Latest News

Penjelasan lengkap tentang imunisasi, mulai dari pengertian, manfaat, dan jenisnya

Sudahkah Anda membawa si kecil untuk divaksinasi? Apakah juga lengkap dengan jenis vaksin yang harus didapat si kecil? Imunisasi merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan beberapa kali sepanjang hidup seseorang untuk melindunginya dari penyakit. Vaksinasi tidak hanya untuk bayi, tetapi juga anak balita hingga usia sekolah. Mengapa vaksinasi penting? Ini penjelasan lengkapnya.

Ketahui perbedaan antara imunisasi dan vaksinasi

Banyak orang yang menyamakan arti dari istilah-istilah di atas, padahal kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda.

Lantas, apa bedanya? Padahal, keduanya masuk ke dalam rangkaian proses pencegahan penyakit. Vaksinasi dan imunisasi diberikan dan terjadi secara bertahap untuk memperkuat antibodi secara perlahan.

Vaksin merupakan “alat” untuk membentuk antibodi terhadap penyakit tertentu. Artinya vaksinasi adalah proses pemberian antibodi untuk menangkal penyakit.

Sedangkan imunisasi adalah proses pembuatan antibodi dalam tubuh setelah divaksinasi secara berurutan sistem imun semakin kuat, sehingga kebal terhadap serangan penyakit.

Meski begitu, istilah imunisasi lebih dikenal masyarakat awam daripada vaksinasi. Secara tidak langsung hal ini menjadikan imunisasi dan vaksinasi memiliki arti yang sama meskipun memiliki arti yang berbeda.

Manfaat imunisasi untuk anak

anak yang diimunisasi

Jenisnya ditentukan Kementerian Kesehatan RI imunisasi untuk anak-anak yang harus dilakukan beberapa kali sepanjang hidup si kecil. Penting untuk Anda ketahui manfaatnya, yaitu:

  • Lindungi anak dari resiko kematian
  • Secara efektif mencegah penyakit
  • Vaksin melindungi orang lain

Bagaimana Anda melindungi orang lain? Ini juga dikenal sebagai kekebalan kawanan atau herd immunity, bila vaksin tidak hanya melindungi orang yang diimunisasi, tetapi juga bermanfaat bagi anak yang belum divaksinasi.

Ketika banyak anak menerima perlindungan vaksin, mereka akan membantu melindungi beberapa anak yang kekurangan sistem kekebalan dengan mengurangi penyebaran penyakit.

Semakin banyak anak yang mendapatkan vaksin, semakin sedikit penyakit yang menyebar. Dengan begitu, yang tidak diimunisasi bisa terlindungi.

Apa akibatnya jika anak tidak diimunisasi?

anak vaksin

Pada dasarnya pengertian vaksinasi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi sejak bayi baru lahir untuk menjaga kesehatannya. Ada tiga alasan penting mengapa ini wajib untuk semua bayi:

  • Vaksinasi cukup aman, cepat, dan sangat efektif dalam mencegah penularan penyakit
  • Setelah diimunisasi, setidaknya tubuh anak terlindungi dengan baik dari ancaman penyakit
  • Anak-anak sebenarnya memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi dan mengalami gejala yang lebih parah jika tidak diimunisasi

Selain itu, jika bayi tidak diimunisasi atau baysaya terlambat imunisasi bisa berakibat fatal bagi kesehatannya di kemudian hari. Karena ketika anak sudah divaksinasi, otomatis tubuhnya akan dibekali dengan sistem imun yang bekerja khusus untuk menyerang virus.

Sebaliknya, jika anak tidak diimunisasi, tubuhnya tidak memiliki sistem pertahanan khusus yang dapat mendeteksi jenis penyakit berbahaya tersebut.

Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak kecil tidak sekuat dan berfungsi sebaik orang dewasa. Ini akan memudahkan kuman penyakit berkembang biak di tubuh anak. Efek samping imunisasi tidak sebanding dengan bayi yang tidak diimunisasi.

Jenis imunisasi dasar lengkap untuk bayi

anak vaksin

Berdasarkan Permenkes No.12 Tahun 2017, terdapat beberapa imunisasi atau vaksin yang wajib diberikan kepada bayi baru lahir sampai sebelum usia 1 tahun.

Jenis imunisasi Ini biasanya diberikan secara gratis oleh layanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti Posyandu, Puskesmas, dan rumah sakit daerah.

Ada dua jenis imunisasi, yaitu suntikan dan oral atau diteteskan ke dalam mulut.

Vaksin oral mengandung kuman hidup tetapi lemah, sedangkan vaksin suntik biasanya mengandung virus atau bakteri mati.

Sedangkan vaksin disuntikkan di bawah lapisan kulit atau langsung ke otot (biasanya di lengan atau paha).

Kandungan vaksin tetes akan langsung masuk ke saluran pencernaan untuk merangsang sistem kekebalan di usus. Sedangkan vaksin suntik langsung membentuk kekebalan di dalam darah.

Berikut ini adalah daftar lengkap imunisasi dasar yang juga wajib bagi bayi jadwal imunisasi untuk bayi dan anak:

Vaksin pentavalent adalah vaksin kombinasi dari vaksin HB, dan Vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B).

Jenis vaksinasi tambahan untuk bayi dan anak-anak

anak vaksin

Masih mengacu pada ketentuan Permenkes No.12 Tahun 2017, bayi sangat ditekankan untuk mendapatkan beberapa imunisasi tambahan selain dari kelima vaksin wajib di atas.

Jenis vaksin pilihan juga dapat diberikan kepada anak hingga dewasa sesuai kebutuhan dan kondisinya.

Pemberian imunisasi HPV berfungsi untuk melindungi tubuh dari virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks, penyakit menular seksual seperti kutil kelamin, hingga kanker dubur dan penis.

Jenis vaksinasi untuk anak usia sekolah

karena anak belum diimunisasi

Kebanyakan vaksinasi diberikan kepada anak usia sekolah berulang atau pendorong dari imunisasi saat masih bayi. Di Indonesia sendiri sudah ada jadwal imunisasi lanjutan untuk anak usia sekolah.

Berdasarkan Permenkes No.12 tahun 2017, jenis vaksinasi Anak usia sekolah yang diwartakan di Indonesia adalah:

  • difteri tetanus (DT)
  • Campak
  • Tetanus difteri (Td)

Berikut jadwal vaksinasi anak usia sekolah dasar yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan:

  • Kelas 1 SD: Imunisasi campak setiap Agustus dan imunisasi tetanus difteri (DT) setiap November
  • Kelas 2-3 SD: Imunisasi tetanus difteri (Td) di bulan November

Sedangkan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, jenis vaksinasi anak lain yang juga harus dilakukan adalah:

  • Influenza: anak usia 7-18 tahun yang terserang flu setiap tahun
  • Human papillomavirus (HPV): Mulai anak umur 11-12 tahun bisa juga diberikan saat anak berumur 9-10 tahun, bila kondisi kesehatan anak membutuhkannya.
  • Meningitis: Anak-anak berusia 11-12 tahun
  • Vaksinasi demam berdarah: Anak-anak berusia di atas 9 tahun yang pernah mengalami demam berdarah
  • Ensefalitis Jepang (JE): Jika Anda pergi ke negara epidemi

Khusus untuk vaksinasi meningitis sudah termasuk dalam imunisasi khusus sehingga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak. Selain itu pemberian imunisasi di atas perlu dikonsultasikan dengan dokter untuk mempertimbangkan kebutuhan anak.

Apakah vaksinasi pasti membuat anak kebal?

imunisasi bayi

Anak-anak yang sudah diimunisasi jarang akan sakit karena sistem kekebalannya sudah diperkuat dengan bantuan obat ini.

Meskipun demikian, harus dipahami bahwa bahkan setelah anak menyelesaikan imunisasi wajib, lanjutan, atau tambahan, masih ada kemungkinan kecil untuk mengembangkan penyakit ini.

Mengutip dari halaman IDAI, studi epidemiologi di Indonesia dan negara lain telah membuktikan manfaat perlindungan vaksinasi.

Saat terjadi wabah campak, difteri atau polio, maka anak yang sudah mendapat imunisasi lengkap tercatat sangat jarang tertular. Jika memang sakit karena infeksi, biasanya kondisi anak tidak akan terlalu parah sehingga mengancam nyawa.

Di sisi lain, anak yang tidak mendapat vaksinasi wajib sama sekali cenderung mengalami lebih banyak penyakit, komplikasi berupa kecacatan, bahkan kematian.

Pos Penjelasan lengkap tentang imunisasi, mulai dari pengertian, manfaat, dan jenisnya muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top