• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Pentingnya Mempersiapkan Daya Tahan Si Kecil Sebelum dan Setelah Lahir

Tubuh dirancang agar tidak mudah terserang penyakit karena setiap individu memiliki sistem kekebalan. Sistem imun alias sistem imun merupakan sistem yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai hal yang dapat menyebabkan tubuh mengalami penyakit. Namun, bagaimana dengan sistem tubuh anak? Mengapa anak-anak lebih rentan terhadap penyakit? Apakah ini berarti mereka memiliki sistem kekebalan yang lemah?

Apa sajakah komponen dari sistem kekebalan manusia?

tips menjadi orang tua

Sistem imun manusia merupakan sistem pertahanan yang dibentuk untuk mencegah manusia agar tidak sakit. Sistem imun akan menghasilkan antibodi, sel darah putih, dan berbagai zat yang dapat menghancurkan zat asing seperti bakteri dan virus. Tak hanya itu, sistem imun juga terdiri dari:

  • Amandel (amandel) dan timus yang berfungsi membuat antibodi di dalam tubuh.
  • Kelenjar getah bening, yang bertugas melancarkan peredaran cairan getah bening yang terdiri dari sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi.
  • Sumsum tulang, yaitu jaringan lunak yang terdapat pada tulang panjang, seperti lengan, tungkai, tulang belakang, dan panggul. Jaringan ini berfungsi untuk menghasilkan sel darah merah, trombosit, sumsum kuning, dan beberapa jenis sel darah putih.
  • Limpa, yaitu organ dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk menyaring dan menghancurkan sel darah merah tua atau rusak dan trombosit, serta membantu sistem kekebalan untuk menghancurkan berbagai zat asing yang dapat menyebabkan peradangan pada tubuh.
  • Sel darah putih, yaitu sel darah yang terbentuk di jaringan tulang lunak yang memiliki fungsi utama melindungi tubuh dari infeksi.

Antibodi bayi baru lahir

pengembangan keterampilan bahasa bayi

Sebenarnya bayi yang baru lahir tidak bisa langsung menghasilkan sistem kekebalannya sendiri. Dengan demikian, seluruh komponen sistem imun pada bayi baru lahir diperoleh dari ibu.

Ketika usia kehamilan sudah tua dan mendekati hari lahir, sistem imun ibu akan ditransfer ke janin melalui pembuluh darah dan plasenta. Komponen sistem imun yang diberikan ibu kepada janin melalui plasenta adalah Immunoglobulin G (IgG).

Imunoglobulin adalah sejenis antibodi yang dibentuk oleh tubuh untuk melawan racun, bakteri, virus, dan zat asing lainnya. Di antara berbagai macam imunoglobulin, hanya IgG yang dapat melewati plasenta dan merupakan antibodi terkecil yang dibentuk tubuh, namun dalam jumlah terbesar.

Setidaknya ada 75 hingga 80 persen dari total antibodi IgG yang terbentuk. Oleh karena itu bayi yang lahir prematur sangat rentan terhadap berbagai penyakit karena tidak mendapat cukup antibodi dari ibunya.

IgG dinilai sangat penting untuk menjaga janin di dalam kandungan agar tidak terinfeksi dan berbagai komplikasi yang dapat membahayakan kesehatannya. Kondisi ini disebut imunitas pasif, karena antibodi dihasilkan dari ibu untuk kemudian diberikan kepada anak melalui berbagai proses.

Setelah lahir, bayi harus segera lahir ASI Eksklusif dari ibu, karena ASI mengandung antibodi lengkap yaitu, Immunoglobulin A, Immunoglobulin D, Immunoglobulin G, dan Immunoglobulin M.

Karena itu, ASI dianggap makanan paling sempurna untuk bayi. Karena selain sangat mudah dicerna, ASI juga mampu melindungi bayi yang mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

Selain itu, ASI pertama kali keluar sesaat setelah ibu melahirkan atau yang sering disebut cairan kolostrum Warna kuning mengandung banyak antibodi yang cukup untuk melindungi bayi saat lahir. Kolostrum mengandung banyak sIgA (sekretori imunoglobulin A) yang berguna untuk melapisi saluran pencernaan bayi dari berbagai bakteri dan virus patogen.

Nutrisi lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi

antibodi bayi

Selain ASI, Si Kecil juga dapat meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh dalam mencegah infeksi melalui asupan nutrisi. Ada dua jenis nutrisi yang dapat membantu membangun kekebalan bayi, yaitu omega-3 dan 6 serta FOS: GOS 1: 9.

Tubuh memang memiliki sistem mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Namun, dengan tambahan asupan asam lemak rantai panjang, yakni omega-3 dan 6, sel imun dapat bekerja lebih kuat untuk melawan penyakit. Keduanya memiliki imunomodulator (meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh) dan anti inflamasi dalam melawan penyakit.

Sifat imunomodulator omega-3 dan 6 juga merangsang kerja makrofag, bagian dari sel darah putih untuk "memakan" kuman penyebab penyakit. Selain itu, omega-3 dan 6 dapat meningkatkan kerja sel darah putih dalam mengurangi peradangan akibat penyakit infeksi. Mekanisme kerja ini memberikan perlindungan ekstra bagi tubuh bayi.

pengaruh sistem imun si Kecil

Kerja sistem imun si Kecil juga didukung oleh pencernaan yang sehat. Asupan prebiotik akan melakukan tugasnya untuk melindungi kesehatan pencernaan si kecil. Berdasarkan penelitian dari jurnal Mikroba usus, komposisi prebiotik FOS: GOS 1: 9 dapat melindungi sistem pencernaan dengan menjaga keseimbangan bakteri di usus, sehingga memperkuat kerja sistem kekebalan tubuh.

Respon imun juga erat kaitannya dengan penguatan antibodi pada tubuh si Kecil. Dalam studi yang sama, ditinjau bahwa FOS: GOS 1: 9 dapat menstimulasi respon antibodi dalam mencegah penyakit. Kombinasi prebiotik bekerja untuk mendukung sistem kekebalannya.

Anda bisa mendapatkan manfaat omega-3 dan FOS: GOS 1: 9 melalui susu pertumbuhan atau formula. Selain dua bahan utama tersebut, susu pertumbuhan sebaiknya diformulasi khusus dengan kandungan zat besi tambahan, serta 12 vitamin dan 9 mineral tanpa tambahan gula. Oleh karena itu, pastikan susu pertumbuhan bayi Anda mengandung bahan-bahan yang disebutkan di atas untuk menunjang tumbuh kembang si kecil secara optimal.

Berapa lama antibodi ibu bertahan di tubuh bayi? Kapan bayi menghasilkan sistem kekebalannya sendiri?

membaca cerita pengantar tidur

Pada bayi yang sehat, seiring bertambahnya usia, secara alami bayi akan membentuk antibodi sendiri. Antibodi yang berhasil diterima bayi dari ibu melalui ASI secara bertahap akan berkurang. Saat bayi berusia 2 hingga 3 bulan, bayi sudah mulai membangun sistem kekebalan dan memproduksi antibodi sendiri.

Setelah bayi memasuki usia 6 bulan, sistem imunnya dapat bekerja dengan normal, layaknya sistem imun orang dewasa. Pada fase inilah daya tahan tubuh bayi Anda juga dapat didukung dengan mengonsumsi ASI.

Pemberian imunisasi pada balita juga sangat penting. Karena dapat meningkatkan dan memperkuat sistem imun yang baru terbentuk.

Imunisasi dasar dibutuhkan oleh bayi baru lahir, yang terdiri dari Bacillus Calmette Guerin (BCG), difteri pertusis tetanus-hepatitis b (DPT-HB) atau difteri pertusis tetanus-hepatitis b-hemophilus influenza tipe b (DPT-HB-Hib), hepatitis B pada bayi baru lahir, polio dan campak. Kemudian ada imunisasi lanjutan yaitu imunisasi ulang untuk memperluas perlindungan dari penyakit.

Pos Pentingnya Mempersiapkan Daya Tahan Si Kecil Sebelum dan Setelah Lahir muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top