Latest News

Merawat Penderita Kanker di Rumah

Merawat Penderita Kanker di Rumah

Penyakit Kanker dapat menyerang siapa pun tanpa pandang bulu, termasuk orang-orang yang Anda sayangi. Orang yang terkena penyakit ini tidak hanya merasakan gejala kanker secara fisik, tapi juga rentan terganggu kesehatan mentalnya. Entah mengalami stres berat, tidak dapat mengendalikan emosi, atau lebih sensitif.

Beberapa perawatan yang bisa Sahabat Ono lakukan dirumah jika ada keluarga yang mendirita penyakit kanker, antara lain :

 

Menjadi pemenang bagi orang yang dicintai

Penting untuk memahami tentang apa yang sedang dilawan oleh orang yang Anda cintai. Karena itu, pelajari segalanya tentang apa yang terjadi.

Miliki pemahaman menyeluruh tentang penyakit dan rencana perawatan orang yang Anda cintai, baik jangka pendek maupun panjang, ini adalah cara terbaik untuk membantu mereka mendapatkan tempat yang dibutuhkan.

Pelajari tentang risiko infeksi

Pasien kanker yang menjalani kemoterapi memiliki risiko infeksi yang besar seperti pneumonia atau flu. Ini dikarenakan perawatan tersebut membunuh sel darah putih yang melawan infeksi bersama sel kanker.

Pasien dengan kanker darah leukemia bahkan memiliki risiko infeksi lebih besar. Akibat leukemia, sel darah putih yang diproduksi di sumsum tulang tidak matang dengan baik.

Beberapa gejala umum infeksi bisa termasuk demam tinggi, sakit tenggorokan atau perut. Selain itu, mereka bisa mengalami kebingungan, hingga tanpa gejala yang lain. Untuk ini, keluarga harus selalu mencuci tangan dengan bersih. Jangan lupa untuk meminta pasien untuk melakukannya, serta mengenakan pakaian pelindung ketika berada di tengah kerumuman.

Terus mengawasi perawatannya

Jika anggota keluarga menjalani kemoterapi dan mendapatkan garis Hickman, penting untuk mengganti pembalut yang menutupi jalurnya dengan tepat. Pastikan ini tidak basah karena pasien bisa berisiko infeksi.

Perhatikan juga apabila ada tanda-tanda infeksi seperti kemerahan hingga demam yang mungkin dialami pasien.

Bantulah kelola efek samping kemoterapi

Anda bisa membantu membuat perawatan kemoterapi agar lebih mudah diterima untuk pasien. Caranya adalah dengan mengelola dan mengantisipasi efek samping seperti kurangnya nafsu makan.

Sahabat Ono bisa memastikan orang yang dicintai cukup makan dan minum. Dehidrasi bisa menyebabkan mual menjadi lebih buruk.

Penting untuk menghentikan dehidrasi sedini mungkin karena semakin sedikit seseorang terhidrasi, semakin mual mereka, akibatnya, makin sedikit keinginan mereka untuk makan atau minum.

Menjadi pengertian

Setiap pasien berbeda-beda soal kebutuhannya. Karena itu, disarankan agar keluarga harus selalu fleksibel. Terkadang, pasien akan sulit dalam meminta bantuan, apalagi jika mereka terbiasa melakukan semuanya sendiri.

“Beberapa pasien, khususnya yang lebih tua, tidak selalu melakukan hal-hal yang bisa diprediksi,” kata Carraway.

“Meskipun penting agar meminta mereka untuk tetap aktif selama perawatan, di hari-hari saat mereka merasa tidak baik, akan sangat menjengkelkan jika pengasuh mengeluh pada mereka.”

Karena itu, cobalah berbesar hati dan temukan cara untuk selalu tetap positif setiap hari. Selain itu, teruslah caritahu apa yang dibutuhkan pasien agar Anda bisa memahami kebutuhannya.

Temukan cara kreatif untuk memotivasi anggota keluarga

“Cobalah untuk menemukan cara-cara yang kreatif agar membuat orang yang Anda cintai tetap termotivasi. Ini bisa membantu mempertahankan kekuatan dan daya tahan mereka, serta meningkatkan suasana hati,” kata Carraway.

Untuk ini, Anda bisa mengajak anggota keluarga untuk tetap aktif sefcara fisik. Misalnya dengan sekadar berjalan-jalan atau melakukan yoga dan bermusik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top