• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Mengenali Gangguan Pemrosesan Sensorik: Ketika Otak Salah Menafsirkan Informasi

Otak manusia bekerja dengan menerima dan menafsirkan informasi yang diterima oleh sistem saraf seperti suara, cahaya, sentuhan, atau gerakan. Interpretasi ini penting bagi seseorang untuk mempelajari sesuatu. Tapi bagaimana jika otak seseorang salah menafsirkan informasi yang diterima? Ini dikenal sebagai Gangguan Pemrosesan Sensorik (SPD), yang merupakan gangguan proses berpikir dan dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Apa itu gangguan pemrosesan sensorik (SPD)?

SPD merupakan suatu kondisi neurologis yang kompleks karena otak mengalami kesulitan dalam menerima dan merespon informasi yang diterima olehnya sistem saraf. SPD juga dapat menyebabkan otak seseorang salah mengartikan informasi atau apa yang sedang terjadi.

Seseorang yang mengalami SPD cenderung terlalu sensitif atau kurang peka terhadap sesuatu yang terjadi disekitarnya sehingga cenderung lebih emosional atau tidak sadar akan bahaya yang ada disekitarnya.

Seperti gangguan kesehatan mental Secara umum, tingkat keparahan SPD yang dialami individu bisa berbeda-beda. Kondisi SPD biasanya dikenali selama perkembangan di masa kanak-kanak dan dapat bertahan hingga dewasa. SPD biasanya dikenali bersamaan atau sebagai gejala gangguan mental, seperti autisme. Hingga saat ini, SPD tidak dianggap sebagai gangguan kesehatan mental yang terpisah dan karenanya tidak memiliki kriteria diagnostik khusus.

Selain itu, belum diketahui secara pasti apa penyebab SPD pada seseorang. Faktor genetik diduga sebagai penyebab utama atau determinan bagaimana seseorang merespon dan memproses informasi yang diterimanya. Aktivitas otak yang tidak normal juga diduga menjadi penyebab perbedaan proses respon rangsangan pada individu dengan SPD.

Pertanda jika seseorang sedang mengalaminya gangguan pemrosesan sensorik

Kondisi SPD dapat dialami oleh satu atau lebih indra tertentu seperti pendengaran, sentuhan, atau pengecapan. Jenis gangguan bisa jadi terlalu sensitif (hipersensitif) atau kurang sensitif (hiposensitif) terhadap lingkungan sekitarnya.

Beberapa contoh gejala SPD hipersensitif adalah

  • Memberikan respon yang ekstrim seperti terlalu takut pada suara tertentu yang biasanya tidak berdampak pada orang lain.
  • Mudah mendengar atau terganggu oleh kebisingan latar belakang atau suara yang biasanya tidak dapat didengar oleh orang lain.
  • Takut untuk disentuh, menghindari kontak fisik bahkan dengan orang yang dia kenal.
  • Takut pada kerumunan orang atau berdiri terlalu dekat dengan orang lain.
  • Hindari aktivitas yang mengharuskan Anda mengangkat kaki dari lantai atau tanah karena takut terjatuh.
  • Memiliki keseimbangan yang buruk sehingga sering terjatuh.

Sedangkan gejala SPD hiposensitif adalah

  • Memiliki toleransi yang tidak biasa terhadap rasa sakit.
  • Kurangnya kendali atas gerakan atau kekuatan.
  • Tidak bisa duduk diam dan sangat menyukai permainan yang melibatkan banyak gerakan.
  • Cenderung menantang tapi bisa membahayakan dirinya.
  • Memiliki keinginan untuk selalu menyentuh atau bermain dengan suatu benda.
  • Tidak mampu menjaga jarak atau "ruang pribadi" dengan orang lain.

Masalah yang mungkin dialami oleh orang SPD

Selain menimbulkan respons yang tidak biasa terhadap sesuatu, SPD cenderung menyebabkan seseorang mengalami beberapa hal, antara lain:

  • Kesulitan menerima perubahan dan kesulitan berkonsentrasi karena sulit beradaptasi dengan lingkungannya sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk berkonsentrasi pada suatu kegiatan.
  • Keterampilan sosial terganggu karena kecemasan atau mudah terganggu oleh kehadiran orang lain.
  • Gangguan keterampilan motorik terjadi karena mereka kurang peka terhadap lingkungan sekitar bahkan gerakan tubuh sendiri.
  • Gangguan untuk mengontrol respon terhadap rangsangan yang mereka terima dan hal tersebut menyebabkan mereka menjadi sulit untuk mengontrol perilakunya sendiri.

Kondisi kesehatan mental terkait dengan gangguan pemrosesan sensorik

Ada dua gangguan kesehatan mental yang terkait dengan SPD, di antaranya: Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan autisme. Pemrosesan yang terganggu dari rangsangan atau informasi tertentu yang mirip dengan SPD adalah gejala ADHD dan terjadi pada orang dengan autisme. Namun, seseorang dengan SPD belum tentu memiliki ADHD atau autisme.

Apa yang bisa dilakukan tentang itu?

Belum ada metode yang dapat digunakan untuk menangani SPD secara keseluruhan, namun ada upaya yang dapat membantu seseorang dengan SPD untuk beradaptasi lebih baik, salah satunya adalah terapi okupasi (pekerjaan yang berhubungan dengan terapi).

Anda juga dapat membantu anggota keluarga atau anak yang dicurigai menderita SPD dengan menciptakan lingkungan rumah yang aman dari pemicu kecemasan atau tindakan yang tidak diinginkan seperti menghilangkan suara bising atau benda lain yang dapat membahayakan.

Pos Mengenali Gangguan Pemrosesan Sensorik: Ketika Otak Salah Menafsirkan Informasi muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top