• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM ACARA OFFLINE

Selasa, 24 November 2020 | 08:15 WIB   Reporter: Nur Qolbi

KONTAN.CO.ID – ​JAKARTA. Pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia sejak awal Maret 2020 mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat. Sebagian besar sector bisnis diharuskan menerapkan kerja dari rumah atau biasa disebut work from home (WFH)

Sekretaris Perusahaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Swasti Kartikaningtyas mengatakan, sejak pandemi, kantornya senantiasa mengadakan rapat secara online. Terkecuali Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan secara online dan fisik.

Meskipun begitu, menurut dia, pelaksanaan RUPST secara fisik tersebut dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Ada pemeriksaan suhu tubuh dan peserta wajib cuci tangan. Kami juga memberikan hand sanitizer, tisu basah, dan face shield. Kemudian duduknya juga kami beri jarak radius 1,5 meter,” tutur Swasti kepada Kontan.co.id, Senin (23/11).

Swasti membiasakan dirinya untuk menggunakan dan membawa perlengkapan yang dapat mencegah penularan virus Covid-19. Dia senantiasa menggunakan masker, membawa masker cadangan, hand sanitizer, sabun kertas, alat pembuka pintu/pemencet tombol, alat makan, serta botol minum sendiri.

Sementara di kantornya yang saat ini menerapkan WFH sebagian, setiap hari disediakan wedang jahe merah, hand sanitizer di banyak tempat, sistem buka tutup ventilasi supaya ada pertukaran udara, dan minuman untuk tamu yang disediakan adalah minuman kemasan. “Jika habis pergi kerja, sampai di rumah saya langsung cuci tangan dan kacamata. Kemudian mandi, cuci baju kotornya, baru bercengkerama dengan keluarga,” ungkap dia.

Head of Investor Relations PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) Michael Kesuma bahkan selalu mengupayakan, undangan rapat atau acara offline dari pihak eksternal untuk ditunda atau dialihkan ke pertemuan virtual. Pasalnya, rapat dengan internal perusahaan pun selalu dilakukan secara online.

Alhasil, selama pandemi ini, Michael belum pernah menghadiri rapat atau acara secara fisik. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan perusahaan maupun keluarganya.

Hingga Senin (23/11), ada tambahan 4.442 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 502.110 kasus positif corona. Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 4.198 orang sehingga menjadi sebanyak 422.386 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 118 orang menjadi sebanyak 16.002 orang.Lantaran masih tingginya tambahan kasus positif corona, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan.

Karena untuk menekan wabah corona, dimulai dari menekan angka penularan. Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus corona sebesar 35%. Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus corona hingga 45% kalau memakai masker kain. Sementara kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top