• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Pembukaan Selesai, Tapi Bayi Tidak Keluar? 5 Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Pembukaan serviks (leher rahim) adalah tanda kelahiran bayi yang disebut pembukaan. Proses pembukaan persalinan umumnya dimulai dengan pembukaan 1 dan berakhir dengan pembukaan 10 saat bayi lahir. Tetapi dalam beberapa kasus, bayi mungkin tidak keluar meskipun ibunya telah mengalami pembukaan yang lengkap. Apa faktor yang menyebabkan kondisi ini?

Penyebab bayi sulit keluar saat dibuka

Proses pembukaan dan pengiriman dapat berlangsung beberapa puluh menit hingga berjam-jam.

Untuk ibu baru pertama kali melahirkan, durasi persalinan di atas 20 jam cukup lama dan dapat membahayakan kondisi ibu dan janin.

Biasanya bayi akan keluar setelah pembukaan penuh. Tetapi dalam beberapa kasus, bayi tidak akan dilahirkan meskipun pembukaan serviks telah mencapai 10.

Berikut ini sejumlah faktor yang bisa menjadi penyebabnya:

1. Ketidakcocokan ukuran kepala bayi dan panggul ibu

tanda-tanda melahirkan

Meskipun ibu telah mengalami pembukaan yang lengkap, bayi berisiko tidak keluar jika ada ketidaksesuaian antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu.

Kondisi ini dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu:

  • Kepala atau tubuh bayi terlalu besar untuk melewati panggul ibu
  • Pelvis ibu terlalu sempit atau memiliki bentuk abnormal

Meluncurkan Asosiasi Kehamilan Amerika, suatu kondisi yang secara medis disebut sebagai disproporsi sefalopelvis ini terjadi pada 1 dari 250 kehamilan.

Wanita hamil biasanya perlu menjalani tindak lanjut dalam bentuk operasi caesar untuk segera mengeluarkan janin.

2. Kontraksi yang kurang kuat

kontraksi palsu kontraksi Braxton Hicks

Frekuensi kontraksi akan terus meningkat selama persalinan. Pada saat bayi lahir, kontraksi dapat terjadi setiap 2-3 menit.

Kontraksi yang tidak cukup kuat akan menyebabkan bayi tidak keluar bahkan jika pembukaannya selesai.

Untuk menilai seberapa kuat kontraksi, dokter biasanya perlu merasakan perut ibu. Kontraksi dikatakan efektif jika otot-otot perut cukup tegang dan lebih sering terjadi sebelum kelahiran.

JJika kontraksi tidak cukup efektif, ibu disarankan untuk menjalani induksi persalinan.

3 Placenta previa

hamil lagi setelah plasenta previa

Placenta previa adalah suatu kondisi ketika plasenta (plasenta) menutupi sebagian atau seluruh serviks. Kehadiran plasenta dalam kelahiran dapat menyebabkan perdarahan hebat selama kehamilan sampai persalinan.

Jika plasenta tidak kembali ke posisi semula sampai sebelum melahirkan, wanita hamil tidak disarankan untuk mendorong.

Ini bertujuan untuk mencegah pendarahan, tetapi kekurangannya adalah bayi tidak bisa keluar meskipun lubangnya sudah lengkap.

4. Posisi janin abnormal

Sumber: Refleksi Kesehatan

Posisi terbaik untuk janin yang akan lahir adalah terbalik dengan kepala di bawah. Posisi ini memungkinkan kepala janin keluar terlebih dahulu sehingga tubuh dapat mengikuti dengan mudah.

Namun, janin kadang-kadang bisa juga berada dalam posisi abnormal hingga menjelang persalinan.

Posisi yang tidak normal dapat menyebabkan bayi tidak keluar ketika pembukaannya besar. Beberapa posisi ini meliputi:

  • Kepala janin di bawah, tetapi wajah janin menghadap ke jalan lahir sehingga menutupinya
  • Sungsang, baik bokong dan kaki duluan
  • Horisontal, tidak dimulai dengan kepala, bokong, atau kaki

5. Keadaan darurat dan gawat janin

lupus pada wanita hamil lupus selama kehamilan

Kondisi saat melahirkan dapat menghambat atau bahkan menghentikan seluruh proses persalinan.

Untuk ibu, kondisi darurat biasanya berhubungan dengan perdarahan, tekanan darah tinggi, atau ibu kelelahan melalui persalinan yang lama.

Adapun janin, berikut adalah beberapa kondisi yang diklasifikasikan sebagai serius:

Jika terjadi keadaan darurat, proses persalinan harus diselesaikan segera untuk menyelamatkan ibu dan janin.

Dokter akan memberikan rekomendasi cara untuk mengeluarkan bayi ketika pembukaan lengkap tidak memiliki efek apa pun.

Padahal, beberapa faktor yang menghambat persalinan tidak bisa dihindari. Namun, Anda dapat mengurangi risiko dengan menjalani pemeriksaan kebidanan rutin selama kehamilan.

Pos Pembukaan Selesai, Tapi Bayi Tidak Keluar? 5 Ini Bisa Jadi Penyebabnya muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top