• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Makan telur mentah, sehat atau bahkan berbahaya?

telur adalah salah satu bahan makanan sehari-hari yang paling banyak ditemukan. Beberapa orang secara teratur menambahkan telur ke minuman untuk protein ekstra. Selain itu, Anda bisa menemukan telur dalam keadaan mentah dan mentah antara lain pada minuman, krim pada kue, mayonais, dan dressing untuk salad. . Namun, bukan berarti bisa sembarangan makan telur mentah. Berikut beberapa risiko makan telur mentah yang perlu diperhatikan.

Apakah ada manfaat makan telur mentah?

Untuk memasak kue, saus, atau krim, diperlukan telur mentah untuk mengikat adonan. Telur juga bisa membuat adonan lebih lembut, lebih kental, dan mengembang. Namun, adonan tertentu tidak akan dimasak atau dipanaskan kembali, sehingga telur yang sudah tercampur di dalam adonan tetap mentah saat disajikan.

Beragam jenis minuman juga disajikan dengan campuran telur mentah misalnya susu dengan campuran telur mentah, madu, dan Jahe. Banyak binaragawan juga meminum telur mentah yang dicampur minuman berprotein mereka. Minum telur mentah dipercaya bisa membantu pria bugar dan meningkatkan stamina.

Berbeda dengan telur yang telah dimasak hingga matang atau setengah matang, telur mentah menawarkan beragam nutrisi penting seperti vitamin, mineral, lemak baik, dan antioksidan yang maksimal.

Dalam keadaan mentahnya, tingkat nutrisi ini lebih tinggi. Memanaskan dan memasak telur berisiko menurunkan kadar vitamin A, B5, dan kalium. Inilah yang memprovokasi banyak orang untuk minum atau makan telur mentah.

Risiko makan telur mentah perlu diperhatikan

Terlepas dari manfaatnya, mengonsumsi telur mentah memiliki risiko kesehatan, antara lain:

Penyerapan protein telur belum optimal

Banyak orang percaya bahwa telur mentah bisa meningkatkan kadar protein Anda lebih cepat dari telur yang dimasak. Padahal, mengonsumsi telur mentah bukanlah jawaban yang tepat untuk Anda yang ingin menambah asupan protein.

Sebuah penelitian yang mendalam Jurnal Internasional Ilmu Pangan dan Gizi 2004 mengungkapkan bahwa manusia sebenarnya menyerap lebih banyak protein daripada telur matang. Dalam keadaan mentah, hanya 50% protein yang bisa diserap tubuh. Sedangkan saat telur matang, protein yang bisa diserap tubuh bisa mencapai 90%.

Temuan serupa juga dikonfirmasi oleh Institut Nutrisi Amerika di The Journal of Nutrition. Jadi, meskipun telur merupakan sumber protein yang kaya, memasaknya secara menyeluruh adalah cara terbaik untuk mendapatkan protein yang maksimal.

Putih telur mentah mengganggu penyerapan biotin

Biotin juga dikenal sebagai vitamin B7 yang larut dalam air. Vitamin ini dibutuhkan tubuh dalam proses metabolisme dan pencernaan gula dalam darah. Untuk ibu hamil, vitamin ini penting untuk pertumbuhan janin. Biotin banyak ditemukan pada kuning telur.

Sayangnya, putih telur mentah dapat mengganggu penyerapan biotin dalam tubuh. Putih telur mengandung protein yang disebut avidin yang memerangkap biotin. Akibatnya, tubuh Anda tidak dapat mencerna dan memecah vitamin ini dengan baik. Avidin hanya hancur saat dipanaskan, yakni saat telur matang. Jadi jika Anda mengonsumsi telur mentah, Anda tidak akan mendapat asupan biotin.

Telur mentah membuat Anda berisiko tertular infeksi bakteri Salmonella

Risiko terbesar makan telur mentah adalah infeksi bakteri Salmonella. Bakteri yang hidup pada berbagai produk hewani seperti susu, telur, dan daging dapat menyerang tubuh manusia dan menyebabkan infeksi.

Bakteri ini menempel pada cangkang telur dan hidup di telur mentah. Makan telur mentah adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi bakteri Salmonella. Penyebab lain infeksi bakteri adalah makan daging mentah dan tertular dari hewan peliharaan. Namun, Salmonella tidak tahan dengan panas jadi jika dimasak sampai matang, bakteri ini akan mati.

Jika terinfeksi, Anda akan menunjukkan gejala dalam 6 hingga 72 jam setelah makan telur mentah. Gejala berupa kram perut, mual, diare, dehidrasi, demam, dan sakit kepala. Kondisi ini bisa berlangsung dari 4 hingga 7 hari. Biasanya infeksi bakteri ini bisa diobati dengan meredakan gejala di rumah. Dalam beberapa kasus, orang yang kehilangan cairan akibat diare parah harus dirawat di rumah sakit.

Kasus infeksi bakteri Salmonella ini tidak biasa seperti di tahun 1990-an. Pasalnya, saat ini teknik pasteurisasi telah banyak diterapkan pada berbagai produk hewani. Jadi, jika memang harus minum atau makan telur mentah, pastikan memilih telur yang sudah dipasteurisasi.

Selain itu, ada kelompok tertentu yang lebih rentan terkena infeksi Salmonella. Kelompok-kelompok ini adalah anak-anak, orang tua, penderita gangguan sistem kekebalan, dan wanita hamil. Jika Anda atau anggota keluarga termasuk dalam kelompok ini, sebaiknya hindari mengonsumsi telur mentah.

Pos Makan telur mentah, sehat atau bahkan berbahaya? muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top