• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Manfaat dan Resiko Penggunaan Kawat Gigi

Kawat gigi atau biasa disebut dengan behel adalah alat berbasis kawat yang digunakan oleh ortodontis untuk memperbaiki gigi atau rahang yang tidak rata dan gigi yang menumpuk. Selain berbagai manfaat yang bisa didapat, pahami juga efek penggunaan behel dan cara perawatan behel yang baik.

Banyak orang memakai kawat gigi di usia remaja untuk gigi tetap mereka. Namun jangan salah, orang dewasa juga bisa mendapatkan keuntungan dari kawat gigi. Tujuan utama behel ini adalah untuk menyelaraskan gigi dan rahang agar dapat menggigit makanan dengan baik dan menghasilkan senyuman yang indah.

Jika Anda memiliki rencana untuk menggunakan kawat gigi, pertimbangkan baik-baik apakah ini keputusan terbaik Anda. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakannya, yuk simak dulu beberapa manfaat dan efek memakai behel berikut ini.

Manfaat memakai kawat gigi

Kawat gigi digunakan untuk memperbaiki berbagai masalah gigi dan memberikan sejumlah manfaat. Mari kita bahas beberapa keuntungan utama menggunakan kawat gigi di bawah ini:

1. Meningkatkan kesehatan gigi

Masalah ortodontik seperti gigi yang bengkok, plak, gigi tidak teratur, pola gigitan yang tidak tepat, bakteri, penyakit gusi, dll dapat diatasi dengan menggunakan kawat gigi. Kawat gigi akan menyelaraskan struktur gigi Anda dengan cara yang paling tepat dan ini dapat meningkatkan kebersihan gigi Anda.

2. Lindungi gigi

Orang yang memiliki pola gigitan yang tidak merata atau masalah ortodontik lainnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak yang berbahaya pada gigi, seperti gigi depan yang menonjol, dan kerusakan atau masalah gigi dini.

Oleh karena itu, orang yang mengalami hal tersebut membutuhkan perisai yang kuat untuk melindungi giginya. Kawat gigi berfungsi sebagai pelindung dari efek buruk tersebut, sekaligus menjaga kesehatan gigi.

3. Mengatasi masalah makan

Banyak orang mengalami kesulitan mengunyah atau menggigit makanannya. Ini disebabkan oleh gigi yang tidak rata. Jika hal ini tidak dibetulkan maka akan menimbulkan masalah gizi dan pencernaan. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan behel untuk mengatasi masalah makan Anda.

4. Memiliki senyum yang indah dan gigi yang lurus

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kawat gigi dapat meningkatkan penampilan gigi Anda secara keseluruhan. Setelah memperbaiki gigi yang compang-camping dan tidak teratur, hasilnya adalah senyuman yang indah.

Efek keseluruhan dari perubahan ini juga akan meningkatkan rasa percaya diri Anda, sehingga Anda akan leluasa mengekspresikan diri secara terbuka tanpa ragu atau malu.

Efek memakai sanggurdi atau risiko yang terlibat

kawat gigi bersih

Selain mendapatkan manfaatnya, ternyata ada juga risiko pemakaian kawat gigi yang harus Anda waspadai sebelum memulai perawatan ini, beberapa contohnya sebagai berikut:

1. Merasa tidak nyaman

Ketidaknyamanan ini bervariasi dari individu ke individu. Secara umum, gigi Anda mungkin terasa sedikit sakit, sedikit goyang, dan Anda tidak memiliki tenaga untuk menggigit dalam beberapa hari pertama penggunaan.

Bagian sanggurdi bisa bergesekan dengan bibir, pipi, atau lidah Anda, menyebabkan nyeri. Terkadang, ada orang yang mengalaminya seriawan. Selain itu, Anda mungkin mengalami peningkatan air liur dan sedikit kesulitan berbicara.

2. Mengalami resorpsi akar

Resorpsi akar adalah pemendekan akar gigi. Beberapa pasien ortodontik cenderung mengalami masalah ini. Perubahan panjang akar ini normal dalam perawatan ortodontik dan biasanya tidak menyebabkan efek buruk jangka panjang pada mulut yang sehat.

3. Mengalami cedera

Karena kawat gigi menutupi gigi, pukulan atau pukulan yang mengenai mulut dapat menggores bagian dalam bibir atau pipi Anda. Kawat dan mengurung yang longgar atau rusak dapat menggaruk dan mengiritasi bagian dalam pipi, gusi, atau bibir.

Ikuti saran dokter gigi Anda mengenai kebiasaan makan yang baik atau kebiasaan lain untuk meminimalkan kemungkinan cedera.

4. Gigi kembali ke bentuk semula

Jika Anda tidak mengikuti instruksi dokter gigi dengan hati-hati setelah Anda melepas kawat gigi, ada risiko yang dapat terjadi. Apalagi bila Anda tidak mengikuti petunjuk pemakaian gaji, Anda mungkin kehilangan beberapa perbaikan yang Anda dapatkan saat memakai kawat gigi. Gigi Anda dapat kembali berantakan jika Anda tidak mengikuti petunjuk perawatan pasca kawat gigi.

5. Resiko memakai sanggurdi saat dewasa

Jika dokter Anda memiliki masalah dengan tulang penyangga gigi Anda saat Anda dewasa, Anda perlu menjalani operasi sebelum memasang kawat gigi. Ini karena pertumbuhan tulang rahang Anda umumnya berhenti di masa dewasa.

Orang dewasa kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk menggunakan kawat gigi dibandingkan dengan anak kecil atau remaja. Meski begitu, durasi penggunaan behel pada sesama orang dewasa juga bisa bermacam-macam. Ini tergantung pada kondisi gigi Anda dan bagaimana keadaan Anda rawat gigi selama kawat terpasang.

Di sisi lain, risiko Anda terkena berbagai masalah mulut cenderung semakin besar seiring bertambahnya usia. Itulah mengapa Anda perlu lebih sering mengunjungi dokter gigi. Apalagi jika sebelumnya Anda pernah mengalami masalah gigi dan mulut, seperti penyakit gusi atau rongga.

6. Membuat gigi menguning

Terkadang, lem dari penggunaan behel juga akan tertinggal di gigi Anda setelah dilepas. Meski masalah ini tergolong umum, gigi yang menguning pasti akan membuat rasa percaya diri Anda menurun.

Kawat gigi sering kali dituduh sebagai dalang di balik perubahan warna gigi Anda. Padahal, penyebab gigi kuning bukanlah kawat gigi yang Anda pakai. Cara Anda membersihkan gigi saat memakai kawat gigi merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi penampilan gigi Anda.

Gigi kuning disebabkan oleh penumpukan plak dari sisa makanan yang terperangkap di antara kabel dan mengurung sanggurdi. Plak adalah lapisan bakteri tidak berwarna yang mulai terbentuk di gigi Anda saat Anda makan dan minum.

Jika tidak dibersihkan, plak akan mengeras menjadi karang gigi atau karang gigi yang dapat terbentuk dalam waktu 24 jam. Tartar inilah yang membuat gigi Anda tampak kuning atau coklat seperti diwarnai.

Panduan untuk merawat kawat gigi atau kawat gigi

1. Pilih makanan Anda dengan hati-hati

Makan makanan yang salah dapat merusak kawat gigi Anda. Selama beberapa hari pertama, dianjurkan untuk makan makanan yang lembut dan halus. Potong makanan Anda menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikunyah. Contoh makanan yang bisa Anda konsumsi antara lain nasi, pasta, kue ikan, kentang tumbuk, daging matang lembut, puding, es krim, pisang, dan jus buah.

Beberapa makanan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat Anda menggunakan kawat gigi karena dapat merusaknya. Mereka keras, kenyal, lengket, dan perlu digigit. Contoh makanan yang harus dihindari adalah apel, permen karamel, kacang-kacangan, dan permen karet. Mengunyah permen karet sangat tidak disarankan karena dapat menempel pada kawat gigi.

2. Hindari kebiasaan buruk yang merusak gigi

Anda mungkin punya kebiasaan menggigit kuku atau gigit pensil. Kebiasaan ini harus segera Anda hentikan karena selain merusak gigi, juga bisa mengganggu kawat gigi yang baru saja Anda pasang.

3. Bersihkan di antara kawat gigi setelah makan

Penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi Kamu. Selalu gosok gigi setiap habis makan untuk menghindari makanan menempel di kawat gigi. Waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah 1 jam setelah makan.

4. Menggunakan benang gigi

Bersihkan gigi Anda saat menggunakan kawat gigi benang gigi hukum sangat wajib. Pasalnya, risiko menumpuknya plak dan kotoran akan lebih mudah saat Anda menggunakan kawat gigi daripada tidak.

Setiap hari, Anda harus membersihkan gigi selama 10-15 menit, mulai dari menggosok gigi dan juga menggunakan benang gigi. Berikut langkah-langkah mudahnya:

  • Potong seutas benang sekitar 40 cm.
  • Benang benang di antara kawat gigi dan gigi Anda.
  • Kaitkan ujung benang gigi di jari telunjuk Anda.
  • Masukkan benang gigi dengan lembut di belakang sanggurdi dan selipkan di antara gigi. Geser utas ke atas dan ke bawah. Pastikan Anda memindahkan benang gigi di antara gigi satu dan gigi lainnya, serta di antara gusi dan gigi.
  • Kemudian, lepaskan benang secara perlahan dari bawah kabel. Jangan langsung ditarik, hati-hati sampai tersangkut kawat gigi.
  • Pindah ke gigi berikutnya yang ingin Anda bersihkan. Sebisa mungkin jangan menarik sanggurdi dengan benang. Perhatikan letak benang yang sudah Anda sisipkan, lalu tekan dan geser benang untuk membersihkan gigi.
  • Pastikan Anda mengoleskan benang ke setiap sisi gigi agar bebas dari kotoran yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi.
  • Kemudian bilas mulut Anda untuk membilas gigi yang sudah dibersihkan.

Bersihkan gigi dengan flossing diperbolehkan setiap hari, untuk mencegah penumpukan plak di mulut. Benang gigi juga tidak bisa diganti dengan cara lain, seperti obat kumur. Kedua membersihkan gigi dan mulut dengan cara yang berbeda.

Selain itu jangan sampai dibiarkan gusi Anda berdarah saat melakukan flossing, jika berdarah berarti gerakan anda terlalu keras.

5. Pengendalian rutin

Selalu kontrol rutin ke dokter gigi untuk melihat kemajuan dan memperbaiki kawat gigi yang longgar. Dianjurkan untuk kontrol setiap 3-10 minggu tergantung pada jenis kawat gigi penggunaan Anda dan saran dokter gigi Anda.

6. Lindungi gigi Anda saat berolahraga

Jika Anda seorang atlet atau memiliki hobi olahraga, gunakan pelindung mulut setiap kali berolahraga untuk melindungi gigi dan kawat gigi. Apalagi jika Anda melakukan olahraga kontak berisiko tinggi.

Jika Anda menggunakan kawat gigi yang bisa dilepas, selalu lepas saat bermain dan jaga mulut tetap terpasang.

Cara mengurangi rasa sakit saat tinggal memasukkan behel dan baru dikencangkan

kawat gigi yang sakit

Secara alami, rasa sakit saat memasang behel akan hilang dengan sendirinya tanpa ada tindakan apa pun. Ini bukanlah sesuatu yang berbahaya. Lambat laun Anda akan terbiasa dengan tekanan ini, rasa sakitnya akan hilang, dan Anda bisa mengunyah seperti biasa.

Namun, jika memang sudah tidak tahan, beberapa tips di bawah ini bisa Anda lakukan untuk meredakan nyeri usai kontrol kawat gigi.

1. Minum air dingin atau es loli

Minum air dingin adalah cara praktis untuk meredakan ketidaknyamanan yang Anda rasakan setelah mengencangkan kawat gigi. Suhu yang dingin memberikan sensasi seperti mati rasa di sekitar mulut. Suhu dingin juga membantu mengurangi peradangan pada gusi yang sedang perih.

Selain air dingin, Anda juga bisa mengonsumsi es loli dari jus buah asli yang teksturnya sangat lembut. Ini bisa membantu meredakan rasa sakit yang Anda rasakan sekaligus memberikan kenikmatan bagi lidah.

2. Minum obat pereda nyeri

Jika sakit gigi tidak bisa lagi ditoleransi, minum obat pereda nyeri. Cobalah minum pereda nyeri satu jam sebelum Anda mengencangkan kawat gigi di dokter. Ini akan mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang akan Anda rasakan setelah Anda mengencangkan kawat gigi.

Pereda nyeri biasanya tersedia tanpa resep, tetapi pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan pada label obat. Tidak disarankan untuk mengonsumsi pereda nyeri jangka panjang karena penggunaan berlebihan bisa berbahaya.

3. Berkumur dengan air garam

Kawat gigi biasanya juga menyebabkan luka di pipi, bibir, dan gusi bagian dalam. Inilah yang membuat Anda semakin tidak nyaman. Untuk meredamnya, kumur mulut dengan air garam untuk menenangkan mulut mencicipi Anda menjawab.

Caranya, campurkan satu sendok teh garam dengan segelas air hangat hingga larut. Lalu kumur dengan larutan ini. Anda bisa berkumur beberapa kali sehari, lalu berkumur dengan air biasa. Ingat, jangan menelan airnya.

4. Kompres hangat

Jika rahang masih sakit setelah mencoba berbagai cara di atas, cara yang satu ini bisa jadi penyelamat. Kompres area yang terkena dengan kain yang dibasahi air panas. Letakkan di pipi, dagu, atau rahang yang sakit.

Kompres dan tekan dengan lembut. Kompres hangat selama beberapa menit hingga nyeri sedikit mereda.

Pos Manfaat dan Resiko Penggunaan Kawat Gigi muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top