Latest News

Haruskah Anda Membersihkan Bokong dan Anus Anda dengan Sabun Setiap Saat Setelah Buang Air Besar?

BAB kebiasaan setiap orang bisa berbeda. Beberapa dapat buang air besar sekali setiap tiga hari, tiga kali sehari, atau seminggu sekali. Sekarang, karena anus adalah satu-satunya jalur untuk mengeluarkan feses, area ini cenderung menimbulkan bau tidak sedap jika tidak dibersihkan dengan benar. Karena itu, banyak orang menggunakannya sabun mandi sehingga anusnya harum dan bersih. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah Anda perlu membersihkan atau membersihkan anus dengan sabun?

Membersihkan anus sebaiknya tidak menggunakan sabun mandi

Bukan hanya vagina yang tidak disarankan untuk dicuci menggunakan sabun. Anus juga tidak perlu dibersihkan menggunakan sabun.

Mengedipkan dengan sabun, sebenarnya itu tidak tepat karena sabun mengandung bahan kimia yang dapat menghilangkan minyak alami pada permukaan kulit di sekitar anus. Jika minyak alami ini hilang, kulit di sekitar anus menjadi rentan terhadap kekeringan karena kehilangan kelembaban sehingga menjadi lebih mudah tersinggung.

Berbagai penelitian juga melaporkan bahwa wewangian dan wewangian yang ditambahkan ke sabun dan berbagai produk perawatan diri lainnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Termasuk produk pewangi yang berasal dari minyak esensial.

Selain itu, sabun mandi juga biasanya mengandung pH sangat tinggi alias alkali. Bahkan lebih tinggi dari pH alami kulit di sekitar anus. Ketika pH di sekitar kulit anus terganggu dan berubah, risiko infeksi akan semakin tinggi. Ini memberikan peluang bagi bakteri jahat untuk tumbuh dan berkembang biak di sana.

Dalam banyak kasus, risiko iritasi dan infeksi umumnya akan lebih mudah dialami oleh orang yang memiliki kulit sensitif.

Jadi, bagaimana Anda membersihkan dengan benar?

Anus yang teriritasi cenderung memicu berbagai masalah kesehatan yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya. Ya, iritasi pada bokong atau bokong dapat memicu wasir (wasir) dan abses anal. Jika dibiarkan berlanjut, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan pantat gatal.

Ini disetujui oleh Dr. Joel Krachman, MD, kepala gastroenterologi di Atlanti Care Regional Medical Center yang berbasis di New Jersey pada halaman Kesehatan Putra.

Sekarang, agar Anda terhindar dari berbagai kondisi ini, penting untuk mengetahui cara menghapus yang benar. Berikut ini beberapa cara untuk membersihkan anus yang perlu Anda perhatikan dengan seksama.

  • Usap area anus dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Pastikan area anal dibersihkan dengan gerakan lembut.
  • Anda dapat menggunakan tisu basah untuk memudahkan menyeka area di sekitar anus. Namun, perhatikan baik-baik bahan kimia yang terkandung dalam jaringan basah. Hindari kandungan methylisothiazolinone karena menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.
  • Setelah itu, bilas anus dengan air bersih. Pastikan tidak ada lagi puing yang tersisa di lipatan anus. Kondisi bokong yang lembab bisa menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang biak di sana.
  • Tepuk-tepuk anus dengan kain bersih atau tisu kering untuk mengeringkannya. Pastikan semua bagian pantat benar-benar bersih bahkan sampai ke tepinya.
  • Terakhir, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun sampai benar-benar bersih. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran kuman ketika Anda menyentuh makanan atau berjabat tangan dengan orang lain setelah buang air besar.

Pos Haruskah Anda Membersihkan Bokong dan Anus Anda dengan Sabun Setiap Saat Setelah Buang Air Besar? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top