• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Etika Batuk untuk Mencegah Penularan Penyakit

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi patogen seperti virus dan bakteri dapat menular. Penularan penyakit menular dapat terjadi melalui kontak langsung atau bahkan menghirup udara yang mengandung tetesan patogen yang dilepaskan saat berbicara, bersin, dan batuk. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui etika atau tata cara batuk yang benar agar dapat mencegah penularan penyakit kepada orang lain.

Etika batuk yang benar meminimalkan risiko penularan penyakit

Di Century normal baru, Anda perlu mempraktikkan etika batuk dimanapun dan kapanpun. Etika batuk penting untuk meminimalkan penularan penyakit.

Batuk sesekali normal, tetapi harus dipertimbangkan secara etis.

Batuk merupakan bentuk respon alami tubuh akibat adanya zat asing yang masuk ke sistem pernafasan.

Refleks ini menjadi cara tubuh mengeluarkan kotoran atau iritan yang mengganggu sistem pernafasan.

Namun, batuk yang terus-menerus dapat mengindikasikan adanya masalah pada sistem pernapasan atau penyakit lainnya.

Batuk merupakan gejala yang paling sering dialami saat terjadi infeksi patogen yaitu mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus dan bakteri pada saluran pernafasan.

Ambil contoh, infeksi virus yang menyebabkan flu dan dingin adalah penyakit penyebab batuk berdahak paling sering dialami atau asma yang menyebabkan batuk kering.

Penularan penyakit ini bisa berlangsung sangat cepat dari orang ke orang karena virus penyebabnya terkandung dalam tetesan lendir yang dikeluarkan saat bersin dan batuk.

Jika penyebaran tetesan virus bisa dibatasi, penularan penyakit juga bisa diminimalisir. Penerapan etika batuk dapat membantu mengendalikan penyebaran virus penyebab infeksi sistem pernafasan.

Cara tepat menerapkan etiket batuk

Etika batuk harus dipraktikkan kapan saja, bahkan jika Anda dalam keadaan sehat. Sedangkan orang yang sedang sakit sangat wajib menerapkan etika batuk ini.

Upaya yang paling umum diketahui untuk mencegah penyebaran penyakit ini adalah dengan menutup mulut dan hidung dengan tangan saat bersin dan batuk.

Memblokir tetesan yang menyebar dengan menutupi mulut dan hidung adalah tindakan yang tepat. Namun, bahkan menggunakan telapak tangan Anda dapat menyebarkan patogen melalui sentuhan.

Tanpa disadari, Anda telah memindahkan bakteri dari telapak tangan ke benda lain atau orang yang akan bersentuhan dengan tangan Anda.

Penggunaan sapu tangan untuk menutupi batuk juga tidak tepat. Alih-alih menghindari kontak dengan kuman penyakit, organisme berbahaya ini dapat terperangkap di dalamnya.

Jika Anda sakit, ada kemungkinan lebih tinggi untuk terinfeksi ulang.

Namun etika batuk lebih dari sekedar menutupi mulut dan hidung, ada beberapa langkah lain yang juga perlu diikuti.

1. Tutupi hidung dan mulut dengan tisu

Batuk dengan tisu

Jika akan batuk, etika yang tepat adalah segera mengambil tisu untuk menutupi mulut dan hidung.

Segera buang tisu bekas ke tempat sampah, sebelum tisu tersebut disentuh atau bahkan digunakan oleh orang lain.

Batuk sendiri merupakan refleks yang terkadang sulit dikendalikan. Ada kalanya mau batuk tapi tidak sempat kena tisu untuk menutupi mulut dan hidung.

Jadi batuklah di bagian dalam lengan atas Anda, bukan di telapak tangan Anda.

Lengan atas merupakan bagian yang jarang bersentuhan dengan benda (gagang pintu, alat makan, atau telepon) atau melakukan sentuhan fisik seperti saat berjabat tangan dengan orang lain.

2. Jaga jarak dari orang lain

Jaga jarak saat batuk

Saat batuk, jangan lupa untuk memalingkan wajah dari orang-orang di sekitar Anda.

Etika batuk seperti ini dilakukan untuk memastikan tidak ada tetesan yang memercik ke tubuh atau wajah orang lain.

Menjauhi orang lain juga penting karena menurut dr. Frank Esper dari Klinik Cleveland, kuman yang dikeluarkan saat batuk bisa keluar sejauh 1-2 meter.

3. Cuci tangan Anda dengan sabun

Cuci tangan dengan sabun

Ingatlah untuk selalu mencuci tangan setelah batuk. Kebanyakan penyakit pernafasan berbahaya ini menyebar karena sentuhan tangan yang terkontaminasi patogen ke wajah.

Etika cuci tanganmu dengan benar adalah menggunakan sabun dan air mengalir.

Cairan pembersih lain seperti sanitizer juga bisa digunakan asalkan mengandung alkohol 60-95 persen.

Saat mencuci tangan, pastikan Anda membersihkan seluruh bagian telapak tangan, termasuk menggosok sela-sela jari.

Lakukan ini selama 20 detik untuk memastikan pelindung tubuh patogen benar-benar hancur oleh air sehingga tidak bisa lagi aktif menginfeksi tubuh.

Dalam etika batuk, membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir lebih efektif karena kuman langsung mengalir dari permukaan tangan.

4. Gunakan masker saat sakit

Menggunakan masker sebagai etiket batuk

Terakhir, gunakan masker jika Anda merasa mual dan batuk terus-menerus.

Penggunaan topeng juga harus digunakan dengan tepat. Gantilah masker secara rutin atau cuci dengan sabun yang mengandung disinfektan jika menggunakan masker yang dapat digunakan kembali.

Hindari penggunaan masker yang kotor dan lembab karena dapat menjadi lingkungan yang kondusif bagi kuman untuk berkembang biak.

Kalaupun memakai masker, usahakan jauhkan diri dari orang lain saat batuk agar tidak menyebarkan kuman.

Etika batuk saat Anda merasa mual

menjauhlah dari orang lain

Setiap langkah etika batuk sebaiknya diterapkan saat batuk dimanapun, terutama ditempat keramaian atau fasilitas umum.

Begitu juga saat Anda sendirian karena tetesan masih bisa bergerak di udara atau menempel di permukaan.

Jika batuk Anda memang gejala penyakit infeksi, ada baiknya Anda beristirahat di rumah dan hindari tempat keramaian seperti kantor, pasar, dan sekolah jika memungkinkan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak fisik dan menjaga jarak dengan orang lain sehingga dapat mencegah penularan kuman penyakit.

Selain itu, akan lebih baik jika Anda juga mengenali gejala lain dari penyakit penyebab batuk secara umum.

Melaporkan dari Klinik Mayo, penyakit seperti pilek dan flu dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain yang terjadi bersamaan dengan batuk, seperti:

  • Demam
  • Tenggorokan kering
  • Badan pegal terutama pada persendian dan otot
  • Sesak napas
  • Hidung berair dan tersumbat
  • Sakit kepala
  • Kelelahan atau kelemahan
  • Diare dan muntah

Batuk yang disebabkan oleh pilek atau flu biasanya akan berhenti dalam waktu kurang dari seminggu, dan bahkan bisa lebih cepat jika Anda melakukan perawatan sederhana untuk meredakan batuk. Misalnya dengan memperbanyak konsumsi cairan, istirahat, dan minum obat batuk.

Ada berbagai macam obat batuk yang secara aktif meredakan berbagai batuk berdasarkan gejalanya.

Sesuaikan obat batuk dengan masalah batuk anda, baik itu batuk berdahak, tidak berdahak, batuk dan demam, maupun batuk berdahak yang disebabkan oleh alergi.

Segera minum obat batuk untuk mengatasi gejala batuk yang sesuai, agar komunikasi Anda dapat kembali lancar dan melaksanakan aktivitas lebih optimal.

Namun jika batuk terus menerus selama lebih dari 2 minggu bahkan setelah minum obat batuk, Anda perlu ke dokter sesegera mungkin.

Dokter akan merekomendasikan obat batuk itu benar dengan jenis batuk yang Anda alami. Tapi hati-hati, gejala batuk seperti ini bisa berujung pada batuk kronis, yang merupakan pertanda masalah pernapasan yang lebih serius.

Ingat, etika batuk seperti menggunakan tisu atau bagian dalam lengan atas, menjaga jarak dengan orang lain, dan mencuci tangan sesudahnya juga berlaku saat bersin.

Pos Etika Batuk untuk Mencegah Penularan Penyakit muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top