Latest News

Untuk Menjaga Kualitas Dipertahankan, Pahami Cara Menyelamatkan Bayi MPASI yang Benar

Pemilihan bahan dan membuat makanan pendamping untuk bayi tidak lengkap jika tidak disertai dengan metode penyimpanan yang tepat. Betapapun bagusnya kualitas bahan yang Anda pilih dan sebaik apa pun teknik memasak makanan padat bayi, tentunya hasilnya kurang optimal jika cara penyimpanannya tidak sesuai.

Tak perlu bingung, yuk pahami dan terapkan cara penyimpanan makanan padat bayi agar kualitas nutrisi di dalamnya tetap terjaga, yuk!

Pentingnya mengetahui cara membuat dan menyimpan padatan padat Anda sendiri

resep makanan bayi

Setelah menyusui, bayi perlahan mulai mengenali makanan padat dengan terus diberikan ASI atau susu formula bayi.

Saat bayi mulai belajar makan makanan pendamping (padat), orang tua biasanya memperhatikan jenis makanan yang tepat untuk si kecil.

Seleksi dan pemberian makanan bayi tidak hanya bertujuan untuk membuatnya kenyang, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi setiap hari.

Selain memilih jenis atau bahan makanan, cara penyimpanannya MPASI sayang tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Jadi kapan nanti Menu MPASI, baik menu campuran maupun menu MPASI tunggal, diberikan sesuai jadwalkan makanan padat bayi kualitas akan terjaga.

Proses dari pembuatan hingga penyimpanan makanan padat bayi pada dasarnya tidak sulit. Bahkan, Anda sebenarnya bisa membeli MPASI instan di supermarket terdekat atau mengolah sendiri MPASI.

Kedua bentuk makanan padat ini sama-sama enak, jadi Anda tinggal menyesuaikannya dengan selera dan kebutuhan bayi.

Sebelum mempersiapkan diri dan menerapkan metode penyimpanan makanan padat, ketahui kelebihan dan kekurangan membuat makanan bayi sendiri.

Keuntungan membuat MPASI bayi sendiri

Beberapa orang tua memiliki berbagai alasan mengapa mereka lebih suka membuat makanan bayi sendiri, yaitu:

  • Orang tua tahu persis apa yang dimakan bayinya.
  • Meskipun tidak selalu, makanan bayi buatan sendiri biasanya dianggap lebih ekonomis daripada makanan padat instan yang dibeli di toko.
  • Para orang tua dapat memilih sendiri buah-buahan, sayuran dan makanan lain untuk dibuat bubur, dan jangan mengandalkan rasa yang disediakan oleh produsen makanan bayi.
  • Bayi akan terbiasa makan makanan yang dimakan anggota keluarga lainnya, tetapi dalam bentuk yang berbeda.
  • Makanan padat bayi bisa bertahan lama selama Anda menyimpannya sesuai aturan.

Kelemahan dari makanan bayi buatan sendiri

Berikut beberapa faktor kelemahan yang sering membuat orang tua menyerah membuat makanan bayi sendiri, yaitu:

  • Waktu. Orang tua membutuhkan waktu untuk membuat dan menyiapkan banyak porsi kecil makanan bayi. Tentu saja, menggunakan makanan kemasan bisa menghemat banyak waktu.
  • Kenyamanan. Jumlah makanan bayi dalam kemasan harus sudah diukur dengan tepat agar siap disajikan langsung.
  • Penyimpanan. Makanan bayi buatan sendiri biasanya tidak tahan lama seperti makanan padat instan.

Kekurangan lain dari olahan bayi MPASI sendiri adalah harus didinginkan agar bisa mengisi lemari es.

Hal ini tentunya semakin menyulitkan bila sebelumnya Anda telah membuat banyak porsi atau tidak memiliki ruang penyimpanan yang cukup.

Sedangkan makanan bayi dalam kemasan atau padatan instan umumnya tidak perlu disimpan di lemari es kecuali dibuka.

Bagaimana cara menyelamatkan bayi MPASI yang tepat?

menyimpan dan memanaskan sisa makanan

Cara membuat makanan bayi untuk masing-masing orang tua tentunya tidak sama, begitu pula cara menyimpan makanan padat tersebut.

Beberapa orang tua lebih suka membuat makanan bayi sedikit demi sedikit atau hanya membuatnya setiap kali makan atau sekali sehari.

Namun, ada juga yang membuat makanan bayi cukup untuk disimpan beberapa waktu mendatang.

Sebenarnya tidak ada yang salah atau benar di antara kedua pilihan tersebut. Faktanya, ketika berencana untuk membuat sebagian besar makanan bayi, Anda tidak perlu khawatir tentang menyimpan makanan ini.

Agar tahan lama dan menjaga kualitasnya, terapkan cara penyimpanan padatan bayi yang benar dengan menempatkannya di wadah penyimpanan khusus.

Wadah penyimpanan atau disebut juga wadah makanan adalah salah satu dari Peralatan MPASI yang berguna dalam menyimpan makanan.

Terdapat berbagai macam jenis wadah penyimpanan dengan berbagai ukuran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Anda juga bisa meletakkan wadah penyimpanan MPASI ini di lemari es atau freezer untuk menjaga daya tahan.

Jadi bila sudah waktunya untuk diberikan kepada buah hati, Anda bisa langsung mengolahnya sesuai porsi yang sudah dipisahkan sebelumnya.

Penting untuk menyiapkan dan menyajikan makanan bayi dari makanan yang sudah disimpan sebelumnya sesuai porsinya.

Hindari menempatkan porsi MPASI yang terlalu banyak sehingga malah ditinggalkan oleh anak. Luncurkan dari Klinik ClevelandSisa makanan ini dapat memicu pertumbuhan bakteri pada makanan bayi dan menurunkan kualitasnya.

Idealnya, bayi buatan MPASI tidak dibiarkan dalam suhu ruangan dalam waktu lama. Cara terbaik adalah membuang makanan bayi jika telah berada pada suhu ruangan selama lebih dari dua jam.

Bagaimana cara menyimpan MPASI yang perlu diperhatikan

resep mpasi oatmeal

Cara menyimpan makanan padat bayi yang baik dan benar sebenarnya tidak sulit. Dengan catatan, Anda memahami aturan penyimpanan makanan bayi ini.

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) rekomendasi untuk menyimpan makanan bayi sebagai berikut:

  • Simpan makanan seperti daging, ikan, telur, susu, pasta, dan sayuran di lemari es dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius.
  • Simpan daging dan ikan dalam wadah plastik dan tempatkan secara terpisah dari makanan matang dan bahan siap santap.
  • Semua makanan harus disimpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang tertera di kemasan.
  • Hindari mengolah dan menyajikan makanan yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Makanan yang harus disimpan di lemari es sebaiknya tidak diberi makan atau diolah kembali setelah berada pada suhu kamar selama dua jam atau lebih.
  • Makanan yang telah dicairkan freezer dan lemari es harus segera diproses.
  • Makanan beku yang dimasak sebaiknya tidak dibekukan lagi.
  • Pisahkan pisau dan talenan untuk makanan matang dan mentah terutama daging, ikan, ayam.
  • Makanan yang dimasak disimpan pada suhu kamar tidak lebih dari 2 jam.

Usahakan selalu untuk memasukkan makanan padat bayi ke dalam wadah kedap udara kemudian biasakan untuk menyimpannya di lemari es atau freezer sebagai jalan yang benar.

Berbeda dengan makanan padat atau baby solid yang diolah sendiri, makanan padat instan tidak perlu disimpan di lemari es selama tidak dibuka.

Nah, jangan lupa untuk menghangatkan kembali MPASI yang sudah disimpan sebelumnya saat waktu menyusu bayi tiba dan biarkan hingga agak dingin sebelum disajikan.

Apakah Anda perlu menambahkan bumbu pada makanan pendamping?

menu makanan bayi 1 tahun cara menyimpan makanan

Sebelum menerapkan cara penyimpanan makanan padat yang tepat, tidak mengapa untuk menambahkan bumbu pada saat pengolahan makanan padat bayi.

Bumbu seperti gula, garam, atau micin untuk bayi dapat ditambahkan ke makanan untuk menambah rasa.

Padahal, penambahan bumbu tersebut biasanya membuat bayi tidak susah makan agar lebih semangat menyantap makanannya.

Keinginannya untuk makan dengan lahap secara tidak langsung dapat mencegahnya bayi mengalami masalah gizi.

Sementara madu untuk bayi sebaiknya tidak diberikan sebelum usia 12 bulan atau 1 tahun. Namun, Anda bisa mengganti madu dengan menambahkan keju untuk bayi dan sari buah untuk bayi sebagai penambah rasa makanan.

Selain enak, keju dan sari buah juga mengandung beragam nutrisi untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari si kecil, termasuk kandungan. vitamin untuk bayi.

Pos Untuk menjaga kualitas, pahami cara yang benar dalam menyimpan makanan padat bayi muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top