• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Tips Latihan Aman dan Berisiko Minimal untuk Penderita Hemofilia

Berolahraga memberikan banyak manfaat kesehatan bagi semua orang. Namun, tidak semua orang bisa berolahraga dengan bebas karena memiliki penyakit tertentu. Masalah seperti inilah yang sering dihadapi penderitanya hemofilia. Padahal, dengan olahraga yang tepat, penderita hemofilia justru bisa menjaga kebugaran tubuhnya untuk mengurangi risiko pendarahan. Latihan apa yang aman untuk hemofilia? Bagaimana tips aman melakukannya? Simak ulasannya berikut ini.

Apa manfaat olahraga bagi penderita hemofilia?

Banyak orang berpikir hidup dengan hemofilia sebaiknya jangan terlalu sering melakukan aktivitas fisik untuk mencegah terjadinya pendarahan. Memang, sebagian besar kasus hemofilia membuat penderitanya semakin rentan terhadapnya komplikasi akibat cedera, masalah sendi, atau perdarahan internal. Terluka atau terbentur sedikit bisa berakibat fatal bagi mereka.

Padahal, olahraga teratur sangat dianjurkan bagi penderita hemofilia. Mengapa demikian?

Menurut halaman tersebut Hemofilia GeorgiaBerolahraga dapat membantu penderita hemofilia memiliki otot yang lebih kuat. Dengan otot yang kuat, persendian di dalam tubuh akan terlindungi dari risiko pendarahan internal. Perdarahan pada persendian adalah kondisi umum pada penderita hemofilia. Selain itu, olahraga yang tepat juga melatih tubuh agar lebih seimbang dan menjaga stamina.

Aktivitas fisik yang memadai juga membantu menjaga berat badan ideal Anda bila diimbangi dengan pola makan yang benar. Penderita hemofilia disarankan untuk selalu memiliki berat badan yang normal. Pasalnya, berat badan di atas normal memberi tekanan berlebihan pada tulang dan persendian. Ini meningkatkan risiko perdarahan pada persendian.

Tentu, manfaat olahraga teratur tak hanya berdampak pada fisik. Olah raga dapat meningkatkan mood dan meningkatkan rasa percaya diri, sehingga aktivitas ini dapat berdampak baik pada kondisi mental penderita hemofilia.

Apa yang perlu diperhatikan oleh penderita hemofilia sebelum berolahraga

Ingat, tidak semua jenis olahraga cocok untuk penderita hemofilia. Jenis olahraganya tergantung pada usia, jenis hemofilia, serta tingkat keparahan yang dimilikinya. Kebutuhan aktivitas fisik setiap pasien bisa berbeda-beda, bahkan berubah seiring bertambahnya usia.

Yang perlu Anda ingat, dalam menemukan pilihan olahraga yang tepat untuk kondisi Anda, risiko pendarahan tidak mungkin dihindari sama sekali. Namun, Anda juga harus yakin bahwa manfaat olahraga itu sendiri jauh lebih besar daripada risiko yang harus Anda hadapi.

Sebagai upaya meminimalisir risiko pendarahan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter tentang jenis olahraga apa yang cocok untuk kondisi Anda.

Pilihan olahraga yang cocok untuk penderita hemofilia

Olah raga yang ideal untuk penderita hemofilia umumnya tidak melibatkan gerakan yang terlalu berulang, tidak menggunakan tenaga yang berlebihan, dan tidak terlalu berisiko. Oleh karena itu jenis olah raga seperti sepak bola, basket, tinju, memanjat atau mengangkat beban harus dihindari.

Berikut ini adalah pilihan olahraga yang tergolong aman bagi penderita hemofilia:

1. Jalan

manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

Mungkin berjalan terdengar seperti aktivitas fisik yang sepele. Namun nyatanya, berbagai manfaat yang diberikan kepada penderita hemofilia sangatlah signifikan. Jalan kaki secara teratur dapat membantu memperkuat otot-otot kaki, yang sering terjadi perdarahan sendi di lutut dan pergelangan kaki.

Selain itu, jalan kaki secara teratur membantu meningkatkan sirkulasi cairan sinovial di persendian. Cairan sinovial berfungsi untuk melumasi gerakan sendi. Ini akan memungkinkan Anda untuk lebih leluasa menggerakkan tubuh dan menghindari risiko masalah persendian.

2. Berenang

manfaat berenang untuk anak autis

Olahraga lain yang dianjurkan bagi penderita hemofilia adalah renang. Tidak hanya memberikan banyak manfaat, berenang juga menjadi olahraga yang menyenangkan untuk dilakukan.

Dikutip dari situs Yayasan Hemofilia Nasional, bergerak di dalam air tidak membutuhkan beban dan tekanan yang lebih pada tubuh, sehingga resiko cederanya sangat kecil. Selain itu, berenang juga meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan daya tahan tubuh tanpa mengeluarkan energi yang berlebihan.

3. Yoga

menjaga kesehatan mental

Olahraga yang identik dengan berbagai teknik dan pose pernapasan ini dinilai aman dan bermanfaat bagi penderita hemofilia. Yoga tidak membutuhkan terlalu banyak energi, tetapi efektif dalam meningkatkan kekuatan sendi, otot, dan tulang. Hal ini tentunya berefek baik untuk mengurangi risiko pendarahan.

Selain itu, teknik pernapasan dalam yoga juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan mental, terutama kemampuan tubuh dalam mengatasi nyeri.

Pos Tips Latihan Aman dan Berisiko Minimal untuk Penderita Hemofilia muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top