• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Panduan Merawat Penderita Tuberkulosis di Rumah

Penderita tuberkulosis (TB) harus berada di ruangan yang tidak banyak kontak fisik dengan banyak orang untuk mencegah penularan yang lebih luas. Alasannya adalah, Penularan penyakit TBC dapat terjadi dengan mudah melalui udara dan kontak dekat. Namun, penderita tuberkulosis sangat membutuhkan dukungan bahkan bantuan perawatan langsung dari orang terdekatnya. Lantas, bagaimana jika salah satu anggota keluarga Anda mengidap penyakit ini? Perawatan pasien TB seperti apa yang perlu dilakukan di rumah?

Panduan pengobatan penderita TBC di rumah

Sikloserin adalah

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyerang paru-paru penderitanya.

Gejala tuberkulosis timbul akibat melemahnya fungsi sistem pernafasan dan mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Pada kondisi yang parah, bakteri penyebab TBC juga dapat menyerang organ tubuh lainnya (TB paru ekstra) sehingga kondisi kesehatan penderitanya menurun.

Berdasarkan organisasi kesehatan dunia, WHOPara penderita tuberkulosis juga diharuskan mendapatkan pengobatan intensif secara menyeluruh.

Salah satunya dengan mengikuti bagaimana cara minum obat TBC sesuai dengan jadwal.

Oleh karena itu, penderita TB membutuhkan bantuan perawatan dari orang terdekatnya, terutama anggota keluarga di rumah.

Untuk membantu anggota keluarga yang terkena tuberkulosis sekaligus meminimalkan risiko penularan, diperlukan pengetahuan khusus tentang penanganan pasien tuberkulosis di rumah.

Berikut beberapa tip yang bisa Anda ikuti saat merawat pasien TBC di rumah:

1. Sediakan ruangan khusus untuk pasien TBC

prosedur untuk mengunjungi orang sakit

Tidak semua penderita TB harus menjalani pengobatan tersendiri, penderita TB paru aktif biasa bisa menjalani pengobatan rawat jalan.

Namun, bagi penderita tuberkulosis yang resistan terhadap obat (MDR TB) harus minum obat di pusat rehabilitasi, atau jika terpaksa dirawat di rumah harus istirahat di ruang isolasi khusus.

Salah satu tips merawat penderita tuberkulosis di rumah adalah dengan memastikan tidak keluar dari ruang isolasi dengan sembarangan. Namun, bukan berarti Anda harus menguncinya.

Pastikan Anda memberikan pemahaman tentang mengapa Anda melakukan ini. Beri tahu mereka bahwa Anda tidak mengisolasi mereka, melainkan untuk sementara membatasi kontak langsung.

Mengingatkan Anda bahwa TBC adalah penyakit menular. Membatasi kontak langsung akan membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit ke orang-orang di sekitar Anda.

2. Gunakan topeng

Tidak hanya Anda yang bertugas mendampingi dan merawat pasien TBC, Anda juga perlu mewanti-wanti mereka yang hendak berkunjung untuk menggunakan masker atau pelindung wajah lainnya selama berada di dalam kamar.

Pastikan selalu memakai masker saat ingin berinteraksi dan masuk ke kamar pasien.

Anda juga tidak boleh membiarkan anak kecil datang mengunjungi kamar. Dengan begitu, setidaknya Anda bisa mencegah penularan bakteri TBC itu bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja.

3. Ingatkan mereka untuk minum obat

Kotak obat biar tidak lupa aturan minum obat TBC

Selain memastikan tidak ada yang keluar masuk ruangan khusus sembarangan, perawatan penderita TBC di rumah bisa dilakukan dengan mengingatkan agar tidak sembarangan. lupa minum obat TBC.

Jika obat tuberkulosis tidak diminum dengan benar, resistensi obat atau efek resistansi dapat muncul.

Oleh karena itu, jangan pernah bosan untuk mengingatkan dan memastikan minum obat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Akan lebih baik jika Anda bersedia membantu pasien dengan menjadi supervisor minum obat TBC (PMO) yang mengingatkan Anda akan jadwal pengobatan rutin.

Agar tidak lupa anda dapat membuat jadwal di kalender anda atau mengatur alarm di ponsel untuk mengingatkan diri anda dan pasien tuberkulosis anda.

Dengan begitu, mereka tidak melewatkan sesi minum obat, yang sangat penting dalam proses penyembuhan.

Anda juga dapat membuat catatan kecil yang ditempatkan di tempat yang mudah dilihat dan di ruangan yang dapat dilihat oleh pasien TB.

Selain itu, Anda juga perlu mengingatkan pasien agar tidak lupa menghadiri sesi konsultasi rutin dengan dokter sesuai jadwal.

4. Mendengarkan keluhan

menemani pasangan penderita tuberkulosis di rumah selama pengobatan mereka

Mengambil bagian dalam perawatan di rumah setiap pasien, termasuk penderita tuberkulosis, membutuhkan kesabaran yang cukup banyak.

Keadaan yang terbatas tentu sering membuat mereka frustasi dan membutuhkan teman untuk curhat. Di sinilah peran Anda dibutuhkan.

Selama proses penyembuhan yang berlangsung selama 6-8 bulan, ada kalanya pasien merasa lelah dan ingin berhenti minum obat.

Belum lagi stigma penyakit ini membuat pasien merasa ditolak dan diasingkan.

Meskipun terkadang Anda lelah, cobalah untuk bertahan. Dengarkan dengan sabar keluhan dan kesedihan mereka.

Jika Anda merasa waktunya sudah tepat, coba ingatkan kembali betapa pentingnya menyelesaikan perawatan. Tidak hanya untuk pasien, tapi juga untuk orang disekitarnya.

Ini mungkin Dorong pasien agar lebih semangat berkonsultasi dengan dokter dan minum obat.

Menghabiskan waktu dengan pasien tuberkulosis sejak awal setidaknya membuat mereka merasa mendapat dukungan dari orang yang mereka cintai selama pengobatan.

Jika merasa kewalahan, perawatan anggota keluarga yang menjadi penderita TBC di rumah bisa dilakukan dengan bantuan orang lain.

Dengan begitu, Anda bisa mendampingi dan mendukung mereka dengan baik.

Pengobatan TBC ini membutuhkan waktu lama dan rumit. Itulah mengapa dukungan perawatan TB dari anggota TB di rumah sangat berharga.

Pos Panduan Merawat Penderita Tuberkulosis di Rumah muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top