Latest News

Penyebab Asma pada Anak, dan 8 Gejala Pemicu yang Perlu Diketahui Orang Tua

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang biasanya muncul di masa kecil. Namun, penampilan asma pada anak-anak tidak sesederhana yang diperkirakan. Anak Anda akan lebih rentan terhadap asma jika mereka memiliki faktor risiko penyebabnya dan terpapar pada pemicu. Fada banyak pelaku sebab-akibat yang meningkatkan risiko asma pada anak-anak, serta hal-hal yang memicunya. Adalah tugas orang tua untuk mencari tahu pemicu mana yang tepat mencegah kekambuhan gejala yang dapat menghambat aktivitas anak Anda.

Memahami penyebab asma pada anak

Hingga saat ini, asma belum diketahui penyebab pastinya. Namun, asma dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap faktor-faktor pencetus tertentu yang kemudian menyebabkan saluran pernapasan membengkak dan menghasilkan lendir.

Kondisi ini membuat seseorang mengalami gejala berulang berupa mengi (suara 'ngik-ngik' saat bernafas), sesak napas, dada terasa berat, dan bengkak yang sering muncul di malam hari atau diri.

Belum diketahui secara pasti mengapa beberapa orang menunjukkan reaksi berlebihan yang mengakibatkan asma. Meski begitu, para peneliti percaya bahwa beberapa faktor penyebab seperti genetika dan lingkungan dapat meningkatkan risiko asma pada anak-anak.

Penting untuk dipahami bahwa faktor risiko bukanlah penyebab pasti untuk asma. Memiliki satu atau lebih faktor di bawah ini tidak secara otomatis menyebabkan asma pada setiap anak. Faktor risiko hanya meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit.

Berikut adalah beberapa faktor risiko asma pada anak yang perlu diketahui orang tua.

1. Sejarah genetik

diturunkan dari orang tua ke anak

Faktor genetik atau keturunan juga berperan sebagai faktor risiko asma pada anak-anak. Jadi, jika salah satu atau kedua orang tuanya menderita asma, maka anak tersebut berisiko tinggi untuk mengalaminya juga.

Risiko ini juga akan meningkat jika sebagian besar keluarga dan pasangan Anda memiliki riwayat asma dan alergi.

2. Jenis Kelamin

usia berlari anak

Selain itu, di antara anak-anak, anak laki-laki berisiko lebih tinggi terkena asma daripada anak perempuan. Hingga saat ini belum diketahui mengapa gender berperan sebagai faktor risiko yang bisa menjadi penyebab asma pada anak.

3. Obesitas

Jika anak Anda mengalaminya kelebihan berat badan atau obesitas, penelitian dalam jurnal Alergi, Imunologi, dan Pulmonologi Pediatrik melaporkan mereka bisa berisiko lebih tinggi terkena asma dengan gejala yang cenderung lebih parah daripada anak-anak yang sehat.

Para ahli menduga bahwa obesitas dapat mempersempit saluran udara sehingga mereka rentan terhadap iritasi. Ini juga bisa membuat asma lebih mudah kambuh.

Jadi orang tua harus membantu anak-anak mencapai berat badan ideal mereka. Dengan begitu, faktor risiko yang bisa menjadi penyebab asma pada anak yang satu ini bisa dihindari.

Hal-hal itulah yang memicu asma pada anak

Pemicu asma sering ditemukan di lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Setiap anak akan memiliki faktor pemicu yang berbeda, jadi penting bagi orang tua untuk mengetahui pencetusnya dengan pasti.

Berikut adalah beberapa pemicu asma yang paling umum.

1. Infeksi saluran napas

gejala pilek

Pilek dan flu adalah penyakit paling umum yang menyerang anak-anak. Coba ingat lagi, di tahun ini sudah berapa kali anak Anda terkena kedua penyakit ini?

Meskipun termasuk kondisi umum, pilek dan flu tidak boleh dianggap remeh. Sebab, keduanya bisa menjadi penyebab asma pada anak. Bahkan sejumlah infeksi saluran napas lain, seperti sinusitis, bronkitis, dan pneumonia juga dapat memicu asma.

Ini karena penderita asma memiliki saluran pernapasan yang bengkak dan sensitif, dan infeksi yang menyerang saluran udara dapat memperburuk ini. Itu sebabnya, anak-anak yang menderita asma umumnya sangat berhati-hati untuk selalu menjaga kesehatan mereka sehingga mereka tidak mudah terinfeksi infeksi saluran napas.

Jika anak Anda sudah sakit, lakukan perawatan dengan cepat dan tepat agar tidak berakhir dengan gejala asma yang kambuh.

2. Udara dingin

penyebab insomnia anak

Asma ditandai dengan sejumlah gejala khas seperti mengi, batuk, dan sesak dada berulang. Pada sebagian orang, gejala ini akan terjadi ketika udaranya dingin, terutama pada malam hari atau dini hari.

Udara dingin menyebabkan saluran udara menjadi kering. Akibatnya, saluran udara sangat rentan terhadap iritasi. Selain itu, udara dingin dapat meningkatkan produksi lendir di dalam tubuh. Nah, kedua hal ini bisa memicu kambuhnya gejala asma.

Karena itu, orang tua harus mewaspadai penyebab asma pada anak yang satu ini.

4. Alergi

obat flu untuk anak-anak

Alergi juga termasuk dalam daftar pemicu asma pada anak-anak. Anak-anak yang memiliki alergi tertentu pada sistem kekebalan tubuh secara otomatis akan menghasilkan antibodi yang disebut histamin untuk melawan alergen (alergen).

Asma dapat muncul sebagai bentuk reaksi alergi, terutama terhadap alergen yang dihirup ke saluran udara.

Ada banyak jenis alergen sendiri, bisa berupa bulu binatang, tungau, debu, kecoak; serbuk sari dari pohon; rumput; dan bunga; dan makanan.

5. Aktivitas fisik yang berlebihan

nutrisi yang baik

Anak-anak suka bermain dan berlari ke sana kemari. Namun, aktivitas fisik yang berlebihan, termasuk olahraga intensitas tinggi, bisa menjadi penyebab kambuhnya asma pada anak. Mengapa?

Aktivitas fisik yang berlebihan dapat membuat napas anak menjadi tersengal-sengal atau terengah-engah. Tanpa disadari, ini memungkinkan anak bernafas melalui mulutnya. Mulut tidak memiliki rambut halus dan rongga sinus seperti hidung yang membantu melembabkan udara. Udara kering yang masuk melalui paru-paru akan langsung menuju ke paru-paru, memicu penyempitan saluran udara

Cara bernafas seperti ini dapat memicu kekambuhan asma. Pada akhirnya anak akan lebih sulit bernafas dengan bebas.

6. Asap rokok

orang merokok

Menghirup asap rokok membuat saluran udara anak teriritasi dan meradang. Jika dibiarkan berlanjut, kondisi ini dapat menyebabkan asma pada anak-anak.

Penelitian berbagi telah melaporkan bahwa anak-anak yang telah terbiasa terpapar asap rokok pasif lebih rentan terhadap asma daripada anak-anak yang jauh dari asap rokok pasif. Tidak main-main, asap rokok dapat membuat asma kambuh lebih sering dan sulit untuk dikendalikan walaupun sedang minum obat.

Ironisnya, asap rokok juga dapat diserap oleh pakaian, karpet, dan benda-benda lain dan meninggalkan karsinogen yang tidak dapat hilang bahkan setelah dicuci. Ketika anak-anak menyentuh atau bernapas di dekat permukaan yang terkontaminasi, mereka lebih mudah mengalami berbagai masalah pernapasan. Salah satunya adalah asma.

7. Faktor pemicu lainnya

kebaikan gigi anak yang sehat

Faktor-faktor lain yang dapat memicu asma pada anak-anak termasuk:

  • Tertawa atau menangis terlalu keras.
  • Asap kendaraan dan polusi udara.
  • Produk berbentuk semprotan (spray) seperti parfum.
  • Produk yang mengandung iritasi, seperti sampo, sabun, deterjen, dan sebagainya.

Kunjungi dokter untuk mengkonfirmasi pencetusnya

terapi asma

Asma pada anak-anak cenderung lebih melemahkan daripada orang dewasa. Sebab, paru-paru dan saluran udara mereka sangat sensitif sehingga mereka mudah meradang meski hanya terpapar pada hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya, seperti debu.

Tak heran bila asma kambuh, gejalanya kerap mengganggu aktivitas sehari-hari anak. Bahkan membuat mereka susah tidur di malam hari atau harus bolos sekolah. Karenanya, pastikan Anda mengetahui pencetusnya lebih awal sebelum terlambat.

Lebih baik bertanya langsung ke dokter untuk memastikan pemicu asma dialami oleh anak-anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes fungsi paru untuk menegakkan diagnosis. Jika perlu, dokter juga dapat melakukan tes laboratorium atau tes pencitraan sehingga penyebabnya benar-benar diketahui.

Pos Penyebab Asma pada Anak, dan 8 Gejala Pemicu yang Perlu Diketahui Orang Tua muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top