Latest News

Status Kejadian Luar Biasa selama Wabah DBD, Ini adalah Kriteria

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia terdapat 16.099 kasus selama periode dari Januari hingga awal Maret 2020. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, selama periode dua bulan, DBD telah merenggut setidaknya 100 nyawa dan memaksa sejumlah daerah untuk mengumumkan status peristiwa luar biasa (KLB).

"Ada 16.099 kasus dengan kematian 100 (orang) untuk tingkat nasional. Upaya kami mendorong peningkatan kegiatan pencegahan," kata Direktur Vektor Penyakit Menular dan Zoonosis dari Kementerian Kesehatan Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, seperti dikutip Antara News, Selasa (3/10).

Beberapa kabupaten / kota menentukan status kejadian luar biasa demam berdarah (DBD)

kejadian luar biasa demam berdarah

Sejak awal 2020 demam berdarah telah menjadi epidemi di beberapa daerah di Indonesia. Dalam dua bulan pertama ada 285 kabupaten / kota yang melaporkan wilayah mereka terinfeksi DBD.

Sudah ada setidaknya lima kabupaten / kota yang mengumumkan status peristiwa luar biasa demam berdarah (DBD) di tempat mereka. Diantaranya adalah Kabupaten Belitung di Provinsi Bangka Belitung, enam desa di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dan tiga kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Alor, Lembata dan Sikka.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengunjungi Kabupaten Sikka, Senin (9/3), katanya, jumlah kasus demam berdarah di Sikka terus meningkat. Menanggapi hal ini, pemerintah daerah bahkan meningkatkan status KLD KLB untuk memasuki tahap empat.

Wabah demam berdarah telah terjadi empat kali di Kabupaten Sikka, yaitu pada 2010, 2013, 2016, dan tahun ini.

Jika dibandingkan, sepanjang 2016 jumlah kasus wabah demam berdarah mencapai 620 kasus dengan 13 kematian. Tahun ini hanya berjalan selama 3 bulan tetapi kasus ini telah jauh melampaui peristiwa sebelumnya.

"Pada tahun 2020, baru pada bulan Maret jumlah kasus mencapai 1.216 kasus, hingga 14 orang meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus.

Provinsi NTT memang merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kasus terbanyak. Sejak 1 Januari hingga 9 Maret 2020, Departemen Kesehatan mencatat 1.195 kasus yang tersebar di beberapa kabupaten / kota dengan 31 kematian.

Menurut Terawan, banyak korban jatuh pada anak-anak.

Selain NTT, Provinsi Jawa Barat juga merupakan salah satu zona merah dari wabah demam berdarah meskipun gubernur belum menyatakan status wabah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berli Hamdani mengatakan, kasus demam berdarah di Jawa Barat telah mencapai 4.192 dan 15 kematian.

Apa status suatu peristiwa luar biasa dan bagaimana penerapannya

Vaksin DBD

Kejadian Luar Biasa (KLB) timbul atau meningkatkan kejadian morbiditas dan / atau signifikansi epidemiologis di suatu daerah dalam periode waktu tertentu. Situasi ini dapat menyebabkan wabah.

Jenis penyakit menular hal-hal tertentu yang dapat menyebabkan epidemi adalah Kolera, Pes, Demam Berdarah Dengue, Campak, Polio, Difteri, Pertusis, Rabies, Malaria, Flu Burung H5N1, Anthrax, Leptospirosis, Hepatitis, Influenza A Baru (H1N1) / Pandemi 2009, Meningitis, Demam Kuning, dan Chikungunya.

Selain nama-nama ini jika ada penyakit menular tertentu lainnya yang dapat menyebabkan wabah akan ditentukan oleh menteri kesehatan, seperti saat ini wabah COVID-19.

Ada banyak pertanyaan mengapa dalam kasus demam berdarah (DBD), beberapa daerah dengan jumlah kasus yang tinggi tidak menentukan status wabah.

Penentuan peristiwa luar biasa diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No. 1501 tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menyebabkan Wabah dan Upaya Mitigasi.

Syarat dan kriteria untuk mendirikan KLB

peristiwa luar biasa

Dalam artikel 6 ditulis, suatu area dapat ditentukan jika terjadi peristiwa luar biasa, jika memenuhi salah satu kriteria berikut.

  1. Dikatakan KLB jika memenuhi salah satu kriteria berikut munculnya penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal di suatu daerah.
  2. Peningkatan kejadian penyakit secara terus menerus selama 3 periode dalam jam, hari, atau minggu sesuai dengan jenis penyakitnya.
  3. Peningkatan rasa sakit dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya dalam periode jam, hari, atau minggu. sesuai dengan jenis penyakitnya.
  4. Jumlah pasien baru dalam periode satu bulan menunjukkan peningkatan dua kali atau lebih dibandingkan dengan rata-rata bulanan pada tahun sebelumnya.
  5. Jumlah rata-rata kejadian morbid per bulan selama satu tahun menunjukkan peningkatan dua kali atau lebih dibandingkan dengan jumlah rata-rata morbiditas per bulan pada tahun sebelumnya.
  6. Tingkat kematian untuk kasus penyakit (Tingkat Fatalitas Kasus) dalam periode waktu yang menunjukkan peningkatan 50 persen atau lebih.
  7. Tingkat proporsi penyakit (tingkat proporsional) penderita baru dalam satu periode menunjukkan peningkatan dua kali atau lebih dibandingkan dengan satu periode sebelumnya dalam periode waktu yang sama.

Tujuan menetapkan status KLB

Penentuan status wabah dapat dilakukan oleh kepala departemen kesehatan regional atau kepala departemen kesehatan provinsi atau menteri, tergantung pada area yang dicakup oleh wabah tersebut.

Ketika suatu daerah telah dinyatakan sebagai wabah, semua elemen harus turun untuk melakukan tindakan pencegahan terpadu. Untuk Kasus DBD di beberapa daerah di Indonesia.

Penanggulangan terpadu ini meliputi investigasi, pencegahan dan vaksinasi, penghancuran penyebab penyakit, menangani badan, hingga konseling. Daerah harus membentuk tim yang bergerak cepat untuk melakukan penanggulangan terpadu.

Untuk wabah COVID-19, Indonesia juga telah menetapkan status wabah tetapi sedikit berbeda. Status peristiwa luar biasa dalam COVID-19 segera ditentukan oleh pemerintah pusat, yaitu Menteri Kesehatan. Dengan cara ini, semua dana mitigasi ditanggung oleh pemerintah pusat.

Keputusan status KLB untuk COVID-19 ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Terawan pada tanggal 4 Februari 2020. Keputusan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07 / MENKES / 104/2020.

Pos Status Kejadian Luar Biasa selama Wabah DBD, Ini adalah Kriteria muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top