• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Penyakit leishmaniasis, infeksi mematikan akibat gigitan lalat

Pernahkah Anda mendengar tentang leishmaniasis? Penyakit menular ini, yang memiliki nama lain, kala azar, paling banyak ditemukan di Asia, Afrika, dan Amerika Serikat. Bahkan menurut Doctor Without Borders, kala azar merupakan penyakit mematikan nomor dua setelah malaria yang terjadi di negara tropis, seperti Indonesia. Sebenarnya apa sih penyakit Leishmaniasis itu? Apa penyebab penyakit yang disebut juga kala azar ini?

Leishmaniasis, penyakit menular yang mematikan di negara tropis

Leishmaniasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh parasit Leishmania. Parasit ini biasanya berkembang biak pada lalat phlebotomus (agas), serangga kecil yang terdapat di perairan seperti tepi laut dan sungai.

Kamu bisa tertular penyakit ini jika Anda digigit lalat yang sudah terinfeksi parasit Leishmania. Selain melimpah di daerah beriklim subtropis dan tropis, penyakit kala azar juga cenderung ditemukan di daerah terpencil.

Faktanya terdapat 3 jenis leishmaniasis jika dilihat dari parasit dan lokasi penularannya yaitu:

1. leishmaniation visceral

Jenis ini sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Biasanya ditandai dengan demam tinggi, penurunan berat badan drastis, pembesaran limpa dan hati, serta anemia.

2. Leishmaniasis kulit

Jenis yang paling sering muncul dan menimbulkan luka pada kulit seperti bisul pada bagian tubuh yang mudah terlihat. Luka ini meninggalkan bekas luka, menyebabkan noda kulit yang serius.

3. Leishmaniasis mukokutan

Sedangkan leishmaniasis mukokutan merupakan penyakit yang lebih jarang muncul antara lain. Penyakit infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada selaput lendir yang terdapat pada hidung, mulut dan tenggorokan.

Apa penyebab leishmaniasis?

Leishmaniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa, yang termasuk dalam genus Leishmania dan umumnya ditularkan melalui gigitan serangga perairan yang dikenal sebagai agas, atau lalat phlebotomus.

Protozoa merupakan organisme yang dapat hidup bebas atau parasit di alam. Organisme ini dapat berkembang biak di dalam tubuh manusia, yang dapat menyebabkan infeksi yang serius.

Protozoa ini juga dapat ditularkan melalui makanan. Namun, kemungkinan besar penyakit ini menyebar melalui gigitan lalat yang telah tertular virus. Ini karena lebih dari 90 spesies agas diketahui menularkan parasit Leishmania, yang merupakan penyebab Leishmaniasis.

Parasit ini hidup dan berkembang biak pada agas betina. Sedangkan serangga ini paling aktif di lingkungan yang lembab, seperti saat musim panas atau malam hari.

Penyebaran penyakit bisa berasal dari hewan, kemudian menginfeksi agas, kemudian menyerang manusia. Hewan seperti anjing bisa menjadi perantara parasit Leishmania ini.

Namun Anda juga bisa mendapatkannya dari antara manusia melalui transfusi darah atau penggunaan jarum suntik. Padahal, di beberapa negara, penularan bisa terjadi dari manusia kemudian menginfeksi agas, kemudian menginfeksi manusia lain.

Bagaimana cara mengobati leishmaniasis?

Cara mengobati leishmaniasis bervariasi, tergantung pada jenis leishmaniasis yang Anda miliki. Selain itu, pengobatan juga dilakukan berdasarkan spesies parasit penyebab Leishmaniasis, serta letak geografis tempat tinggal Anda.

Penyakit ini bisa disembuhkan, tapi membutuhkan sistem imunokompetensi karena jika menggunakan obat saja, parasit yang hidup di tubuh penderita tidak akan hilang. Jadi, kemungkinan kambuh bisa saja terjadi.

Leishmaniasis visceral selalu membutuhkan perawatan dan pengobatan. Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan melakukan beberapa tes kesehatan seperti tes parasitologi dan tes serologis, sehingga penyebab Leishmaniasis juga dapat ditentukan.

Mengobati lesihmaniasis tipe visceral atau disebut juga kala-azar dapat dilakukan dengan pengobatan menggunakan sodium stibogluconate (Pentostam), amfoterisin B, paromomycin, dan miltefosine (Impavido).

Sedangkan untuk mengobati leishmaniasis tipe kutan tidak selalu harus dilakukan. Ini karena dalam beberapa kasus, pengobatan dapat mempercepat penyembuhan, mengurangi jaringan parut, dan mengurangi risiko penyakit yang lebih serius.

Mengobati leishmaniasis tipe mukokutan harus dilakukan, karena penyakit ini tidak mudah disembuhkan, sehingga memerlukan pengobatan. Pengobatan dengan menggunakan liposomal amfoterisin B dan paromomisin dapat digunakan untuk proses penyembuhan penyakit ini.

Pos Penyakit leishmaniasis, infeksi mematikan akibat gigitan lalat muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top