• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Panduan Cara Menggunakan Peak Flow Meter untuk Penderita Asma

Pengukur aliran puncak adalah alat yang digunakan untuk mengukur seberapa halus aliran udara yang mengalir dari paru-paru. Sedang mengalami asma, saluran udara mengerut sehingga menghalangi aliran udara. Sederhananya, alat ini mengukur kemampuan Anda untuk mengeluarkan udara dari paru-paru. Dengan bentuk kecil dan mudah dipegang, pengukur aliran puncak mudah dibawa kemana-mana.

Mengapa Anda perlu mengukur kekuatan pernapasan Anda?

Laju aliran puncak atau aliran pernapasan maksimum adalah parameter yang digunakan untuk menentukan kekuatan bernafas. Laju aliran puncak diukur dengan seberapa cepat udara dikeluarkan dari paru-paru saat bernafas dalam-dalam.

Monitor laju aliran puncak penting dalam mengelola gejala asma sambil mencegah serangan asma. Dari hasil pengukuran dapat diketahui apakah asma sudah terkontrol atau malah memburuk.

Karena itu, terkadang hasil pengukuran juga sering dijadikan patokan untuk mengontrol perawatan yang dilakukan. Misalnya, apakah obat perlu ditambahkan ke dosis atau benar-benar berhenti meminumnya.

Laju aliran puncak diukur menggunakan perangkat yang disebut pengukur aliran puncak. Meski begitu, tidak semua penderita asma perlu melakukan pengukuran menggunakan alat ini. Mereka yang direkomendasikan biasanya adalah penderita asma berat atau kronis.

Terlepas dari yang telah disebutkan, menurut Yayasan Asma dan Alergi Amerika pengukuran daya pernafasan melalui pengukur aliran puncak juga bermanfaat bagi dokter dan penderita untuk:

  • Mengetahui faktor pemicu yang menyebabkan asma
  • Tentukan apakah memerlukan bantuan darurat
  • Pahamilah seberapa parah kondisi asma yang diderita

Cara menggunakan flow meter puncak

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk digunakan pengukur aliran puncak.

  1. Sebelum digunakan, pastikan jarum ukur (indikator) menunjuk ke nol atau angka terendah pada skala pengukur aliran puncak bekas. Skala yang digunakan pengukur aliran puncak itu sendiri adalah satu liter per menit (lpm).
  2. Berdiri tegak. Ambil napas dalam-dalam, lalu tahan dan biarkan udara memenuhi paru-paru Anda.
  3. Pastikan mulut Anda kosong.
  4. Sambil tetap menahan napas, letakkan corong pengukur aliran puncak di antara bibir. Tempelkan bibir sekencang mungkin ke dalam corong.
  5. Dalam satu pernafasan, keluarkan udara sebanyak dan secepat mungkin. Pastikan Anda mengeluarkan semua udara yang tersimpan di paru-paru.
  6. Dorongan udara yang keluar dari paru-paru membuat jarum indikator bergerak, sampai berhenti pada angka tertentu. Anda sudah mendapatkan hasil pengukuran pertama. Catat hasilnya dengan memasukkan tanggal dan waktu.

Ulangi semua langkah di atas tiga kali. Pengukuran yang akurat menunjukkan angka laju aliran puncak berdekatan. Catat angka tertinggi dari hasil pengukuran

Pengukuran laju aliran puncak Itu harus dilakukan setiap hari pada waktu yang bersamaan. Dokter atau perawat kesehatan Anda akan menentukan waktu terbaik untuk melakukan pengukuran sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Zona Tingkat Aliran Puncak

Setelah melakukan pengukuran, tempatkan angka pada diagram yang dibagi menjadi tiga zona, yaitu hijau, kuning, dan merah. Diagram biasanya diberikan langsung oleh dokter. Namun pada beberapa pengukur aliran puncak, indikator tiga zona biasanya dicetak langsung pada perangkat.

Jika Anda berada di zona hijau (80-100%), Anda harus terus mengonsumsi obat-obatan yang telah diberikan oleh dokter Anda. Pengukuran di zona kuning (50-80%) menunjukkan kondisi asma semakin memburuk dan membutuhkan perawatan tambahan.

Zona merah (di bawah 50%) menunjukkan Anda perlu perawatan darurat. Anda dapat minum obat yang direkomendasikan dokter sebagai langkah pertolongan pertama.

Tentukan laju aliran puncak terbaik

Setiap penderita asma biasanya memiliki kondisi yang berbeda-beda pula laju aliran puncak yang terbaik yang bisa dicapai berbeda. Jumlah aliran puncak yang terbaik dapat ditentukan dari hasil pengukuran tertinggi yang Anda lakukan selama 2 hingga 3 minggu ketika asma terkendali.

Asma yang terkontrol adalah ketika Anda berada dalam kesehatan yang baik dan tidak memiliki gejala sama sekali. Angka ini bisa menjadi perbandingan perubahan hasil pengukuran ketika asma kambuh.

Untuk mengetahui angka-angkanya laju aliran puncak terbaik, lakukan pembacaan pengukuran pengukur aliran puncak Kapan:

  • Setelah bangun atau siang hari
  • Setelah atau sebelum minum obat
  • Mendapatkan nilai aliran puncak baru, meskipun sama seperti yang ditunjukkan pada pengukuran di hari-hari sebelumnya.
  • Seperti yang diperintahkan oleh dokter
  • Lakukan pengukuran setidaknya dua kali sehari selama 2 hingga tiga minggu

Pos Panduan Cara Menggunakan Peak Flow Meter untuk Penderita Asma muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top