Latest News

Mendengar Kisah Korban Trauma Juga Dapat Membuat Stres, Mengikuti Penjelasan Ilmiah

Trauma tidak hanya bisa menimpa seseorang yang menghadapi peristiwa traumatis secara langsung. Anda juga bisa mengalami stres karena mendengar pengalaman buruk yang dialami orang lain. Di bidang psikologi, ini dikenal sebagai stres traumatis sekunder (STS) atau stres traumatis sekunder. S.stres traumatis econdary adalah suatu kondisi yang sering terjadi tetapi jarang disadari. Bagaimana STS bisa terjadi?

Emosi negatif akibat trauma dapat ditransmisikan & # 39; untuk yang lainnya

curhat dalam masalah pernikahan kepada teman dan keluarga

Seseorang dapat mengalami trauma karena tindakan kekerasan seksual, intimidasi, hubungan yang tidak sehat, bencana, dan sebagainya.

Semua pengalaman buruk ini dapat memicu gangguan emosi atau perilaku yang mempengaruhi kehidupan korban trauma.

Dukungan teman, keluarga, dan profesional seperti psikolog sangat penting selama pemulihan trauma.

Kehadiran mereka penting karena hanya mereka yang bisa menceritakan pengalaman traumatis yang mereka alami.

Namun, orang-orang di sekitar korban sebenarnya juga rentan mengalami emosi negatif dari mendengarkan pengalaman buruk.

Ketika empati muncul, emosi negatif yang terus menumpuk adalah pelopornya stres traumatis sekunder (STS).

Stres traumatis sekunder adalah suatu kondisi yang dapat terjadi dengan cepat atau lambat. STS yang terjadi secara perlahan juga dikenal sebagai trauma perwakilan.

Sebelum mengalami trauma perwakilan, seseorang biasanya akan mengalami kelelahan belas kasihan dan terbakar habis pertama.

menjadi sedih

Kelelahan welas asih muncul ketika Anda ingin membantu seseorang, tetapi tidak dapat merawat keadaan emosi Anda sendiri.

Akibatnya, segala sesuatu yang terkait dengan pengalaman korban membuat Anda merasa lelah secara fisik dan emosional.

Sementara itu, terbakar habis adalah kondisi yang muncul karena terlalu lama berada di lingkungan yang tidak sehat secara emosional.

Jika tidak dirawat, kelelahan belas kasihan dan terbakar habis lambat laun membuat Anda rentan mengalami stres traumatis sekunder.

Siapa pun yang berisiko mengalami sstres traumatis econdary?

Siapa saja dapat mengalami STS, tetapi orang-orang terdekat korban biasanya memiliki risiko lebih besar.

Selain itu, risiko STS juga lebih tinggi pada orang yang bekerja sebagai terapis, konselor, paramedis, polisi, pekerja sosial, dokter, dan pengacara.

Alasannya, mereka adalah orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan korban trauma yang rentan terhadap sstres traumatis econdary.

Mereka lebih mudah berempati dengan korban sehingga emosi negatif dan rasa sakit yang dialami korban terasa jauh lebih kuat.

Gejalastres traumatis econdary yang perlu diakui

depresi

Stres traumatis sekunder adalah suatu kondisi yang terjadi bukan karena kesalahan korban trauma.

Hal ini terjadi karena setiap orang memiliki kemampuan berbeda untuk mendengarkan cerita traumatis secara berkelanjutan, bahkan dalam psikolog profesional.

Karena itu, Anda perlu tahu gejala apa yang terjadi ketika seseorang mengalami STS. Luncurkan halaman Terapi yang baik, berikut sejumlah gejala yang perlu dikenali:

  • Gejala emosional, terutama kesedihan dan kecemasan yang berkepanjangan. Anda juga mungkin mudah tersinggung, mengalami perubahan suasana hati dan rasa humor, atau merasa tidak aman.
  • Gejala fisik seperti sakit kepala, ruam kulit, dan asam lambung.
  • Gejala kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan.
  • Gejala perilaku, seperti menarik diri dari hubungan, mengonsumsi alkohol, sulit tidur, dan mengubah pola makan.
  • Gejala spiritual termasuk perasaan kehilangan harapan dan tujuan, dan perasaan kehilangan hubungan dengan orang lain.

Dukungan dari orang-orang terdekat sangat berarti bagi korban trauma, tetapi pastikan Anda juga melakukannya mengobati kondisi emosional diriku untuk dibuang stres traumatis sekunder. Dengan begitu, Anda dapat membantu korban trauma secara efektif.

Jika Anda mengalami kumpulan gejala di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan profesional mental seperti psikiater atau psikolog.

Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan dampak STS pada kesehatan mental Anda.

Pos Mendengar Kisah Korban Trauma Juga Dapat Membuat Stres, Mengikuti Penjelasan Ilmiah muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top