Latest News

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Tahun lalu, beberapa gempa bumi besar merenggut nyawa. Sebut saja gempa di Lombok, Banten, dan Palu. Tidak hanya gempa bumi, bencana terkadang diikuti oleh tsunami yang mengerikan.

Ini tentunya perlu menjadi catatan agar kita mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang. Untuk itu, peneliti berbondong-bondong melakukan penelitian terkait sesar (sesar) yang berpotensi gempa, terutama di Jawa. Inilah ulasan lengkapnya!

1. Studi patahan Lembang di Jawa Barat dapat digunakan sebagai referensi untuk perubahan spasial regional

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Pelaporan dari jurnal Tektonofisika diterbitkan oleh Mudrik R. Daryono dan timnya, studi kesalahan Lembang telah memasukkan informasi rinci. Oleh karena itu, hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi untuk perubahan dalam perencanaan tata ruang daerah.

2. Garis patahan juga telah dipetakan dengan benar, termasuk kekuatan maksimum gempa yang akan dihasilkan

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Informasi ini cukup untuk digunakan sebagai referensi jika terjadi gempa bumi di masa depan. Selain itu, bisa juga menjadi dasar mitigasi bencana atau tindakan untuk mengurangi dampak bencana di sepanjang patahan Lembang.

3. Peta garis patahan dibuat dengan peta berbasis LIDAR (Deteksi dan Mulai) resolusi 90 cm

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Daryono, sebagai peneliti geologi di Institut Ilmu Pengetahuan Indonesia & # 39; Pusat Geoteknologi, melakukan penelitian bekerja sama dengan Australia. Australia membiayai peta senilai Rp700 juta. Peta telah mampu memetakan patahan Lembang secara detail.

4. Saat ini, penelitian sedang dilakukan untuk memetakan kesalahan di wilayah Jawa, termasuk kota-kota besar seperti Jakarta

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Endra Gunawan dan Sri Widiyantoro di Jakarta Jurnal Geodinamika melakukan penelitian terkait kegiatan sesar di kota-kota besar di Jawa, termasuk Jakarta. Namun, karena cakupannya sangat luas, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

5. Penelitian kesalahan di Jawa dibatasi oleh biaya

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Saat ini, Daryono dan timnya dari Pusat Gempa Nasional sedang mencari jalur patahan di Jawa. Mereka hanya menggunakan peta gratis dengan resolusi 30 meter. Selain itu, ada juga peta dari Badan Informasi Geospasial dengan resolusi 8,5 meter. Namun, peta tersebut masih belum dapat mengidentifikasi daerah-daerah seperti Jakarta.

6. Untuk memetakan kesalahan di Jakarta, peta dengan resolusi 1 meter diperlukan seperti peta LIDAR, peta yang sama yang digunakan untuk memetakan kesalahan Lembang

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Permukaan atau morfologi Jakarta sulit dilihat. Itu karena sejumlah besar vegetasi dan bangunan padat. Pemetaan hanya dapat dilakukan dengan minimal peta resolusi 1 meter seperti LIDAR.

Selain itu, Daryono telah mengirimkan dana penelitian ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meneliti kesalahan aktif di Semarang, tetapi ditolak.

7. Sementara itu, sesar terletak di tengah pulau Jawa

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Menurut Spesialis Bumi dan Bencana dari Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), patahan Amien Widodo yang ada meluas di tengah-tengah pulau Jawa, dari Surabaya, Jombang, Cepu, Semarang ke Lembang.

8. Dana belum bisa turun karena tidak ada respons dari pemerintah

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Amien Widodo berkata, "Respons pemerintah, tidak perlu pemetaan karena ini hanya studi."

Widodo juga menambahkan bahwa penelitian yang ada dianggap mengganggu investor dan hanya dianggap berita palsu (Berita palsu). Bahkan, Bank Dunia telah menyarankan bahwa perlu ada mitigasi bencana.

9. Salah satu tujuan para peneliti adalah untuk memetakan kesalahan di Jawa untuk mengantisipasi bencana besar, salah satunya terjadi pada tahun 1699

Pulau Jawa Beresiko Mengalami Bencana Gempa Bencana, Berikut 9 Fakta

Menurut penelitian dan tim Ngoc Nguyen Universitas Nasional Australia pada 2015, gempa bumi di Jawa bisa menyebabkan kerusakan besar. Sementara itu, jika malapetaka malapetaka yang terjadi pada tahun 1699 kambuh, bisa memakan korban jiwa mencapai 100.000 orang.

Semoga penelitian ini bisa mendapat dukungan penuh dari pemerintah, termasuk modal untuk bisa memetakan secara detail kesalahan atau kesalahan di Jawa. Ini adalah bagian dari mitigasi bencana sehingga korban dapat diminimalkan.

Penafian: Artikel ini telah dipublikasikan di halaman IDNTimes.com dengan judul "Pulau Jawa Beresiko Memiliki Bencana Bencana Gempa Bumi, Berikut 9 Fakta"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top