Jadi cara merangsang istri yang bijak adalah dengan memilih posisi seks yang paling bisa membuat dia klimaks. Posisinya seperti wanita di atas dan gaya doggy patut dicoba karena bisa memberikan kepuasan seksual yang lebih besar bagi wanita.

Pos Untuk Para Suami, Inilah 10 Trik Manjakan Istri Agar Lebih Bergairah muncul pertama kali Halo Sehat.

Vaksin HPV: Ketahui Manfaat, Efek Samping, dan Jadwal Pemberian

Memberi imunisasi pada anak-anak sangat penting untuk mencegah penularan penyakit, salah satunya kanker serviks. Penyebab penyakit ini adalah human papillomavirus (HPV) dan dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Demikian penjelasan tentang vaksin HPV pada anak mulai dari jadwal imunisasi, manfaat, dan efek samping.

Apakah vaksin HPV itu?

Vaksin HPV

Vaksin HPV merupakan salah satu jenis vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh human papillomavirus.

Pada wanita, virus ini dapat menyebabkan kanker serviks, kanker vagina, kanker vulva, kutil kelamin, dan anus. Sedangkan pada pria, Virus HPV dapat menyebabkan penyakit kutil kelamin, kanker dubur serta kanker penasayas.

Namun, imunisasi HPV tidak dapat mencegah jenis penyakit menular seksual lain yang disebabkan oleh bakteri (klamidia, gonorea, dan sipilis), parasit (trikomoniasis), dan virus lainnya (hepatitis B, herpes genital, HIV, zika).

Imunisasi HPV hanya berfungsi untuk mencegah infeksi HPV, yang bisa berupa kanker serviks atau kutil kelamin. Untuk mencegah risiko berbagai penyakit kelamin dari penyebab lain, masih diperlukan cara lain.

Beberapa jenis HPV juga dikaitkan dengan kanker mulut dan tenggorokan. Jadi imunisasi HPV juga dapat melindungi Anda dari kanker mulut dan tenggorokan.

Virus ini dapat menyerang sel epitel di kulit dan selaput lendir yang salah satunya terletak di area genital.

Sel-sel yang diserang akan menjadi rusak dan mulai tumbuh tidak normal. Akibatnya, perkembangan virus HPV berisiko menyebabkan kanker.

Bagaimana cara kerja vaksin HPV?

imunisasi anak

Mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada 2 jenis vaksin kanker serviks di Indonesia untuk membantu pencegahan kanker serviks. Yang pertama adalah bivalen, dan yang kedua adalah tetravalen.

Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV yaitu tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Sedangkan tipe tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV yaitu 6, 11, 16, dan 18.

Keempat jenis virus dalam vaksin HPV berguna untuk mencegah kanker serviks atau serviks, serta kutil kelamin atau kutil kelamin.

Vaksin HPV perlu diberikan 3 kali selama 6 bulan. Vaksin HPV kedua diberikan 1-2 bulan setelah vaksin HPV pertama. Vaksin HPV ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama.

Misalnya, jika Anda mendapat vaksin HPV pertama pada 1 Juni, maka jadwal vaksin HPV kedua minimal 1 Juli atau 1 Agustus. Sedangkan jadwal vaksin HPV ketiga setidaknya pada 1 Desember.

Untuk harga, imunisasi HPV tidak mendapat subsidi dari pemerintah sehingga cukup tinggi. Harga vaksin ini berkisar Rp. 760 ribu sampai dengan Rp. 920 ribu.

Siapa yang butuh vaksin HPV?

imunisasi anak

Di Indonesia pemberian kanker serviks umumnya dianjurkan untuk anak perempuan, minimal dimulai dari usia 10 tahun ke atas. Meski demikian, Kementerian Kesehatan RI berharap vaksin HPV bisa merambah ke anak laki-laki nantinya.

Pasalnya, pemberian vaksinasi kepada pria dapat membantu melindungi dan mengurangi penularan virus HPV penyebab kanker serviks ke pasangan seksual di kemudian hari.

Sangat ideal bagi anak perempuan dan laki-laki untuk menerima vaksin untuk mencegah penyebaran virus dan penyakit sebelum mereka melakukan hubungan seksual dan terpapar HPV.

Ini karena sekali terinfeksi, vaksin untuk pencegahan kanker serviks tidak akan bekerja secara efektif, bahkan mungkin tidak berfungsi sama sekali.

Jadwal pemberian vaksin HPV

Berdasarkan CDC, pemberian vaksin HPV sebagai salah satu upaya pencegahan kanker serviks diberikan rutinitas untuk anak perempuan dan laki-laki 11 atau 12 tahun. Namun, beberapa organisasi merekomendasikan untuk memulai vaksin sejak usia 9 atau 10 tahun.

Respon imun akan lebih kuat jika vaksin diberikan pada usia muda dibandingkan pada usia yang lebih tua. Tingkat efektivitas vaksin ini akan semakin tinggi.

Vaksinasi yang diberikan kepada anak perempuan pada usia 9-13 tahun dinilai paling efektif meskipun belum pernah melakukan hubungan seksual.

Rentang usia ini dianggap efektif karena pada masa inilah tubuh memberikan perlindungan respon imun yang lebih baik dibandingkan dengan usia di atas.

Secara khusus, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jadwal imunisasi HPV sebaiknya dilakukan pada rentang usia 10-18 tahun.

Jumlah imunisasi HPV bisa diberikan sebanyak 2-3 kali. Dosis vaksin yang kedua dapat diberikan satu atau dua bulan setelah pemberian vaksin pertama, tergantung dari jenis vaksin yang diberikan, apakah bivalen atau tetravalen.

Untuk imunisasi bivalen HPV diberikan sebanyak tiga kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan, Vaksin HPV tetravalent dengan jadwal 0,2,6 bulan.

Jika diberikan kepada remaja usia 10-13 tahun, 2 dosis sudah cukup dengan interval 6-12 bulan karena respon antibodi setara dengan 3 dosis.

Jadwal vaksin terakhir adalah sekitar 6 bulan setelah injeksi pertama. Secara umum pemberian imunisasi HPV dilakukan di:

  • Dosis pertama: Saat ini
  • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis pertama

Jika Anda melewatkan jadwal vaksinasi, Anda tidak perlu memulai dari awal. Itu cukup untuk melengkapi dosis vaksin yang sebelumnya terlewat untuk kanker serviks.

Siapa yang tidak boleh menerima imunisasi HPV?

Efek samping imunisasi HPV

Imunisasi HPV tidak dianjurkan bagi wanita hamil atau orang yang sakit parah. Luncurkan dari CDC, wanita hamil hanya diperbolehkan mendapatkan vaksin ini setelah melahirkan.

Jika Anda hamil setelah menerima suntikan pertama vaksin HPV, Anda disarankan untuk menunda suntikan berikutnya sampai melahirkan.

Meski umumnya seorang ibu yang tidak mengetahui bahwa dirinya hamil saat vaksinasi tidak perlu khawatir, usahakan tetap berkonsultasi ke dokter.

Informasikan semua jenis alergi yang Anda miliki sebelum vaksin dilakukan. Jika Anda juga punya reaksi alergi terhadap bahan atau komponen vaksin sebelumnya atau dosis vaksin, Anda seharusnya tidak diizinkan untuk mendapatkan vaksin ini.

Apa saja efek samping imunisasi HPV?

Imunisasi HPV melindungi anak-anak

Efek samping imunisasi HPV biasanya ringan. Bahkan ada yang bahkan tidak merasakan efek samping apapun setelah mendapatkannya.

Efek samping imunisasi Yang paling umum setelah injeksi adalah nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan. Pusing atau pingsan juga dapat terjadi setelah vaksinasi.

Efek samping yang sangat umum

Lebih dari satu per seratus wanita yang mendapatkan pengalaman imunisasi HPV:

  • Demam
  • Mual (tidak enak badan)
  • Nyeri di lengan, jari tangan, kaki, dan jari kaki
  • Kemerahan, memar, gatal, bengkak, nyeri, atau selulitis
  • Sakit kepala

Efek samping yang jarang terjadi

Sekitar satu dari sepuluh ribu wanita yang mendapatkan vaksin HPV mengalami ruam merah yang gatal (urtikaria atau gatal-gatal).

Efek samping yang sangat jarang

Kurang dari satu dari sepuluh ribu wanita yang mendapatkan vaksin kanker serviks mengalami masalah dan kesulitan bernapas (bronkospasme).

Dalam kasus yang jarang terjadi, Anda mungkin mengalami reaksi alergi yang serius setelah mendapatkan vaksin. Reaksi ini juga dikenal sebagai syok anafilaksis. Tanda-tanda syok anafilaksis meliputi:

  • Sulit bernafas
  • Mata bengkak, bibir, alat kelamin, tangan, kaki dan area lainnya (angioedema)
  • Gatal
  • Mulut terasa seperti besi
  • Sakit, merah, mata gatal
  • Perubahan detak jantung
  • Hilang kesadaran

Sekali lagi, reaksi parah seperti ini sangat jarang terjadi. Rasionya satu per satu juta orang. Jika Anda mengalami reaksi alergi yang parah, segera hubungi dokter Anda.

Baiknya terus memberikan vaksin pada si kecil karena anak yang tidak diimunisasi atau anak terlambat di imunisasi resiko tertular penyakit lebih besar.

Apakah vaksin HPV mempengaruhi kesuburan wanita?

Penelitian berjudul Pengaruh Vaksinasi Terhadap Human Papillomavirus pada Fekundabilitas menunjukkan bahwa vaksin HPV kemungkinan besar dapat diperbaiki kesuburan pada beberapa wanita.

Penelitian ini menggunakan data dari Studi Kehamilan Online (PRESTO), sebuah kelompok yang menangani kehamilan dari perencana kehamilan di Amerika Utara.

Penelitian dipublikasikan di jurnal Epidemiologi Pediatrik dan Perinatal ini melibatkan 3.483 wanita dan 1.022 pria berusia 21 hingga 45 tahun yang secara aktif berusaha untuk hamil.

Pasangan tersebut diikuti selama 12 bulan atau sampai kehamilan. Pada saat pendaftaran, 33,9 persen perempuan dan 5,2 persen laki-laki telah menerima imunisasi HPV.

Hasil menunjukkan hubungan antara vaksin HPV dan wanita yang memiliki riwayat penyakit kelamin. Seseorang yang memiliki riwayat atau gejala penyakit kelamin sering dikaitkan dengan tingkat kesuburan yang rendah.

Namun, wanita dengan riwayat penyakit kelamin mereka yang divaksinasi akan memiliki kesempatan yang sama untuk hamil dengan wanita yang belum divaksinasi dan tidak memiliki riwayat penyakit kelamin.

Dengan kata lain, vaksin HPV dapat melindungi kesuburan wanita yang memiliki penyakit kelamin.

Peneliti berharap dengan adanya penelitian ini, tidak ada lagi keraguan untuk melakukan imunisasi HPV karena khawatir akan kemandulan.

Sudah punya vaksin HPV, apakah masih perlu tes pap smear?

Infeksi HPV adalah

Vaksin HPV adalah tindakan pencegahan untuk kanker serviks dan tidak dapat menggantikan pengujian PAP smear. Skrining kanker serviks rutin melalui tes pap smear merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan wanita.

Pap smear adalah tes untuk deteksi dini kanker serviks keadaan sel-sel di leher rahim (serviks) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, dokter bisa langsung mendeteksi jika ada perubahan sel yang bisa berkembang menjadi kanker.

Tes pap smear harus dimulai saat seorang wanita berusia 21 tahun atau telah aktif secara seksual. Pemeriksaan ini bisa dilakukan setiap 3 tahun sekali.

Apakah Anda memerlukan vaksin HPV jika Anda menderita kutil kelamin?

Vaksin HPV pada dasarnya dimaksudkan untuk mencegah infeksi. Namun dalam beberapa kasus, vaksin ini sebenarnya dapat berfungsi sebagai pengobatan yang bertujuan untuk membantu membersihkan virus kutil kelamin pada orang yang telah terinfeksi.

Jadi, melakukan vaksinasi walaupun sudah terinfeksi adalah pilihan bijak yang bisa Anda ambil. Pasalnya, ada sekitar 30 hingga 40 jenis virus HPV yang menular secara seksual.

Dengan begitu, melakukan vaksin HPV pasca infeksi juga dapat membantu melindungi Anda dari jenis HPV lain yang mengintai di dalam tubuh.

Dikutip dari dahulu kala Kesehatan Harvard Edu, vaksin HPV dapat memberikan perlindungan yang menjanjikan. Vaksin ini membantu mengurangi luka dan radang kutil kelamin hingga 35 persen.

Selain itu, vaksin tidak hanya mencegah infeksi pada empat jenis HPV yang ditargetkan, tetapi juga mengurangi 38 persen risiko lesi prakanker yang disebabkan oleh 10 jenis lainnya.

Namun, Anda juga perlu menyadari bahwa melakukan vaksinasi setelah Anda terinfeksi tidak berarti sepenuhnya menghilangkan infeksi yang Anda miliki.

Vaksin juga tidak melindungi Anda dari semua jenis HPV. Para ahli juga belum tahu pasti berapa lama vaksin HPV bisa bertahan secara efektif. Namun, vaksin dapat membantu melindungi Anda dalam waktu sekitar lima tahun.

Oleh karena itu, meskipun Anda telah mendapatkan vaksinasi, sebaiknya tetap melakukan tes Pap smear dan pemeriksaan panggul secara teratur.

Pasalnya, orang yang sudah terinfeksi virus HPV seperti kutil kelamin masih berisiko tertular virus HPV jenis lain, termasuk yang menyebabkan kanker serviks.

Pos Vaksin HPV: Ketahui Manfaat, Efek Samping, dan Jadwal Pemberian muncul pertama kali Halo Sehat.

Untuk Para Suami, Inilah 7 Tips Pijat Payudara untuk Bercinta Lebih Panas

Apakah Anda bosan dengan ritual seksual yang sama? Hati-hati, seks yang hambar bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga, lho. Karenanya Anda harus mencoba berbagai trik baru untuk memanjakan pasangan Anda. Salah satunya adalah pijat payudara.

Pijat payudara bisa membuat wanita lebih rileks dan bersemangat. Beberapa wanita bahkan mengaku bisa mencapai orgasme hanya dengan pijatan payudara! Tertarik mencoba teknik pemanasan yang ini? Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Tips aman untuk pijat payudara

Perlu diperhatikan, teknik pijat payudara ini sebaiknya dilakukan dalam suasana rileks dan hangat. Pasalnya, para suami disarankan memberikan pijatan payudara cukup lama, sekitar lima belas menit. Apa yang harus dilakukan? Berikut tujuh tips bagi para suami yang ingin memijat payudara pasangannya.

1. Gunakan minyak pijat aromaterapi

Untuk membuat sentuhan Anda terasa lebih lembut dan sensual, gunakan minyak pijat aromaterapi dengan wangi yang disukai istri Anda. Anda juga bisa memijat dengan minyak zaitun yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di payudara. Dengan sirkulasi darah yang lancar, pasangan Anda akan lebih cepat klimaks.

2. Mulailah perlahan

Ingat, selalu mulai selambat dan selembut mungkin. Pasalnya, payudara wanita merupakan bagian tubuh dengan jaringan yang sangat sensitif. Untuk menghindari mati rasa atau nyeri, sentuh bagian luar kedua sisi payudara pasangan Anda dengan ujung jari atau kuku Anda. Sensasinya akan membuatnya bergidik dan mengharapkan sentuhan yang lebih dalam.

Jika pasangan Anda sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia menikmatinya, pijatlah dengan bantalan jari Anda. Begitu seterusnya hingga telapak tangan Anda menutupi payudara sepenuhnya. Baru kemudian remas kedua sisi payudara dengan lembut.

3. Pijat dari luar ke dalam

Untuk membuat pijatan Anda lebih mengasyikkan, arahkan tangan dan jari Anda dari luar payudara lalu gerakkan ke arah areola dan kemudian puting. Lakukan gerakan memutar di bagian luar payudara dengan jari-jari Anda. Perlahan, gerakan memutar menjadi lebih sempit dan mendekati puting susu.

Saat mencapai puncak, Anda bisa memutar perlahan puting pasangan dengan ibu jari dan telunjuk. Anda harus melakukan pijatan ini secara bergantian, misalnya payudara di kiri dulu lalu ke kanan.

Setelah itu, tekan dengan kedua tangan ke bawah payudara kanan dan kiri pasangkan ke tengah dada. Ulangi teknik ini dari awal beberapa kali.

4. Bergantian dengan ciuman

Sambil memijat dengan tangan, Anda juga bisa mencium atau menyesap payudara pasangan dengan ringan. Jika pasangan Anda lebih menyukai sentuhan tersebut, Anda juga bisa menggodanya dengan sedikit menggigit puting.

5. Tingkatkan kecepatan dan tekanan pijatan

Kejutkan pasangan Anda dengan meningkatkan kecepatan dan tekanan pijatan Anda. Ini akan membuatnya lebih bersemangat dan bersemangat. Anda bisa menyesuaikan sendiri seberapa cepat dan seberapa besar tekanan yang dinikmati istri Anda.

Yang pasti, kita harus melakukannya tanya pasangan Anda secara langsung lakukan pijatanmu terlalu keras. Perhatikan juga reaksi dan bahasa tubuh pasangan Anda, apakah dia sedang menikmatinya atau mati rasa.

6. Pijat dengan lidah

Mainkan lidah Anda untuk memijat puting pasangan. Dengan menggunakan lidah Anda, buat gerakan melingkar lembut di sekitar puting. Anda kemudian dapat meningkatkan kecepatan dan tekanan. Setelah itu, usapkan ujung lidah Anda pada puting susu dengan arah naik turun atau kiri dan kanan.

7. Bisikan kata-kata mesra

Jangan lupa untuk membisikkan kata-kata mesra untuk memuji payudara pasangan. Selain membangkitkan gairah, pujian Anda yang penuh kasih akan membuat pasangan semakin percaya diri dengan bentuk tubuh dan payudaranya.

Pos Untuk Para Suami, Inilah 7 Tips Pijat Payudara untuk Bercinta Lebih Panas muncul pertama kali Halo Sehat.

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Memberi imunisasi pada anak-anak merupakan salah satu cara mencegah penyakit infeksi berbahaya sejak dini. Salah satu jenis vaksin yang wajib dimiliki masyarakat Indonesia adalah vaksin MMR. Imunisasi ini untuk melindungi anak dari penyakit Melang atau campak, Mumps atau gondongan, dan Rubella atau campak Jerman. Jangan remehkan ketiga penyakit tersebut, berikut penjelasan tentang vaksin MMR.

Apa itu vaksin MMR?

campak pada bayi

Vaksin MMR merupakan cara efektif untuk mencegah tiga penyakit sekaligus. MMR merupakan singkatan dari tiga jenis penyakit infeksi yang paling rentan menyerang anak di tahun pertama kehidupannya.

Anak-anak merupakan kelompok usia yang paling rentan terkena infeksi MMR karena sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat orang dewasa. Namun, orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan yang lemah juga cenderung tertular satu atau lebih penyakit ini.

Apalagi jika orang dewasa tidak mendapatkan vaksin MMR saat masih muda. Berikut penjelasan tentang penyakit campak, gondongan, dan rubella.

1. Meal (campak)

Campak atau campak adalah infeksi virus yang sangat menular yang menyerang saluran pernafasan.

Virus penyebab campak dapat dengan sangat mudah menyebar melalui tetesan atau lendir yang keluar dari mulut penderita campak saat batuk atau bersin.

Campak juga mudah ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi atau kebiasaan berbagi barang pribadi, seperti meminjam peralatan atau minum dari gelas yang sama.

Gejala campak yang harus diwaspadai adalah:

  • Ruam merah di kulit
  • Batuk
  • Hidung keluar
  • Demam
  • Bintik putih di mulut (bintik Koplik)

Bisa menyebabkan campak parah pneumonia pada anak-anak (pneumonia), infeksi telinga, dan kerusakan otak. Komplikasi fatal lain dari campak adalah ensefalitis (radang otak), yang dapat menyebabkan kejang pada anak-anak dan membutuhkan imunisasi.

2. Gondongan (mumps)

Gondongan (parotitis) atau di Indonesia sering disebut dengan nama penyakit gondok adalah infeksi virus menular yang menyerang kelenjar ludah. Siapapun bisa tertular penyakit gondongan, namun penyakit ini biasanya menyerang anak usia 2-12 tahun.

Virus penyebab gondongan ditularkan melalui air liur (saliva) yang keluar dengan menghirup udara saat penderita gondongan batuk atau bersin. Selain itu, Si Kecil juga bisa terkena penyakit ini jika bersentuhan langsung dengan atau menggunakan seseorang yang memiliki penyakit gondongan.

Gejala gondongan yang paling jelas terlihat adalah pembengkakan pada kelenjar ludah sehingga daerah pipi dan sekitar leher terlihat bulat, bengkak dan membesar. Berikut gejala penyakit gondongan lainnya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan pada kelenjar ludah
  • Sakit otot
  • Nyeri saat mengunyah atau menelan
  • Nyeri di wajah atau di kedua sisi pipi
  • Sakit tenggorokan

Terkadang, virus gondongan juga dapat menyebabkan peradangan pada testis, ovarium, pankreas, atau meninges (selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang).

Tuli dan meningitis adalah risiko komplikasi lain yang mungkin terjadi akibat gondongan. Kondisi ini membuat setiap orang membutuhkan vaksin MMR sebagai langkah preventif.

3. Rubella (campak Jerman)

Rubella atau yang sering disebut campak jerman merupakan infeksi virus rubella yang menyebabkan munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Virus penyebab campak jerman juga menyebabkan kkelenjar getah bening di leher dan di belakang telinga membengkak.

Tanda dan gejala rubella seringkali sangat ringan sehingga sulit untuk diketahui, terutama pada anak-anak.

Gejala campak jerman pada anak biasanya mulai muncul sekitar 2-3 minggu setelah tubuh mulai terpapar virus. Berikut gejalanya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Mata merah meradang
  • Ruam merah muda halus yang dimulai di wajah dan dengan cepat menyebar ke batang tubuh, lalu ke lengan dan tungkai, sebelum menghilang dalam urutan yang sama.
  • Persendian tubuh terasa sakit, terutama pada wanita.
Setiap orang berisiko terkena rubella. Rubela pada anak-anak dan orang dewasa umumnya cepat sembuh, tidak berbahaya, dan jarang menyebabkan komplikasi yang fatal.
Campak jerman baru sangat berbahaya jika terjadi pada ibu hamil, terutama pada 4 bulan pertama kehamilan. Jika seorang wanita terinfeksi rubella selama awal kehamilan, bayinya berisiko mengalami cacat lahir atau bahkan lahir mati.

Siapa yang perlu mendapatkan vaksin MMR?

vaksin mmr untuk bayi

Setiap orang diwajibkan untuk mendapatkan vaksin campak setidaknya sekali seumur hidup. Perlu dicatat bahwa di Indonesia, vaksin campak dan campak jerman (vaksin MR) sengaja dipisahkan dari vaksin gondongan karena penyakit gondongan lebih jarang ditemukan.

Namun, ini tidak berarti Anda tidak harus mendapatkan ketiganya. Vaksin MMR penting untuk mencegah penyakit campak, gondongan dan rubella yang harus diberikan kepada anak Anda.

Kelompok orang berikut ini perlu mendapatkan vaksin MMR:

Anak kecil dan balita

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Vaksin MMR harus diberikan kepada anak-anak dari usia 9 bulan sampai paling lama 15 tahun.

Imunisasi yang termasuk campak juga akan masuk ke jadwal vaksinasi rutin lanjut. Jadwal imunisasi rutin akan diberikan kepada anak usia 18 bulan dan sederajat SD kelas 1 (usia 6-7 tahun) atau saat anak baru masuk sekolah, gratis.

Selain itu, anak usia 6-11 bulan yang bepergian ke luar negeri harus menerima setidaknya dosis pertama vaksin MMR sebelum keberangkatan. Sebelum usia 12 bulan, anak-anak juga harus sudah menerima vaksin dosis kedua.

Dewasa

Menurut Center for Disease Control and Prevention, (CDC), orang dewasa berusia 18 tahun harus menerima dua dosis imunisasi campak sekaligus kapan saja jika belum pernah mendapatkan vaksin ini sebelumnya.

Orang dewasa baru hanya diharuskan untuk mengikuti imunisasi tindak lanjut dengan 1 dosis hanya jika mereka dapat membuktikan bahwa mereka telah menerima vaksin atau pernah menderita penyakit MMR sebelumnya.

Siapa pun yang berusia 12 bulan atau lebih yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin MMR tetapi dianggap memiliki peluang tinggi untuk mengembangkan gondongan harus mendapatkan vaksin gondongan lain sesegera mungkin.

Dalam semua kasus, dosis harus diberikan minimal 28 hari setelah imunisasi pertama atau kedua diperoleh.

Apa saja kondisi yang membuat anak menunda imunisasi MMR?

bayi tidur setelah imunisasi

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, ada kelompok orang tertentu yang tidak perlu mendapatkan vaksin MMR.

Mereka adalah manusia yang tidak dapat dilindungi oleh vaksin secara langsung, tetapi dapat merasakan perlindungan dari MMR jika orang-orang di sekitarnya telah melengkapi vaksin tersebut.

Ini berarti tidak ada orang lain yang dapat menularkan penyakit MMR kepada mereka. Efek ini disebut kekebalan kawanan. Berikut kriterianya:

  • Orang yang pernah mengalami reaksi alergi parah atau mengancam nyawa terhadap neomisin atau komponen lain dari vaksin.
  • Orang yang pernah mengalami reaksi serius terhadap dosis MMR atau MMRV sebelumnya (campak, gondongan, rubella, dan varicella).
  • Orang yang menderita kanker atau sedang menerima perawatan kanker yang melemahkan sistem kekebalan.
  • Orang yang mengidap HIV / AIDS atau kelainan sistem kekebalan lainnya.
  • Orang yang menerima obat apa pun yang memengaruhi sistem kekebalan, seperti steroid.
  • Orang yang menderita tuberkulosis atau tuberkulosis.

Selain itu, Anda mungkin diperbolehkan untuk menunda pemberian vaksin MMR jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Saat ini mengidap penyakit kronis dari stadium sedang hingga berat.
  • Sedang hamil atau dalam program hamil.
  • Baru saja menjalani transfusi darah atau memiliki kondisi yang membuat Anda mudah berdarah atau memar.
  • Telah menerima vaksin untuk penyakit selain MMR, dalam empat minggu terakhir.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang apakah Anda atau si kecil harus mendapatkan vaksin MMR, bicarakan dengan dokter Anda.

Apa efek samping dari vaksin MMR?

bayi mandi dengan demam setelah imunisasi polio

Vaksin termasuk dalam jenis obat sehingga dapat menimbulkan efek samping. Reaksi biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Tetapi dalam kasus yang sangat jarang, hal itu dapat menyebabkan masalah serius.

Efek samping imunisasi campak ringan, gondongan, dan rubella (MMR) seperti:

  • Nyeri di tempat suntikan
  • Demam ringan
  • Kemerahan di area injeksi

Jika ini terjadi, biasanya dimulai dalam dua minggu setelah pemberian vaksin MMR. Kemungkinan timbulnya efek samping akan berkurang jika ini adalah vaksin kedua untuk si kecil.

Sedangkan efek samping lain yang mungkin timbul namun sangat jarang terjadi antara lain:

  • Kejang (mata lebar dan sentakan) yang terjadi karena demam
  • Ruam di sekujur tubuh
  • Trombosit rendah sementara
  • Tuli
  • Kerusakan otak

Kondisi parah ini hanya terjadi pada 1 dari 1 juta vaksin MMR, sehingga sangat kecil kemungkinannya menyebabkan cedera serius.

Efek samping anak yang tidak diimunisasi lebih berbahaya karena dia tidak memperoleh kekebalan untuk melawan penyakit menular.

Vaksin MMR tidak menyebabkan autisme

Vaksin MR atau MMR sering dikaitkan dengan autisme, tetapi sebenarnya tidak. Berdasarkan informasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Efek samping vaksin MR umumnya hanya reaksi ringan.

Berdasarkan penelitian berjudul Vaksin MMR dan Autisme, kedua hal ini tidak ada hubungannya. Autisme adalah suatu kondisi gangguan perkembangan saraf yang berkaitan dengan genetika sebelum bayi berusia 1 tahun.

Jadi pada umur sebelum 1 tahun adalah saat anak diberikan vaksin MMR. Berdasarkan studi epidemiologi, sejauh ini hubungan keduanya belum ditemukan.

Kapan harus ke dokter

vaksin mmr

Anda perlu membawa anak Anda ke dokter ketika Anda mengalami efek samping yang parah dari vaksin MMR. Apalagi jika ditambah jika anak memiliki tanda-tanda reaksi alergi yang serius dan mengancam nyawa, seperti:

  • Wajah dan tenggorokan bengkak
  • Sulit bernafas
  • Denyut jantung cepat
  • Kelelahan
  • Gatal

Tanda-tanda di atas biasanya akan dimulai beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksin diberikan. Saat membawa anak Anda ke dokter, beri tahu staf medis bahwa ini adalah pertama kalinya anak Anda menerima vaksin MMR. Ini akan membantu dokter mengidentifikasi kondisi anak.

Pos Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping muncul pertama kali Halo Sehat.

Scroll to top