• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Presentasi tentang Data Terbaru tentang HIV / AIDS di Indonesia

Indonesia masih menempati urutan ketiga di antara penderita HIV / AIDS sebagian besar di Asia Pasifik. Ini tidak terlepas dari kurangnya kesadaran masyarakat sekitar pendidikan seksual, terutama HIV / AIDS. Dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2019, Reckitt Beckinser Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan, dan Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual (KSIMSI) mempresentasikan data survei terbaru tentang HIV / AIDS pada Kamis (21/11). ).

Mengenai data HIV / AIDS di Indonesia

Survei yang dilakukan oleh Durex RB Indonesia dengan JAKPAT meliputi 3 kelompok, yaitu pasangan menikah, orang tua, dan orang muda yang menetap di lima kota besar di Indonesia.

Salah satu tujuan utama survei ini adalah untuk menghapus stigma penyakit menular seksual (PMS), terutama HIV / AIDS, dengan mendukung pendidikan seksual di berbagai bidang sosial.

Dalam acara tersebut, Dr. Hanny Nilasari, SpKK, Ketua Kelompok Studi Infeksi Menular Seksual (KSIMSI) menekankan pentingnya pendidikan seksual sebagai bentuk dari Pencegahan HIV.

"Infeksi menular seksual adalah salah satu pintu masuk penularan HIV. Sejauh ini, upaya pencegahan telah dilakukan melalui kampanye dan pendidikan pada populasi yang sehat, terutama pada remaja. Jangan melakukan risiko infeksi menular seksual. merah") adalah hal wajib yang perlu digaungkan, agar bangsa Indonesia sehat dan menghasilkan generasi yang kuat," kata dr. Hanny.

Namun berdasarkan data terkait pengetahuan HIV / AIDS di Indonesia, ternyata masih banyak masalah seputar kesehatan reproduksi yang belum dibicarakan secara terbuka oleh remaja, orang tua, dan pasangan menikah.

Salah satu topik tersebut adalah risiko kesehatan jika menikah dan hamil di bawah 20 tahun. Topik ini hanya dibahas oleh 20,19% dari orang tua dan responden remaja.

Selain itu, hanya 19,23% orang tua dan remaja yang mendiskusikan potensi HIV / AIDS dengan mengubah pasangan seksual. Plus, tidak banyak orang tua dan remaja telah membahas pentingnya menggunakan kontrasepsi untuk menghindari HIV / AIDS, yaitu sebanyak 10%.

Bahkan, kesalahpahaman atau kesalahpahaman tentang HIV / AIDS masih beredar luas di masyarakat. Dari hasil survei, 3 dari 10 remaja percaya bahwa interaksi sehari-hari dengan penderita HIV / AIDS dapat menularkan penyakit. Sebanyak 55% responden remaja percaya bahwa berciuman dapat menyebabkan penularan HIV / AIDS.

Mengapa pengetahuan tentang HIV / AIDS masih kurang?

Selanjutnya, dari data ini, baik orang tua, remaja, dan pasangan menikah, sebenarnya menyadari bahwa pendidikan tentang kesehatan seksual penting untuk diberikan secara lebih mendalam.

Namun, sebanyak 61% remaja mengakui bahwa mereka takut mendiskusikan topik tersebut dengan orang tua mereka karena takut dihakimi. Bahkan, sekitar 57% responden merasa lebih nyaman mendiskusikannya dengan teman sebaya mereka.

Kekhawatiran serupa juga terjadi pada responden pasangan menikah. Salah satu alasan mereka enggan berbicara tentang kesehatan reproduksi adalah untuk menghindari penilaian keluarga.

Sementara itu, sebagian besar orang tua sebenarnya mendukung pentingnya pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi. Namun, 63% orang tua takut jika mereka memberikan pendidikan seksual kepada anak-anak, itu berarti mereka membuka peluang bagi anak-anak untuk melakukannya seks sebelum menikah.

Selain menjadi takut, 64% orang tua masih merasa tabu untuk mengangkat masalah kesehatan seksual saat berdiskusi dengan anak-anak. Ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan seksual dan reproduksi masih memiliki stigma yang kuat di antara masyarakat Indonesia.

Dari data tentang pengetahuan HIV / AIDS di Indonesia, acara ini juga berkampanye untuk langkah-langkah penting dalam mendidik masyarakat tentang kesehatan seksual dan reproduksi, yang disebut kampanye Eduka5eks.

Kampanye ini tidak hanya ditujukan untuk kaum muda, tetapi juga secara aktif melibatkan orang tua untuk mencegah anak-anak mereka dari informasi kesehatan seksual yang tidak akurat.

Pos Presentasi tentang Data Terbaru tentang HIV / AIDS di Indonesia muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top