Latest News

Perawatan Pasien Covid

Perawatan Pasien Covid

Dampak dari pandemi COVID-19 yang disebabkan virus corona (korona) terus memukul sejumlah negara. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan pasien virus corona. Namun, serangan virus corona yang masif juga membuat kewalahan dokter dan petugas kesehatan lainnya di rumah sakit.

Sebenarnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengembangkan saran cepat untuk memenuhi kebutuhan mengenai perawatan pasien yang diduga terinfeksi COVID-19 di rumah. Namun yang perlu dicatat, bukan sembarang pasien yang bisa dirawat di rumah. Lalu, bagaiman cara merawat pasien dengan gejala ringan corona di rumah ?

Lantas, seperti apa rekomendasi untuk merawat pasien di rumah? Berikut pedoman yang diterbitkan WHO dan Kementerian Kesehatan RI – Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

  1. Tempatkan pasien/orang dalam ruangan tersendiri yang memiliki ventilasi yang baik (memiliki jendela terbuka atau pintu terbuka).
  2. Batasi pergerakan dan minimalkan berbagi ruangan yang sama. Pastikan ruangan bersama (seperti dapur dan kamar mandi) memiliki ventilasi yang baik.
  3. Anggota keluarga yang lain sebaiknya tidur di kamar yang berbeda, dan jika tidak memungkinkan, maka jaga jarak minimal 1 meter dari pasien (tidur di tempat tidur berbeda).
  4. Batasi jumlah orang yang merawat pasien. Idealnya satu orang yang benar-benar sehat tanpa memiliki gangguan kesehatan lain atau gangguan kekebalan. Pengunjung/penjenguk tidak diizinkan sampai pasien benar-benar sehat dan tidak bergejala.
  5. Lakukan hand hygiene (cuci tangan) segera setiap ada kontak dengan pasien atau lingkungan pasien. Lakukan cuci tangan sebelum dan setelah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah dari kamar mandi, dan kapanpun tangan kelihatan kotor. Jika tangan tidak tampak kotor dapat menggunakan hand sanitizer, sedangkan untuk tangan yang kelihatan kotor menggunakan air dan sabun.
  6. Jika mencuci tangan menggunakan air dan sabun, handuk kertas sekali pakai direkomendasikan. Jika tidak tersedia, bisa menggunakan handuk bersih dan segera ganti jika sudah basah.
  7. Untuk mencegah penularan melalui droplet, masker bedah (masker datar) diberikan kepada pasien untuk dipakai sesering mungkin.
  8. Orang yang memberikan perawatan sebaiknya menggunakan masker bedah terutama jika berada dalam satu ruangan dengan pasien. Masker tidak boleh dipegang selama digunakan. Jika masker kotor atau basah, segera ganti dengan yang baru. Buang masker dengan cara yang benar (jangan disentuh bagian depan, tetapi mulai dari bagian belakang). Buang segera dan segera cuci tangan.
  9. Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh terutama cairan mulut atau pernapasan (dahak, ingus, dan lain-lain) serta tinja. Gunakan sarung tangan dan masker jika harus memberikan perawatan mulut atau saluran napas dan ketika memegang tinja, air kencing, dan kotoran lain. Cuci tangan sebelum dan sesudah membuang sarung tangan dan masker.
  10. Jangan gunakan masker atau sarung tangan yang telah terpakai.
  11. Sediakan sprei dan alat makan khusus untuk pasien (cuci dengan sabun dan air setelah dipakai dan dapat digunakan kembali).
  12. Bersihkan permukaan di sekitar pasien termasuk toilet dan kamar mandi secara teratur. Sabun atau detergen rumah tangga dapat digunakan, kemudian larutan NaOCl 0.5% (setara dengan 1 bagian larutan pemutih dan 9 bagian air).
  13. Bersihkan pakaian pasien, sprei, handuk, dan lain-lain menggunakan sabun cuci rumah tangga dan air atau mesin cuci dengan suhu air 60–90 derajat Celsius dengan deterjen dan keringkan. Tempatkan pada kantong khusus dan jangan digoyang-goyang, kemudian hindari kontak langsung kulit dan pakaian dengan bahan-bahan yang terkontaminasi.
  14. Sarung tangan dan apron plastic sebaiknya digunakan saat membersihkan permukaan pasien, baju, atau bahan-bahan lain yang terkena cairan tubuh pasien. Sarung tangan (yang bukan sekali pakai) dapat digunakan kembali setelah dicuci menggunakan sabun dan air dan didekontaminasi dengan larutan NaOCl 0.5%. Cuci tangan sebelum dan setelah menggunakan sarung tangan.
  15. Sarung tangan, masker, dan bahan-bahan sisa lain selama perawatan harus dibuang di tempat sampah di dalam ruangan pasien yang kemudian ditutup rapat sebelum dibuang sebagai kotoran infeksius.
  16. Hindari kontak dengan barang-barang terkontaminasi lainya, seperti sikat gigi, alat makan-minum, handuk, pakaian, dan sprei)
  17. Ketika petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan rumah, maka selalu perhatikan APD dan ikut rekomendasi pencegahan penularan penyakit melalui droplet.

Berikut beberapa perawatan pasien Covid tanpa dengan gejala yag masih ringan yang bisa Sahabat Ono lakukan dirumah. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top