Latest News

Orangtua, Ini Cara Mendidik Anak Belajar Tanpa Harus Paksaan

Menemukan cara untuk mengajar anak-anak agar mau belajar tanpa harus memaksakannya memang merupakan tantangan bagi orang tua. Tolok ukur kecerdasan anak-anak yang dibangun oleh masyarakat sering membuat orang tua mau tak mau memaksa dan menuntut agar anak-anak mereka belajar keras.

Apa dampaknya jika orang tua sering memaksa anak untuk belajar? Bagaimana cara mengajar anak-anak agar mau belajar tanpa harus memaksakan?

Manusia memiliki cara belajar alami mereka sendiri

Tidak sedikit sekolah dasar yang mengharuskan anak-anak untuk dapat membaca dan menulis sebagai awal pendidikan. Metode ini memang penting sebagai dasar untuk pendidikan anak-anak. Penting untuk diingat bagi orang tua dan guru untuk mengajar anak-anak tanpa paksaan.

Ketika anak-anak sekolah, kegiatan belajar berlanjut dan menuntut anak-anak untuk pandai membaca dan berhitung. Ya, tidak dapat dipungkiri bahwa ini adalah bagian dari persyaratan masuk sekolah berjenjang. Bahkan semua orang dewasa telah melewatinya.

Ketika seorang siswa mencapai apa yang diharapkan, ia akan mendapatkan penghargaan dari guru, misalnya stiker atau pujian. Sementara itu, dia juga akan dihukum jika dia tidak bisa menyelesaikan bab baru, ini seperti ancaman.

Ada anak-anak yang dapat membuktikan kemampuan mereka untuk mencapai tolok ukur yang telah dibuat. Namun, ada beberapa yang belum mampu mencapainya. Jadi, apakah Anda harus menghukum anak itu?

Jawabannya tidak terlalu. Luncurkan halaman Fee.org, menurut John Holt, seorang pendidik dan penulis How Children Learn mengatakan bahwa adalah baik ketika anak-anak di sekolah diundang untuk berpikir dan menyelesaikan masalah. Secara umum, sekolah selalu menempatkan harapan yang sama antara siswa untuk memecahkan masalah.

Holt mengambil contoh pendidikan di Summerhill School, Inggris, pada tahun 1921. Diprakarsai oleh Neill A.S, sekolah ini dibangun berdasarkan prinsip dasar tanpa paksaan dan aturan independen yang demokratis. Sekolah menerapkan metode mengajar anak-anak tanpa paksaan.

Anggota masyarakat berpartisipasi dalam pembentukan aturan dan harapan pendidikan ini. Sekolah juga tidak membutuhkan kehadiran.

Summerhill pada usia hampir 100 tahun telah meluluskan banyak siswa. Siswa tidak hanya mempelajari dasar-dasar pendidikan, tetapi juga bidang akademik lainnya. Mereka mempelajari pelajaran sampai lulus tanpa paksaan.

Setiap manusia, termasuk anak-anak, memiliki cara mereka sendiri dalam menangkap pelajaran dan bagaimana mereka menerapkan pelajaran pada kehidupan secara alami. Secara alami, mereka akan tahu bagaimana menyelesaikan masalah.

Sayangnya, kemampuan alami manusia untuk belajar ini dicampur dengan berbagai aturan paksaan. Kadang-kadang metode pembelajaran seperti ini tidak lagi dilihat sebagai mudah dan efektif untuk setiap individu. Padahal Indonesia memiliki sistem belajar didirikan secara nasional, orang tua dan guru perlu memberikan dukungan penuh untuk anak-anak.

Mengajar anak-anak tanpa paksaan, tidak ada yang salah

Orang tua perlu tahu bahwa anak-anak diprogram secara biologis untuk belajar. Belajar dimulai ketika dia masih kecil. Anak-anak akan membutuhkan banyak informasi sebagai bekal untuk bertahan hidup dan berkembang seiring bertambahnya usia.

Mungkin Anda tidak dapat mencegah anak-anak belajar menulis, membaca, atau berhitung. Itu memang membutuhkan banyak upaya dan pelatihan intensif sehingga mereka memahami pelajaran dasar. Orang tua seharusnya tidak perlu memiliki harapan yang tinggi dalam mengajar anak-anak. Karena proses setiap anak berbeda.

Namun, ingatlah untuk mengajar anak-anak tanpa dipaksa. Saat mengajar anak-anak, orang tua dan guru membutuhkan kesabaran penuh. Beri tahu anak itu untuk mencoba menyelesaikan apa yang sudah dilakukan.

Jika mereka membuat kesalahan saat belajar, terus mengarahkan mereka untuk berpikir sampai mereka menemukan solusi atau hasil akhir. Bahkan sebagai pembelajar alami, anak-anak masih membutuhkan peran orang tua dan guru.

Ingatkan bahwa anak-anak menemukan kesulitan ketika belajar, jangan takut untuk meminta bantuan dari orang tua atau guru.

Namun komunikasi penting sebagai bentuk pembelajaran anak-anak. Sehingga di masa depan, mereka memiliki cara sendiri untuk menyelesaikannya.

Anak-anak akan lebih mudah dicerna ketika orang tua atau guru mengajar mereka tanpa memaksa. Ketahuilah bahwa setiap anak memiliki kecepatan dan kemampuan belajar yang berbeda.

Terkadang tekanan dalam belajar membuatnya mudah stres, sehingga sulit untuk memahami pelajaran yang diterimanya. Karena itu, anak-anak membutuhkan suasana yang santai, tenang, dan santai dalam kegiatan belajar mereka. Dukungan atmosfer juga membantu mereka menangkap pelajaran yang mereka terima.

Sebagai teman, ingatlah setiap anak memiliki proses belajar yang berbeda. Puji ketika dia berhasil mencapai apapun hasilnya. Temannya menjadi agen motivasi anak-anak yang lebih maju. Karena itu, penting untuk mengajar anak-anak tanpa paksaan.

Kiat mendidik anak tanpa dipaksakan

Ajari anak tanpa paksaan untuk mendukung mereka berpikir jernih dalam menghadapi masalah dan menemukan solusi. Orang tua sebagai pendamping yang bertugas memotivasi anak. Dukungan orang tua dapat menjadi kekuatan anak untuk mencapai tujuannya.

Berikut tips mendidik anak yang bisa Anda terapkan.

1. Memahami kekuatan anak-anak

Sebagai orang tua, Anda perlu tahu kekuatan dan kekuatan anak-anak menuju hal yang dia sukai. Kemudian, cobalah memotivasi dia untuk melakukan tantangan berikutnya.

Misalnya, ketika anak-anak suka menulis cerita, motivasi mereka adalah untuk ikut serta dalam kompetisi menulis cerita pendek. Kemudian dukung dia untuk menulis buku cerita pendek dari karya yang dia buat.

2. Tetap di samping anak ketika dia gagal

Mengajar anak-anak tanpa paksaan dapat dilakukan dengan memberi mereka antusiasme sehingga ia tetap berkomitmen dengan melakukan hal-hal yang menjadi kekuatannya. Terkadang cara hidup tidak semulus yang dibayangkan. Ketika seorang anak mencoba untuk menjalani apa yang dia sukai, pada suatu waktu dia gagal.

Misalnya, anak-anak suka menari balet. Pada saat ia tampil, anak itu jatuh di atas panggung. Sementara hadirin lainnya tertawa dan teman-temannya mengejeknya.

Tetap di sisinya dan bangun antusiasme dan kepercayaan dirinya, angkat hatinya. Ketika dia gagal, coba katakan "Tidak apa-apa, Nak. Kamu melakukan yang terbaik. Di masa depan Ibu / Ayah yakin kamu bisa. Biarkan saja, jangan takut, jangan takut."

3. Puji anak untuk prestasinya

Setelah berbagai proses yang dilalui anak-anak, pujilah anak untuk setiap pencapaian. Pujian menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak untuk tetap maju dan berkembang. Prestasi itu tidak mudah, karena anak-anak mengalami proses belajar yang melelahkan dan tidak mudah. Cara sederhana ini bisa Anda lakukan sebagai langkah mengajar anak tanpa paksaan.

Pos Orangtua, Ini Cara Mendidik Anak Belajar Tanpa Harus Paksaan muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top