Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Uncategorized

Benarkah duduk terlalu lama bisa menyebabkan wasir?

Wasir atau wasir sebenarnya bukan penyakit serius. Namun, kebanyakan orang malu untuk memeriksakan diri jika mengalami wasir, sehingga lama kelamaan wasir bisa bertambah parah. Selain itu wasir juga menimbulkan rasa tidak nyaman, orang yang mengalami wasir biasanya tidak suka duduk terlalu lama. Bahkan ada yang mengatakan bahwa duduk terlalu lama menyebabkan wasir. Apakah ini benar?

Apa yang bisa menjadi penyebab wasir?

Tumpukan adalah pembesaran atau peradangan pada pembuluh darah vena di sekitar bagian luar anus atau rektum. Banyak hal yang bisa menyebabkan wasir. Namun pada umumnya wasir disebabkan karena sulitnya buang air besar.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya wasir adalah:

  • Sembelit atau diare kronis. Masalah usus ini membuat Anda harus berusaha untuk lebih banyak buang air besar saat buang air besar. Jadi, pembuluh darah di sekitar anus dan rektum harus bekerja lebih keras.
  • Mendorong terlalu keras saat buang air besar. Ini memberi terlalu banyak tekanan pada rektum, menyebabkan pembuluh darah di sekitar rektum membesar dan membengkak.
  • Buang air besar panjang. Hal ini menyebabkan pembuluh darah di sekitar anus terisi lebih banyak darah, yang dapat memberi tekanan pada pembuluh darah.

Selain itu, ada juga faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami wasir, yaitu:

  • Kurang asupan serat, sehingga pencernaan Anda tidak lancar dan Anda kesulitan buang air besar.
  • Kegemukan.
  • Semakin tua usia Anda, jaringan ikat di sekitar rektum dan anus menjadi lemah.
  • Saat hamil, janin di dalam rahim bisa memberi tekanan pada perut, sehingga pembuluh darah di rektum dan anus bisa membesar.

Benarkah duduk terlalu lama menyebabkan wasir?

Duduk terlalu lama menyebabkan wasir, benarkah begitu? Terlalu lama duduk di depan TV atau komputer dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Anda tidak banyak bergerak.

Hal ini dapat menyebabkan berat badan Anda bertambah dan akhirnya menjadi kelebihan berat badan. Nah, obesitas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya wasir. Jika Anda sudah menderita wasir, obesitas juga bisa membuat wasir Anda semakin parah.

Sering duduk sepanjang hari atau gaya hidup yang tidak banyak bergerak juga dapat menyebabkan Anda mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar. Hal ini membuat Anda lebih banyak menghabiskan waktu di toilet.

Sembelit juga membuat Anda harus mengejan dengan keras saat akan buang air besar. Melakukannya dapat menyebabkan Anda lebih menekan pembuluh darah di sekitar anus. Sehingga, akhirnya Anda bisa mengalami wasir.

Begitu, Duduk terlalu lama bisa menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko wasir secara tidak langsung, apalagi jika Anda duduk di toilet dalam waktu yang lama. Jika memang Anda menderita wasir, duduk terlalu lama juga bisa membuat wasir Anda semakin parah.

Bagaimana cara mencegah wasir?

Jika tidak ingin mengalami wasir, sebaiknya hindari duduk terlalu lama di satu tempat, banyak bergerak, dan berolahraga setiap hari. Jadikan hari Anda lebih aktif!

Hal lain yang dapat Anda lakukan untuk mencegah wasir adalah sebagai berikut.

  • Makan banyak serat sehari.
  • Minum banyak air.
  • Jangan pernah menahan atau mengulur waktu saat ingin buang air besar.
  • Jangan menyaring atau menahan nafas (tegang) saat buang air besar.

Pos Benarkah duduk terlalu lama bisa menyebabkan wasir? muncul pertama kali Halo Sehat.

Gclub Internet based Online on line casino GCLUB88

Convert Construction Gaming residence is truly a stunning best Microgaming handled casino articulation that offers gotten to secure supplying UK individuals a very good generous £1,000 fresh someon Read More »

Bagaimana mengetahui apakah Anda memiliki cukup makanan, tidak cukup, atau terlalu banyak makan

Tidak hanya jenis makanan yang harus Anda perhatikan, jumlah makanan yang Anda makan juga penting. Jenis dan jumlah makanan yang Anda makan memengaruhi berapa banyak kalori yang Anda masukkan ke dalam tubuh. Jumlah atau porsi makanan yang cukup dapat membantu Anda menjaga berat badan. Lantas, bagaimana dengan porsi makanan Anda selama ini? Apakah cukup atau kelebihan / kekurangannya?

Berapa yang cukup untuk sekali makan?

Porsi makan adalah berapa banyak makanan yang Anda makan dalam satu kali makan. Berapa porsi yang harus cukup untuk tiap orang pasti berbeda-beda. Ini tergantung kebutuhan kalori Anda per hari dan kebiasaan makan Anda.

Nah, untuk mengetahui apakah porsi makan Anda sudah mencukupi atau berlebih / kurang mungkin agak sulit. Kebutuhan kalori Anda per hari harus dihitung terlebih dahulu, yang disesuaikan dengan tingkat aktivitas Anda.

Jumlah kalorinya bisa Anda hitung sendiri dengan menggunakan perhitungan berat badan ideal melalui rumus Broca. Anda dapat menghitung rumus Broca dengan:

Berat badan ideal = (tinggi – 100) – 10% (untuk pria <160 cm dan wanita <150 cm, tidak dikurangi 10%).

Setelah mendapatkan berat badan ideal, hitung kalori dasar Anda per hari, untuk pria 30 kal per kilogram berat badan ideal, sedangkan wanita 25 kal per kilogram berat badan ideal.

Namun, untuk memudahkan Anda mengetahui bagaimana Anda harus makan setiap hari (rata-rata orang), pedoman ini dapat membantu.

Porsi sayur dan buah

Konsumsi sayur dan buah setidaknya harus lima porsi per hari (digabungkan). Satu porsi sayuran biasanya disajikan dalam satuan gelas. Dimana satu gelas kurang lebih 100 gram. Sedangkan satu porsi buah biasanya dinyatakan dalam satuan buah atau irisan, misalnya 1 porsi apel adalah 1 buah atau 1 porsi melon adalah 1 iris.

Ini tergantung dari besar kecilnya masing-masing buah, sehingga porsi tiap buah tentunya berbeda-beda. Biasanya 1 porsi kecil buah dapat mencakup banyak buah, dan 1 porsi besar buah hanya mencakup ½ buah atau 1 potong.

Porsi karbohidrat

Konsumsi makanan sumber karbohidrat, seperti nasi, mie, roti dan kentang, sebanyak 3-4 porsi. Satu porsi nasi adalah 100 gram atau 1 sendok nasi. Satu porsi mie 200 gram, satu porsi roti 3 iris, dan satu porsi kentang 2 potong sedang.

Porsi protein

Konsumsi 2-4 porsi sumber protein hewani (seperti ayam, daging, telur, dan ikan) dan sumber protein nabati (seperti kacang-kacangan, tahu, dan tempe) (digabung). Usahakan makan setidaknya 2-3 porsi ikan per minggu.

Satu porsi ayam adalah 1 potong atau sekitar 40 gram, satu porsi daging sapi 1 potong atau sekitar 15 gram, dan satu porsi ikan sekitar 30-40 gram atau 1 potong. Sedangkan satu porsi buncis biasanya sekitar 2,5 sendok makan (25 gram), satu porsi tahu sebanyak 2 buah (100 gram), dan satu porsi tempe sebanyak 2 buah (50 gram).

Bagaimana Anda tahu jika Anda makan cukup?

Ingat, pedoman di atas tidak termasuk camilan atau makanan lain yang Anda makan. Jadi, agar asupan makanan Anda tidak melebihi kalori yang dibutuhkan tubuh, Anda juga harus mengontrol porsi camilan, selain makanan utama.

Dalam makanan kemasan, biasanya dicantumkan kandungan nutrisi di setiap sajian makanan ini. Jadi, Anda bisa memperkirakan berapa banyak kalori yang Anda makan saat mengonsumsi makanan kemasan ini.

Cara lain untuk mengetahui berapa banyak makanan yang masuk ke tubuh Anda adalah dengan mencatat makanan yang Anda makan (seperti membuat buku harian makanan). Anda dapat mencatat apa yang Anda makan, berapa banyak, dan kapan Anda makan. Ini sangat membantu untuk mengetahui apakah makanan yang Anda makan melebihi kebutuhan kalori Anda atau masih kurang. Catat setiap makanan yang Anda makan, apakah itu makanan utama atau hanya camilan.

Pos Bagaimana mengetahui apakah Anda memiliki cukup makanan, tidak cukup, atau terlalu banyak makan muncul pertama kali Halo Sehat.

Apakah aman menggunakan ibuprofen untuk anak-anak selama pandemi?

Seberapa akrab Anda dengan obat bernama ibuprofen? Obat yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda. Tak hanya untuk orang dewasa, penggunaan ibuprofen juga kerap diberikan pada anak-anak karena bisa membantu meredakan nyeri.

Namun mengingat situasi pandemi COVID-19 yang saat ini melanda dunia termasuk Indonesia, penggunaan ibuprofen agak diragukan. Agar lebih jelas dan tidak salah, berikut penjelasannya.

Mengungkap fakta penggunaan ibuprofen untuk anak-anak di tengah pandemi /normal baru

Ibuprofen adalah golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang telah terbukti aman dan efektif sebagai antipiretik dan pereda nyeri.

Pada anak-anak, penggunaan ibuprofen banyak digunakan karena dapat menurunkan demam dan mengurangi nyeri pada sakit gigi, nyeri sendi, dan lain-lain. Obat ini bisa dibeli tanpa resep dan banyak tersedia.

Menurut informasi dari nhs.uk, ibuprofen dapat diberikan kepada anak-anak sejak usia 3 bulan. Biasanya, anak usia 3 bulan hingga 12 tahun mengonsumsi ibuprofen dalam bentuk cair atau sirup.

Berkaitan dengan masa pandemi, pada awal Maret 2020 sudah ada rekomendasi untuk tidak menggunakan ibuprofen pada pasien dengan gejala infeksi saluran pernafasan akut, termasuk COVID-19. Ada peningkatan efek samping obat serta memburuk pada pasien COVID-19 yang menerima ibuprofen.

Informasi ini tentunya menimbulkan keprihatinan di masyarakat, khususnya para orang tua yang selama ini menggunakan ibuprofen untuk mengatasi keluhan demam atau sakit pada anaknya.

Tidak ada bukti bahwa ibuprofen berbahaya

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Otoritas Obat negara lain seperti Amerika Serikat – Administrasi Makanan dan Obat (US-FDA) dan Uni Eropa – Badan Obat Eropa (EMA), informasi ini belum terbukti.

Dari penelitian yang meneliti efek samping ibuprofen, termasuk untuk anak-anak, tidak ada penelitian yang secara khusus merujuk pada infeksi COVID-19. Jika dibandingkan dengan parasetamol, efek samping ibuprofen hanya sedikit atau bahkan tidak berbeda, termasuk efek samping perdarahan gastrointestinal.

Efek samping yang diamati di sebagian besar penelitian ringan sampai sedang. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.

Ditambah lagi, masih dari halaman online nhs.uk, Komisi Obat-obatan Manusia telah mengonfirmasi bahwa tidak ada bukti pasti bahwa penggunaan ibuprofen untuk mengobati gejala peningkatan suhu tubuh dapat memperburuk pasien yang positif terkena virus corona.

Oleh karena itu, mengingat tidak adanya bukti langsung pada pasien COVID-19, maka pada 19 Maret 2020 WHO mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada rekomendasi larangan penggunaan ibuprofen bagi pasien dengan gejala COVID-19. Ibuprofen juga aman digunakan untuk anak-anak.

Di Indonesia, pada April 2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan pernyataan tentang keamanan penggunaan ibuprofen.

Jadi, bila diperlukan misalnya untuk mengatasi demam pada anak, ibuprofen tetap bisa diberikan sesuai takaran yang tepat.

Tips memberi ibuprofen pada anak

Selain memastikan dosis yang diberikan pada anak sudah sesuai, Anda perlu memperhatikan beberapa hal pengikut:

  • Memeriksa tanggal kedaluwarsa obat yang biasanya tertera di kemasan
  • Ikuti petunjuk penggunaan yang juga tertera di kemasan
  • Pastikan anak tidak sedang menjalani pengobatan tertentu. Jika Anda tetap ingin memberikan ibuprofen, disarankan untuk bertanya kepada dokter Anda terlebih dahulu.
  • Jika si kecil memuntahkan ibuprofen dalam bentuk sirup, jangan langsung kembali memberikan obat ini dan tunggu minimal 6 jam.
  • Saat memilih sirup ibuprofen, pilih yang memiliki rasa manis atau yang mudah diminum.

Kesimpulannya, Anda tidak perlu khawatir saat memberikan ibuprofen untuk membantu menangani kondisi kesehatan anak, seperti nyeri atau demam, di tengah pandemi yang terus berlanjut ini. Berbagai organisasi dunia termasuk dalam negeri telah mengklarifikasi bahwa penggunaan ibuprofen memang aman. Satu hal yang perlu diingat, berikan ibuprofen sesuai takarannya dan pastikan membaca aturan pakai.

Pos Apakah aman menggunakan ibuprofen untuk anak-anak selama pandemi? muncul pertama kali Halo Sehat.

Bagaimana Membedakan Sinusitis dan Rinitis?

Apa yang menyebabkan hidung tersumbat kapan kamu tidak masuk angin atau flu? Beberapa orang bilang itu rinitis, ada yang mengira itu sinusitis. Apa perbedaan antara Sinusitis dan Rinitis?

Berikut beberapa hal yang membuatnya berbeda.

Penyebab sinusitis dan rinitis

Sinusitis dan rinitis terkadang mengarah pada hubungan sebab-akibat. Penyumbatan saluran udara saat seseorang mengalami rinitis, seringkali berujung pada infeksi. Infeksi ini merupakan salah satu penyebab terjadinya sinusitis.

Rinitis adalah peradangan yang terjadi di dinding hidung Anda. Rinitis dibagi menjadi rinitis yang disebabkan oleh alergen (demam alergi serbuk bunga atau rinitis alergi) dan tidak disebabkan oleh alergen (rinitis non alergi).

Rinitis alergi disebabkan oleh alergen seperti debu dan serbuk sari bunga yang terbawa udara dan kemudian terhirup oleh organ pernapasan Anda. Sedangkan, rinitis non alergi terjadi akibat paparan polutan yang menyumbat hidung, seperti asap rokok, aroma yang terlalu menyengat, dan suhu yang terlalu dingin.

Sementara radang dlm selaput lendir adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di rongga sinus. Radang pada sinus umumnya terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh adanya bakteri, jamur atau virus, hingga kondisi ketika salah satu bagian hidung lebih kecil dari yang lain (deviasi septum).

Jadi rinitis radang terjadi di rongga hidung, sedangkan sinusitis terjadi di rongga udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi (sinus).

chlor trimeton chlorpheniramine

Perbedaan gejala

Gejala rinitis (keduanya tidak ada alergi atau itu tidak alergi) biasanya dapat dikenali dari tanda-tanda seperti sering bersin, hidung gatal, dan hidung merah akibat penyumbatan pada hidung hingga menjadi teriritasi.

Pada rinitis alergi, gejala ini muncul akibat perlindungan diri terhadap alergen (kekebalan tubuh) oleh senyawa kimia dalam tubuh yang disebut histamin.

Sedangkan pada sinusitis, setelah mengalami penyumbatan, hidung menjadi wadah yang cocok bagi kuman untuk tumbuh dan berkembang. Gejala berlanjut dengan munculnya sakit kepala dan keluarnya cairan kuning kehijauan dari hidung Anda. Hidung tersumbat bisa membuat Anda sulit bernapas dan mencium baunya seperti biasa sehingga menyebabkan nyeri dan bengkak di area mata, pipi, dan dahi.

Pengobatan sinusitis dan rinitis

Beda penyebabnya, tentu beda penanganannya. Perawatan yang diberikan untuk mengobati rinitis umumnya bergantung pada seberapa parah gejalanya dan seberapa jauh rinitis tersebut mengganggu aktivitas Anda.

Obat antihistamin (pemblokiran efek antihistamin dalam tubuh) dari apotek bisa menjadi solusi alternatif untuk rinitis alergi. Sedangkan semprotan yang mengandung antihistamin dapat digunakan untuk mengobati rinitis non alergi.

Berbeda halnya dengan rinitis, pengobatan sinusitis biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik.

Pos Bagaimana Membedakan Sinusitis dan Rinitis? muncul pertama kali Halo Sehat.

Gejala Alergi Paling Umum Yang Jarang Diakui

Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan bereaksi berlebihan terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Karena penyebab dan tingkat keparahannya berbeda-beda, gejala alergi dapat bervariasi dari orang ke orang. Ada yang hanya pilek dan hidung gatal, ada pasien dengan reaksi parah yang bisa mengancam nyawa.

Semua gejala ini disebabkan oleh pelepasan senyawa yang disebut histamin. Zat ini memengaruhi kulit, sistem pernapasan, dan sistem lain yang sensitif terhadap alergen (alergen) tertentu. Inilah mengapa reaksi alergi sering muncul di lebih dari satu area tubuh.

Gejala alergi yang paling umum

reaksi alergi

Saat Anda mengalami reaksi alergi, gejala yang muncul dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang paling menentukan antara lain jenis alergi, seberapa buruk reaksi tubuh terhadap pemicunya, dan apakah tubuh siap menghadapi alergen.

Selama masa kanak-kanak, reaksi alergi yang paling umum adalah dermatitis atopik (eksim) atau gejala alergi makanan. Seiring bertambahnya usia, gejala tersebut bisa berkembang menjadi asma atau rinitis (pilek dan hidung tersumbat akibat peradangan).

Eksim kemudian mulai berkurang pada masa remaja, begitu pula gejala alergi makanan. Namun, asma dan rinitis dapat berlanjut hingga dewasa atau bahkan seumur hidup. Tingkat keparahan biasanya bervariasi dari orang ke orang.

Begitu Anda dewasa, ciri-ciri suatu alergi mungkin mirip dengan jenis alergi lain, sehingga sulit dibedakan. Anda mungkin perlu menjalani tes alergi untuk benar-benar menentukan jenis alergi yang Anda miliki.

Secara umum, berikut adalah tanda-tanda alergi berdasarkan jenisnya.

1. Dermatitis topik (eksim)

obat iritasi kulit

Dermatitis atopik adalah peradangan kulit kronis yang muncul sebagai reaksi alergi. Kondisi ini biasanya memengaruhi kulit wajah, leher, lengan, dan kaki. Pada beberapa orang, dermatitis atopik juga dapat menyerang area ketiak dan selangkangan.

Gejala dermatitis atopik bervariasi dari orang ke orang, tetapi umumnya terdiri dari:

  • Kulit kering, menebal, pecah-pecah, atau bersisik.
  • Kulit sensitif dan bengkak karena sering menggaruk.
  • Gatal yang semakin parah di malam hari.
  • Gumpalan kecil berisi cairan muncul dan menjadi keropeng saat digaruk.
  • Bercak berwarna abu-abu kecoklatan, terutama pada tangan, kaki, leher, dada, dan lipatan kulit.

Gejala ini biasanya mulai muncul sekitar usia lima tahun dan akan mereda seiring waktu. Pada beberapa penderita alergi, eksim bisa menjadi kronis dan kadang kambuh.

Anda bisa menyebar gejala eksim over-the-counter atau seperti yang ditentukan oleh dokter. Jika eksim semakin parah, menyebabkan infeksi kulit, atau berdampak pada kehidupan sehari-hari Anda, segera konsultasikan ke dokter.

Kulit adalah perlindungan pertama tubuh terhadap bakteri, alergen, dan iritan. Eksim yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kerusakan kulit dan mengurangi kemampuannya dalam melindungi tubuh.

Jika tidak diobati, eksim dapat memiliki efek jangka panjang seperti:

  • Infeksi pada kulit akibat sering menggaruk. Menggaruk akan merusak lapisan kulit dan menimbulkan luka yang menjadi tempat masuknya virus dan bakteri.
  • Neurodermatitisyaitu kebiasaan menggaruk tanpa sadar yang justru membuat kulit semakin gatal. Akibatnya kulit bisa menjadi gelap dan menebal.
  • Dermatitis akibat iritasi kulit pada orang yang harus sering menggunakan sabun keras, deterjen, atau disinfektan.

Gejala dermatitis atopik bisa menjadi lebih buruk dengan penggunaan perawatan kulit, sabun mandi, sabun cuci, dan produk lain yang tidak cocok untuk kulit Anda. Mandi dalam waktu lama dan menggosok dengan kasar juga memperburuk gejala.

Selain itu, makanan dan minuman tertentu termasuk telur, susu, dan kedelai berpotensi memperburuk eksim. Jika Anda mengalami gejala tersebut setelah menggunakan atau mengonsumsi produk tertentu, segera hentikan penggunaannya.

2. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah reaksi pada kulit akibat kontak langsung dengan alergen atau iritan. Kondisi ini dapat menyerang area tubuh manapun dengan tingkat keparahan yang bervariasi, tergantung dari zat pemicunya.

Dermatitis kontak dibedakan menjadi dua jenis, yaitu dermatitis kontak alergi dan non alergi. Dermatitis non alergi adalah yang paling umum. Kondisi ini disebabkan oleh bahan iritan yang merusak lapisan pelindung kulit.

Sedangkan dermatitis kontak alergi terjadi saat kulit bersentuhan dengan zat yang memicu reaksi imun yang berlebihan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh makanan, obat-obatan, atau prosedur medis seperti operasi dan perawatan gigi.

Gejala dermatitis kontak muncul di area tubuh yang bersentuhan langsung dengan pemicunya. Misalnya, Anda siapa alergi logam mungkin merasakan gejala di pergelangan tangan setelah memakai jam tangan logam.

Jika penyebabnya adalah iritan, kemungkinan gejalanya adalah:

  • Luka terbuka atau lepuh berisi cairan muncul.
  • Muncul luka yang menjadi luka saat digaruk.
  • Kulit bengkak.
  • Kulit terasa kaku atau kencang.
  • Kulit pecah-pecah karena kekurangan cairan yang parah.

Dermatitis kontak akibat paparan alergen menyebabkan gejala yang serupa, namun terdapat ciri lain seperti:

  • Gatal atau kemerahan pada kulit.
  • Kulit terasa terbakar.
  • Kulit tampak lebih gelap atau menebal.
  • Kulit kering, bersisik, atau mengelupas.
  • Lepuh berisi cairan muncul.
  • Menjadi lebih peka terhadap sinar matahari.
  • Pembengkakan, terutama pada area mata, wajah, dan selangkangan.

Gejala ini biasanya muncul dalam beberapa menit hingga jam setelah terpapar alergen. Ruam, gatal, dan kemerahan pada kulit bisa bertahan 2-4 minggu tergantung tingkat keparahannya.

Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda jika gejala Anda mulai mengganggu kehidupan Anda atau memburuk. Konsultasi juga dianjurkan jika gejala memburuk, tidak kunjung membaik setelah tiga minggu, atau muncul di wajah dan organ intim.

3. Gangguan pernapasan

rinitis vasomotor

Rinitis alergi adalah sekumpulan gejala yang mempengaruhi sistem pernapasan. Kondisi ini juga dikenal sebagai demam alergi serbuk bunga dan merupakan salah satu jenis alergi yang paling umum. Pada beberapa orang, gejalanya bisa bertambah parah selama musim tertentu.

Gejala rinitis alergi terkadang disalahartikan sebagai flu karena sangat mirip. Anda mungkin mengalami gejala seperti:

  • bersin,
  • mata berair, gatal, merah
  • hidung meler atau tersumbat karena penumpukan lendir,
  • hidung gatal, atap mulut, atau tenggorokan,
  • kulit di bawah mata juga tampak bengkak
  • tubuh lesu.

Beberapa penderita alergi juga merasakan lendir mengalir di bagian belakang tenggorokannya. Lendir encer mungkin tidak membahayakan, tetapi lendir yang mengental bisa tersangkut di tenggorokan dan menyebabkan batuk.

Jika tidak ditangani, reaksi alergi pada saluran pernapasan bisa membuat sinus membengkak, meradang, dan dipenuhi lendir. Sinus adalah rongga di tengkorak yang menghubungkan tulang tengkorak dan rongga hidung.

Sinus yang bengkak akan menekan bagian dalam kepala dan memicu gejala baru berupa sakit kepala. Bersin, gatal, dan sakit kepala yang disebabkan oleh sinus secara bertahap dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.

Ini tandanya Anda perlu berkonsultasi ke dokter. Anda juga harus memeriksakan diri jika gejala bertambah parah, menetap selama berminggu-minggu, atau tidak kunjung hilang setelah minum obat.

Ada berbagai macam obat untuk meredakan gejala rinitis alergi, baik dalam bentuk tablet minum maupun semprotan hidung (semprotan hidung). Jika obat-obatan ini tidak berhasil, diskusikan dengan dokter Anda untuk mencari solusinya.

4. Gangguan sistem pencernaan

komplikasi lupus

Reaksi alergi dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Gejala ini biasanya muncul dalam beberapa menit setelah dikonsumsi alergen makanan, namun tidak sedikit yang mengalaminya setelah beberapa jam.

Orang dengan alergi makanan terkadang tidak hanya mengalami masalah pencernaan, tetapi juga gejala pada sistem pernapasan atau kulit. Dalam kasus yang jarang terjadi, reaksi alergi bisa menjadi parah dan menyebabkan kondisi berbahaya yang disebut syok anafilaksis.

Selain itu, alergi makanan seringkali salah diartikan sebagai intoleransi atau keracunan makanan. Inilah sebabnya jika Anda khawatir mengalami kondisi serupa, pantau gejala apa pun yang Anda alami dan catat apa yang memicunya.

Alergi makanan dapat menyebabkan gangguan ringan hingga berat. Meski saat ini Anda hanya mengalami gangguan ringan, gejalanya bisa bertambah parah jika Anda terus menerus mengonsumsi makanan atau minuman yang memicu alergi.

Sebisa mungkin, usahakan untuk menghindari makanan atau minuman yang Anda curigai sebagai alergen. Carilah bahan makanan alternatif yang lebih aman untuk mengurangi risiko komplikasi alergi di masa depan.

Seperti jenis alergi lainnya, alergi makanan juga bisa diobati dengan obat-obatan. Anda perlu membawa obat ini jika Anda memiliki alergi makanan. Namun, segera hubungi dokter jika reaksi alergi tidak berkurang setelah mengonsumsi obat atau jika:

  • Hidung, lidah, atau tenggorokan begitu bengkak sehingga Anda sulit bernapas.
  • Tekanan darah turun secara tiba-tiba.
  • Denyut jantung meningkat secara dramatis.
  • Pening atau pingsan.

Gejala alergi parah yang perlu diwaspadai

gejala alergi

Dalam kasus yang jarang terjadi, alergi dapat mengakibatkan reaksi berbahaya yang disebut syok anafilaksis. Anafilaksis dapat terjadi dalam hitungan detik atau menit setelah Anda mengembangkan pemicu alergi. Jika dibiarkan, kondisi ini akan membahayakan nyawa.

Syok anafilaksis memengaruhi banyak sistem tubuh secara bersamaan, sehingga gejalanya dapat sangat bervariasi. Gejala yang paling umum meliputi:

  • Pembengkakan pada mulut, lidah, atau tenggorokan.
  • Sesak napas yang parah.
  • Penurunan tekanan darah secara drastis.
  • Jantung berdebar-debar, tapi dengan detak yang lemah.
  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Pusing atau pusing.
  • Mual dan muntah.

Anafilaksis merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani. Pasalnya, pembengkakan pada tenggorokan bisa menyebabkan henti napas yang berakibat fatal. Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba juga berbahaya bagi organ vital.

Karena itu, penderita alergi yang rentan terhadap anafilaksis biasanya mengidapnya suntikan epinefrin. Epinefrin bekerja dengan cara mencegah peradangan pada saluran udara sehingga Anda dapat bernapas dengan normal.

Namun, Anda tetap harus waspada untuk memantau gejala apa pun bahkan setelah menyuntikkan epinefrin. Segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan mengantisipasi gejala yang mungkin muncul kembali.

Gejala alergi yang tidak umum

lemah saat berpuasa

Tubuh setiap orang menghadapi alergen dengan cara yang berbeda. Bergantung pada kondisi kesehatan Anda, Anda mungkin juga menunjukkan gejala yang mungkin tidak dialami penderita lain.

Meski tidak umum, alergi juga bisa menyebabkan kondisi berikut.

1. Sering merasa lelah

Tubuh melepaskan senyawa histamin saat terkena alergen. Histamin tidak hanya menyebabkan reaksi alergi, tetapi juga membuat Anda lebih cepat lelah. Selain itu, energi Anda juga bisa terkuras saat mengalami peradangan akibat alergi.

2. Kurang tidur

Pemicu alergi tidak secara langsung menyebabkan kurang tidur. Ini adalah gejala yang terus-menerus membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak. Kondisi ini biasanya dialami oleh penderita alergi yang sering merasa gatal atau hidung tersumbat.

3. Nafsu makan menurun

Ketidaknyamanan di tenggorokan akibat penumpukan lendir bisa menurunkan nafsu makan sebagian orang. Saat tertelan, lambung juga tidak bisa mengeluarkan lendir ini dan mengganggu nafsu makan.

4. Terus-menerus batuk atau berdehem

Jika Anda memiliki banyak lendir di tenggorokan, kondisi ini dapat membuat Anda lebih sering batuk atau berdehem. Ini adalah respons normal tubuh untuk mengeluarkan lendir yang mengganggu dan lambat laun bisa menjadi kebiasaan.

5. Tiba-tiba muncul alergi lain

Pada awalnya, Anda mungkin tidak melakukannya alergi parfum, asam, polusi, atau kebanyakan buah. Namun, saat musim alergi, tubuh Anda mengalami peradangan akibat alergen di sekitar Anda. Kondisi ini membuat Anda berisiko mengalami alergi lain.

Alergi adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan ketika tubuh terpapar alergen. Respon sistem imun semacam itu sebenarnya bermanfaat melawan kuman atau zat tertentu yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh.

Namun reaksi alergi sangat mengganggu dan berbahaya bagi sebagian penderitanya. Jika Anda memiliki alergi parah atau tidak dapat diobati dengan obat-obatan biasa, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusinya.

Pos Gejala Alergi Paling Umum Yang Jarang Diakui muncul pertama kali Halo Sehat.

Apakah berbahaya tidur dengan rambut basah?

Terkadang banyak orang tidak punya cukup waktu untuk keramas di pagi hari. Sebaliknya, banyak orang memilih mandi malam setelah bekerja atau selesai berolahraga. Akibat kelelahan, tidak jarang kita terlelap dengan rambut yang masih basah. Apakah berbahaya tidur dengan rambut basah?

Meski banyak yang menganggap kebiasaan ini tidak berbahaya, nyatanya tidur dengan rambut basah bisa menyebabkan gangguan kesehatan, lho. Apa pun?

Kenapa tidak bisa langsung tidur dengan rambut basah

Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa ditimbulkan jika terbiasa tidur dengan rambut tidak kering setelahnya mandi terlambat.

1. Sakit kepala

Jangan pernah bangun dengan keadaan sakit kepala atau merasa kepalamu berat? Ini bisa jadi salah satu efek samping tidur dengan rambut basah. Hal tersebut terjadi karena suhu kepala yang dingin tidak dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh yang masih hangat setelah seharian beraktivitas.

Apalagi jika Anda tidur dengan rambut terbungkus handuk. Pasalnya, hal ini justru membuat kelembapan di kepala bertahan lebih lama. Akibatnya, hal ini bisa memengaruhi peredaran darah di kulit kepala, dan saat ketegangan meningkat, bisa menyebabkan sakit kepala menyakitkan yang mengganggu tidur Anda.

2. Rambut rusak

Bahaya kesehatan yang satu ini mungkin yang paling jelas. Tidur dengan rambut basah akan melemahkan pori-pori kulit kepala dan helai rambut karena rambut lembap semalaman. Alhasil, hal ini akan membuat rambut menjadi rentan rontok dan rusak.

3. Infeksi kulit kepala

Bantal bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang berasal dari keringat, kotoran, debu, sel kulit mati, bahkan air liur Anda yang terserap di dalamnya. Nah, saat Anda tidur dengan rambut tidak kering, ini akan menjadi tempat yang tepat bagi bakteri untuk berkembang biak, yang akan meningkatkan risiko infeksi atau iritasi kulit kepala. Padahal, kondisi ini juga sangat mungkin menjadi penyebab infeksi jamur yang bisa muncul di kulit kepala dan kulit di sekitarnya.

4. Masuk angin

Dikutip di halaman Penasihat Kesehatan Baru, tidur dengan rambut masih basah dengan dukungan suhu ruangan yang dingin akan membuat tubuh lebih mudah terserang virus flu. Satu teori yang mendukung gagasan ini adalah bahwa ketika tubuh Anda terpapar udara dingin, sistem pembuluh darah di hidung dan tenggorokan Anda menjadi terbatas.

Kondisi ini akan mempengaruhi sel darah putih, dimana sel darah putih akan sedikit lebih lambat untuk melawan infeksi di dalam tubuh. Akibatnya imunitas tubuh menurun sehingga flu mudah menyerang tubuh. Itu sebabnya, hindari tidur dengan rambut basah. Apalagi jika ruangan Anda bersuhu dingin.

Pos Apakah berbahaya tidur dengan rambut basah? muncul pertama kali Halo Sehat.

Apakah Masturbasi Mempengaruhi Hasrat Seksual?

Terapis seks Megan Fleming Ph.D., menyatakan bahwa masturbasi merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan hasrat untuk melakukan hubungan seksual. Seberapa pentingkah masturbasi? Benarkah masturbasi mempengaruhi nafsu seksual manusia?

Apa manfaat masturbasi?

Berikut ini adalah beberapa manfaat onani yang harus Anda ketahui. Mari kita lihat keuntungan bagaimana masturbasi memengaruhi gairah seks Anda di ranjang.

  1. Masturbasi sebagai cara untuk memuaskan dan mengenal diri sendiri
    Alasan ini berlaku untuk pria dan wanita. Dengan bermasturbasi, Anda bisa belajar, menunjukkan, atau memberi tahu pasangan Anda bagian tubuh mana yang bisa membuat Anda puas. Ini juga berguna untuk mencapai kepuasan bersama.
  2. Anda bisa mengendalikan diri di tempat tidur
    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria yang melakukan masturbasi sebelum berhubungan seks membantu mereka merasa lebih tenang dan lebih nyaman saat mulai berhubungan seks. Jadi, jangan terburu-buru orgasme gara-gara itu ejakulasi dini akan mengurangi kepuasan aktivitas seksual Anda.
  3. Memperbaiki mood untuk bercinta
    Jangan salah, masturbasi juga bisa membuat Anda semakin bersemangat tentang mood untuk tahap seks selanjutnya. Mengapa? Karena saat Anda melakukan masturbasi, tubuh Anda akan mengeluarkan sejumlah bahan kimia berbahaya seperti dopamin dan oksitosin, yang berfungsi untuk meningkatkan mood dan energi seksual Anda. Oleh karena itu, masturbasi dapat dianggap sebagai cara untuk meningkatkan gairah seksual sebelum berhubungan seks.

Apakah masturbasi memengaruhi dorongan seks secara keseluruhan?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, masturbasi memiliki banyak keuntungan yang bisa meningkatkan keintiman Anda dengan pasangan. Ada kalanya digunakan sebagai acuan dan latihan tubuh membuat orgasme lebih mudah Kamu.

Nah, sayangnya onani jika dilakukan dengan cara yang salah justru akan menghambat suasana hati dan hasrat seksual saat berhubungan seks. Salah satunya, jika Anda terlalu sering melakukan masturbasi. Ini akan mempengaruhi dampak keefektifan cinta Anda. Biasanya, intensitas masturbasi yang berlebihan akan memengaruhi Anda secara emosional.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa terdapat efek emosional bagi pria yang melakukan masturbasi secara berlebihan, antara lain mengalami kecemasan, marah tanpa alasan, bahkan menjadi bosan berhubungan seks dengan pasangan. Berbeda dengan wanita yang tidak membutuhkan jeda atau masa pemulihan setelah mencapai orgasme pertamanya. Ketika wanita khawatir tentang efek samping dari bagaimana masturbasi mempengaruhi hasrat seksual, Dr. Fleming menyarankan, untuk menghemat energi dan upaya wanita untuk masturbasi sebelum melakukan hubungan seksual.

Tips onani bisa meningkatkan gairah seksual pasangan

1. Menonton video porno

Pada dasarnya pria dan wanita cukup tertarik dengan rangsangan visual yang disuguhkan. Salah satu contohnya adalah dengan menonton sebuah adegan atau video porno. Kalian bisa coba menonton dan membangkitkan gairah satu sama lain terlebih dahulu. Lalu, mulailah bermasturbasi. Ingat! Jangan melakukan masturbasi secara berlebihan. Nah, saat Anda dan pasangan sudah hampir mencapai puncak orgasme, Anda bisa melakukan penetrasi untuk mendapatkan sensasi bercinta yang saling memuaskan.

2. Minta bantuan pasangan Anda untuk masturbasi

Jika Anda ingin bermasturbasi, coba minta bantuan pasangan Anda. Pasalnya, dengan begitu, pasangan Anda akan mendapat peran dalam kepuasan masturbasi. Misalnya, mungkin pasangan bisa melakukan pose atau adegan erotis, di mana saat pasangan Anda sedang melakukan masturbasi, setidaknya pasangan tersebut juga membantu dalam aksi masturbasi Anda.

Kesimpulannya

Masturbasi memang bisa meningkatkan gairah seksual. Namun, mAsturbasi tidak disarankan dilakukan secara berlebihan, karena dapat merusak kecerdasan seksual dan emosional seseorang. Dikhawatirkan akan merusak kehidupan seks seseorang dengan cenderung memilih onani daripada berhubungan seks dengan pasangan.

Pos Apakah Masturbasi Mempengaruhi Hasrat Seksual? muncul pertama kali Halo Sehat.

Cara Mencegah Kanker Perut (Lambung) Yang Bisa Anda Lakukan

Kanker yang menyerang lambung (lambung) menimbulkan kekhawatiran karena dapat menyerang siapa saja. Namun, kabar baiknya adalah penyakit ini bisa dicegah dengan mengurangi risikonya. Lantas, apa saja tindakan pencegahan kanker lambung (lambung) yang bisa dilakukan? Jika Anda memilikinya, lalu bagaimana Anda tetap sehat? Yuk, simak cara mencegah serta tips hidup sehat bersama kanker lambung (lambung) pengikut.

Tips mencegah kanker lambung (lambung)

Memang belum ada cara pasti untuk mencegah kanker, baik itu di lambung maupun selaput perut. Namun, para ahli kesehatan merekomendasikan pendekatan berupa menghindari atau membatasi hal-hal yang dapat meningkatkan risiko.

Melaporkan dari American Cancer SocietyAda beberapa cara untuk mencegah kanker lambung, yaitu:

1. Berhenti merokok

obat penghentian merokok maag

Merokok dapat meningkatkan risiko kanker perut bagian proksimal, yaitu bagian perut yang paling dekat dengan kerongkongan. Tak hanya itu, kebiasaan buruk ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker jenis lain, seperti kanker paru-paru, kanker esofagus, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya.

Jadi, yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker perut adalah dengan berhenti merokok. Cobalah untuk mengurangi jumlah rokok secara perlahan hingga Anda benar-benar dapat menghilangkan kebiasaan ini.

2. Hati-hati saat menggunakan aspirin

obat kanker mulut

Aspirin merupakan obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri, misalnya radang sendi. Namun, perlu Anda ketahui bahwa penggunaan obat ini dapat meningkatkan risiko kanker perut karena memicu tumbuhnya polip dan pendarahan internal pada lambung dan lapisan lambung.

Jika Anda membutuhkan obat pereda nyeri, ada baiknya mencoba parasetamol sebagai pilihan utama. Jika harus menggunakan aspirin, gunakan bila perlu dan jangan lupa konsultasikan ke dokter agar lebih aman.

3. Pertahankan pola makan dan olahraga rutin

makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk penderita kanker ovarium

Langkah selanjutnya untuk mencegah kanker perut (lambung) adalah dengan menjaga pola makan dan olahraga teratur. Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan yang kaya antioksidan, misalnya nanas, jeruk, brokoli, teh hijau, gandum dan almond.

Anda juga harus membatasi konsumsi makanan yang dibakar, berminyak atau tinggi lemak, makanan olahan, makanan tinggi gula, dan alkohol. Lalu, seimbangkan dengan olahraga teratur. Keduanya dapat menjaga kesehatan tubuh dan membantu mengontrol berat badan ideal.

Jika ingin mendapatkan tambahan antioksidan melalui suplemen, jangan lupa konsultasikan dulu ke dokter.

4. Obati infeksi bakteri H.pylori

pencegahan bagaimana mencegah kanker ovarium

Infeksi bakteri H. pylori adalah salah satunya penyebab risiko tinggi kanker lambung (lambung). Ini karena bakteri ini dapat menginfeksi lapisan lambung atau lambung, menyebabkan cedera, yang terkadang dapat memicu sel di sekitarnya menjadi tidak normal.

Umumnya infeksi bakteri ini menimbulkan gejala maag. Untuk mendeteksi infeksi, Anda bisa menjalani tes napas. Jika hasilnya positif, Anda akan diberikan antibiotik. Ikuti perawatan ini sepenuhnya sebagai langkah untuk mencegah perkembangan kanker perut (lambung).

5. Jalani tes genetik

biopsi kanker

Risiko kanker juga bisa tinggi karena sindrom kanker lambung (perut) keturunan atau mereka yang pernah menderita kanker payudara. Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini, tes genetik perlu dilakukan untuk melihat apakah Anda juga berisiko atau tidak.

Tindakan ini bisa menjadi pencegahan kanker perut karena membantu Anda mengetahui risikonya dan juga akan mendapat arahan dari ahli onkologi untuk mengurangi risiko tersebut.

Gaya hidup sehat bagi penderita kanker perut (lambung)

Jika Anda sudah mencoba untuk melakukan pencegahan, namun kemudian dokter Anda akan mendiagnosis Anda dengan kanker lambung (lambung), tentunya Anda akan merasa sedih dan cemas. Namun, jangan biarkan dirimu tersesat dalam kesedihan. Ketika sudah bisa tenang, langkah selanjutnya adalah mencoba bangkit dari kondisi itu.

Selain menjalani pengobatan kanker perut, seperti kemoterapi atau radioterapi. Anda juga harus menerapkan gaya hidup yang benar agar kondisi Anda tetap sehat.

Gaya hidup ini dilakukan tidak hanya sebagai tolak ukur untuk mencegah penyebaran kanker lambung, tetapi juga untuk membantu meningkatkan efektivitas pengobatan sehingga kualitas hidup Anda semakin baik.

Berikut ini adalah penerapan pola hidup sehat yang tepat untuk penderita kanker lambung atau lambung, yaitu:

1. Ikuti pengobatan kanker sesuai petunjuk dokter

Cara mencegah kanker agar perut tidak bertambah parah adalah dengan mengikuti pengobatan sesuai petunjuk dokter. Ini termasuk pemeriksaan kesehatan rutin, jadwal perawatan dan tes skrining, dan konsultasi lanjutan mengenai perawatan kanker di rumah.

2. Ikuti diet kanker

makanan untuk mengobati insomnia

Nutrisi sangat penting bagi penderita kanker lambung (lambung). Sayangnya, efek samping pengobatan kanker dan gejala seperti mual, muntah, dan nafsu makan menurun membuat pasien sulit makan dengan benar. Inilah mengapa, pasien perlu menjalani diet kanker.

Penderita kanker dianjurkan makan dengan porsi kecil setiap 2-3 jam. Pilihan makanan bagi penderita kanker perut (lambung) sangat beragam, mulai dari sayur mayur, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian diperbolehkan. Misalnya lemon, jeruk, brokoli, dan teh hijau.

Namun, pada pasien yang menggunakan jejunostomy tube, hanya makanan yang dapat dikonsumsi yang dapat berupa cairan. Konsultasikan lebih lanjut dalam hal ini ahli onkologi dan ahli gizi yang menangani kondisi Anda.

3. Hindari berbagai hal yang dapat meningkatkan resiko

Sebenarnya pencegahan dan tips hidup sehat dengan kanker perut hampir sama. Anda harus menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan risiko, seperti merokok dan minum alkohol. Kemudian, jauhi pantangan makanan untuk penderita kanker perut seperti makanan yang dipanggang dan pengawet.

4. Olah raga secara teratur dan hindari infeksi

olah raga untuk mantan penderita sembuh dari penderita kanker

Agar penerapan gaya hidup sehat semakin sempurna, Anda harus memastikan selalu aktif, dengan berolahraga secara rutin. Tidak perlu memilih olahraga yang sulit, cukup jalan-jalan santai atau jalan cepat, bersepeda atau berenang.

Jika Anda baru saja menjalani operasi pengangkatan sel kanker, Anda dapat melakukan latihan baru setelah 4-6 minggu pasca operasi.

Pos Cara Mencegah Kanker Perut (Lambung) Yang Bisa Anda Lakukan muncul pertama kali Halo Sehat.

Scroll to top