Latest News

WHO Mengumumkan 7-8 Calon Vaksin COVID-19 Terbaik

Baca semua artikel berita tentang coronavirus (COVID-19) sini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim telah menemukan setidaknya tujuh atau delapan kandidat vaksin COVID-19 terbaik. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa timnya bekerja untuk mempercepat pengembangan vaksin untuk menghentikan penyebaran pandemi.

Perjalanan mencari vaksin COVID-19 akhirnya masih belum terlihat. Meski begitu, puluhan agensi di seluruh dunia kini berlomba untuk menguji ratusan kandidat vaksin yang memiliki potensi paling besar untuk mencegah COVID-19. Perkembangan terbaru berikut telah dilaporkan.

Kandidat vaksin COVID-19 menurut WHO

Vaksin co-19 Indonesia

Tedros sebelumnya mengatakan melalui video di Dewan Ekonomi dan Sosial PBB itu pengembangan vaksin COVID-19 mungkin memakan waktu 12 hingga 18 bulan. Kendala dalam proses ini termasuk ketersediaan dana dan kompleksitas uji coba.

Namun, WHO sebenarnya telah bekerja dengan ribuan peneliti di seluruh dunia untuk mempercepat pencarian vaksin sejak Januari lalu. Vaksin dikembangkan melalui percobaan hewan untuk desain uji klinis dan proses terkait lainnya.

Tedros menambahkan, WHO sejauh ini telah mengumpulkan dan mengembangkan lebih dari seratus kandidat vaksin COVID-19. Mereka sekarang fokus pada tujuh atau delapan kandidat vaksin yang berpotensi memberikan hasil terbaik.

Perbarui Total Distribusi COVID-19
Negara: Indonesia<! – : ->

Data Harian

18.010

Dikonfirmasi

<! –

->

4,324

Lekas ​​sembuh

<! –

->

1,191

Mati

<! –

->

Peta Diseminasi

<! –

->

Dia tidak menentukan kandidat mana yang termasuk dalam kelompok teratas. Namun, WHO melaporkannya di dokumen rancangan lanskap yang dipublikasikan pada 11 Mei lalu. Inilah daftarnya:

  1. Adenovirus Tipe 5 Vektor milik perusahaan Biologi CanSino dan Institut Bioteknologi Beijing dari Cina.
  2. MRNA enkapsulasi LNP milik perusahaan Moderna dan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat.
  3. Kandidat vaksin milik Sinopharm dan Institut Produk Biologi Wuhan dari Cina.
  4. Kandidat vaksin milik perusahaan Sinopharm dan Institut Produk Biologis Beijing dari Tiongkok.
  5. Kandidat vaksin milik perusahaan Sinovac Biotech dari Cina.
  6. ChAdOx1 milik University of Oxford of England.
  7. 3 LNP-mRNA milik agensi Teknologi Baru Biofarmasi dari Jerman, Fosun Pharma dari Tiongkok, dan Pfizer dari Amerika Serikat.
  8. Calon untuk vaksin plasmid DNA elektroporasi adalah milik lembaga Inovio Pharmaceuticals dari Amerika Serikat.

Selain delapan kandidat, WHO juga memiliki 102 kandidat vaksin COVID-19 lainnya yang masih dalam tahap praklinis. Sampai ada perkembangan lebih lanjut, setiap negara perlu bekerja untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan mengintensifkan upaya cegah COVID-19.

mencegah tertular virus corona

Jelajahi dunia untuk mencari vaksin COVID-19

Prediksi akhir COVID-19

Menghadapi pandemi COVID-19 membuat seluruh dunia bertanya-tanya kapan vaksin akan tersedia. Jawabannya rumit dan sangat tergantung pada kondisinya, karena pengembangan vaksin terdiri dari serangkaian proses yang panjang.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), ada enam tahap dalam pengembangan vaksin. Ratusan kandidat vaksin dalam daftar WHO harus melalui semua tahapan ini sebelum menjadi vaksin COVID-19.

Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Investigasi

Ini adalah tahap untuk meneliti bahan vaksin atau buatan yang berpotensi mencegah atau mengobati penyakit. Bahan vaksin biasanya dalam bentuk virus yang telah dilemahkan sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh.

Saat ini ada lebih dari 20 kandidat vaksin COVID-19 yang masih dalam tahap penyelidikan. Ada vaksin yang dikembangkan dari vaksin SARS, bahan genetik Virus SARS-CoV-2, serta kombinasi beberapa antigen.

2. Preklinis

Pada tahap ini, para peneliti menggunakan teknologi kultur jaringan dan uji coba hewan untuk menentukan apakah kandidat vaksin dapat membentuk kekebalan. Banyak kandidat vaksin gagal pada tahap ini karena mereka tidak dapat membentuk kekebalan atau berbahaya bagi subyek penelitian.

3. Perkembangan klinis

Ini adalah tahap ketika perusahaan pengembangan vaksin mengajukan proposal yang berisi hasil pengujian praklinis ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). FDA memiliki 30 hari untuk menerima proposal tersebut.

Setelah proposal diterima, kandidat vaksin COVID-19 harus melewati tiga tahap uji klinis pada manusia yang terdiri dari:

  • Fase I: kandidat vaksin diuji dalam kelompok kecil (kurang dari 100 orang) untuk menentukan apakah Vaksin aman untuk manusia.
  • Fase II: kandidat vaksin diuji pada beberapa ratus orang untuk menentukan keamanan, kemampuan untuk membentuk imunitas, dosis, dan jadwal imunisasi.
  • Fase III: kandidat vaksin diuji pada puluhan ribu orang untuk mengukur keamanan, kemungkinan efek samping, dan efektivitas.

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

4. Tinjauan aturan dan perjanjian

Jika kandidat vaksin COVID-19 berhasil melewati ketiga fase pengembangan klinis, pengembang vaksin akan menyerahkan izin kepada FDA. FDA akan memeriksa kembali aturan untuk menggunakan vaksin sebelum menyetujuinya.

5. Produksi

Pada tahap ini, produsen farmasi besar akan menyediakan infrastruktur, pekerja, dan peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi sejumlah besar vaksin. Mereka akan mendapat manfaat dari obat-obatan dan vaksin yang diproduksi.

6. Kontrol kualitas

Vaksin yang telah diproduksi tidak dapat diberikan kepada publik. Pemegang polis harus mengikuti prosedur tertentu untuk memastikan bahwa vaksin berfungsi seperti yang diharapkan.

Kadang-kadang, vaksin yang telah diproduksi juga lulus uji klinis fase IV jika dianggap perlu. Tes ini bertujuan untuk memantau keamanan, efektivitas, dan pekerjaan vaksin yang telah mengantongi lisensi.

Kandidat vaksin yang diumumkan oleh WHO masih harus melalui proses panjang sebelum mereka dapat menjadi vaksin COVID-19 yang sebenarnya. Masih ada uji klinis berlapis, perizinan, dan tahapan lain yang mengarah ke produksi.

Meski begitu, ini adalah angin segar dalam pertempuran melawan COVID-19. Sebagai komunitas, Anda dapat memainkan peran dengan mencuci tangan dan melamar jarak fisik untuk menghentikan penyebaran pandemi.

Bantu dokter dan tenaga medis lainnya mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan menyumbang melalui tautan berikut.

Pos WHO Mengumumkan 7-8 Calon Vaksin COVID-19 Terbaik muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top