Latest News

Panduan Sahur untuk Orang dengan Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun tidak harus menjadi penghalang puasa. Anda tentu perlu lebih berhati-hati Pilih hidangan untuk sahuh dan berbuka puasa, mengingat beberapa makanan dapat memperburuk gejala penyakit autoimun. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Ada banyak makanan yang aman untuk Anda konsumsi selama ibadah ini.

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Organ-organ juga mengalami peradangan atau kerusakan. Contoh penyakit autoimun termasuk rematik, psoriasis, dan lupus. Meskipun tidak menyembuhkan, diet memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan penderita penyakit autoimun.

Kiat makan sehat untuk penderita penyakit autoimun

menu fajar

Waktu subuh sangat penting karena saat berpuasa, Anda tidak makan apa pun selama puluhan jam. Asupan nutrisi Anda hanya tergantung pada makanan saat fajar, setidaknya sampai nanti saatnya berbuka puasa.

Selain itu, apa yang Anda makan saat sahur juga bisa membantu meringankan gejala penyakit atau bahkan membuatnya lebih buruk. Perintah ibadah puasa terasa enak, Anda dapat mengikuti panduan sahur untuk penderita penyakit autoimun berikut:

1. Makan makanan yang direkomendasikan

Penderita penyakit autoimun disarankan untuk meningkatkan konsumsi makanan alami, terutama daging, makanan laut segar, dan sayuran. Jenis makanan berikut harus ada dalam menu makanan Anda:

  • Semua jenis sayuran kecuali yang mengandung solanin, seperti tomat, paprika, kentang, dan terong.
  • Makanan laut seperti udang, salmon, kakap dan kerang.
  • Makanan fermentasi seperti acar, kimchi, kefir, dan Kombucha.
  • Daging dan hati rendah lemak.
  • Minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak alpukat.
  • Rempah rempah.

Buah-buahan termasuk makanan sehat untuk fajar, tetapi buah-buahan mengandung fruktosa yang harus dihindari oleh penderita penyakit autoimun. jika kamu mau makan buah saat fajar, batasi hingga tidak melebihi dua potong sedang saat makan.

2. Menghindari pembatasan makan

Bahkan beberapa makanan sehat dapat memperburuk peradangan di tubuh orang dengan penyakit autoimun. Akibatnya, gejala penyakit juga semakin memburuk.

Karena itu, pastikan Anda menghindari makanan berikut saat makan:

  • Sayuran mengandung solanin seperti tomat, paprika, kentang, dan terong.
  • Legum, termasuk kacang polong, kedelai, dan kacang tanah.
  • Minyak nabati dan minyak kanola.
  • Produk olahan, pengemasan, dan kalengan.
  • Telur.
  • Gula kristal putih dan pemanis tambahan atau buatan.
  • Makanan yang mengandung kopi.

Jenis makanan selain yang disebutkan di atas dapat memperburuk gejala pada beberapa penderita. Jika gejalanya memburuk setelah Anda makan makanan tertentu, batasi makanan ini atau hindari sama sekali.

3. Minum obat saat sahur

Sahur adalah waktu yang tepat bagi penderita penyakit autoimun untuk minum obat. Namun, jangan mengubah atau menambah dosis obat yang diminum saat subuh kecuali Anda telah berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.

Penderita penyakit autoimun kadang perlu mengambil kombinasi beberapa obat, baik dalam bentuk tablet, kapsul, cairan, atau suntikan. Pastikan Anda meminumnya sesuai resep dokter untuk menghindari gejala saat puasa.

Juga hindari mengambil obat anti-inflamasi dari kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) saat fajar. Obat-obatan dalam kelompok ini, antara lain ibuprofen, aspirin dan naproxen sodium. Obat-obatan NSAID sebenarnya dapat memperburuk gejala penyakit autoimun.

4. Minumlah air yang cukup

Kurang asupan cairan saat fajar bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi membuat Anda mudah merasa lemah dan pusing, dan mengganggu fungsi normal sel-sel tubuh. Faktanya, sel-sel tubuh telah bekerja keras di tengah gempuran sistem kekebalan tubuh.

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan Minumlah cukup air saat sahur. Setiap orang rata-rata membutuhkan dua liter air sehari. Selama bulan puasa, Anda dapat membaginya menjadi delapan gelas saat fajar, berbuka puasa, dan di malam hari.

Minumlah satu gelas air sebelum subuh, lalu minumlah dua gelas air setelah makan subuh sehingga Anda mendapatkan tiga gelas. Minumlah tiga gelas air lagi nanti saat berbuka puasa, dan dua gelas lagi di malam hari.

Puasa adalah tantangan ketika Anda menderita penyakit autoimun. Namun, asalkan dengan mengonsumsi makanan yang tepat saat sahur, penderita penyakit autoimun masih bisa berpuasa untuk mendapatkan manfaatnya.

Pos Panduan Sahur untuk Orang dengan Penyakit Autoimun muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top