Latest News

Orang Tua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan yang Sering Dilakukan

Masa remaja menjadi masa transisi yang membuat anak-anak sangat penasaran. Di usia ini, banyak remaja yang berani mencoba berbagai hal dari positif hingga negatif. Oleh karena itu kenakalan remaja seakan menjadi hal yang lumrah namun sebenarnya tidak boleh ditolerir. Lantas, kenakalan apa saja yang sering dilakukan remaja dan apa yang harus dilakukan orang tua?

Mengapa kenakalan remaja terjadi?

Berikut beberapa hal yang menyebabkan anak menjadi kenakalan remaja:

Memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap anak akan melalui tahap perkembangan remaja. Ini merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak sebelum ia melewati fase menjadi dewasa.

Pada fase ini anak cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh karena itu, ada banyak hal yang ingin dia coba untuk pertama kali dalam hidupnya.

Mengalami krisis identitas

Dikutip dari halaman Pusat Konseling Sosial Kementerian Sosial, di fase ini juga remaja sering mengalami krisis identitas.

Krisis dalam diri ini ditandai dengan perkembangan emosional remaja orang yang labil juga mudah dipengaruhi oleh orang lain, terutama teman terdekatnya.

Pada fase ini, anak cenderung mencoba banyak hal yang sesuai dengan dirinya dan membuat mereka merasa lebih baik.

Misalnya, dia merasa dengan merokok semua beban pikirannya hilang dan dia merasa lebih sejuk.

Dari coba-coba itu, akhirnya bisa menjadi kebiasaan yang akan terbawa hingga dewasa.

Menekankan

Orang Tua & # 39; pertengkaran, pertengkaran dengan pacar, atau masalah stres lainnya dapat menyebabkan kenakalan remaja.

Ketika ia merasa stres dan bahkan tidak diperhatikan oleh orang tuanya sendiri, saat itu ia merasa perlu untuk melampiaskan stresnya pada hal lain.

Hal inilah yang kemudian membuat anak terjerumus ke dalam kenakalan remaja.

Karenanya, remaja merupakan fase dimana anak sebenarnya perlu dibimbing, tidak dibiarkan sendiri karena dianggap sudah lebih tua.

Bukti harga diri

Selain itu, ego dan harga diri seringkali menjadi alasan mengapa remaja akhirnya jatuh cinta pada hal-hal negatif.

Misalnya, ketika teman-temannya merokok dan minum alkohol, maka anak Anda ditawari tetapi dia menolak.

Lalu teman-temannya berkata "Ah buruk, tidak keren dan tidak benar-benar laki-laki".

Ketika anak-anak mendengar kata-kata tersebut, ego dan harga diri mereka merasa tercoreng, akhirnya mereka ingin mencoba rokok dan alkohol untuk membuktikan bahwa kata-kata tersebut tidak benar.

Kombinasi dari semua hal tersebut pada akhirnya dapat menjerumuskan seorang anak ke dalam kenakalan remaja.

Jenis kenakalan yang dilakukan oleh remaja

Perilaku kenakalan remaja yang melanggar norma di Indonesia bukan lagi hal yang tabu.

Hal tersebut bisa terjadi karena lingkungan sekitar, pergaulan, kemajuan teknologi, hingga masalah ekonomi yang terjadi dalam keluarga.

Tidak hanya itu saja, pada masa remaja otaknya belum berkembang sepenuhnya, sehingga ada kalanya Anda melakukan impulsif dan mengambil keputusan yang buruk.

Berikut ini yang tergolong kenakalan remaja, yaitu:

1. Obat-obatan

Penyalahgunaan narkoba bukan lagi fenomena baru di kalangan anak sekolah. Tampaknya salah satu kenakalan remaja ini lebih menyebar daripada yang diduga para ahli dan orang tua.

Terdapat bukti statistik bahwa kontak pertama seorang anak dengan narkoba biasanya dimulai pada kelas 6 sampai 8 (usia 12-14 tahun).

Alasan remaja menggunakan narkoba bisa bermacam-macam. Misalnya, menggunakannya untuk memiliki pengalaman yang sama dengan teman-temannya dan mencoba-coba sampai benar-benar buntu.

Ada juga yang menggunakan steroid untuk meningkatkan penampilan atau kekuatan atletisnya. Ada juga yang menggunakan ekstasi untuk meredakan kecemasan dalam situasi sosial tertentu.

Kemudian, ada remaja yang menyalahgunakan obat resep orang dengan ADHD, seperti Adderall, untuk membantu mereka belajar atau menurunkan berat badan.

Penggunaan narkoba pada masa remaja dapat mengganggu fungsi otak. Akibatnya, seseorang akan kehilangan motivasi, mengalami masalah memori, kesulitan belajar, mengambil keputusan, dan mengendalikan kebiasaan.

Ini juga berkaitan dengan efek kecanduan yang dikutip dari Medline Plus, bahwa orang yang mencoba narkoba pada usia muda memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan kecanduan di kemudian hari.

Inilah sebabnya mengapa penting untuk memperhatikan tanda-tanda penyalahgunaan zat pada remaja dan dewasa muda awal. Kebanyakan orang mulai menyalahgunakan setidaknya satu zat sebelum menjadi pecandu.

Tanda-tanda bahwa anak remaja Anda mulai menggunakan narkoba

Ada beberapa tanda atau ciri pengguna narkoba, yaitu:

  • Perubahan mendadak atau ekstrim pada teman, pola makan, tidur tidak teratur, dan penampilan fisik.
  • Tanda suntikan atau loop di lengan atau tungkai (bisa disembunyikan dengan memakai lengan panjang di hari yang sangat panas).
  • Kemerahan pada mata, sering nyeri, keringat berlebih, bau aneh pada tubuh, gemetar, sering mimisan, dan perubahan fisik lainnya.
  • Menjadi tidak bertanggung jawab, memiliki penilaian yang buruk, dan umumnya kehilangan minat.
  • Melanggar aturan atau menjauh dari keluarga.
  • Di kamar ada kotak obat atau kotak obat, padahal anak tidak sakit.
  • Anda mengalami kehilangan uang, barang berharga, dan anak sering meminta uang secara paksa meski belum pernah melakukan itu sebelumnya.
  • Mematikan, tetap diam, mengisolasi, melakukan aktivitas yang mencurigakan.
  • Memaksakan privasi lebih, mengunci pintu, dan menghindari kontak mata.
  • Melewatkan pembolosan, menjatuhkan rapor, dan sering bermasalah di sekolah.

Bagaimana cara bertanya dengan bijak kepada anak-anak?

Jika Anda mencurigai adanya perubahan terkait kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, jangan takut untuk bertanya.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan adalah:

  • “Saudaraku, akhir-akhir ini kok kamu tidak fokus dan terlihat lebih kurus, Kak, ada masalah?”
  • “Saudaraku, jika kamu jujur ​​kamu tidak akan marah. Pernahkah Anda melihat jarum suntik di kamar adik Anda, untuk apa? "

Putuskan sebelumnya, bagaimana menanggapi jawaban "ya". Pastikan Anda meyakinkan anak Anda bahwa Anda akan merawatnya dan menginginkan yang terbaik untuk hidupnya.

Tentu saja, tidak semua remaja akan mengakui penyalahgunaan narkoba.

Tetapi jika Anda memiliki bukti dan menunjukkannya kepada anak Anda perlahan-lahan dia akan mengikutinya.

Itu sebabnya para ahli sangat menyarankan agar Anda mempertimbangkan penilaian profesional tentang kondisi anak Anda dengan dokter anak atau psikolog untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Bekerja dengan orang-orang profesional untuk membantu remaja adalah cara terbaik untuk memastikan dia memiliki masa depan yang sehat.

2. Kecanduan alkohol

Berawal dari rasa penasaran dan menjadi hal yang lumrah, remaja juga akan mulai mencoba meminum alkohol.

Saat diminum dalam jumlah sedikit, alkohol bisa membuat tubuh rileks.

Namun, efek yang dapat diberikan alkohol adalah mabuk, keracunan, dan memengaruhi organ serta sistem dalam tubuh.

Riset di Konsekuensi Minum di Bawah Umur menunjukkan bahwa orang yang mulai minum alkohol pada usia dini akan mengalami masalah di kemudian hari.

Apalagi, perkembangan remaja merupakan masa perkembangan di bidang otak anak.

Anda juga harus berhati-hati karena salah satu kenakalan remaja ini juga dapat mengganggu perubahan hormonal pada masa pubertas baik untuk anak perempuan maupun laki-laki.

Untuk mencegah anak-anak minum tanpa pengawasan, Anda juga wajib memberikan edukasi tentang bahaya alkohol dan mengajari cara menolak ajakan teman sebaya untuk minum alkohol.

3. Merokok

Merokok juga dapat dikategorikan sebagai kenakalan remaja. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hampir 80% dari total perokok di Indonesia mulai merokok pada usia belum mencapai 19 tahun.

Kelompok usia yang paling banyak merokok di Indonesia adalah 15-19 tahun. Sedangkan di urutan kedua adalah kelompok umur 10-14 tahun.

Menurut WHO, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India.

Remaja yang merokok memiliki status kesehatan yang buruk dibandingkan bukan perokok.

Akibat paling umum dari para perokok muda ini adalah sakit kepala dan sakit punggung.

Hal lain yang perlu diketahui orang tua adalah begitu seorang anak mulai merokok, akan sulit untuk berhenti.

Akan tetapi, hal ini berlaku bila si anak kecanduan. Karena tubuh dan pikiran cepat beradaptasi dengan kandungan nikotin

4. Seks bebas

Seks bebas merupakan salah satu kenakalan remaja yang kasusnya terus berkembang. Padahal di masa lalu, seks dianggap tabu sebelum menikah.

Namun seiring dengan perkembangan jaman, seks sebelum menikah justru dianggap sebagai gaya hidup remaja.

Karena itu, memberikan pendidikan seksual pada anak-anak adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan orang tua sejak usia dini.

Hal ini dimaksudkan untuk mencegah hubungan seks bebas dan kehamilan di luar nikah.

Beri pengertian bahwa melakukan seks bebas membawa akibat yang fatal bagi kehidupannya kelak.

Katakan juga padanya bahwa seks di luar nikah, terutama berganti pasangan, bisa menyebabkan penyakit kelamin.

Katakan padanya bahwa Anda tidak melarang anak Anda dekat dengan lawan jenis tetapi tetap harus tahu batasan dan bertanggung jawab.

5. Melarikan diri dari rumah

Saat mereka mengalami masalah yang cukup serius, ada beberapa remaja yang mencari jalan keluar dengan kabur dari rumah.

Biasanya cara ini dilakukan jika ia merasa jijik dengan kondisi rumahnya, entah itu pertengkaran orang tua yang selalu terjadi atau ia merasa tidak diperhatikan.

Agar hal tersebut tidak terjadi pada anak Anda, cobalah untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman untuk ditinggali.

Tips melindungi anak dari kenakalan remaja

Jika Anda tidak cepat mengambil langkah bijak, bukan tidak mungkin anak Anda akan terseret ke arus kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebagai bentuk pencegahan kenakalan remaja:

1. Ajak anak untuk berdiskusi

Anda dapat memancing obrolan dari topik yang paling sederhana. Misalnya menanyakan apa saja aktivitas anak di sekolah dan bagaimana biasanya anak bergaul dengan teman-temannya.

Setelah itu barulah Anda mengarahkan obrolan ke topik utama.

Jelaskan kepada anak apa kenakalan remaja secara umum, hal-hal apa saja yang terjadi, dan apa bahayanya masuk ke dalam lingkaran itu.

2. Memberikan pendidikan seksual

Para remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang seks dan seksualitas. Ini adalah bagian alami dari proses pengembangan.

Namun, jika rasa ingin tahu ini tidak dibarengi dengan ilmu yang baik, maka penyalurannya bisa salah.

Oleh karena itu pendidikan seks merupakan salah satu pelajaran penting dalam mendidik remaja.

Pendidikan seksual ini bukan hanya tentang seks. Anda bisa memulainya dengan menjelaskan, misalnya tentang perbedaan tubuh pria dan wanita secara umum serta perubahan tubuh selama masa pubertas.

Ya, pendidikan seksual bukan hanya tentang menjaga remaja dari pergaulan bebas karena ingin "bereksperimen" karena penasaran.

Pendidikan seksual dini juga dapat melindungi anak Anda dari bahaya pelecehan seksual oleh orang-orang di sekitarnya.

3. Terapkan aturan ketat di rumah

Menerapkan aturan ketat di rumah merupakan cara jitu yang bisa dilakukan orang tua untuk menghindari pergaulan bebas dengan remaja.

Ada beberapa aturan yang perlu diberlakukan, misalnya tentang jam malam.

Beritahu setiap anak, baik laki-laki atau perempuan, untuk tidak pulang larut malam.

Mintalah anak-anak untuk pulang setidaknya jam 8 malam. Kecuali ada hal lain dengan alasan yang bagus.

4. Kenali setiap teman anak Anda

Dalam banyak kasus, perilaku remaja tercermin dalam lingkungan pertemanan sehari-hari. Karena itu, pastikan Anda mengenal teman-temannya dengan baik.

Mengenal lingkaran pertemanan anak Anda juga memungkinkan Anda untuk mengenal orang tua dari anak lain.

Alhasil, Anda juga bisa bertukar pikiran dan informasi tentang tips mendidik anak dengan orang tua lainnya.

5. Pantau aktivitas anak

Usahakan untuk selalu memantau dan mengawasi aktivitas agar tidak terjadi kenakalan pada remaja.

Beri pengertian bahwa yang Anda lakukan bukanlah bentuk pengekangan, melainkan pengawasan.

Salah satu bentuk pengawasan, misalnya, selalu menanyakan kemana tujuan dan dengan siapa.

Katakan kepada anak itu bahwa sebagai orang tua Anda hanya khawatir dan begitulah cara Anda merawatnya meskipun Anda berada jauh.

6. Dukung anak dalam hobi yang disukainya

Masa remaja merupakan masa ketika anak aktif mencoba berbagai aktivitas. Apapun kegiatan yang dipilih anak selama itu positif, dukunglah.

Intinya, alihkan perhatian anak dari kenakalan remaja melalui berbagai aktivitas positif yang disukainya.

Pos Orang Tua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan yang Sering Dilakukan muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top