Latest News

Memahami Dari Mana Snot Berasal dan Karakteristik Berbahaya dari Snot

Saat anda sedang flu atau alergi, anda pasti akan merasa tidak nyaman dengan hidung anda. Pasalnya, Anda akan sibuk membersihkan cairan hidung atau lendir yang mengalir tanpa henti meski sudah berkali-kali dikeluarkan. Sebenarnya darimana asal ingus? Bisakah ingus menjadi pertanda adanya masalah pada tubuh Anda? Simak terus ulasannya berikut ini, ya!

Fakta unik tentang ingus

Snot adalah lendir atau cairan yang dihasilkan oleh kelenjar mukosa yang melapisi saluran pernafasan. Bagian ini termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Tubuh memproduksi lendir secara terus menerus, bahkan mencapai satu hingga dua liter lendir setiap hari.

Menariknya, Anda tidak menyadari bahwa setiap hari Anda menelan hidung saat tidak sedang flu. Ini terjadi ketika rambut halus di sel hidung (silia) memindahkan lendir ke bagian belakang saluran hidung ke tenggorokan dan menelannya.

Namun jangan salah, lendir hidung memiliki peran penting bagi tubuh Anda, di antaranya:

  • Jaga agar lapisan dalam hidung tetap lembab agar tidak mengering
  • Menjebak debu dan partikel lain saat bernapas
  • Perangi infeksi
  • Melembabkan udara yang dihirup agar lebih nyaman saat Anda bernafas

Dari mana asal ingus?

Lendir hidung yang normal memiliki tekstur yang sangat encer dan encer. Peningkatan produksi lendir merupakan salah satu cara tubuh merespon zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Ini karena ingus berperan sebagai penahan infeksi dengan membersihkan organ hidung dari partikel penyebab peradangan.

Saat selaput lendir mengalami peradangan, hal ini dapat membuat tekstur lendir menjadi lebih kental. Kondisi ini terkadang cenderung membuat Anda tidak nyaman masuk angin. Penyebab radang selaput lendir bisa karena infeksi, alergi, iritan, atau rinitis vasomotor.

1. Infeksi

Saat Anda demam atau menggigil, hidung Anda menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan virus. Virus flu akan memicu tubuh untuk melepaskan histamin, zat kimia yang memicu peradangan pada selaput hidung. Inilah mengapa produksi lendir menjadi meningkat dan mengental.

Namun, penebalan tekstur lendir tidak selalu buruk. Pasalnya, penebalan ini membuat bakteri sulit mengendap di selaput hidung. Hidung meler merupakan cara tubuh mengeluarkan bakteri dan zat lain yang tidak diperlukan untuk keluar dari hidung.

2. Alergi

Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, jamur, bulu binatang, atau alergen lain dapat menyebabkan peradangan pada selaput lendir. Sel mast di dalam tubuh akan mengeluarkan histamin penyebabnya bersin, gatal, dan hidung tersumbat. Selanjutnya hidung akan mengeluarkan lendir yang berlebihan.

3. Iritan (menyebabkan iritasi)

Berbagai iritan non-alergen dapat memicu peradangan dan menyebabkan sensasi dingin jangka pendek, misalnya saat Anda tertular asap rokok atau klorin setelah berenang. Makan makanan yang sangat pedas juga dapat menyebabkan peradangan sementara pada selaput hidung. Meskipun tidak berbahaya, hal itu menyebabkan produksi lendir yang berlebihan.

4. Rinitis vasomotor

Apakah Anda pernah pilek dalam waktu lama? Anda mungkin mengalami rinitis vasomotor. Rinitis vasomotor adalah suatu kondisi ketika pembuluh darah di selaput hidung menjadi bengkak sehingga produksi lendir menjadi lebih banyak. Hal tersebut bisa dipicu oleh alergi, infeksi, iritasi akibat udara, dan gangguan kesehatan lainnya.

5. Menangis

Menangis adalah satu-satunya pemicu produksi lendir yang tidak ada hubungannya dengan infeksi, alergi, atau kondisi medis lainnya. Saat menangis, kelenjar air mata yang terletak di bawah kelopak mata akan mengeluarkan cairan (air mata).

Sebagian air mata akan mengalir keluar dan mengalir di pipi. Namun, sebagian akan mengalir ke saluran air mata yang terletak di sudut mata Anda. Selanjutnya cairan ini akan bercampur dengan lendir yang ada di hidung sehingga terdorong keluar menjadi ingus.

Apa tanda ingus berbahaya?

Kesehatan tidaknya kondisi tubuh Anda bisa dilihat dari warna ingus. Warna lendir biasanya cenderung bening dan berair. Jika lendir Anda berubah menjadi hijau atau kuning, ini bisa menjadi tanda bahwa infeksi bakteri sedang berkembang di tubuh Anda. Ini karena sel darah putih yang melawan infeksi mengandung enzim yang berwarna hijau. Jika dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan lendir menjadi hijau.

Jika Anda pernah mengalami perubahan warna merah atau coklat pada lendir hidung, ini mungkin karena pembuluh darah hidung yang pecah. Hal ini bisa terjadi jika lapisan hidung terlalu kering atau ada luka karena menggosok terlalu keras.

Namun, perubahan warna lendir tidak selalu mengindikasikan infeksi bakteri di tubuh Anda. Karena itu, segera tanyakan kepada dokter Anda untuk diagnosis yang lebih tepat.

Pos Memahami Dari Mana Snot Berasal dan Karakteristik Berbahaya dari Snot muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top