Latest News

Tim Ilmuwan Israel Hampir Mengembangkan Vaksin COVID-19

Sejumlah ilmuwan dari Israel mengklaim dapat menyediakan segera Vaksin COVID-19 dalam beberapa minggu ke depan. Vaksin baru ini dikembangkan selama empat tahun dengan memeriksa virus yang ditemukan pada unggas. Ilmuwan menilai virus memiliki kesamaan dengan coronavirus penyebab wabah COVID-19.

Vaksin belum tersedia memang merupakan salah satu faktor yang membuat COVID-19 tampak begitu menakutkan. Di sisi lain, pengembangan vaksin perlu melalui banyak penelitian dan membutuhkan banyak waktu dan uang. Vaksin yang ditemukan oleh para ilmuwan di Israel tampaknya menghirup udara segar menghadapi wabah COVID-19.

Seperti apa vaksinnya dan bisakah Indonesia mendapatkannya dengan cepat?

Asal vaksin COVID-19 dari Israel

vaksin baru coronavirus

Tim ilmuwan yang mengembangkan vaksin COVID-19 berasal dari MIGAL Galilee Research Institute, Israel. Temuan ini dimulai ketika mereka meneliti Virus Bronkitis Menular (IBV) sekitar empat tahun lalu. IBV adalah coronavirus yang menyebabkannya penyakit pada saluran pernapasan unggas.

Penelitian yang mereka lakukan awalnya bertujuan untuk mengembangkan vaksin untuk mencegah infeksi IBV. Vaksin yang mereka temukan kemudian diuji di Volcani Institute, Israel, dan terbukti efektif dalam mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi IBV pada unggas.

Pembuatan vaksin IBV secara tak terduga ternyata juga menghasilkan produk sampingan. Setelah meneliti, tim ilmuwan Israel menyimpulkan bahwa produk sampingan yang mereka temukan berpotensi mencegah transmisi COVID-19.

Menurut laporan penelitian, susunan genetik IBV pada unggas sangat mirip dengan coronavirus yang menyebabkan COVID-19. Kedua virus juga menggunakan mekanisme yang sama saat menyerang sel inangnya. Dengan demikian, vaksin IBV juga dapat digunakan untuk mencegah penularan COVID-19.

Tim ilmuwan kemudian mengubah susunan genetik vaksin IBV untuk mencocokkan strain coronavirus yang menyebabkan COVID-19. Saat ini, mereka sedang menunggu persetujuan untuk melakukan pengujian in-vivo pada hewan hidup.

Jika tes ini berhasil, mereka akan melanjutkan produksi dan distribusi vaksin. Menteri Sains dan Teknologi Israel, Ofir Akunis, mengumumkan hal itu secara keseluruhan proses produksi vaksin COVID-19 mungkin akan memakan waktu 8-10 minggu.

Produk akhir dari vaksin COVID-19 direncanakan dalam bentuk vaksin oral yang diambil secara langsung. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat umum dapat memperoleh dan mengkonsumsi vaksin dengan mudah.

Akankah vaksin COVID-19 diperoleh dengan mudah?

Vaksin hepatitis

Pada kesempatan yang sama, akuntan juga menyatakan bahwa proses produksi hingga perjanjian keselamatan vaksin akan berlangsung selama 90 hari. Periode waktunya jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 18 bulan.

Namun demikian, para ahli penyakit menular di Australia juga memperingatkan hambatan yang mungkin dihadapi para ilmuwan di Israel ketika mengembangkan vaksin COVID-19. Rintangan terbesar mereka adalah waktu yang lama untuk melakukannya percobaan hewan dan manusia sehingga vaksin bisa mendapatkan persetujuan keamanan.

Oleh karena itu, para ilmuwan yang meneliti vaksin COVID-19 sekarang mencari mitra potensial untuk mempercepat percobaan pada manusia. Mereka juga akan membantu penyelesaian pengembangan produk akhir dan aturan yang akan berlaku nanti.

Meskipun vaksin COVID-19 telah diproduksi oleh para ilmuwan di Israel, Indonesia tampaknya perlu bersabar. Karena distribusi vaksin tidak mudah dan pendek, terutama mengingat jumlahnya negara yang terkena dampak wabah ini.

Apakah vaksin satu-satunya cara untuk mengatasi COVID-19?

covid-19 tubuh manusia

Amesh Adalja, sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security, membenarkan bahwa membuat vaksin COVID-19 dari avian coronavirus adalah mungkin. Dia bahkan cukup yakin bahwa pengembangan vaksin dapat berkembang lebih lanjut.

Namun, ia juga menyebutkan bahwa dunia tidak dapat sepenuhnya berharap vaksin COVID-19 saat ini sedang dikembangkan di Israel. Vaksin memang dapat mencegah penularan COVID-19, tetapi perannya mungkin tidak terlalu dalam akhiri wabah ini.

Selain itu, bahkan vaksin yang telah dikembangkan perlu dipelajari dan diselidiki lebih lanjut. Brenda Hogue, seorang profesor ahli di bidang terapi kekebalan dan virus di Arizona State University, mengatakan bahwa pengembangan vaksin umumnya akan memakan waktu dua tahun.

Langkah terbaik yang dapat dilakukan sekarang adalah mempromosikan pencegahan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar Anda selalu mencuci tangan dengan sabun, membatasi kontak dekat dengan orang sakit, dan membersihkan permukaan barang yang sering disentuh.

Pos Tim Ilmuwan Israel Hampir Mengembangkan Vaksin COVID-19 muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top