Latest News

Daftar obat kusta yang sering diresepkan oleh dokter

Kusta sering disalahartikan sebagai penyakit berbahaya dan tidak dapat disembuhkan. Padahal, pasien yang terkena penyakit ini bisa sembuh total. Penatalaksanaan kusta biasanya melibatkan pemberian resep obat untuk mencegah komplikasi, menghentikan penularan, dan menghentikan perkembangan bakteri penyebab infeksi ini.

Ada dua jenis kusta

Sebelum meresepkan obat, dokter akan terlebih dahulu mengamati jenis penyakit kusta yang dialami seseorang beserta gejala yang ditimbulkannya. Berdasarkan ciri kustaAda dua jenis yang umum ditemukan di Indonesia sebagai berikut.

Paus Basiler (PB): Kusta PB biasanya ditandai dengan munculnya sekitar 1 – 5 bintik putih yang menyerupai panu. ada kerusakan pada satu saraf.

Multi bacillary (MB): Kusta MB ditandai dengan munculnya bercak putih pada kulit yang terlihat seperti kurap. Bintik-bintik itu tampak menyebar lima potong. Untuk gejala lanjutan, terjadi ginekomastia (pembesaran payudara) pada pria.

Gejala penyakit kusta yang paling mendasar adalah rasa kurang atau mati rasa total (mati rasa) pada area kulit yang menunjukkan bercak. Permukaan kulit juga terasa kering.

Inilah yang menyebabkan penderita kusta menjadi cacat jika tidak ditangani. Itu karena sarafnya sudah rusak parah sehingga tidak terasa sakit meski jarinya dipotong.

Bagaimana cara mengobati kusta?

obat kusta 1

Orang yang sudah terdiagnosis kusta biasanya akan diberikan kombinasi antibiotik (MDT /Terapi Multi Obat) sebagai langkah pengobatan selama enam bulan sampai dua tahun.

Prinsip MDT diyakini mampu mempersingkat masa pengobatan, memutus mata rantai penularan kusta, dan mencegah kecacatan sebelum berobat.

Penggunaan antibiotik secara bersamaan dalam waktu yang bersamaan juga dimaksudkan agar kuman tidak kebal terhadap obat yang diberikan sehingga kusta cepat sembuh.

Obat Pilihan Dokter dan Perawatan Rumah untuk Penyakit Kulit

Macam-macam obat kusta yang diresepkan oleh dokter

Obat kusta diresepkan berdasarkan jenis penyakit kusta untuk menentukan jenis, dosisnya antibiotik, dan durasi pengobatan. Berikut adalah daftar antibiotik yang paling umum diresepkan dokter untuk mengobati kusta

Rifampisin

Rifampisin merupakan antibiotik yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri kusta yang dinilai efektif. Rifampisin adalah kapsul yang hanya dikonsumsi melalui mulut. Obat ini harus diminum dengan segelas penuh air saat perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Efek samping yang umum dari penggunaan rifampisin termasuk perubahan warna merah pada urin, gangguan pencernaan, demam, dan menggigil.

Selesai

Obat dapson bekerja untuk menghambat pertumbuhan bakteri kusta dan mengurangi pembengkakan. Dosis tablet dapson untuk pengobatan kusta pada orang dewasa biasanya 50-100 mg diminum sekali sehari selama 2-5 tahun.

Efek samping yang umum adalah gangguan pencernaan. Namun, dalam beberapa kasus, mungkin ada reaksi alergi dan sesak napas. Jika kedua hal tersebut terjadi, maka penggunaan obat tersebut harus dihentikan. Dokter Anda mungkin meresepkan jenis obat lain.

Lampren

Fungsi Lampren untuk melemahkan pertahanan bakteri kusta. Efek samping lamprene termasuk gangguan pencernaan, mulut dan kulit kering, serta bintik kecoklatan (hiperpigmentasi).

Clofazimine

Clofazimine harus dikonsumsi dengan makanan atau susu. Dosis kapsul clofazimine untuk pengobatan kusta pada orang dewasa dan remaja biasanya berkisar antara 50-100 mg yang diminum sekali sehari.

Obat ini harus dibarengi dengan obat lain. Anda mungkin harus minum clofazimine selama 2 tahun. Jika Anda berhenti minum obat ini terlalu cepat, gejala Anda bisa kambuh.

Obat ini umumnya menyebabkan perubahan warna feses, belek (kotoran mata), dahak, keringat, air mata, dan kencing, serta gangguan pencernaan

Ofloxacin

Ofloxacin bekerja untuk menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab kusta. Biasanya obat ini diresepkan sebagai alternatif bila Anda memiliki reaksi terhadap dapson.

Obat ini umumnya menyebabkan pembengkakan pada kulit karena alergi dan gatal. Jika Anda melewatkan waktu minum obat ini, maka ambillah segera setelah Anda ingat. Jika Anda melewatkan sehari, tetap meminumnya, tetapi harus dengan dosis obat yang sama per hari, jangan melebihi itu.

Minocycline

Minocycline adalah antibiotik yang bekerja melawan bakteri. Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil karena akan membahayakan janin. Jangan terlalu lama mengonsumsi obat ini melewati masa dosis karena dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Kombinasi antibiotik kusta sesuai dengan jenisnya

Untuk kusta basah (tipe PB) dokter akan meresepkan kombinasi dapson dan rifampisin. Namun jika anda mengalami / mengalami reaksi alergi terhadap dapson akan diganti menjadi rifampisin dan klofazimine.

Untuk kusta kering (tipe MB), dokter akan memberikan kombinasi dapson, rifampisin, dan klofazimine atau dapson, rifampisin, dan lampren.

Untuk SLPB (Paucibacillary Lesi Tunggal) yaitu penderita kusta yang hanya mempunyai satu gejala lesi dan tidak mempunyai gejala lain, kombinasi obat yang diberikan adalah rifampisin, ofloksasin, dan minosiklin.

Obat lain yang digunakan untuk mendukung proses penyembuhan biasanya adalah suplemen vitamin B1, B6, dan B12 serta obat cacing yang diberikan sesuai dengan takaran berat badan.

Aneka Jenis Vitamin untuk Kulit Sehat, Cerah, dan Awet Muda

Apa saja efek samping obat kusta?

menopause menyebabkan ruam
Sumber: Berita Medis Hari Ini

Biasanya selama masa pengobatan, Anda mungkin mengalami efek samping berupa ruam kulit kemerahan, kulit kering dan mengelupas, hingga nyeri sendi.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena sebenarnya efek ini hanyalah reaksi kusta. Reaksi kusta adalah suatu kondisi dimana bakteri mulai bereaksi terhadap obat yang dikonsumsi.

Sistem kekebalan yang mencoba membangun pertahanan ini akan menyebabkan reaksi di atas. Efek ini mempengaruhi sekitar 25-40% pasien dan biasanya terjadi enam bulan sampai satu tahun setelah memulai pengobatan.

Jika efek samping ini terjadi, jangan hentikan pengobatan tanpa memberitahu dokter Anda. Pasalnya, tindakan ini justru akan memperburuk kondisi Anda.

Ketika penyakit kusta tidak diobati secara tuntas, bakterinya akan terus berkembang biak dan lama kelamaan akan semakin kuat. Bakteri yang dibiarkan akan menyebabkan kerusakan saraf permanen, kelemahan otot, atau kecacatan.

Jika gejala muncul di luar efek samping yang umum, segera hubungi dermatolog. Biasanya obat tersebut bisa diganti dengan obat lain sesuai dosis dan jenis penyakit kusta yang Anda derita.

Begitu juga jika Anda memiliki riwayat penyakit lain seperti bronkitis, gangguan ginjal atau penyakit lainnya, konsultasikan terlebih dahulu agar obat yang Anda minum tidak memperberat penyakit Anda.

Pos Daftar Obat Kusta yang Sering Diresepkan Dokter muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top