• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Pentingnya Memahami Perkembangan Gigi Anak Usia Dini dan Rahang

Memahami perkembangan gigi anak sejak dini sangat penting dilakukan untuk menjaga bentuk, fungsi dan kesehatan gigi yang maksimal. Ketidakharmonisan hubungan antara rahang atas dan rahang bawah dapat mengganggu fungsi mengunyah, fungsi bicara, dan penampilan. maloklusi atau gigi berantakan. Maloklusi merupakan gangguan rongga mulut yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia setelah gigi berlubang dan gangguan gusi dengan prevalensi mencapai 80% dari populasi.

Memahami Perkembangan Gigi dan Rahang Anak

Memahami Perkembangan Gigi dan Rahang Anak

Kesadaran orang tua untuk mendeteksi kelainan pertumbuhan rahang pada anak terkadang masih kurang. Sebagian besar masyarakat umum belum memiliki pengetahuan atau kesadaran tentang kelainan pada tumbuh kembang gigi dan rahang. Gigi berjejal dan berantakan bisa terjadi karena berbagai faktor seperti faktor keturunan, nutrisi, dan kesehatan mulut selama tumbuh kembang anak serta kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kondisi gigi anak.

Faktor keturunan

Para ayah dan ibu dapat mewariskan karakter mereka kepada anak-anaknya. Seperti warna mata, rambut keriting, ciri gigi dan mulut juga bisa diturunkan dari ayah dan ibu. Ayah dengan rahang dan gigi besar, sedangkan ibu dengan rahang dan gigi kecil dapat memiliki anak dengan rahang kecil dan gigi besar. Hal tersebut menyebabkan ketidaksesuaian ukuran gigi dan rahang sehingga gigi menjadi sesak dan berantakan.

Cameuh dan tonggos juga merupakan karakter yang bisa diturunkan dari ayah dan ibu. Gangguan seperti ini harus mendapat perawatan yang optimal selama masa tumbuh kembangnya, sehingga memeriksakan anak ke dokter gigi sedini mungkin secara rutin setiap 6 bulan sekali sangatlah penting.

Faktor Gizi dan Kesehatan Mulut

Pertumbuhan gigi dan rahang, perkembangan gigi, dan tulang wajah mulai terbentuk saat anak berada di dalam kandungan. Gangguan saat hamil atau kekurangan nutrisi selama hamil akan mempengaruhi pembentukan gigi dan rahang. Gigi jadi bisa menyebabkan kerusakan pada struktur gigi gigi anak mudah rusak dan lebih rentan.

Setelah lahir, nutrisi dan kebersihan mulut anak perlu diperhatikan sedini mungkin. Meski tidak punya gigi, bunda bisa membersihkan mulut dan lidah bayi dengan menggunakan kain kasa lembap yang dililitkan di ibu jari.

Ini berguna untuk membersihkan ASI yang menempel di lidah dan gusi bayi. Setelah anak mulai tumbuh gigi, ibu dapat mengajari anaknya menyikat gigi menggunakan sikat gigi dan pasta gigi sesuai usianya.

Perlu dipahami, meski gigi susu akan tanggal dan diganti dengan yang baru, gigi susu yang patah dapat membuat anak merasa mual dan sulit makan.

Gigi bayi yang tanggal sebelum waktunya karena gigi berlubang besar atau sering terjadi pembengkakan gigi permanennya menjadi berantakan. Demikian juga halnya ketika gigi permanen anak mulai tumbuh sedangkan gigi susunya tidak lepas dan lepas dapat menyebabkan gigi tetap tidak tumbuh pada posisinya. Kondisi seperti ini sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.

Faktor Kebiasaan Buruk

Memahami Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi Anak dan Menggigit Kuku

Kebiasaan buruk yang dilakukan sejak kecil dan tidak dihentikan hingga anak usia sekolah dapat mempengaruhi gigi mereka. Contohnya termasuk mengisap jempol, pernapasan mulut, menjulurkan lidah (menjulurkan lidah).

Saat anak berusia 0-4 bulan, anak mengalami fase oral, yaitu masa suka memasukkan benda ke dalam mulut, termasuk jari-jarinya. Kebiasaan ini normal untuk anak-anak hingga usia 2 tahun.

Kebiasaan menghisap ibu jari yang berlanjut hingga usia sekolah dapat mengakibatkan masalah pada rongga mulut anak seperti gigitan terbuka dan langit-langit yang dalam. Selain mengganggu fungsi mengunyah, open bite ini juga memiliki pengaruh estetika.

Gangguan perkembangan rahang pada anak bisa terjadi di rahang atas dan bawah. Perkembangan rahang bawah yang berlebihan dan rahang bawah yang terbelakang akan menghasilkan pola kerangka Kelas II. Yakni, dengan citra gigi atas yang sangat maju dibandingkan dengan gigi bawah yang sering disebut dengan istilah tonggos.

Sebaliknya, perkembangan rahang bawah yang berlebihan atau keterbelakangan rahang atas akan menyebabkan pola kerangka kelas III atau yang sering disebut dengan cameuh yang menunjukkan dagu ke depan dan gigitan terbalik.

Gangguan pertumbuhan gigi dan rahang seperti cameuh dan tonggos dengan kondisi parah dan dirawat hingga dewasa, ini akan lebih sulit untuk dikelola dan mungkin memerlukan pembedahan.

Pertumbuhan dan perkembangan gigi yang baik mempengaruhi kesehatan fisik dan kepercayaan diri anak

Pentingnya Memahami Perkembangan Gigi Anak Usia Dini dan Rahang

Gangguan tumbuh kembang ini akan bermanifestasi dalam bentuk ketidakharmonisan wajah dan gangguan fungsi oklusi. Ketidakharmonisan pada wajah akan menurunkan rasa percaya diri anak, sedangkan oklusi akan menurunkan asupan makanan dan gizi. Kedua kondisi tersebut secara keseluruhan akan menurunkan kualitas hidup anak kelak saat dewasa.

Dalam tumbuh kembang anak, ada kalanya anak mengalami tumbuh kembang yang pesat dalam waktu yang singkat. Pertumbuhan ini ditandai dengan bertambahnya tinggi badan, perubahan bentuk tubuh, perubahan suara dan tanda-tanda pubertas.

Periode pertumbuhan dan perkembangan yang lebih cepat ini disebut Periode Pertumbuhan Puncak (Pertumbuhan Spurt). Puncak pertumbuhan biasanya terjadi pada usia 10-12 tahun pada wanita dan 12-14 tahun pada pria. Puncak pertumbuhan terjadi tidak hanya pada tinggi dan bentuk tubuh, tetapi juga pada tulang mulut dan wajah. Deteksi dini kelainan pertumbuhan gigi dan rahang pada anak usia perkembangan sangat penting dilakukan. Ini karena hanya pada usia tertentu intervensi untuk memodifikasi tumbuh kembang anak bisa dilakukan.

Dalam upaya mengedukasi masyarakat, Departemen Ortodontik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) bekerja sama dengan Pengurus Pusat Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI) melakukan penyuluhan kepada kader posyandu binaan Puskesmas Beji, Depok dan siswa SMP Negeri 5 Depok.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program “Aksi Universitas Indonesia untuk Bangsa” yang diadakan secara tatap muka pada tahun sebelumnya, namun tahun ini akibat pandemi Covid-19 diadakan secara online melalui media. . Konferensi Video Zoom dan video interaktif. Melalui penyuluhan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini kelainan pada perkembangan gigi dan rahang.

Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang tumbuh kembang gigi dan rahang sangat berpengaruh pada kualitas hidup anak di masa depan.

Pos Pentingnya Memahami Perkembangan Gigi Anak Usia Dini dan Rahang muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top