• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Ereksi Penis, Apakah Kondisi Normal dan Sehat?

Penis yang sehat akan menghasilkan ereksi yang normal jika dirangsang. Rangsangan yang dimaksud adalah rangsangan motorik maupun rangsangan non motorik.

Stimulasi motorik berupa sentuhan, masturbasi, ciuman, bisa juga pelukan Sementara itu, non-motorik adalah rangsangan yang didapat saat pria berfantasi atau melihat sesuatu yang bisa meningkatkan gairah seksualnya.

Bagaimana jika setelah mendapat rangsangan tapi penis tidak bereaksi? Bisa jadi, penis Anda sedang mengalami disfungsi ereksi (impotensi) atau kondisi penyakit lainnya.

Ketahui proses ereksi pada penis

Ereksi adalah kondisi saat penis terisi darah sehingga membesar, menjadi kaku, dan terasa keras. Penis yang ereksi dapat dipengaruhi oleh berbagai rangsangan dalam indera penglihatan, penciuman, pendengaran, sentuhan, dan hal-hal yang Anda pikirkan.

Dengan mudah, proses ereksi penis baik saat dirangsang maupun saat berhubungan seks bisa dijelaskan sebagai berikut.

  • Ereksi diawali dengan berbagai rangsangan yang meningkatkan gairah seksual. Otak kemudian mengirimkan sinyal melalui sistem saraf yang melemaskan corpora cavernosa, memungkinkan darah mengalir dan mengisi ruang kosong di dalamnya. Aliran darah juga menciptakan tekanan di corpora cavernosa, yang membuat penis membesar dan mengeras, menyebabkan ereksi.
  • Tunika albuginea, selaput yang menutupi corpora cavernosa, membantu memerangkap darah di ruang yang terisi untuk mempertahankan ereksi. Kondisi ini akan berhenti ketika otot kembali ke keadaan semula dan aliran darah kembali dari ruang corpora cavernosa.

Bagaimana penis yang ereksi normal?

Ereksi penis yang normal ditandai dengan kondisi dimana penis membesar dan kemudian menjadi keras. Namun, seberapa keras penis saat ereksi biasanya menjadi perhatian kecil. Jika ada disfungsi atau kelainan ereksi, maka berat dan lama waktu yang dibutuhkan sangat penting.

Beberapa tanda penis yang bisa mengalami ereksi normal, penuh, dan keras adalah sebagai berikut.

1. Penis akan membesar dan terasa keras

Anatomi penis dibentuk oleh ruang yang membesar saat terisi darah. Ruang darah yang berada di dalam batang penis (korpus) dalam istilah medis dikenal sebagai corpora cavernosa.

Saat Anda meregangkan penis, itu berarti Anda meregangkan seluruh bagian penis Anda sehingga corpora cavernosa mudah terisi darah.

Aliran darah ini kemudian akan menimbulkan tekanan, sehingga penis membesar dan terasa keras.

Sementara kondisinya penis tidak terlalu keras meskipun sedang ereksi, bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor risiko impotensi, sedangkan tidak suasana hati, atau kekurangan asupan nutrisi tertentu.

2. Tidak bisa ditekuk

Ereksi penuh menyebabkan penis berdiri tegak ke depan atau ke atas dengan seluruh permukaannya keras, seperti tongkat atau batang yang tidak bengkok. Kondisi ini tergolong normal meski tidak ada struktur tulang di dalamnya.

3. Ereksi setiap pagi

Semua pria dengan kondisi penis normal dan tidak mengalami kondisi penis disfungsi ereksi akan mengalami ereksi saat tidur dan biasanya terjadi antara 3-5 kali. Meski dalam beberapa tahun terakhir telah muncul beberapa teori yang menjelaskan kondisi ereksi di pagi hari, namun penyebabnya masih belum jelas.

Ereksi di pagi hari Ini pertanda bahwa hormon testosteron atau hormon seks pria yang dikeluarkan pada malam hari masih tertinggal di pagi hari. Maka tak heran jika kondisi ini terjadi tanpa perlu diawali dengan rangsangan dan hawa nafsu atau lebih sering disebut dengan istilah ereksi spontan.

4. Rata-rata berdurasi 5 menit

Studi diterbitkan oleh Jurnal Pengobatan Seksual, disimpulkan bahwa rata-rata ereksi pria dalam keadaan normal berlangsung sekitar 5,4 menit (5 menit 24 detik).

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei terhadap 500 pasangan dari 5 negara, dimana responden pria diminta untuk menghitung durasi ereksi penis saat berhubungan seksual dari penetrasi awal hingga penggunaan ejakulasi yang berhasil stopwatch.

Hasilnya, total responden menunjukkan durasi ereksi terpendek 33 detik dan ereksi terpanjang 44 menit.

Adakah faktor lain yang mendukung ereksi?

Dari penjelasan yang selama ini banyak dibahas, salah satu faktor pendukung munculnya ereksi adalah rangsangan yang menyebabkan gairah seksual.

Biasanya penis juga akan membesar dan mengeras karena faktor atau kondisi tertentu yang dapat dibagi menjadi tiga poin sebagai berikut.

  • Refleksogenik, rangsangan akibat sentuhan fisik atau rangsangan pada penis yang dapat terjadi selama hubungan seksual atau onani (onani).
  • Psikogenik, stimulasi yang terjadi saat memikirkan atau membayangkan sesuatu yang bersifat seksual, seperti saat membaca atau menonton sesuatu yang memancing imajinasi tentang seks.
  • Nokturnal, proses ereksi spontan saat tidur atau saat bangun tidur.

Apa yang harus dilakukan untuk ereksi penis yang sehat dan normal?

Kamu bisa menjaga kondisi ereksi Tetap sehat dan normal, sekaligus hindari risiko disfungsi ereksi dengan beberapa langkah pencegahan, di antaranya:

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui masalah kesehatan yang dialami.
  • Konsultasikan dengan dokter untuk mengatasi diabetes, penyakit jantung, dan pembuluh darah yang memengaruhi ereksi.
  • Beristirahat dengan tidur yang cukup kurang lebih 8 jam per hari, rasa lelah menyebabkan penis tidak berfungsi secara maksimal.
  • Atur gaya hidup sehat dengan asupan nutrisi makanan untuk ereksi lebih lama, seperti nasi merah, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan salmon.
  • Menghindari jenis makanan yang membuat ereksi menjadi sulit, seperti makanan dan minuman dalam kemasan, mengandung kolesterol dan lemak tinggi.
  • Olahraga teratur menjaga kebugaran tubuh, karena tubuh yang bugar akan berdampak pada kesehatan ereksi.
  • Hindari alkohol dan rokok yang meningkatkan risiko impotensi dan gangguan ereksi lainnya.
  • Menjaga komunikasi dan hubungan dengan pasangan, kurangnya ikatan emosional bisa bersifat psikologis dan bisa menyebabkan kesulitan ereksi.
  • Menjaga kesehatan mental dengan menghindari faktor penyebab stres, depresi, dan gangguan kecemasan.

Pos Ereksi Penis, Apakah Kondisi Normal dan Sehat? muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top