Latest News

Kenali Kebutuhan Vitamin untuk Bayi dan Peranannya sebagai Penambah Nafsu Makan

Memperkenalkan dan menyediakan berbagai makanan penting untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi bayi setiap hari. Salah satu kebutuhan gizi bayi yang harus dipenuhi adalah asupan vitamin. Asupan nutrisi bayi dalam bentuk vitamin ini bisa didapatkan dari berbagai sumber. Bahkan, vitamin terkadang digunakan untuk menambah nafsu makan bayi.

Sebenarnya kenapa vitamin penting untuk bayi dan berapa jumlahnya yang harus dipenuhi setiap hari?

Mengapa vitamin penting untuk bayi?

Menu makanan bayi 11 bulan

Ada berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Selain nutrisi makro seperti karbohidrat, protein dan lemak, mikronutrien seperti vitamin juga dibutuhkan.

Ada dua jenis vitamin, yaitu vitamin larut lemak dan vitamin larut air. Sesuai dengan namanya, vitamin larut lemak merupakan jenis vitamin yang mudah larut dalam lemak.

Vitamin larut lemak antara lain vitamin A, D, E, dan K. Manfaat berbagai jenis vitamin larut lemak akan jauh lebih baik bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak.

Sedangkan vitamin yang larut dalam air hanya mampu bercampur dengan air dan tidak dengan lemak.

Berbeda dengan vitamin larut lemak, vitamin larut air memiliki jenis yang lebih banyak, yaitu vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, B12, dan C.

Karena terdiri dari berbagai jenis, manfaat asupan vitamin untuk bayi pun bermacam-macam.

Asupan vitamin A untuk anak-anak Misalnya, penting untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga berperan sebagai antioksidan.

Selain itu, Vitamin B untuk anak-anak secara umum memiliki manfaat untuk memastikan bahwa semua sel tubuh bekerja dengan baik.

Vitamin B untuk bayi juga bertugas membantu tubuh mengubah asupan makanan menjadi energi, memproduksi sel darah baru, serta memelihara sel kulit, otak, dan jaringan tubuh lainnya.

Namun karena vitamin B terdiri dari delapan jenis maka setiap jenis juga memiliki fungsi yang berbeda.

Sementara itu, vitamin C untuk anak-anak berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh. Tak hanya itu, vitamin C untuk bayi juga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, mencegah kerusakan mata, sekaligus menjaga kesehatan kulit.

Jika ingin tulang dan gigi bayi sehat dan kuat, maka penting untuk memenuhinya kebutuhan vitamin D untuk anak setiap hari.

Begitu juga jika dengan vitamin E untuk anak-anak yang baik untuk menunjang sistem imun, fungsi sel tubuh, dan kesehatan kulit.

Berapa kebutuhan vitamin untuk bayi?

tahap menyusui bayi

Meski vitamin dibutuhkan untuk menunjang kesehatan dan perkembangan bayi, kebutuhan vitamin untuk si kecil bisa bermacam-macam.

Usia merupakan faktor penentu kebutuhan vitamin bagi bayi. Seiring bertambahnya usia, biasanya kebutuhan vitamin untuk bayi akan semakin meningkat.

Sejak lahir hingga bayi berusia enam bulan, ASI memang menjadi makanan dan minuman utama bayi atau yang juga dikenal dengan sebutan ASI Eksklusif.

Namun, bukan berarti bayi yang masih mendapat ASI eksklusif tidak membutuhkan vitamin.

Selama bayi belum berusia enam bulan, Anda tidak perlu khawatir kebutuhan vitamin bayi tidak tercukupi.

Pasalnya, ASI mengandung beberapa vitamin yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari bayi.

Itulah yang mendasari kenapa kebutuhan ASI bayi penting untuk dipenuhi berdasarkan waktu atau jadwal menyusui bayi.

Lain lagi dengan bayi yang sudah berusia enam bulan. Di usia bayi yang sudah memasuki enam bulan, kebutuhan gizi harian bayi Anda sudah tidak bisa lagi tercukupi dari pemberian ASI eksklusif saja.

Oleh karena itu, Si Kecil membutuhkan tambahan asupan makanan dan minuman untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Namun jika memungkinkan, ASI tetap dapat diberikan hingga bayi mencapai usia 24 bulan atau 2 tahun. Pemberian makanan padat kepada bayi sejak usia enam bulan dikenal sebagai Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Jadi, asupan vitamin bayi akan didapat dari MPASI sesuai Jadwal MPASI dan porsi makanan bayi.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, berikut kebutuhan vitamin bayi sesuai usianya:

Usia 0-6 bulan

Berikut ini adalah kebutuhan vitamin untuk bayi 0-6 bulan:

  • Vitamin A: 375 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 5 mcg
  • Vitamin E: 4 mcg
  • Vitamin K: 5 mcg
  • Vitamin B1: 0,3 miligram (mg)
  • Vitamin B2: 0,3 mg
  • Vitamin B3: 2 mg
  • Vitamin B5: 1,7 mg
  • Vitamin B6: 0,1 mg
  • Vitamin B7: 5 mcg
  • Vitamin B9: 65 mcg
  • Vitamin B12: 0,4 mcg
  • Vitamin C: 40 mg

Umur 7-11 bulan

Berikut kebutuhan vitamin untuk bayi 7-11 bulan:

  • Vitamin A: 400 mcg
  • Vitamin D: 5 mcg
  • Vitamin E: 5 mcg
  • Vitamin K: 10 mcg
  • Vitamin B1: 0,4 mg
  • Vitamin B2: 0,4 mg
  • Vitamin B3: 4 mg
  • Vitamin B5: 1,8 mg
  • Vitamin B6: 0,3 mg
  • Vitamin B7: 6 mcg
  • Vitamin B9: 80 mcg
  • Vitamin B12: 0,5 mcg
  • Vitamin C: 50 mg

Usia 12-24 bulan

Berikut ini adalah kebutuhan vitamin untuk bayi 12-24 bulan:

  • Vitamin A: 400 mcg
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 mcg
  • Vitamin K: 15 mcg
  • Vitamin B1: 0,6 mg
  • Vitamin B2: 0,7 mg
  • Vitamin B3: 6 mg
  • Vitamin B5: 2,0 mg
  • Vitamin B6: 0,5 mg
  • Vitamin B7: 8 mcg
  • Vitamin B9: 160 mcg
  • Vitamin B12: 0,9 mcg
  • Vitamin C: 40 mg

Apa sumber vitamin untuk bayi?

pengaturan buah

Terdapat berbagai sumber makanan yang dapat dijadikan pilihan untuk memenuhi kebutuhan vitamin bagi bayi.

Jangan lupa perkenalkan tiap makanan secara perlahan sesuai tekstur yang pas untuk usia buah hati Anda. Berikut ini pilihan sumber vitamin untuk bayi:

1. Air susu ibu (ASI)

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kandungan vitamin dalam ASI yaitu vitamin A, D, E, dan K.

Selain vitamin larut lemak tersebut, ada juga vitamin larut air yang terkandung dalam ASI yaitu vitamin B dan C.

Agar asupan vitamin bayi lebih optimal, ibu dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi sumber vitamin dari makanan dan minuman.

Pasalnya, ternyata makanan yang dikonsumsi ibu berpengaruh terhadap kadar vitamin dalam ASI. Ambil contoh, jumlah vitamin B1 dan vitamin B2 dalam ASI sebenarnya cukup tinggi.

Di sisi lain, jumlah vitamin B6, B9, dan B12 pada ibu kurang gizi rendah. Ibu yang sedang menyusui perlu memperbanyak asupan makanan atau suplemen yang mengandung vitamin B6.

Ini karena vitamin B6 berperan penting pada tahap awal perkembangan sistem saraf bayi. Berbeda dengan vitamin B12 yang cukup didapat dari makanan sehari-hari saja.

Namun, untuk kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk menyusui, Anda bisa memberi formula bayi sesuai anjuran dokter.

2. Sayuran dan buah-buahan

Selain mengandung banyak mineral dan serat, berbagai sayur dan buah juga menjadi sumber makanan yang kaya vitamin.

Padahal, dapat dikatakan bahwa semua jenis vitamin, baik vitamin yang larut dalam lemak maupun yang larut dalam air, terdapat pada berbagai sayur dan buah.

Buah-buahan yang bisa Anda sediakan antara lain apel, pisang, pepaya, naga, kiwi, semangka, mangga, alpukat, dan lain-lain sebagai camilan bayi.

Sedangkan sayuran untuk bayi bisa antara lain bayam, jagung, brokoli, wortel, labu kuning, dan lain sebagainya.

Apa dampaknya jika asupan vitamin bayi tidak mencukupi?

vitamin untuk memberi makan bayi selama 6 bulan pertama

Pemenuhan kebutuhan vitamin bagi bayi setiap hari tidak hanya berguna untuk menambah asupan gizinya.

Di sisi lain, kebutuhan vitamin yang tidak tercukupi dengan baik dapat menyebabkan berbagai macam penyakit masalah nutrisi dan kesehatan bayi.

Itu sebabnya Anda dianjurkan untuk membujuk Facebook bayi yang mengalami kesulitan makan ingin makan untuk memenuhi kebutuhan vitaminnya.

Beberapa asupan vitamin yang jika tidak mencukupi dapat menyebabkan kondisi medis antara lain vitamin D dan vitamin B12.

Bayi yang kekurangan asupan vitamin D berisiko terserang rakhitis, sedangkan vitamin B12 berpotensi menyebabkan anemia pada bayi.

Adakah makanan untuk menambah nafsu makan bayi?

makanan bayi

Sebenarnya tidak ada makanan khusus yang dipercaya bisa menambah nafsu makan bayi.

Namun makanan yang mengandung zinc berpotensi membantu meningkatkan keinginan bayi Anda untuk makan.

Ini karena kekurangan atau kekurangan zinc pada seseorang, termasuk bayi, dapat memengaruhi nafsu makan dan nafsu makannya.

Akibatnya, bayi dengan asupan zinc yang tidak mencukupi biasanya tampak lebih sulit makan dan sering menolak saat ditawari berbagai makanan.

Solusinya, Anda bisa memberikan makanan dengan kandungan zinc dan zat besi yang tinggi sebagai penambah nafsu makan bayi.

Ambil contoh daging merah, kacang-kacangan, telur, coklat hitam (coklat hitam), keju, susu sapi, dan susu.

Agar resep menu MPASI bayi lebih variatif, Anda bisa mengolah berbagai bahan makanan dengan cara mencampurkannya dengan bahan makanan lainnya.

Sederhananya, Anda bisa menambahkan variasi sayur dan buah.

Apakah perlu memberikan vitamin penambah nafsu makan untuk bayi?

vitamin untuk bayi

Selain makanan, tindakan yang biasa dilakukan orang tua untuk meningkatkan nafsu makan bayi adalah memberinya vitamin.

Tak heran, hal ini karena vitamin dipercaya mampu meningkatkan nafsu makan bayi, membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi, dan mempercepat penyembuhan saat bayi sakit.

Perlu Anda pahami bahwa sebenarnya pemberian mineral dan vitamin, termasuk sebagai penambah nafsu makan pada bayi, adalah suplemen.

Dengan kata lain, vitamin atau mineral hanya disarankan untuk diberikan pada bayi dan anak yang kekurangan asupan zat gizi mikro.

Kebutuhan mikronutrien bayi yang tidak dapat tercukupi dari asupan makanan sehari-hari akan dibantu dengan pemberian vitamin.

Hanya saja, jika memang pemberian vitamin dapat membantu meningkatkan nafsu makan bayi, dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Pos Kenali Kebutuhan Vitamin untuk Bayi dan Peranannya sebagai Penambah Nafsu Makan muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top