• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Mengenal Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sel Sperma di Testis

Sperma dan air mani adalah dua zat atau zat yang berbeda. Sel sperma adalah bagian dari air mani yang biasanya hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop. Sedangkan air mani adalah cairan kental berwarna keputihan yang disekresikan oleh penis. Sperma yang terkandung di dalam air mani inilah yang berfungsi untuk membuahi sel telur (ovum) membentuk zigot, cikal bakal janin. Sebelum menjadi sel sperma yang siap membuahi sel telur, butuh waktu lama bagi sperma untuk bisa diproduksi oleh testis. Proses pembentukan sel sperma di testis disebut spermatogenesis.

Pahami proses spermatogenesis

proses pembentukan sperma

Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma di dalamnya testis pria. Spermatogenesis sendiri berasal dari kata spermato yang artinya benih dan asal yang artinya belahan dada.

Sel sperma diproduksi di tubulus seminiferus di testis. Di dalam dinding tubulus, banyak sel tersebar secara acak yang disebut sel Sertoli. Sel-sel ini berfungsi untuk menyediakan makanan bagi sel sperma yang belum matang.

Ketika sel sperma telah matang (spermatogonia), spermatogonia (sel induk sperma) berkembang biak dengan mitosis dan meiosis.

Dari spermatogonia, sel sperma akan berubah menjadi spermatosit primer melalui mitosis. Setelah itu, spermatosit primer membelah dengan meiosis menjadi spermatosit sekunder dengan ukuran yang sama.

Melalui tahap kedua meiosis, spermatosit sekunder membelah lagi menjadi empat spermatid dengan bentuk dan ukuran yang sama. Spermatid adalah tahap akhir sebelum berubah menjadi sel sperma dewasa (spermatozoa) dan siap untuk dilepaskan bersama dengan air mani ketika seorang pria berejakulasi.

Satu sel benih yang belum menghasilkan membutuhkan waktu hingga 74 hari untuk mencapai kematangan akhir. Selama proses ini, lebih dari 300 juta spermatozoa akan diproduksi setiap hari. Sayangnya, dari jumlah tersebut, hanya ada sekitar 100 juta sel sperma yang berhasil matang sempurna pada proses akhir.

Sel sperma sangat kecil

anatomi sel sperma

Sperma yang sudah matang memiliki kepala yang lonjong datar dan ekor bergelombang. Sperma tidak dapat dilihat dengan mata telanjang karena sel-sel tersebut berukuran sangat kecil, yaitu sekitar 0,05 milimeter dari kepala hingga ekor.

Kepala sperma memiliki kromosom dan juga memiliki struktur tubuh yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzim hyaluronidase dan proteinase yang keduanya berfungsi menembus lapisan sel telur. Di tengah akrosom terdapat mitokondria kecil yang memberikan energi untuk menggerakkan ekor sperma.

Tingkatkan kualitas sperma Anda dengan gaya hidup sehat

Sperma yang sehat adalah kunci kesuburan pria. Jika Anda dan pasangan berencana untuk memiliki buah hati, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah salah satu resepnya.

Jadi, tidak hanya usia yang memengaruhi kesuburan pria, karena faktanya gaya hidup Anda juga bisa menentukan keberhasilan program kehamilan yang Anda dan pasangan rencanakan.

Berikut beberapa perubahan gaya hidup sehat yang bisa Anda lakukan meningkatkan kualitas sperma.

1. Perhatikan asupan makanan Anda

asupan makanan bergizi seimbang

Makanan yang Anda konsumsi setiap hari dapat memengaruhi kualitas sperma. Nutrisi dalam makanan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sperma, sehingga membantu sperma untuk bergerak dan membuahi.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa makanan yang Anda konsumsi setiap hari mengandung gizi dan gizi yang seimbang. Selain lebih sehat dan bugar, beberapa makanan kesuburan sperma, seperti sayuran hijau, seafood, dan biji-bijian yang kaya nutrisi juga membantu meningkatkan kualitas sperma dan gairah seksual pria.

Jika tubuh Anda sehat, maka hasrat seksual dan kualitas sperma Anda juga baik. Dengan begitu, tingkat kesuburan Anda akan meningkat. Artinya, peluang keberhasilan program kehamilan yang Anda dan pasangan rencanakan bisa lebih besar.

2. Berhenti merokok

berhenti merokok

Merokok merupakan kebiasaan yang tidak sehat dan memiliki banyak efek negatif bagi tubuh. Salah satu hal yang mungkin terjadi adalah masalah kesuburan.

Beberapa penelitian telah menyebutkan hal itu pria perokok aktif berisiko tinggi mengalami ketidakmampuan. Selain itu, kualitas dan kuantitas sperma pada pria perokok juga diketahui lebih buruk dibandingkan bukan perokok.

Salah satu studi yang dipublikasikan BMC Kesehatan Masyarakat menyimpulkan bahwa merokok mempengaruhi jumlah sperma yang lebih rendah dan meningkatkan jumlah cacat morfologis pada spermatozoa. Hal tersebut tentunya berpengaruh pada tingkat kesuburan pria.

Makanya kalau mau punya anak usahakan berhenti merokok. Meski tidak mudah, bukan berarti tidak bisa sama sekali.

Jika perlu jangan sungkan untuk meminta dukungan dari orang terdekat anda agar usaha anda untuk berhenti merokok dapat berjalan dengan lancar dan maksimal.

3. Rajin berolahraga

olahraga untuk mengatasi obesitas

Kegemukan Obesitas alis dapat mengganggu kualitas dan kuantitas sperma, baik bentuk maupun gerakannya. Itu sebabnya menjaga berat badan ideal juga menjadi salah satu perubahan hidup sehat yang perlu Anda lakukan.

Ya, satu bagaimana mengontrol berat badan optimal adalah dengan olahraga teratur. Selain itu, olahraga juga dapat membuat tubuh lebih bugar dan menurunkan tingkat stres.

Tingkat stres yang rendah dapat menimbulkan perasaan senang dan pikiran positif dalam diri Anda. Hal ini tentunya baik untuk menyukseskan program kehamilan bersama pasangan.

Anda tidak perlu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan preferensi dan kondisi kesehatan Anda. Gerakkan tubuh Anda setiap hari.

4. Jaga organ reproduksi Anda

celana ketat mempengaruhi proses pembentukan sperma

Menjaga suhu testis adalah cara lain untuk meningkatkan kualitas sperma. Pasalnya, menurut beberapa penelitian suhu panas dapat merusak sperma.

Anda bisa mencegah kerusakan sperma dengan menjaga suhu tubuh normal dan menghindari kebiasaan buruk, seperti berendam di air panas, memakai celana ketat, meletakkan laptop di paha, atau duduk terlalu lama.

Meski tidak langsung merasakan efeknya, suhu tinggi di sekitar skrotum dan testis bisa mengganggu proses spermatogenesis dan menurunkan kualitas sperma.

5. Lakukan seks yang sehat dengan pasangan

seks yang sehat untuk meningkatkan kualitas sperma

Anda juga perlu bersihkan penis sebelum dan sesudah berhubungan seks untuk mendapatkan seks yang sehat dan aman. Ini karena aktivitas seksual adalah salah satu sumber penyebaran infeksi terbesar.

Jika Anda ingin menggunakan alat, seperti mainan seks, basuh sampai bersih setiap ingin bercinta.

Hindari berganti pasangan selama hubungan seksual untuk menghindari risiko penyakit menular seksual. Selain itu, Anda tidak boleh melakukan hubungan seks saat mabuk karena hal ini justru dapat menimbulkan perilaku yang berisiko.

Pos Mengenal Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sel Sperma di Testis muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top