Latest News

Penyebab Anak Batuk Muntah

Pernah melihat seorang anak batuk begitu hebat dan kadang-kadang dia muntah? Tentunya terasa tidak nyaman bagi anak-anak yang mengalami hal ini. Tetapi orang tua tidak perlu merasa panik. Cobalah mengidentifikasi penyebab dan gejala terlebih dahulu.

Kenali penyebab anak batuk muntah

Batuk adalah cara tubuh melindungi diri dari bakteri dan mikroba yang menyebabkan infeksi dan penyakit. Batuk sangat mungkin timbul dari iritasi pada lingkungan yang memicu si kecil Anda sensitif (berdebu atau udara dingin). Selain itu, batuk juga dapat terjadi karena infeksi virus atau bakteri.

Kadang batuk pada anak terdengar begitu keras dan kuat. Batuk yang kuat dapat menyebabkan anak muntah. Kenapa bisa?

Secara umum, anak-anak dapat muntah setelah dia batuk dengan sangat keras. Batuk keras ini memicu kontraksi otot di perut, yang memungkinkan anak muntah.

Berikut ini beberapa penyebab anak batuk sampai muntah.

1. Pertusis

batuk anak terus menerus

Penyebab anak batuk muntah adalah pertusis. Pertusis atau batuk rejan dapat terjadi pada usia bayi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Pertusis dapat berkembang setelah 5-10 setelah paparan.

Gejala awal pertusis meliputi:

  • Hidung beringus
  • Demam ringan
  • Batuk sesekali
  • Apnea (berhenti bernapas)

Awalnya, pertusis tampak seperti batuk pilek biasa. Namun, jika tidak segera disembuhkan, itu bisa berlanjut lebih serius. Gejala dapat berkembang ke arah:

  • Paroxysms, batuk berulang yang dengan cepat diikuti oleh bunyi "whoop" ketika batuk dengan nada tinggi
  • Muntah selama atau setelah batuk
  • Kelelahan setelah batuk

2. Batuk pilek sampai asma

Anak laki-laki mengalami batuk pada malam hari

Pada gejala batuk pilek biasa, kadang bisa menjadi penyebab anak batuk muntah. Anak-anak yang batuk sering dapat memicu refleks muntah mereka. Terkadang refleks ini hanya menyebabkan mual, tetapi untuk apa yang membuatnya muntah.

Selain itu, seorang anak yang sakit batuk-batuk pilek asma, dapat memicu muntah. Ini karena banyak lendir atau lendir yang mengalir ke perutnya, menyebabkan mual dan muntah.

3. Virus sinkronisasi pernapasan (RSV)

Batuk pada malam hari pada anak-anak

RSV adalah infeksi yang menyerang sistem pernapasan manusia. Gejala yang muncul juga mirip dengan batuk pilek. Misalnya, demam, hidung tersumbat, batuk, mengi, napas pendek, kulit biru pucat.

Penyakit ini tidak berbahaya, tetapi perlu segera diobati. RSV juga merupakan penyebab anak-anak mengalami batuk berulang, yang mempengaruhi refleks muntah. RSV perlu segera diobati, karena dapat menyebabkan komplikasi yang menyebar pada pneumonia dan bronkiolitis.

Cara mencegah anak batuk muntah

obat diare pediatrik

Penyebab batuk hingga muntah pada anak juga bervariasi. Namun, sebelum anak mencapai tahap batuk dengan intensitas serius, seperti terlalu sering dan kuat, lebih baik segera diobati.

Ibu dapat membawanya ke dokter secara langsung atau mengobatinya secara mandiri dengan obat-obatan yang dijual di apotek. Dengan begitu, gejala dan keluhan anak dapat segera diobati.

Jika anak Anda mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, atau flu ibu, beri dia obat yang mengandung fenilefrin. Bahan-bahan ini membantu meringankan hidung tersumbat karena batuk, pilek, alergi, atau demam.

Konsumsi fenilefrin juga dapat mempercepat pemulihan dari batuk pilek. Selalu baca aturan pakai pada kemasan obat agar obat bisa bekerja secara optimal. Jangan lupa mengingatkan anak Anda untuk beristirahat, agar ia dapat pulih dengan cepat dan gejalanya hilang secara bertahap.

Sekarang orang tua sudah tahu penyebab anak batuk muntah dan cara mencegahnya. Ketika kondisi anak bisa diatasi, tentu saja dia bisa bersemangat lagi untuk melakukan aktivitasnya.

Pos Penyebab Anak Batuk Muntah muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top