Latest News

Haruskah Konsumsi Minuman Isotonik Saat Puasa?

Minuman isotonik sering dikenal sebagai minuman para atlet. Hanya saja, memasuki bulan Ramadhan, iklan minuman isotonik mulai muncul dan mengaitkan fungsi minuman ini yang dapat membantu seseorang saat menjalani puasa setiap hari.

Siapa yang benar-benar membutuhkan minuman isotonik? Apakah aman mengkonsumsi minuman ini setiap hari saat puasa?

Apakah minuman isotonik penting saat puasa?

Minuman isotonik cepat

Isotonik adalah satu jenis minuman olahraga dengan kandungan karbohidrat, mineral, dan elektrolit yang tinggi.

Mineral dan elektrolit berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena berkeringat. Sedangkan karbohidrat berfungsi untuk memastikan asupan energi sehingga tubuh dapat terus melakukan aktivitas fisik yang berat. Misalnya, menjaga daya tahan atlet saat bertanding.

Olahraga yang membutuhkan daya tahan (daya tahan) sebagai triathlon memiliki risiko dehidrasi karena produksi keringat yang berlebihan.

Atlet yang melakukan pertandingan durasi panjang ini, bisa kehilangan sekitar setengah liter hingga 3 liter keringat dalam satu jam. Studi diterbitkan di Jurnal PubMed kata atlet dapat menurunkan 6% dari berat badan karena berkeringat dalam pertandingan yang menantang.

Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, tubuh akan mengalami dehidrasi. Dalam kondisi ini, minuman isotonik adalah solusinya.

Kondisi ini tentu berbeda pada orang yang berpuasa dengan aktivitas normal (tidak melakukan olahraga berat). Anda mungkin hanya kekurangan air sehingga Anda tidak perlu mengonsumsi minuman isotonik setiap hari saat fajar atau berbuka puasa.

Francis Wang, seorang dokter di Harvard Medical School, mengatakan bahwa selama haus atau dehidrasi biasa, air adalah pilihan pertama.

Untuk hindari dehidrasi saat puasa, Anda bisa menyiasatinya dengan asupan nutrisi seimbang saat fajar dan berbuka. Seperti memenuhi kebutuhan air, mengurangi makanan asin, dan konsumsi buah dan sayuran.

Minuman isotonik buruk jika dikonsumsi setiap hari

Minuman isotonik cepat

Kandungan isotonik umumnya baik untuk tubuh. Ini dicatat bahwa kandungan gula di dalamnya masih dalam batas normal dan tidak mengandung bahan pengawet.

Mayoritas minuman isotonik tinggi gula, pemanis buatan dan pengawet. Ini membuat konsumsi minuman isotonik setiap hari (saat sahur dan berbuka) bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Sebagai contoh, sebotol 600 ml minuman isotonik merek terkenal di Indonesia mengandung 150 kalori yang setara dengan 10 sendok teh gula. Anda bisa mengalami peningkatan gula darah yang tentunya berbahaya, terutama bagi penderita diabetes.

Selain itu, kandungan pengawet dalam minuman isotonik dapat membuat beberapa gangguan saat puasa seperti sakit tenggorokan dan gatal-gatal. Jika dikonsumsi terus menerus, pengawet dapat menyebabkan berbagai penyakit di dalam tubuh.

Jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi minuman isotonik saat puasa, cobalah untuk tidak meminumnya terlalu sering dan perhatikan komposisi yang tercantum pada kemasan.

Pos Haruskah Konsumsi Minuman Isotonik Saat Puasa? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top