Latest News

Panduan Lengkap Memenuhi Kebutuhan Gizi Bayi (Usia 0-11 Bulan)

Awal kehidupan bisa dikatakan sebagai masa penting dimana tumbuh kembang anak sangat pesat. Makanya gizi anak harus diperhatikan dan terpenuhi dengan baik, termasuk aturan pemberian makan yang tidak boleh sembarangan. Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi setiap hari?

Kebutuhan nutrisi bayi usia 0-6 bulan

sistem imun bayi

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama untuk mencukupi gizi bayi dalam enam bulan pertama atau dikenal dengan ASI Eksklusif.

Namun luar biasa, kebutuhan nutrisi harian bagi bayi bisa terpenuhi dengan baik meski hanya dari ASI. Jadi bila memungkinkan, pastikan bayi mendapatkannya ASI Eksklusif selama enam bulan penuh tanpa makanan atau minuman lain.

Ada dua jenis tekstur susu yang harus ibu ketahui yaitu susu hindmilk dan susu depan yang menandakan kandungan lemak dalam susu.

Hindmilk adalah susu dengan tekstur kental yang biasanya keluar pada akhir menyusui. Semakin banyak angka susu hindmilk susu, semakin banyak kandungan lemak di dalam ASI.

Sementara susu depan adalah ASI yang keluar pada awal menyusui. Foremilk Hadir dalam ASI menunjukkan kandungan lemak yang rendah.

ASI telah "dirancang" untuk menjadi makanan terbaik untuk bayi di bawah usia enam bulan.

Hanya dengan menyusui saja, kebutuhan gizi bayi sebelum usia enam tahun sebenarnya belum tercukupi dengan baik.

Angka kecukupan gizi (AKG) harian untuk bayi usia 0-6 bulan

Kebutuhan nutrisi makro harian bayi:

  • Energi: 550 kCal
  • Protein: 12 gram (gr)
  • Lemak: 34 gr
  • Karbohidrat: 58 gr

Kebutuhan mikronutrien harian bayi:

Vitamin

  • Vitamin A: 375 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 5 mcg
  • Vitamin E: 4 miligram (mg)
  • Vitamin K: 5 mcg

Mineral

  • Kalsium: 200 mg
  • Fosfor: 100 mg
  • Magnesium: 30 mg
  • Natrium: 120 mg
  • Kalium: 500 mg

Pedoman diet untuk bayi usia 0-6 bulan

donor ASI

Makanan dan minuman yang baik yang diberikan untuk memenuhi gizi bayi usia 0-6 bulan adalah ASI.

Ada bermacam-macam manfaat ASI yang lainnya juga bisa didapatkan untuk ibu dan bayi. Pertama, ASI biasanya lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh bayi dibandingkan makanan dan minuman lain.

Kedua, ASI dapat membantu mencegah risiko berbagai penyakit sekaligus menurunkan angka kematian akibat penyakit tersebut.

Padahal, pemberian ASI yang optimal dapat mempercepat proses pemulihan saat bayi sakit. Kabar baiknya, manfaat ASI dapat memperkuat hubungan emosional antara ibu dan anak melalui interaksi psikologis.

Selain itu, kolostrum atau ASI bening kekuningan yang keluar pertama kali kaya akan segudang nutrisi.

Kandungan kolostrum untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi meliputi vitamin A, antibodi, hingga sel darah putih. Selanjutnya ASI akan bertransisi menjadi cairan ASI asli dengan warna putih susu.

Berikut kandungan ASI penting untuk bayi:

1. Karbohidrat

Karbohidrat dalam ASI adalah laktosa. Laktosa merupakan salah satu jenis karbohidrat dalam ASI yang mampu menyumbang sekitar 42 persen dari total energi.

2. Protein

ASI memiliki dua jenis protein. Dua protein yang ada dalam ASI, yaitu air dadih sebanyak 60 persen dan kasein sebanyak 40 persen.

3. Gemuk

ASI mengandung asam lemak esensial yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Keduanya adalah blok bangunan untuk senyawa AA (asam arakidonat) dan DHA (asam docosahexaenoic).

Asupan lemak akan menyumbang sekitar 40-50 persen dari kebutuhan energi gizi harian bayi.

4. Vitamin

Vitamin yang ada dalam ASI mampu memenuhi semua kebutuhan nutrisi harian bayi. Kandungan vitamin dalam ASI antara lain vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K serta vitamin larut air seperti B dan C.

5. Mineral

ASI juga kaya akan berbagai nutrisi mineral untuk bayi. Berbagai mineral yang terkandung dalam ASI antara lain zat besi, seng, kalsium, tembaga, mangan, fluor, kromium, selenium, dan lainnya.

Cara memberi ASI pada bayi

Biasanya, bayi mendapat ASI dengan cara disusui langsung di payudara ibu setiap 2-3 jam sekali pada bayi baru lahir.

Frekuensi pemberian akan berubah seiring bertambahnya usia bayi. Namun sayangnya, tidak semua bayi dan ibu bisa melakukan ini sepanjang waktu.

Dalam beberapa kasus, cara pemberian ASI tidak langsung melalui payudara sehingga ASI harus diperas dan disimpan dengan tepat.

Cara ini biasanya dilakukan ibu menyusui yang bekerja. Ibu menyusui yang persediaan ASInya harus dikeluarkan tetapi bayinya tidak mau menyusu juga dapat memompa dengan menggunakan pompa listrik atau manual.

Akibatnya, ibu menyusui akan memompa ASInya untuk diberikan kepada bayinya saat ia lapar. Penting untuk diperhatikan bahwa air susu ibu yang telah diperah sebaiknya tidak disimpan sembarangan.

Bagaimana cara menyimpan ASI

Ini panduannya bagaimana cara menyimpan ASI susu:

  1. Air susu yang telah diperah dimasukkan ke dalam wadah steril (botol atau kantong khusus ASI), kemudian diberi label dengan tanggal dan waktu susu diperah.
  2. Susu disimpan di dalam freezer atau lemari es, tetapi tidak ditempatkan di pintu lemari es.
  3. Aturan penyimpanan ASI adalah sebagai berikut:
    • Susu segar bisa bertahan di dalam freezer suhu -17 derajat Celcius atau lebih rendah selama 6 bulan atau lebih.
    • Susu segar bisa bertahan di dalam freezer dan lemari es memiliki suhu rata-rata -10 derajat Celcius pada waktu yang berbeda. ASI segar akan bertahan selama 3-4 bulan saat berada di dalam freezer dan lemari es dua pintu dan akan bertahan selama 2 minggu selama freezer dan lemari es satu pintu.
    • Susu segar bisa disimpan di lemari es atau freezer dengan suhu rata-rata 5-10 derajat Celcius selama 5-8 hari.
    • Susu segar dapat bertahan pada suhu kamar (tanpa freezer atau lemari es) pada 27-28 derajat Celcius selama 10 jam.
    • ASI beku yang keluar freezer tidak dapat dibekukan kembali. Sedangkan jika ASI beku dikeluarkan dari lemari es, dapat dibekukan kembali selama 24 jam dan pada suhu ruang selama 1 jam.
  4. Periksa suhunya freezer dan lemari es 3 kali sehari.
  5. Pastikan ASI yang sudah disimpan tetap dingin selama perjalanan bila diperas untuk jarak jauh, misalnya dari rumah ke kantor atau sebaliknya.

Cara mengencerkan dan menghangatkan ASI

Berikut cara mengencerkan dan menghangatkan ASI:

  1. Pilih susu dari yang paling awal disimpan dulu.
  2. Hindari mengencerkan ASI pada suhu kamar.
  3. Anda dapat memindahkan ASI beku ke dalam lemari es (24 jam), memasukkannya ke dalam mangkuk berisi air hangat atau melembabkan wadah berisi ASI dengan air dingin yang mengalir diikuti dengan air hangat.
  4. Hindari mencairkan ASI beku dalam microwave atau air yang sangat panas, karena dapat merusak kandungan gizinya.
  5. Kocok ASI yang hangat dan leleh untuk membuatnya gemuk susu tangan dan susu depan menyatu dengan baik.
  6. Hindari membekukan kembali susu yang telah dicairkan.

Luncurkan dari Kesehatan Anak Stanford, Anda harus menghindari pembekuan kembali ASI yang telah dicairkan sebelumnya.

Kebutuhan nutrisi bayi usia 7-11 bulan

madu untuk bayi

Memasuki usia bayi enam bulan ke atas atau hingga dua tahun, ASI tetap dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang hariannya.

Namun menyusui juga harus dibarengi dengan makanan padat. Pasalnya, di usia 6 bulan ASI sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan gizi seimbang pada bayi.

Oleh karena itu, diperlukan bantuan makanan dan minuman lain untuk memenuhi kebutuhan gizi karbohidrat, lemak, protein, serat, mineral, dan vitamin untuk bayi.

Pada beberapa kondisi, jika menyusui tidak memungkinkan, Anda bisa menggantinya dengan memberi formula bayi untuk membantu memenuhi gizi seimbang pada bayi.

Angka kecukupan gizi (AKG) harian untuk bayi usia 7-11 bulan

Kebutuhan nutrisi makro harian bayi:

  • Energi: 725 kKal
  • Protein: 18 gr
  • Lemak 36 gr
  • Karbohidrat 82 gr
  • Serat: 10 gr
  • Air: 800 mililiter (ml)

Kebutuhan mikronutrien harian bayi:

Vitamin

  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 5 mcg
  • Vitamin E: 5 miligram (mg)
  • Vitamin K: 10 mcg

Mineral

  • Kalsium: 250 mg
  • Fosfor: 250 mg
  • Magnesium: 55 mg
  • Natrium: 200 mg
  • Kalium: 700 mg
  • Besi: 7 mg

Pedoman diet usia 7-11 bulan

Menu makanan bayi 8 bulan

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan bayi akan berbagai nutrisi tentu semakin meningkat. Hal ini dikarenakan ASI hanya dapat memenuhi sekitar 65-80 persen dari total kebutuhan energi dan kandungan mikronutrien yang sangat sedikit.

Itulah mengapa pemberian ASI saja tidak dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi harian bayi.

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tersebut, bayi harus dikenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sejak dia berumur 6 bulan.

Proses pengenalan dan pemberian MPASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi juga harus dilakukan secara bertahap.

Pada awalnya Anda bisa memberi makanan bayi dalam bentuk tumbuk atau lunak pertama, misalnya dalam bentuk bubur.

Di sini, bayi akan belajar mengenali rasa dan tekstur makanan yang baru dia coba. Kemudian setelah terbiasa, Anda bisa mencoba memberi makanan yang bentuknya agak padat seperti nasi kukus.

Namun, pastikan teksturnya tetap lembut agar memudahkan bayi menggigit dan mengunyahnya.

Untuk waktu pemberian MP-ASI untuk mencukupi kebutuhan gizi harian bayi bisa disesuaikan jadwal makanan padat bayi setiap hari 3 kali sehari.

Padahal, pemberian MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi bisa lebih bergantung pada seberapa banyak porsi yang diberikan.

Pastikan pula komposisi MPASI terdiri dari berbagai jenis makanan sehat sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi harian bayi.

Tujuannya agar bayi tidak kekurangan zat gizi tertentu serta pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya yang optimal.

Komposisi padatan

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI, komposisi bahan pangan pendamping dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • MPASI komplit terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur mayur, dan buah-buahan.
  • Makanan pendamping sederhana, terdiri dari makanan pokok, lauk hewani atau nabati, dan sayur atau buah.

Adapun kriteria MP-ASI yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi adalah:

  • Padat energi, protein, dan mikronutrien seperti zat besi, seng, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan folat.
  • Ini tidak mengandung rempah-rempah tajam, dan hanya menggunakan gula, garam, perasa, pewarna atau pengawet secukupnya.
  • Mudah dimakan dan disukai anak-anak.

Ketentuan padatan yang baik

Berdasarkan WHO, beberapa syarat makanan pendamping yang baik antara lain:

  • Diberikan pada waktu yang tepat, saat menyusui saja belum dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi.
  • Aman, makanan pendamping harus disimpan dan diberikan kepada anak dengan tangan bersih atau alat makan.
  • Kaya nutrisi yaitu makanan pendamping ASI yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi makro dan mikronutrien bagi bayi.
  • Teksturnya disesuaikan dengan usia dan kemampuan makan anak.

4 teori kuadran

Salah satu syarat padatan yang baik adalah kaya akan nutrisi. Jadi, sebaiknya pastikan bahwa MP-ASI yang Anda berikan kepada si kecil berisi 4 hal berikut:

  • Karbohidrat misalnya nasi, kentang, mie, roti dan bihun
  • Protein, terutama sumber hewani. Misalnya daging, ayam, ikan dan telur
  • Sayuran atau buah-buahan untuk bayi
  • Lemak yang berasal dari minyak, santan, margarin, dan sebagainya

Pada usia 7-12 bulan, pemberian lemak penting untuk berkontribusi pada asam lemak esensial dan mendukung penyerapan vitamin larut lemak sebagai asupan gizi bayi.

Di sisi lain, lemak juga bertanggung jawab untuk meningkatkan kandungan energi makanan sekaligus memperkuat fungsi sensorik bayi.

Anda bisa memberi bayi nutrisi berlemak dengan menggunakan minyak nabati dalam makanannya, misalnya membuatnya menu makanan padat bayi yang ditumis menggunakan minyak.

Tak terkecuali pemberian zat besi yang tak kalah pentingnya untuk asupan gizi dan tumbuh kembang bayi. Pasalnya, zat besi mampu mendukung proses pembentukan otak, termasuk struktur dan fungsinya.

Jika asupan zat besi pada bayi tidak mencukupi maka dapat menyebabkan gangguan pada struktur dan fungsi otak.

Jenis makanan apa yang dapat memberikan kontribusi gizi bayi yang seimbang?

status gizi bayi

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah sebaiknya Anda memberikan menu tunggal atau campuran pada makanan padat pertama bayi Anda?

Sebagai gambaran, menu MPASI tunggal merupakan menu yang hanya terdiri dari satu jenis makanan, misalnya hanya diberikan bubur beberapa kali berturut-turut.

Di sisi lain, menu campuran memadukan berbagai sumber makanan dalam MP-ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Dalam upaya mencukupi gizi harian bayi sebaiknya sediakan berbagai sumber makanan sebagai menu MPASI si Kecil.

Pasalnya, satu jenis makanan biasanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian bayi. Dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan, kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi dengan lebih mudah dan cepat.

Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI melalui Pedoman Gizi Seimbang, MP-ASI harus memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral.

Di sisi lain, perkembangan pola makan bayi pada usia ini biasanya sudah dapat beradaptasi dengan segala jenis tekstur makanan, namun mereka belum mampu mengunyah dengan lancar.

Selain itu jangan lupa juga sediakan snack atau camilan bayi di antara waktu makan utama.

Harus dipahami betul bahwa pola makan dan pilihan makanan di usia ini akan mempengaruhi nafsu makan si kecil hingga ia menjadi dewasa.

Jadi begitu, jadi kebiasaan bayi yang mengalami kesulitan makan dan pilih-pilih makanan gak terus, harus kasih dia variasi makanan sejak dini.

Ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan bayi mengalami masalah gizi, apakah kurang gizi atau gizi lebih.

Jadi, kini Anda tidak perlu bingung bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi usia 0-11 bulan.

Lebih baik jangan terlalu percaya mitos makanan bayi yang belum tentu benar.

Pos Panduan Lengkap Pemenuhan Kebutuhan Gizi Bayi (Usia 0-11 Bulan) muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top