• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Kapan Anda Bisa Hamil Setelah Berhenti Mengontrol Kelahiran?

Setelah beberapa lama menggunakan kontrasepsi atau KB, mungkin Anda dan pasangan ingin kembali ke perencanaan atau melakukan program hamil. Meski secara umum tidak mempengaruhi kesuburan, kemungkinan hamil setelah menggunakan berbagai jenis kontrasepsi juga tidak sama. Berikut penjelasan lengkap kemungkinan hamil setelah KB berdasarkan jenis alat kontrasepsi.

Kemungkinan hamil setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi

Kontrasepsi yang digunakan sebagai penunda kehamilan memiliki jenisnya sendiri-sendiri.

Dikutip dari Universitas Kesehatan WiconsinsWaktu yang dibutuhkan seorang wanita untuk kembali ke masa suburnya tergantung dari metode atau alat kontrasepsi yang digunakan.

Kemudian, perlu juga diperhatikan bahwa kehamilan juga bisa terjadi karena berbagai faktor lainnya.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui informasi lengkap tentang jenis alat kontrasepsi dari program keluarga berencana (KB) yang ada.

1. Pil KB

Salah satu jenis kontrasepsi yang banyak digunakan adalah pil KB.

Pil keluarga berencana mengandung hormon estrogen dan progestin (progesteron buatan) yang berfungsi mencegah pembuahan antara sel telur dan sperma.

Nyatanya, kontrasepsi oral ini tidak berpengaruh masalah kesuburan wanita. Padahal, meski sudah lama mengonsumsinya.

Kemungkinan hamil setelah berhenti minum pil KB

Anda sebenarnya bisa hamil lagi segera setelah Anda berhenti minum pil KB biasa atau dosis rendah.

Tapi lebih baik, tunggu sampai siklus haid sudah kembali normal.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kapan masa subur serta jadwal ovulasi.

Umumnya wanita akan kembali menstruasi normal dalam waktu sekitar dua minggu atau bahkan sebulan.

Setelah itu Anda bisa mencoba variasi cara cepat hamil setelah menghentikan KB jenis pil.

Upaya yang dilakukan akan menghasilkan kehamilan setelah 3 bulan atau maksimal 1 tahun karena potensi yang dimiliki tiap wanita berbeda-beda.

2. KB IUD

Anda telah mendengar KB IUD?

Ya, kontrasepsi alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) adalah KB yang terbuat dari plastik dan berbentuk seperti huruf T.

Alat kontrasepsi ini dipasang di rongga rahim untuk mencegah kehamilan.

Dikenal sebagai alat kontrasepsi spiral, perangkat ini mencegah kehamilan dengan menghentikan sperma membuahi sel telur.

Faktanya, kehadiran alat kontrasepsi spiral membuat sel telur yang telah dibuahi mengendap di dalam rahim.

Kemungkinan hamil setelah menghentikan kontrasepsi IUD

Mengingat berbagai bentuk dan cara penggunaan pil KB, Anda mungkin bertanya-tanya.

Seberapa besar peluang hamil setelah menggunakan alat kontrasepsi spiral satu ini?

Jika ingin cepat hamil setelah menggunakan alat KB yang satu ini, tidak perlu menunggu terlalu lama.

Anda bisa langsung hamil jika berhubungan seks dengan pasangan pada waktu yang tepat setelah berhenti menggunakan KB spiral.

Menggunakan kontrasepsi spiral juga tidak memengaruhi kesuburan Anda.

Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan di European Journal of Contraception & Reproductive Health Care.

Dalam penelitian ini disebutkan bahwa dalam kurun waktu 12 bulan, angka kehamilan wanita yang tidak menggunakan IUD dan wanita yang berhenti menggunakan IUD relatif sama.

Penting untuk diperhatikan, Anda harus bisa menemukan waktu yang tepat untuk berhubungan seks dengan pasangan agar bisa hamil kembali.

3. Alat kontrasepsi suntik

Alat kontrasepsi suntik juga banyak digunakan sebagai alat kontrasepsi. Biasanya, alat kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan lebih efektif daripada yang lain.

Alat kontrasepsi suntik lakukan ini pada lima hari pertama siklus menstruasi. Ini dilakukan untuk memastikan Anda tidak hamil.

Kemungkinan hamil setelah menghentikan kontrasepsi suntik

Satu suntikan KB akan melindungi Anda selama 12 minggu.

Jadi, jika ingin menggunakannya dalam jangka panjang, Anda harus rutin melakukan penyuntikan setiap 12 minggu sekali.

Namun, Anda tidak bisa langsung hamil, bahkan setelah Anda berhenti menggunakan alat kontrasepsi jenis ini.

Jika Anda pernah sekali suntik lalu berhenti dan belum pernah suntik kontrasepsi lagi, Anda masih harus menunggu kurang lebih satu tahun untuk mencoba hamil.

Pasalnya, meski sudah berhenti menggunakan suntikan KB, hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Jadi, setelah Anda berhenti menggunakan kontrasepsi suntik, Anda mungkin harus menunggu hingga 10 bulan untuk kembali mengalami ovulasi.

Cara cepat hamil setelah menghentikan KB

Setelah berhenti atau tidak menggunakan alat kontrasepsi, tubuh akan membersihkan hormon dari dalam tubuh.

Biasanya dalam beberapa hari Anda akan mengalami pendarahan non-menstruasi. Maka dari itu, jangan heran jika keluar noda darah.

Waktu yang dibutuhkan wanita untuk cepat hamil setelah menghentikan KB berbeda-beda, selain dari jenisnya, hal ini juga tergantung dari kondisi tubuh.

Apalagi jika Anda sudah menginjak usia 35 tahun, dibutuhkan lebih banyak kesabaran.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini agar bisa terlaksana kehamilan.

1. Berhubungan seks saat ovulasi

Tidak ada waktu pasti kapan Anda bisa hamil setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

Namun, kesempatan ini bisa Anda tingkatkan dengan mengetahui masa ovulasi saat siklus haid kembali normal.

Setelah hitung masa subur, Anda bisa berhubungan seks dengan pasangan untuk meningkatkan kemungkinan pembuahan.

Perlu dipahami, sperma bisa bertahan di rahim dan saluran tuba selama tiga hari.

Namun, sel telur tersebut hanya mampu bertahan 12-24 jam setelah dilepaskan.

Karena itu, berhubungan seks dengan pasangan sebelum Anda berovulasi juga dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

2. Pilih jenis KB yang sesuai

Peluang cepat hamil akan tetap ada setelah Anda menggunakan alat kontrasepsi.

Sedikit dijelaskan di atas, penggunaan keluarga berencana tidak memiliki pengaruh yang signifikan wanita sulit hamil.

Bahkan, dr Jennifer Landa, MD, Kepala Dinas Kesehatan BodyLogicMD mengatakan, pada kasus tertentu, pil KB justru bisa memperkuat kesuburan.

Apalagi bagi wanita yang memiliki siklus haid atau haid tidak teratur.

Meski begitu, tidak semua jenis alat kontrasepsi bisa membuat Anda cepat hamil setelah berhenti menggunakannya.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter tentang jenis alat kontrasepsi yang paling sesuai untuk kebutuhan Anda dan pasangan.

Saat berkonsultasi, beri tahu dokter Anda tentang kondisi kesehatan Anda atau rencana Anda dan pasangan untuk hamil setelah menghentikan kontrasepsi.

Pos Kapan Anda Bisa Hamil Setelah Berhenti Mengontrol Kelahiran? muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top