Latest News

Sering Menyerang Remaja, 5 Gangguan Mental Ini Wajib Dicermati

Umumnya, kebanyakan orang tua hanya fokus pada kesehatan fisik remaja mereka. Padahal, kesehatan mental juga harus diperhatikan.

Seringkali gejala yang muncul tidak diobati selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sehingga mengakibatkan gangguan jiwa yang lebih serius.

Mengapa kesehatan mental remaja harus diperhatikan?

Menurut informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja (10-19 tahun) dikatakan unik dan berkaitan erat dengan arah tumbuh kembangnya.

Banyak perubahan fisik dan sosial, termasuk kondisi kemiskinan dan paparan kekerasan dan pelecehan, dapat membuat kaum muda rentan terhadap masalah kesehatan mental.

Memperhatikan kondisi psikologis remaja dari pengalaman buruk dan faktor risiko yang dapat mempengaruhi potensi dirinya untuk berkembang di masa remaja sangatlah penting, untuk kesehatan mental dan fisik remaja saat dewasa.

Ada beberapa gangguan jiwa yang perlu diwaspadai karena sering dialami oleh remaja. Apa pun?

1. Gangguan perhatian-defisit / hiperaktif (ADHD)

ADHD adalah gangguan perilaku yang dimulai sejak masa kanak-kanak dan dapat memengaruhi remaja dan orang dewasa. ADHD dapat membuat remaja sulit berkonsentrasi, tidak nyaman belajar dalam waktu lama, hiperaktif bahkan mengganggu orang di sekitarnya, serta perilaku impulsif.

Dilansir dari WebMD, pada masa remaja, terutama akibat perubahan hormonal yang terjadi dan aktivitas akademik sekolah, gejala ADHD bisa semakin parah.

Perawatan yang tepat penting agar gejala ADHD dapat dikontrol. Triknya adalah obat dan terapi perilaku. Perawatan ini dapat mengurangi hiperaktif dan impulsif, meningkatkan fokus, pekerjaan, pemahaman, termasuk koordinasi fisik.

Sering Menyerang Remaja, 5 Gangguan Mental Ini Wajib Dicermati

2. Gangguan makan

Dilansir dari laman Verywell Mind, gangguan makan cukup sering terjadi pada remaja. Faktor yang mempengaruhinya antara lain tekanan sosial untuk memiliki tubuh langsing. Media sosial, berita, dan situasi sosial seringkali menimbulkan kesadaran bahwa tubuh yang ideal adalah orang yang kurus dan langsing.

Banyak remaja mengalami masalah pencitraan tubuh (citra tubuh), sehingga membuat mereka melakukan banyak cara untuk menurunkan berat badan. Misalnya olah raga gila-gilaan hingga diet ekstrim.

Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa 1-2 persen remaja mengalami gangguan makan. Padahal, gangguan ini sudah bisa dialami sejak usia 12 tahun. Gangguan makan yang harus diwaspadai adalah anoreksia nervosa, bulimia, dan gangguan makan pesta.

Pada anoreksia nervosa, penderita mengira dirinya gemuk, jadi ia sangat membatasi asupan makanannya. Seringkali penderita olah raga berlebihan dan makan hanya dalam jumlah yang sangat sedikit. Kondisi ini seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan penipisan tulang, tekanan darah rendah, serta kerusakan otak dan jantung. Dalam kasus yang parah, akibatnya bisa fatal.

Dalam kasus bulimia, biasanya remaja akan banyak melakukannya (pesta makan). Namun, sebagai kompensasi mereka diam-diam akan memuntahkan makanan, menggunakan obat pencahar, atau olahraga berlebihan. Efek fisiknya adalah dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, gangguan pencernaan, dan kerusakan gigi.

3. Depresi

Tak hanya orang dewasa, depresi juga kerap terjadi pada remaja. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam "The British Medical Journal", 8-10 persen siswa sekolah menengah mengalami gejala depresi yang parah.

Selain itu, menurut studi dalam jurnal "JAMA Psychiatry" tahun 2012, sebuah survei menemukan bahwa 8 persen remaja mengalami depresi setiap tahun.

Saat mereka berusia 21 tahun, sebuah penelitian dalam "Journal of American Academy of Child and Adolescent Psychiatry" tahun 2011 menyebutkan, sebanyak 15 persen mengalami setidaknya satu episode akibat gangguan mood (gangguan mood).

Seperti yang telah kita ketahui, efek depresi yang menghancurkan bisa sangat mengerikan. Mulai dari kesulitan di sekolah, berhubungan dengan orang lain, tidak menikmati hidup, dan skenario terburuknya adalah bunuh diri.

Gejala yang harus diperhatikan meliputi:

  • Perasaan sedih atau mood depresi
  • Merasa putus asa dan tidak berguna
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu Anda sukai
  • Menarik diri dari teman dan keluarga
  • Sering menangis
  • Sulit tidur
  • Kehilangan atau peningkatan nafsu makan
  • Nyeri yang tidak kunjung sembuh bahkan setelah dirawat
  • Mudah marah
  • Merasa lelah meskipun Anda cukup tidur
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri, berbicara tentang bunuh diri, dan mencoba bunuh diri

Sering Menyerang Remaja, 5 Gangguan Mental Ini Wajib Diwaspadai

4. Gangguan kecemasan

Dilansir dari situs National Institute of Mental Health, sekira 8 persen remaja berusia 13-18 tahun mengalami gangguan kecemasan.

Remaja yang mengalami gangguan ini dapat berdampak pada kemampuannya untuk bersosialisasi dengan teman-temannya, serta pada pendidikannya. Pada kasus yang parah, gangguan kecemasan bisa membuat mereka takut keluar rumah.

Ada beberapa bentuk gangguan kecemasan ini. Pada gangguan kecemasan umum, remaja seringkali merasa cemas di segala bidang kehidupan. Pada gangguan kecemasan sosial, remaja mungkin mengalami kesulitan berbicara di kelas atau menghadiri acara sosial.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, gangguan kecemasan ini juga bisa termasuk gangguan panik, gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Gejala yang dialami niscaya akan mengganggu aktivitas dan kualitas hidup remaja.

5. Gangguan bipolar

Banyak orang salah mengira gangguan bipolar sebagai kepribadian ganda. Bahkan, kerap didiagnosis saat remaja, gangguan jiwa ini menyebabkan perubahan mood yang ekstrim.

Remaja bisa mengalami lonjakan setiap saat suasana hati intens (episode mania atau hipomania), lalu tiba-tiba suasana hati turun secara signifikan (episode depresi).

Meski hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit bipolar, namun dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, seperti pengobatan dan psikoterapi, gejala setiap episodenya dapat diminimalisir. Dukungan keluarga juga diperlukan untuk mengoptimalkan perawatan.

Sering Menyerang Remaja, 5 Gangguan Mental Ini Wajib Diwaspadai

Jika Anda mengalami salah satu gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera cari pertolongan medis. Jangan abaikan, apalagi megah mendiagnosis diri sendiri. Jika Anda masih ragu untuk menemui psikiater atau psikolog, beri tahu seseorang yang Anda percayai dan mintalah dukungan.

Penanganan gangguan jiwa sedini mungkin dapat menghindarkan Anda dari kualitas hidup yang buruk dan dampak fatal lainnya.

Disclaimer: Artikel ini telah tayang di halaman IDN Times dengan judul "Wajib Diketahui! 5 Gangguan Mental Ini Rentan bagi Remaja"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top