Latest News

Ini adalah tips untuk beralih dari ASI ke susu formula

Transisi dari ASI ke susu formula mungkin tidak mudah. Beberapa kondisi kesehatan bayi mengharuskannya disapih dan menerima asupan dari susu formula.

Bisa jadi ketika mendapat rekomendasi untuk transisi ke susu formula ada banyak pertanyaan di benak ibu. Apakah ini akan berjalan dengan lancar? Apakah sistem pencernaannya cocok?

Tanda kapan bayi siap disapih

ASI adalah nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sayangnya ada beberapa kondisi yang mengharuskan bayi mendapatkan asupan dari susu formula, misalnya alasan kesehatan ibu atau bayinya.

Tantangan yang dihadapi bayi saat menjalani transisi dari ASI ke ASI adalah adaptasi dari proses menyusui. Ada beberapa bayi yang sulit disapih dan ada yang mudah melakukan transisi. Selanjutnya adalah tandanya bayi yang siap disapih.

  • Selalu rewel setiap kali diberi ASI
  • Sesi menyusui lebih lambat
  • Mudah teralihkan saat diberikan ASI
  • Mulailah bermain-main dengan payudara, seperti menggigit atau menarik puting susu
  • Menyusui tetapi tidak mengisap ASI

Jika ada tanda-tanda di atas, itu berarti bayi siap untuk memulai transisi dari menyusui dari payudara ibu ke botol yang berisi susu formula. Untuk bayi yang kesiapannya tidak diketahui, ibu perlu mengetahui kiat untuk memulai transisi dari ASI ke susu formula.

Kiat untuk beralih dari ASI ke susu formula

Bagaimana jika anak Anda sulit untuk beralih dari ASI ke susu formula? Apakah asupannya masih terpenuhi dengan baik? Untuk itu, ketahui tips tentang transisi ASI ke susu formula yang perlu Anda terapkan.

1. Berikan ASI sesekali susu formula

Jika memungkinkan kondisi bayi masih dapat disusui, cobalah untuk memberikan susu formula dalam botol sebentar-sebentar. Misalnya, kondisi ibu yang bekerja atau ASI sulit keluar. Trik ini memudahkan bayi untuk melakukan transisi dari ASI ke ASI.

2. Menyusui di tempat berbeda untuk transisi dari ASI ke susu formula

Jika Anda biasanya duduk di tempat yang sama saat menyusui, misalnya di ujung kasur atau sofa yang sama, cobalah menyusui bayi Anda di tempat lain.

Misalnya, di kursi yang berbeda. Metode ini memberikan suasana berbeda bagi anak Anda sebagai tanda bahwa ia akan disapih dan beralih ke minum susu formula dari botol.

Tetap membuat menyusui menyenangkan untuk anak-anak. Misalnya, ajak dia bercanda setelah menyusui, sehingga si anak bisa perlahan-lahan menerima masa transisi.

3. Pilih susu formula yang cocok

Ketika beralih dari ASI ke susu formula, ibu perlu tahu bagaimana ASI diproses. Namun sebelumnya tentukan susu formula untuk anak Anda, sebaiknya ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan susu formula yang terbuat dari daging sapi atau kedelai.

Jika ketika diberikan ternyata sistem pencernaan anak Anda tidak cocok untuk menerima protein dari susu susu formula atau susu kedelai, Anda bisa memberikannya susu yang dihidrolisis sebagian.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa susu yang dihidrolisis sebagian dapat menjadi awal atau permulaan ketika anak Anda beralih ke susu formula untuk meminimalkan risiko ketidakcocokan susu formula bayi. Formula terhidrolisis sebagian yang mengandung protein dipecah menjadi potongan-potongan kecil.

4. Pentingnya zat besi dalam transisi dari ASI ke susu formula

Saat memilih susu formula, jangan lupa untuk memeriksa kandungan zat besinya. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi di bawah 1 tahun yang tidak menerima ASI, lebih baik diberi susu formula yang mengandung zat besi. Konten ini dapat mencegah anemia. Karena zat besi adalah mineral penting yang memicu pembentukan sel darah merah baru.

Selain zat besi, pastikan ada nutrisi penting yang terkandung dalam susu formula, seperti asam folat, vitamin B, Omega 3 dan 6, kalsium, vitamin B1, B6, dan B12.

Pos Ini adalah tips untuk beralih dari ASI ke susu formula muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top