Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Latest News

Tuberkulosis Dapat Kambuh, Ini adalah cara untuk mencegahnya

Tuberkulosis (TBC) tidak hanya sulit diobati, tetapi juga berisiko muncul kembali kapan saja. Pasien TB yang sudah sembuh bahkan tidak sepenuhnya bebas dari risiko kambuh jika mereka tidak mencoba mencegah penyakit ini. Bahkan, sekali seseorang terinfeksi lagi, perawatan akan menjadi lebih sulit daripada sebelumnya.

Bagaimana proses kekambuhan TB?

Pada sel normal, pembelahan sel akan menghasilkan dua sel dengan sifat yang sama. Dua sel membelah menjadi empat sel yang sama, empat membelah menjadi delapan, dan seterusnya. Namun, tidak dengan Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TBC.

Studi terbaru menunjukkan itu M. tuberculosis membelah asimetris. Artinya, populasi bakteri baru yang diproduksi tumbuh dengan kecepatan yang berbeda, memiliki ukuran yang berbeda, dan memiliki resistensi yang berbeda terhadap antibiotik.

Perkembangan bakteri itu menyebabkan batuk TBC

Pengobatan TB memang bisa membunuh sebagian besar bakteri ini, tetapi ada kemungkinan beberapa bakteri bertahan hidup.

Tanpa upaya untuk mencegah infeksi, bakteri yang bertahan dapat menjadi resisten dan menyebabkan tuberkulosis kambuh.

Lebih buruk lagi, Bakteri TB juga dapat kebal dari pengobatan tidak memadai atau kurangnya disiplin pasien untuk mengambil semua obat sesuai resep. Ketika sistem kekebalan tubuh Anda berkurang, bakteri dapat menjadi aktif dan memicu kembali gejala.

Namun, tidak semua kasus kekambuhan TB disebabkan oleh bakteri resisten. Penelitian yang dilakukan di Cape Town, Afrika Selatan, menemukan kasus pasien yang berulang karena infeksi bakteri M. tuberculosis dari regangan berbeda.

Regangan berbeda berarti komposisi gen pada bakteri juga berbeda. Dalam penelitian itu, antibiotik yang digunakan tidak dapat membunuh gen regangan bakteri lain. Akibatnya, pasien yang sudah pulih sebenarnya mengalami infeksi ulang.

Bagaimana mencegah kekambuhan TB

Menggunakan kotak obat sebagai aturan untuk mengambil obat TB

Penyakit TB tidak selalu dapat dicegah, baik yang muncul pertama kali maupun yang berulang. Namun, ada langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko.

Langkah terpenting yang harus dilakukan pasien adalah menjalani perawatan sepenuhnya. Pengobatan TB dapat terjadi selama 6-12 bulan, atau bahkan lebih jika bakteri yang terinfeksi kebal terhadap berbagai antibiotik.

Pasien harus patuh dan disiplin untuk meminum berbagai jenis obat yang diberikan. Obat-obatan ini harus diminum setiap hari pada saat yang sama tanpa gangguan.

Jika tidak, bakteri TBC dapat bermutasi dan menjadi kebal. Jika itu masalahnya, pengobatan TB harus diulang.

Selain menyelesaikan pengobatan, tindakan lain yang dapat Anda ambil untuk mencegah TB berulang termasuk:

  • Berikan ventilasi udara yang memadai di rumah. Karena bakteri TB lebih mudah menyebar di dalam ruangan dengan sirkulasi udara tertutup.
  • Batasi kontak dengan pasien TB. Jika Anda harus berinteraksi, cobalah untuk membatasi waktu.
  • Kenakan topeng saat berada di sekitar orang.
  • Jangan mengunjungi pasien TB saat Anda sedang dalam perawatan atau ketika perawatan baru selesai.
  • Cuci tangan Anda secara teratur menggunakan air mengalir dan sabun.

Mengobati TB berulang jauh lebih sulit daripada berurusan dengan TB yang pertama kali muncul. Ini karena bakteri penyebab TBC sangat mudah menjadi kebal terhadap berbagai antibiotik yang diberikan.

Oleh karena itu, pasien TB harus menjalani perawatan dengan benar untuk mencegah penyakitnya berulang. Pasien juga perlu melakukan berbagai upaya yang dapat mengurangi risiko.

Pos Tuberkulosis Dapat Kambuh, Ini adalah cara untuk mencegahnya muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top