• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Pengaruh Fakta Gula-Gula atau Mitos?

Demam gula ditafsirkan ketika seseorang mengonsumsi gula dalam jumlah besar, sehingga memberikan aktivitas fisik dan psikologis yang berlebihan.

Mungkin Anda sudah bertemu dengan teman yang bersemangat setelah makan banyak kue manis atau minuman yang mengandung gula. Kemudian percayalah itu sebagai efek serbuan gula.

Bisakah efek ini menjadi fakta atau mitos belaka? Ayo, simak penjelasan ilmiah berikut ini.

Gula terburu-buru, konsumsi gula yang mengarah pada obesitas

kebanyakan gula

Terkadang saat stres rasanya mengidam makanan manis. Hal ini dimanfaatkan oleh pengusaha kuliner manis untuk berinovasi sedemikian rupa, sehingga membuat orang tergoda untuk mencobanya. Mulai dari beragam minuman manis hingga makanan penutup.

Orang-orang benar-benar percaya pada istilah rush gula, yaitu perasaan diberi energi dan diberi energi setelah mendapat asupan manis.

Luncurkan halaman Berita Medis Hari Ini, adapun paparan iklan yang membuat orang percaya bahwa konsumsi minuman manis dapat meningkatkan mood dan melawan kelelahan.

Padahal, kecenderungan mengonsumsi makanan atau minuman manis dalam jangka panjang, bisa meningkatkan risiko obesitas.

Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa konsumsi gula dapat memengaruhi kognitif seseorang. Para peneliti menemukan bahwa asupan gula dalam makanan atau minuman dapat menyebabkan gangguan mood yang berulang.

Lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa membatasi asupan gula dapat mendukung pencegahan depresi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh demam gula tidak ada hubungannya dengan konsumsi gula.

Jadi, apakah gula hanya fakta atau mitos belaka?

makanan manis

Konsumsi karbohidrat atau kelebihan gula tampaknya menjadi perdebatan. Apakah itu benar-benar menimbulkan rasa antusiasme pada seseorang atau bahkan mengurangi kesadaran karena menyebabkan kantuk.

Banyak orang percaya bahwa konsumsi gula dapat meningkatkan mood. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Ulasan Neuroscience & Biobehavioral penelitian ini.

Para peneliti menganalisis 31 studi dan 1.259 peserta, mengenai hubungan antara konsumsi karbohidrat dan efek suasana hati. Ternyata hasil penelitian menunjukkan hasil yang berlawanan dari efek "demam gula" yang telah dipercaya oleh publik.

Peneliti mengungkapkan bahwa konsumsi karbohidrat erat kaitannya dengan peningkatan kelelahan dan penurunan kesadaran pada jam pertama.

Temuan ini bertentangan dengan efek demam gula. Melalui studi ini, para peneliti berharap bahwa kesadaran masyarakat dapat meningkat bahwa istilah gula terburu-buru hanyalah mitos. Peneliti menyarankan untuk mengurangi asupan gula sebagai alternatif hidup yang lebih sehat.

Mempertahankan suasana hati yang baik tanpa harus makan gula

mencegah herpes

Sekarang, Anda tidak perlu lagi mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung gula untuk mendapatkan efek rush gula yang membuat hati menjadi lebih bahagia. Ada cara sehat untuk menjaga suasana hati yang baik.

Pertama, hentikan keinginan untuk buru-buru mencicipi makanan atau minuman manis. Anda perlu membatasi makanan yang tinggi gula atau karbohidrat, seperti makanan cepat saji, soda, sirup, boba, dan lainnya.

Cara sederhana untuk menjaga atmosfer tetap enak adalah jangan lupa makan cukup. Dengan tidak melewatkan makan dan terus makan camilan di antara waktu makan dapat memberikan kekuatan saat Anda aktif. Tidak melewatkan makan juga membantu menjaga suasana hati Anda.

Tidak perlu memilih makanan gula untuk rasa gula terburu-buru, pilih makanan sehat dengan bahan-bahan berikut untuk meningkatkan mood.

1. Protein

Menambahkan protein dapat memperlambat penyerapan karbohidrat dalam darah. Protein juga memicu pelepasan hormon dopamin dan norepinefrin, yang dapat meningkatkan mood hati dan energi beberapa jam setelah makan. Makanan yang mengandung protein termasuk telur, daging unggas, makanan laut, tahu, dan yogurt Yunani.

2. Vitamin

Secara khusus, vitamin D dapat meningkatkan mood dengan cara yang sehat. Selain mendapatkan sinar matahari, Anda bisa mendapatkan asupan vitamin D dari kuning telur, susu kedelai, dan susu rendah lemak.

Selain itu, vitamin B12 juga berkontribusi meringankan gejala depresi. Makanan yang mengandung vitamin B12 dapat diperoleh melalui brokoli, kacang-kacangan, oatmeal, jeruk, sayuran berdaun hijau gelap, keju cottage, daging sapi tanpa lemak, dan salmon.

3. Serat

Anda dapat meningkatkan mood Anda dengan konsumsi serat. Serat yang masuk ke dalam tubuh dapat memperlambat penyerapan gula, dan memicu pelepasan serotonin, sehingga membuat suasana hati menjadi lebih baik. Serat dapat diperoleh dari gandum, pir, kacang polong, dan tuna.

Sekarang Anda tidak perlu mengkonsumsi banyak gula atau karbohidrat untuk memicu efek demam. Cukup dengan konsumsi makanan dengan ketiga bahan ini, dapat meningkatkan mood yang sehat.

Pos Pengaruh Fakta Gula-Gula atau Mitos? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top