Latest News

Studi: Pasteurisasi Dapat Membunuh COVID-19 dalam ASI Ekspres

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi di bawah usia 6 bulan sangat penting untuk tumbuh kembang anak, termasuk bagi mereka yang ibunya terinfeksi COVID-19. Oleh karena itu, para ilmuwan mencari cara aman untuk memberikan ASI yang berpotensi tercemar virus corona penyebab COVID-19.

Apakah ASI dapat terkontaminasi virus dan menjadi sumber penularan COVID-19 ke bayi? Seberapa aman memberi?

Pasteurisasi dapat membunuh COVID-19 dalam ASI

Susu susu dari ibu covid-19

Tim peneliti dari University of New South Wales Sydney mengonfirmasi bahwa proses pasteurisasi dapat menonaktifkan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 pada ASI yang diperas.

Di studi Hal tersebut, peneliti menginfeksi virus corona pada susu yang telah dibekukan. Mereka kemudian memanaskan sampel susu yang telah terkontaminasi virus tersebut hingga suhu 63˚C selama 30 menit.

“Pengukuran suhu dan waktu yang digunakan merupakan simulasi dari proses pasteurisasi yang biasanya dilakukan di bank donor ASI,” kata Greg Walker, penulis utama studi tersebut, seperti dikutip UNSW, Selasa (11/8).

Setelah proses pasteurisasi, peneliti tidak menemukan adanya kandungan virus korona hidup di dalam ASI.

Temuan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyebut virus SARS-CoV-2 menyebabkan COVID-19 bisa mati dalam panas tertentu.

Sebenarnya hingga saat ini belum ada kasus penularan COVID-19 pada bayi melalui ASI. Namun, peneliti mengatakan bahwa secara teoritis terdapat potensi penularan melalui jalur ini karena perlu pencegahan.

Sebelum riset ini dipublikasikan, sejumlah bank donor ASI di Australia terkendala dalam mendistribusikan ASI kepada bayi yang membutuhkan karena khawatir akan risiko tertular COVID-19 dalam ASI.

Padahal, ASI ini harus disumbangkan dengan lancar untuk bayi prematur dari ibu yang tidak bisa menyusui sendiri.

Para peneliti mengatakan eksperimen mereka mencoba mensimulasikan skenario kasus terburuk. Oleh karena itu, setelah dilakukan penelitian ini, ibu-ibu dan petugas dapat melakukannya pencegahan penularan COVID-19 efektif.

Menyimpannya di lemari es tidak membunuh virus korona

Susu susu dari ibu covid-19

Para peneliti juga menguji apakah virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang terkandung dalam ASI mati jika dibekukan pada suhu 4 ° C hingga -30 ° C. Alhasil, kondisi ini tidak mampu menonaktifkan virus.

"Kami menemukan bahwa penyimpanan dingin tidak berdampak signifikan pada viral load setelah 48 jam," kata Walker.

Para peneliti menemukan bahwa virus korona stabil pada ASI yang didinginkan atau dibekukan. Temuan ini dapat membantu menyempurnakan pedoman seputar penyimpanan ASI yang aman dari ibu yang terinfeksi COVID-19.

"Misalnya, kita sekarang tahu bahwa sangat penting bagi ibu dengan COVID-19 untuk memastikan ASInya tidak terkontaminasi virus SARS-CoV-2," katanya. Dr. Laura Klein, salah satu anggota peneliti dalam penelitian ini.

Organisasi kesehatan dunia, WHO, telah mengeluarkan pedoman menyusui selama pandemi, termasuk cara memberikan ASI dari ibu COVID-19 kepada bayinya.

  1. Pastikan pompa ASI steril dan tidak digunakan secara bergantian
  2. Bersihkan permukaan botol atau wadah ASI sebelum menyimpannya di lemari es
  3. Simpan pompa dengan benar
  4. Simpan ASI perah dengan benar

Ibu COVID-19 bisa menyusui secara langsung

ibu yang terinfeksi covid-19 bisa menyusui langsung tanpa disusui

Penting untuk diingat bahwa tidak semua ibu dengan COVID-19 aman untuk itu menyusui langsung. Ibu yang terinfeksi COVID-19 dan mengalami gejala yang parah tidak disarankan untuk menyusui secara langsung sama sekali.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyampaikan prinsip utama bahwa ibu yang terinfeksi COVID-19 dapat menyusui secara langsung dengan menyeka payudara dan mencuci tangan sebelum memegang bayi dan menggunakan masker saat menyusui.

Pos Studi: Pasteurisasi Dapat Membunuh COVID-19 dalam ASI Ekspres muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top